
" Mas gimana usaha furniturenya kok sekarang uang bulanan ku semakin berkurang? "
Hesti yang duduk didepan meja rias yang ada di kamarnya seraya mempoles wajahnya dengan cream.
" Ya mau gimana lagi , sekarang usaha mebel mas lagi sedikit sepi Hesti.Gara- gara kemaren mas sudah terlanjur bikin kursi untuk kantor banyak- banyak malah sekarang kantor- kantor langganan mas sudah gak butuh malah sekarang yang lagi naik daun furniture minimalis khusus perumahan, jadi mau tidak mau mas harus kurangin jatah bulananmu untuk bulan- bulan kedepan ini?"
ujar Priyan yang tiduran diranjang dengan menatap langit -langit kamar.
" Gak bisa gitu dong mas jatah bulanan ku segitu aja sebenarnya masih kurang ? masak mau dikurangin lagi? lagian mas ini apa gak survey pasaran dulu sebelum bikin furniture ini itu. kalau sudah begini gimana terus siapa yang rugi ? " Hesti memanyunkan bibirnya menatap tajam Priyan .
" Ya mana mas tahu Hesti kalau jadi begini ? mas kan selama ini hanya mengandalkan langganan mas saja."
" Aah, mas ini memang ya...terus bagaimana dengan uang bulananku pokoknya aku gak mau kalau uang bulananku berkurang karna kebutuhanku banyak mas untuk uang saku Enggar , belanja bulanan , skincare ditambah lagi beli pulsa listrik belum lagi kebutuhan yang lain. Pakoknya aku gak mau ... gak ..mau mending yang dikurangin jatah uang ibu aja kalau mas mau kurangin?"
" Ya gak bisa lah Hesti kalau uang ibu yang dikurangin bisa - bisa aku yang kena omel tujuh hari tujuh malam sama ibu ... gak ...gak.. gak bisa ? "
" Lho kok gitu mas jadi mas milih ibu dari pada istri dan anak mas gitu?"
" Bukannya gitu Hesti sayang mas gak mau kalah saing sama si Amir , nanti kalau uang bulanan ibu mas kurangin pasti ibu akan bilang ke orang- orang dan ibu pasti akan memuji Amir didepan orang - orang kalau jatah bulanan Amir yang banyak dari pada mas ,mas gak mau itu terjadi bisa jatuh harga diri mas didepan orang- orang? "
Priyan memiringkan badan ke arah istri nya .
" Tapi mas aku juga butuh uang banyak?"
" Ya mas janji nanti kalau mebel mas sudah kembali lancar mas naikkan deh jatah bulanan kamu ? Tapi ingat jangan sampai ibu tahu "
" Janji ya mas " ucap Hesti dengan sedikit senyum.
" Iya janji Hesti sayang ,ya sudah mas tidur dulu ya ngantuk banget"
" Iya mas , ini aku juga hampir selesai"
Sudah menjadi kebiasaan Hesti disetiap malam menjelang tidur yaitu melakukan perawatan dengan menggunakan skincare yang selalu dibangga - banggakannya setiap ketemu siapa saja .
Tak jarang Hesti dengan cepat menghabiskan uang bulanan yang diberikan Priyan hanya untuk membeli skincare yang bangga - banggakannya itu tanpa sepengetahuan priyan dan ibu mertuanya . hesti selalu beralasan bahwa uang bulanan habis untuk bayar sekolah dan belanja kebutuhan dapur yang lagi naik.
" Enggar cepet mandinya nanti keburu telat sekolahnya ,belum pakai baju ,sarapan !" teriak Hesti yang sibuk menyiapkan buku jadwal pelajaran anaknya.
__ADS_1
" Iya mama ini tinggal gosok gigi aja " jawab Enggar dengan mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi dengan mulut berisi sikat gigi.
" Iya makannya buruan ,ini mama sudah siapkan pelajaranmu hari ini sama ini uang jajan kamu mama taruh di tas depan ya satu lagi nanti mama gak bisa jemput jadi kamu nanti tunggu papa yang jemput"
" Heuummm ma.." jawab Enggar keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai mandi Enggar dan juga Priyan berangkat.
