
" Eh, Bu Nani mana si Endah kok gak datang hari ini. Padahal kan kemaren udah janjian mau ngrujak lagi disini ?" ucap Bu Sum yang baru datang kemudian duduk di papan dibawah pohon.
Astri dan Bu Nani memang sudah dari tadi mengobrol dibawah pohon ini .Pohon yang sengaja diberi papan membentuk setengah lingkaran dan di topang dengan kayu direkatkan di pohon.pohon yang rindang ini semakin membuat siapa saja akan betah berlama- lama disini.
" Gak jadi, baru aja tadi si Endah di bawa kerumah sakit katanya kandungannya kontraksi terus." ucap Bu Nani .
" lho..lho.. kok bisa, dulu saya waktu mengandung anak - anak saya saja gak ada tuh yang kontraksi diusia kandungan 8 bulan. Gak kayak anak jaman sekarang masih muda keluhannya aneh- aneh?"Bu sum menimpali.
" Ya namanya ,bawaan bayi ya lain- lain toh Bu sum ini gimana tow"
" Bukan begitu Bu Nani memang anak jaman sekarang itu pada manja- manja. Asal tahu aja kemaren saya lihat sendiri si Endah mintak tolong suaminya angkatin jemuran ,masakin dan lain- lain. ,Padahal kan kalau hamil begitu kan harusnya dipakai gerak gak dipakai tiduran saja ya tow Bu Nani."
" Astagfirullah,Bu sum jangan begitu lah mungkin waktu itu Endah lagi capek atau sakit makannya minta bantuan suaminya ,Kan orang hamil juga gampang capek ?" ucap Astri .
" Halah...kamu Tri tahu apa kamu soal hamil ,orang dari zaman garam belum asin sampai sekarang ini sudah asin sekali kamu juga belum punya anak ,sok tahu masalah orang hamil hahaha?" Bu sum mencemooh seraya tertawa cekikikan.
" Ya memang sih buk ,saya belum pernah hamil . Saya juga tahunya dari buku dan internet Bu " ucap Astri dengan santai.
"Nah itu, begitu kok sok tahu. Tri makanya kamu cepat hamil biar bisa merasakan namanya hamil itu seperti apa? " ujar Bu sum dengan mata melotot ke Astri.
" Hay ,Bu sum tapi kadang memang ada betulnya apa yang dikatakan Astri itu, temen saya dulu juga begitu kok" ujar Bu Nani .
" Masak iya Bu Nani "
" Ya Bu sum gara- gara kecapek.an sampai harus kehilangan anak "
" Oh,ini apa.an Bu Nani kayaknya enak?"tanya Bu Sum seraya mengambil kue kering didepannya.
" Oh, ini biji Ketapang yang buat Astri katanya lihat dari Youtube rasanya enak"
" Eemm..biasa saja rasanya "ujar Bu sum yang masih terus mengunyah.
" Menurutku enak Bu saya saja sampai mau ikut bikin "
" Memang Bu Nani bisa tahu caranya ?"
" Ya belum tahu Bu sum ,ini baru mau tanya si Tri"
" Boleh kok Bu Nani lagian kue ini itu bahannya simpel gak susah - susah pasti dirumah Bu Nani ada " ucap Astri .
" Ya tri coba apa saja ?"
Bu Nani menyimak dengan serius sedangkan Bu sum masih terus mengunyah kue kering Astri yang ada di toples.
"Resepnya :
250 gram tepung terigu protein sedang
50 gram margarin
1 butir telur
__ADS_1
75 gram gula pasir
1/2 sendok teh garam
40 ml santan instan
100 gram kelapa parut kasar, disangrai, dihaluskan
Cara membuat biji ketapang:
Campur telur, gula pasir, garam, dan santan instan. Aduk sampai gula larut.
Masukkan tepung terigu, dan kelapa sangrai. Aduk sampai tercampur rata. Tambahkan margarin. Aduk rata
Pulung adonan. Potong-potong serong ukuran satu cm.
