
"Lama sekali, begitu apa gak merasa sepi dirumah, nikah sudah lama tapi belum ada anak ?" ucap ibu itu lagi.
Astri yang mendengar ucapan itu hanya bisa menundukkan kepala.Amir memperhatikan Astri kemudian beralih memandang ibu itu.
" Tidak Bu kita biasa aja ? Malah kita makin romantis setiap hari ya kan cayang" ucap mas Amir dengan menyentuh dagu Astri .
"Syukur deh " Ucap ibu itu seraya melihat Amir dan Astri.
" Ini Bu barangnya? " ucap Amir.
" Ya makasih"
Ibu itu pun pergi meninggalkan toko Amir dan Astri.
" Fiiuuh" Astri menghembuskan nafas kasar.
" Kenapa ?"
" Harus begini sekali ya mas hidup? dimana pun berada pasti ada pertanyaan itu , hinaan dan cemoohan. "ucap Astri.
"Ya begitulah Astri namanya juga kehidupan semua sudah kehendak yang diatas mau pergi kemana pun menjauh sejauh apapun kalau memang sudah kehendak Allah ya Mau bagaimana lagi ? kita gak akan bisa lari. Hanya ada satu jalan yaitu hadapi. Maafkan mas ya sudah ajak Astri kesini bukannya bikin Astri seneng malah bikin sedih Astri" ucap Amir.
" Gak papa mas Amir ,mas gak salah kok mungkin memang Astri aja yang masih belum sabar dan mendengar perkataan dari orang. Sudah siang mas waktunya sholat dan makan "
" Iya ,ya udah mas tutup dulu ya nanti kita ke musholla diujung gang sana aja" ajak Amir .
Astri mengangguk setuju.
Setelah menutup toko, mereka berdua menuju musholla yang ada diujung gang.
Dalam setiap sujud mereka,hanya satu doa yang dipanjatkan dan dilantunkan setiap harinya ,meminta kepada sang pencipta alam untuk segera mendapat momongan.
Amir dan Astripun selesai sholat dan makan siang, mereka berdua memutuskan untuk pulang kerumah. Amir biasanya mulai jualan dari jam 8 ,9 pagi tutup sebentar jam 12 dan buka lagi 1 sampai jam 3 tapi karna hari ini ditoko ada Astri ,Amir pun hanya membuka jualan setengah hari.
" Alhamdulillah sudah sampai ?" ucap Amir
" Ya mas ,eemm mas aku cuci piring dulu ya dulu ya .Kasian dah menunggu " pamit Astri.
" Ya Hati- hati ya? "ucap Amir.
" Ya mas"
Mencuci piring dan peralatan dapur dengan bersih dan Hati- hati. Amirpun datang dan membantu Astri mencuci piring.
__ADS_1
" Gak usah mas, nanti mas capek?"
" Mas mau bantu juga biar Astri gak capek?"
Amir ikut membantu Astri mencuci piring didapur seraya bercanda berdua.
Assalamualaikum....Tok ...tok...tookkk..
Suara salam dan ketukan pintu.
" Siapa ya mas ? " ucap Astri.
" Gak tahu, biar mas aja yang buka ?"ujar Amir seraya mencuci tangan kemudian bergegas menuju pintu.
Astri mengangguk serta melemparkan senyum ke Amir .
" waalaikumsallam..."
Terdengar samar ,jawaban salam Amir dari luar.
" Astri ibu datang ! " teriak Amir .
" Iya mas ,tunggu !"
" Duduk Bu " Amir mempersilakan ibunya duduk.
" Bu'' ucap Astri seraya mencium punggung tangan ibu Amir.
"Ibu mau minum apa Astri buatkan ?"tanya Astri.
" Gak usah ,ibu datang kesini hanya ingin melihat anak ibu yang paling ganteng ?"
" Ibu ini bisa aja ? gimana kabar ibu dan mas Priyan ?"
" Ibu baik- baik saja ,seperti yang kamu lihat sekarang ini ibu sehat dan adikmu Priyan juga sehat usaha mebelnya semakin maju dan kamu tau Mir anak Priyan sekarang makin pinter sekali ?" ujar ibu dengan semangat.
" Syukurlah jika sehat semua ?"