" Hesti jangan lupa nanti habis itu piring kotor cuci sama sekalian cuci baju ibu tuh dikamar sudah numpuk ibu mau keluar sebentar ke rumah jeng nerna "
" Ya bu " jawab Hesti yang masih duduk makan nasi goreng.
" Ya udah ibu pergi dulu ya Assalamualaikum"
" waalaikumsallam "
" Huh ...paling males kalau sudah begini mana piring kotor banyak cucian banyak ,aku harus bilang ke mas Priyan aku harus minta Carikan pembantu kalau gini terus bisa ruwet hidupku bisa- bisa kulitku bisa cepat rusak gara- gara kena sabun cuci piring sama soklin " ujar hesti.
***
Di rumah Amir sibuk dengan buku - buku catatan keuangan.
" Alhamdulillah gak ada masalah tri, makasih ya kopinya" jawab Amir yang langsung mengambil kopi dan meminumnya.
" Terus kenapa serius gitu ? bikin ikut panik aja liatnya?"
" Hehe ..gak tri ini mas heran aja penjualan bulan ini Alhamdulillah meningkat drastis "
" Alhamdulillah syukurlah Astri ikut seneng"
" Ya Alhamdulillah ini semua juga berkat Doa- doamu Astri juga kesetianmu dalam mendukung mas ,menemani mas dan satu lagi selalu menerima kondisi mas makasih Astri sayang"
Amir memegang tangan Astri lalu menciumnya.
" Ya mas sama - sama "
" Eh...gimana tri sudah dapat kabar lagi belum dari dokter ?katanya kapan kita kembali lagi sampai lupa mas ?"
__ADS_1
" Oh iya mas Astri juga lupa kemaren katanya sih tanggal 5 kan ini baru tanggal berapa ?"
Astri menyalakan ponsel dan melihat tanggal
" Tuh,kan mas udah tanggal 4 berarti besok kita harus segera kedokter buat ngecek "
" Aduh sudah gak sabar mas pengen cepet - cepet kedokter semoga kali ini kita berhasil "
" Amin mas kita berdoa aja sama Allah ,kita pasrahkan semuanya karna bagaimana pun juga kita sebagai manusia hanya bisa berusaha "
" Bagaimana kalau kita sedekahkan saja sebagian uang kita ketetangga yang membutuhkan ?"
" Boleh mas Astri setuju nanti kita kasihkan ke Bu Halimah ,Bu Haya ,Bu sum dan Bu Nani nanti kita beri uang 200 ribuan aja gimana?"
" Ow...jadi gini mir kelakuan istrimu kemaren mainan dikasihkan ke anaknya Bu Nani sekarang lagi mau bagi- bagi uang untuk Bu Nani lagi maksudnya apa ini Mir ?apa kamu sudah gak ingat keluarga ? Sampai- sampai apa- apa kamu kasihkan ke tetangga ?"
" Ibu "
Astri kaget , melihat ibu mertua yang tiba- tiba datang .Berdiri diambang pintu.
"ibu , bukan begitu Bu ibu salah faham lagi ,Amir hanya ingin berbagi karena...?"
Ucap Amir terhenti ,Astri lebih dulu meremas tangan Amir sedikit kuat.
" Mas "
" Karna apa ? karna kamu fikir ibu mu ini sudah kecukupan begitu ya jadi gak butuh dan gak perlu lagi uang dari kamu iya kan begitu kan maksud kalian ?"
" Eemm...bukan bukan itu buk maksud Amir karna...karna semata - mata untuk nama baik ibu gitu ya ...?"
" Maksudnya bagaimana untuk kebaikan ibu yang bagaimana? "
" Emm..jadi gini Bu mas Amir mau bagi-bagi uang tetangga dalam rangka syukuran untuk ulang tahun ibu jadi nanti kami bilangnya ke tetangga sini kalau uang itu dari ibu begitu?"
" Ow begitu oke kalau begitu ibu setuju ,tapi ibu juga mau dapet bagian lho ?"
" Iya ibu pasti"
__ADS_1
Amir dan Astri saling pandang dan mengedipkan mata.