Kalau Bu Nani gak ada kelapa sangrai cukup pakai santan instan aja juga sudah cukup" ujar Astri menjelaskan.
" Wah kapan- kapan aku mau coba ah ,makasih Astri resepnya? Eh Bu sum kenapa dihabiskan itu kue keringnya katanya tadi gak enak?"ujar Bu Nani seraya melihat Bu sum yang masih mengunyah .
" Gak papa Bu Nani dirumah masih kok?"
" Tuh ,kan yang punya aja bilang gak papa ? kok kamu yang heboh"
Bu sum yang tadi berhenti mengambil kue kering sekarang lanjut lagi mengambilnya.
" Eh , Astri kemaren ibu mertuamu datang ya ngapain ? " tanya Bu Nani
" Pasti nanya kapan hamil ? ya kan Tri hehe ,secara anak pertama rasa anak kedua" Bu sum menimpali.
" Maksudnya Bu sum ?" tanya Bu Nani bengong .
__ADS_1
" Ya kan yang punya anak duluan adiknya Amir sedangkan Amir sampai sekarang belum punya anak?"
Bu Nani mengangguk- anggukkan kepala.
" Tidak begitu Bu sum, Bu Nani ,mertua saya datang memang sedang berkunjung saja ibu kangen sama mas Amir karna minggu- Minggu ini kami belum sempat kerumah ibu karna mas Amir sibuk" ujarku.
" Wah,sekarang bisnis Amir makin maju ya tri selamat" ucap Bu Nani "
" Alhamdulillah , Bu Nani makasih" ucaapku.
" Ah,biasa aja , anakku saja yang sudah jadi karyawan tetap diperusahaan gak pamer ? Belum lagi anakku yang nomor dua sudah jadi asisten dokter " ujar Bu sum.
" Ya Bu sum " jawab kami serempak.
Mereka menghabiskan mengobrol dibawah pohon dari jam 9 sampai jam 11 siang.
Astri pulang dan beristirahat duduk dikursi sofa dengan memainkan ponsel ditangannya seraya menunggu kedatangan Amir yang akan pulang pada jam 12 siang.
" Astri ,enak ya kamu ? " ujar ibu Amir yang sudah berada diambang pintu.
" Ibu ...silahkan masuk Bu?" ujar Astri yang kaget dengan kedatangan mertuanya berdiri dan langsung mencium punggung tangan mertua.
" Hmmm enak ya kamu ,suami banting tulang kamunya enak- enakkan main hp dirumah ? bukannya siapin makan buat suami atau beres- beres rumah ini malah enak- enakkan ? mana Amir ?" ujar ibu Amir yang langsung masuk dan memeriksa debu yang ada di meja.
" Mas Amir belum pulang Bu mungkin sebentar lagi ? Ibu sudah makan ? kalau belum saya siapkan kebetulan saya tadi masak udang asam manis" ujar Astri .
" Gak usah ?" ujar ibu mertua.
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsallam " ujar Astri dan mertua.
Astri menghampiri Amir dan mencium punggung tangan Amir.
" Ibu ,kapan datang ? " ucap Amir kemudian mencium punggung tangan ibunya.
" Baru saja , datang dan ibu baru tahu kalau istrimu ternyata malah asyik nonton hp ?
" Eemm,ayok Bu makan sama- sama? " ajak Amir seraya menatap Astri dengan senyum.
Astripun mengikuti Amir dan ibunya dari belakang menuju dapur .
" Gimana Bu enak udangnya?" tanya Amir yang tengah makan bersama.
" Enak ,juga " jawab ibu.
" Astri , kamu harus banyak makan sayur biar subur kandunganmu tuh,dulu saja ibu makan sayur banyak- banyak makannya ibu bisa punya anak 2 " ujar ibu Amir.
" Ya Bu " jawab Astri.
" Mir ibu datang kesini cuma mau beri tahu kamu kalau besok adalah acara ulang tahun anak Priyan jadi harap kamu datang ya ?"
__ADS_1
" Oh, iya Bu , besok kami datang ya kan Astri ? "
" Iya mas?"