Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Kejutan untuk ibu.


__ADS_3

" Ada apa buk kok rame rumah Bu sum ? " Tanya ku ke bu Nani kala tidak sengaja melintasi rumah Bu sum yang sudah banyak orang ddidepan rumahnya.


" Itu lagi berunding soal bayar pajak yang telat ,kasian Bu Een harus ikut bayar uang dendanya padahal selama ini Bu Een bayar terus tapi Bu sum gak mau Nerima meski begitu uangnya diterima terus sama anaknya "


" Kok bisa Bu, memangnya sertifikatnya belum dipisah sebelumnya ?"


" Belum ,jaman sekarang kan pecahin sertifikat harus bayar juga Tri apalagi ngurus begitu selain ribet,uangnya juga harus banyak kemaren aja saudaraku balik nama sertifikat habis 8 juta ?"


" MasyaAllah banyak juga ya Bu Nani ?"


" Iya , cuma kasihan aja sama Bu Een " Bu Nani mengelus dada.


" Ya semoga Bu Een diberi kesabaran dalam menghadapi setiap cobaan" Ujarku


Bu Nani mengangguk.


Gara - gara aku kepo dengan berita hari ini membuatku harus telat pulang ke rumah padahal aku keluar tadi sebenarnya hanya untuk beli pasta gigi diwarung .


" Assalamualaikum " Ujarku kala memasuki rumah .


" Waalaikumsallam" jawab mas Amir yang sudah duduk disofa ruang tamu yang masih menggunakan handuk.


"Astagfirullah ,mas kok diruang tamu cuma pakai handuk sih , kalau ada orang lain masuk gimana ?"


" Hehe , mana ada orang yang bertamu kesini dengan cuma- cuma Tri yang ada itu orang kalau kesini tuh pasti minjem uang? lagian dari mana aja sih kamu kan mas lagi nunggu pasta gigi nih ?"


" Hehe maaf mas tadi Astri kepo dikit , Mas juga jangan seuzhon gitu ah siapa tahu teman mas atau siapa gitu yang datang kan gak tahu , ini mas pasta giginya "


" Iya habis kebanyakan gitu kalau kerumah kita pasti ujung-ujungnya minjem uang , eh ngomong - ngomong kamu habis kepo apa Tri ?"


" Nanti deh Astri ceritain sekarang mending mas pergi gosok gigi dulu sekalian pakai baju "

__ADS_1


" Iya deh padahal sudah penasaran banget akunya ?" Ujar mas Amir seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi .


Aku menunggu mas Amir dimeja makan. Hari ini sengaja aku memasak lebih karna hari ini kami akan kerumah ibu,mas Amir berencana akan memberi tahu kabar baik ini ke ibu dan juga adiknya . Aku sudah gak sabar melihat reaksi ibu saat tahu kalau aku juga bisa hamil .


" Amir kamu yakin mau menikahi Wanita ini ,apa kamu gak bisa lihat wanita ini dari kalangan apa ? " Ujar Ibu Amir kala itu .


Aku hanya bisa diam mendengar perkataan ibu mas Amir.


" Ibu Amir mohon restui Amir ,memang wanita pilihan Amir bukan wanita terpandang ,bukan wanita karir ataupun wanita mapan Karna Amir bukan mencari wanita seperti itu Amir hanya mencari wanita yang benar- benar mau menerima Amir apa adanya, mau berjuang bersama -sama dengan Amir dan semua itu ada di Astri Bu "


" Terserah kalau begitu, Ibu gak mau tahu tapi ingat kalau sampai suatu saat kamu dan si misk*n ini kenapa- kenapa jangan cari ibu ? Satu lagi ibu akan merestui kalian sampai kalian bisa memberikan cucu kepada ibu "


" Sayang kok nglamun? "


" Eh mas Amir kaget Astri, cepet banget mandinya mas perasaan mas baru aja masuk ?"


" Cepet apanya kamu aja yang keasyikan nglamun, memang lagi nglamunin apa sih ? "


" Dua- duanya deh " Mas Amir yang ikut duduk disampingku.


" Kepo amat sih mas Amir hehe, jadi berangkat kapan mas sekarang apa nanti ? " Jawabku seraya mencolek hidung mas Amir.


" Kepo dikit gakpp lah, Ayok sekarang aja biasanya kan ibu kalau jam segini dirumah, aku tunggu didepan ya kita bawa mobil aja biar aman ?"


" Oke Astri siap- siap dulu kalau gitu bentar aja ?"


" Ya sipp"


Setelah selesai siap- siap aku pun segera naik mobil.


Rumah ibu memang agak dekat dari rumah kami jadi kami tidak memerlukan waktu lama untuk sampai.

__ADS_1


****


" Assalamualaikum" Salam kami saat memasuki rumah, mas Amir benar ibu sedang duduk santai dengan cemilan ditangannya ditemani menantunya yang sibuk dengan Hpnya .


"Waalaikumsallam " jawab ibu dan Hesti bersamaan.


" Eh , anak ibu masuk sayang , tumben kesininya cepet Mir ini kan belum waktunya kamu kasih jatah uang bulanan buat ibu .?" Wajah ibu dengan sumringah.


Kami pun duduk didepan ibu dan Hesti seraya mengedipkan mata ke Amir.


" Em kami datang memang bukan untuk memberi uang bulanan kepada ibu tapi , Amir ingin memberikan kabar baik ke pada ibu "


" Kabar baik apa ? " Tanya ibu .


" Apa toko baju Mas Amir dan Mbak Astri sedang diperbesar ? Apa mas Amir baru saja dapat arisan? " Tanya Hesti ikut - ikut menimpali.


" Lebih dari itu Hesti? Kabar ini akan membuat ibu dan kamu terkejut " Ujar Amir dengan riang.


" Wah ,ibu gak sabar pasti kabar ini sangat luar biasa ,ayo cepat katakan Amir jangan bikin ibumu ini tambah penasaran?"


Akupun tersenyum melihat keluarga mas Amir yang nampak bahagia. padahal mas Amir belum bilang pasti kalau mereka dengar Ya Allah rasanya hatiku berbunga - berbunga . Pasti kabar ini akan membuat hubungan ku dengan Ibu semakin baik dan ibu akan terus tersenyum seperti saat ini .


" Alhamdulillah ,Bu doa kami selama ini terjawab .Aku yakin ibu akan bahagia karna sebentar lagi gak hanya Enggar yang memanggil ibu nenek tapi calon bayi yang ada diperut Astri ini juga akan memanggil ibu dengan sebutan nenek juga Ibu ,Hesti , Astri Alhamdulillah sekarang sudah hamil "


"Apa hamil ? Kok bisa bukannya selama ini Astri m***** ? " Ujar ibu kaget seakan tak percaya dengan mata melotot.


" Tidak Bu ,ibu salah kami tidak seperti itu hanya saja mungkin dulu memang kita belum diberi kepercayaan kepada sang pencipta tapi sekarang kami Alhamdulillah sudah diberi diusia Amir yang sudah menginjak 35 ini,Dan semua ini kami lakukan lewat jalur bayi tabung yang Alhamdulillahnya lagi berhasil " ujar mas Amir.


" Ow begitu "


"

__ADS_1


__ADS_2