
" Itu kan Priyan mas adik kamu,kenapa dia agak menghindar dari kita ?" Ujarku Astri kala melihat Priyan buru - buru pergi begitu saja dengan teman - temannya. Menancap gas mobil dengan cepat padahal kami tepat berada disamping kami ,karna lampu lalu lintas sedang merah.
" Iya mas juga gak tahu, Apa mungkin Priyan gak lihat kita, ?"Sanggah Priyan.
" Ya kali mas " ucapku mengiyakan .
Rasanya tidak mungkin lah ya gak kelihatan orang kita berada disamping aku juga melihat Priyan tadi menengok ke arah kami dan buru - buru menghindar beralih pandangan lain . Ada apa sebenarnya ? Apa yang disembunyikan Priyan ke mas Amir ? Sampai - sampai menghindar begitu .
Sampai rumah mas Amir langsung duduk dikursi teras tanpa masuk terlebih dahulu ,aku tahu mas Amir sedang memikirkan apa .
" Gak masuk dulu mas ?" Tanyaku sembari membuka pintu dengan kunci .
" Iya Tri ntar dulu ya ,mas pengen sendiri dulu disini ?"
" Em baiklah ,kalau begitu Astri masuk duluan ya mas mau mandi "
" Iya " jawab mas Amir dibarengi anggukkan kepalanya.
__ADS_1
Akupun langsung bergegas pergi dari hadapan mas Amir ,pergi menuju kamar . Mendinginkan kepala dan hati yang masih panas . Kala mengingat perlakuan ibu Amir ke kita .
***
Hari Minggu aku dan mas Amir sengaja membuat syukuran atas kehamilanku saat ini . Mengundang semua warga yang ada didesaku . Mas Priyan sengaja tidak mengundang ibu dan Hesti juga Priyan mungkin mas Priyan masih sakit hati dengan omongan ibunya.
Aku dibantu Bu Haya, Bu Een,Bu Nani ,Bu sum juga tetangga yang lain . Semua ikut serta merayakan acara syukuran kali ini . Menyiapkan makanan dan juga kue suguhan para tamu , makanan dan minuman serta kue dan juga buah - buahan sudah tersusun apik dimeja teras ,aku sengaja membuat sistem prasmanan jadi orang bisa memilih sendiri apa yang mereka mau dan suka .
100 orang ,telah hadir dalam acara syukuran kami .Terlihat mereka sangat bahagia .
" Astri selamat ya akhirnya apa yang kalian nanti - nantikan terwujud kami ikut seneng " Ujar Bu Haya yang menghampiri ku bersama Bu Een .
Aku tersenyum .
" Makasih Bu Haya ,Bu Een sudah mau repot membantu saya . Ini memang tak disangka - sangka kami bisa diberi momongan di pernikahan kami yang menginjak 9 tahun ini "
" Ya betul sekali ,tapi ngomong - ngomong kok mertuamu gak ada tri ?" Tanya Bu sum seraya celingukan mencari - cari ke sekitar.
__ADS_1
" Iya ,aku juga dari tadi gak lihat keluarga Amir satu pun ?" Bu Haya ikut menimpali.
" Eum itu mertua ku ... " Astri bingung mencari alasan. Mencari jawaban yang tepat agar para tetangga tidak curiga namun pikirannya serasa buntu begitu saja .
" Itu ibu lagi gak enak badan kalau adik saya lagi pergi keluar kota bersama dengan istri dan anaknya . Mari semua silahkan dinikmati hidangan yang ada ,Kalau mau dibawa pulang silahkan ambil sendiri disana ,sudah ada tempat buat dibawa pulang " Jawab Amir yang tiba - tiba datang memeluk astri dari belakang .
Astri yang kaget juga campur sedikit tenang mendengar jawaban Amir.
" Ow begitu ,memang boleh bawa pulang juga mir ?"
" Iya ibu - ibu boleh kok silahkan "
" Haduh, kebetulan dirumah ada saudara yang datang sekalian nanti saya mau bungkus bakso soalnya enak baksonya "
" Saya juga ah " Bu sum ikut menimpali.
Setelah acara dimulai dari membaca doa , makan - makan dan bercengkrama dengan tetangga dan para tamu undangan acara pun selesai.
__ADS_1
***
" Apa ? Berani -beraninya mereka membuat acara tanpa sepengetahuan ku ?"