" Ngomong- ngomong ,Kamu sudah ada isi belum Tri? "tanya ibu .
" Eemmm.. belum Bu,masih usaha sama mas Amir ?" ucap Astri pelan.
" Gimana sih tri kamu jadi menantu gak bisa buatin cucu buat ibu? sudah bertahun - tahun masih aja kosong ? Mir makanya kamu itu cari istri yang pinter buat anak jangan kayak si Astri ini. Ibu ikut malu mir setiap hari kalau ketemu ibu - ibu diarisan diacara pengajin pasti nanya soal kapan dapat cucu dari Amir? tapi sampai sekarang gak dapet-dapet." tutur ibu Amir menunjuk Astri dengan emosi.
__ADS_1
Astri yang mendengar kata- kata itu hanya bisa menangis dalam diam.Astri tak mampu membatah karna memang apa yang dikatakan ibu mertua memang benar adanya . Astri belum bisa memberikan cucu.
" Ibu ,jangan lah bicara seperti itu ke Astri. Anak itu Allah yang memberi kalau kita belum diberi mau apa Bu ? kita tidak bisa melawan kehendak takdir Allah .Yang terpenting Amir dan Astri masih berusaha Bu agar kami cepat mendapat momongan .Sama halnya dengan ibu yang ingin menimang cucu Amir juga begitu Bu ,tapi kembali lagi ke takdir Allah Bu"
" Halah, amir- Amir kamu jangan belain istri kamu terus. memang istrimu ini gak bisa apa- apa ? bikin cucu gak bisa , cari duit gak bisa bisanya cuma habisin uang kamu aja?"
" Ibu Astri tidak pernah menghabiskan uang Amir ?Ibu apa yang ibu fikirkan tentang Astri selama ini salah Bu Astri tidak seperti itu ,ini saja kami baru pulang dari toko dan Astri sangat membantu Amir .Ibu yang tenang ya jujur ke Amir sebenarnya ada masalah apa Bu?"
Ibu Amir melihat Astri yang masih menunduk berdiri disamping mas Amir dengan mata sinis kemudian melihat wajah Amir dengan sedikit senyum.
" Mir ibu mau minta uang buat tukar tambah kalung ibu yang putus akibat ditarik anak Priyan ."
" Memangnya ibu butuh berapa Bu?"
"Gak banyak mir 3 juta aja ?" ucap ibu dengan senyum.
" 3 juta Bu , Maaf Bu bukannya Amir gak mau ngasih tapi kalau uang sebanyak itu Amir belum ada karna uang Amir baru saja buat beli barang toko . Amir hanya bisa beri ini bu 1 juta setengah." Amir mengambil uang disakunya kemudian memberikannya ke ibu .
" Kok cuma segini mir ? Ini mana cukup buat tukar ?"
" Maaf Bu adanya segitu saja coba ibu ke Priyan siapa tahu di beri tambahan."
" Ya nanti ibu kesana ? "ucap ibu
"kecewa ibu datang jauh- jauh kesini cuma dapat segini ? " batin ibu Amir.
" Hay Astri , ingat ya kamu harus cepat bikin anak ? kasian tuh anak ku pengen gendong anak gak bisa?"
" Ya Bu ,Astri dan Amir pasti bisa buat cucu buat ibu,ibu yang sabar ya?"
" Ya- ya ya udah ibu pergi dulu ?Mir tambah sedikit lagi dong buat beli makan siang ibu diwarung depan ?"
" Udah Bu gak ada besok lagi ya ? Hati- hati Bu dijalan ?Astri Salim ke ibu ?" Amiir dengan lembut memerintah Astri.
" Hati- hati Bu?"ucap Astri
" Yaaa"
Ibu pergi , Kini tinggal Amir dan Astri ,Amir memandang Astri kemudian memeluknya erat.
" Maaf kan kata- kata ibu ku ya Astri ,ibu memang suka ceplas - ceplos kalau ngomong ,tapi sebenarnya ibu baik kok"
" Ya mas ,maaf juga Astri sudah terlihat lemah lagi Dimata mas dengan menjatuhkan air mata Astri kesekian kalinya didepan mas."
__ADS_1
" Itu wajar Astri ,perempuan yang suka menangis itu bukan berarti perempuan lemah"