Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Mengalah demi ibu.


__ADS_3

Bu Arum yang terlihat baru datang dari acara langsung masuk rumah dengan muka kesal tanpa mengucap salam. Sedangkan Hesti yang kini duduk dikursi ruang tamu tak menoleh sedikit pun saat mertuanya datang . Hesti sibuk dengan pemikirannya .


" Sial sekali hari aku harus bertemu dengan bebuyutan ku pakai acara dipameri segala lagi ,aku gak boleh kalah " Gumam Bu Arum yang kini ikut duduk tepat disamping Hesti.


" Apaan motor aja aku yakin mas Priyan mampu membelikan " Hesti bergumam dengan mata mengarah keatas berfikir.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsallam " Jawab Bu Arum dan Hesti serempak menoleh ke arah Priyan yang baru datang setelah itu kembali lagi dengan pemikiran masing - masing.


" Bu ,hes ,kalian kenapa kompak bener ? Kayak mikirin satu kampung aja serius banget " Ujar Priyan yang heran kala melihat ibunya dan istrinya terlihat aneh.


Mereka berdua lantas menatap Priyan dengan mata serius secara bersamaan kemudian kembali memikirkan sesuatu.


" Eits ... Jadi takut akunya " Priyan menyipitkan matanya .


" Mas gimana dapet uang motornya ?" Tanya Hesti tiba - tiba .


" Motor ?Kamu minta motor sama anak saya hes ,now - now ,now gak bisa ! Priyan ibu minta belikan ibu perhiasan !"


" Ibu ! Gak bisa mas Priyan sudah janji mau belikan Hesti motor ,kalau ibu minta perhiasan nanti uangnya kurang bisa - bisa gak jadi beli motornya gak - gak "


" Hesti perhiasan lebih pnting buat tabungan masa depan ,kalau nanti butuh sewaktu - waktu kan bisa dijual ,lagian motor Priyan kan masih bagus nagapain beli lagi mubazir tahu gak " Bantah ibu Arum.


" Motor mas Priyan sudah sering mogok buk ,Hesti mau motor keluaran baru ,Hesti gak mau pakai yang lama "


" Halah , motor masih bagus juga buktinya ibu pakai kerumah Amir gak kenapa - Napa ,mulus - mulus aja kamunya aja yang banyak alasan takut tersaingi si Herni ya kan ?"


" Lha memangnya ibu juga gak panas apa ? Denger Bu Nining pakai emas baru ,aku yakin ibu minta perhiasan baru pasti panas juga kan ?"

__ADS_1


Mata ibu melotot kearah Hesti ,Hesti pun tak mau kalah dengan mertuanya .Priyan yang melihat mereka berdua hanya bisa diam sesaat . Priyan heran mertua dan istrinya sama - sama suka panasan lihat tetangga punya apa - apa baru apalagi kalau yang punya musuh bebuyutan pasti gak iklhas sekali.


" Stop - stop ! bikin tambah pusing aja kalian berdua ,ibu ,Hesti jadi kalian sama - sama panas lihat tetangga punya motor ,perhiasan gitu gak sekalian aja tuh kalau tetangga beli kapal selam ikutan beli ,atau kalau perlu kalau tetangga pergi keluar angkasa ikut sekalian biar puas !". Ujar Priyan dengan nada menekan.


" Memangnya mas Priyan punya uang buat beli kapal selam ?" Jawab Hesti.


" Nah ,itu - tuh sudah tahu suami gak bisa beli ngapain kamu ribut ,ini lagi ibu baru juga kemaren minta uang ke mas Amir katanya buat ke kondangan temen ini lagi nih hari minta ke Priyan buat ke undangan lagi ,macam yang punya acara kayak rumah susun aja ,heran Priyan pulang - pulang gak bawa makanan ini malah bawa tagihan ."


" Priyan ,ibu kan cuma pengen beli perhiasan kecil aja yan ,atau gini aja mas ibu tukar aja jadi kamu tinggal nambah sedikit aja gimana ?"


" Mas , motor kita juga begitu aja jadi mas cari uang nya gak susah ya mas " Tambah Hesti lagi .


" Huft, tahu ah ... Susah ngomong sama kalian berdua ,sekalian Priyan yang ditukar tambah lumayan kan buat tambah - tambah gimana ?" Jawab Priyan yang jengkel sekali kepada ibu dan istrinya kemudian melangkah pergi masuk ke kamar meninggalkan ibu dan istrinya yang kini saling pandang satu sama lain.


" Ibu sih pakai acara minta perhiasan segala ke mas Priyan kan jadinya mas Priyan gak jadi beli motornya "


" Hey ,Hesti kamu jangan lupa ya Priyan itu anakku jadi sebagai ibunya saya berhak dong minta apa saja ke Priyan ,kamu pikir kamu aja yang bisa kuasai uang anak saya "


" Ya habis si Nining panas - panasin tadi ya ibu gak bisa nahan lah "


" Iya sama Bu si Herni anaknya juga gitu pamer perhiasan motor baru lagi huh ... Kesel Hesti "


Kini Bu Arum kembali memikirkan cara bagaimana bisa mendapatkan apa yang mereka mau dengan pemikiran masing - masing.


***


" Mas Amir makannya udah siap,makan dulu yuk ?" Ajak Astri kepada suaminya .


" Ya tri ayok ?kamu masak apa hari tri ?"

__ADS_1


Amir dan Astri menuju meja makan disana sudah tersusun rapi nasi beserta lauk pauknya .Amir dan Astri mulai duduk .


" Masak sayur asem mas ada tempe goreng sama ikan plus sambel "


" Pasti enak ,mana piringnya mas gak sabar nih ?"


" Ini mas , aku ambilkan ya mas ? Segini cukup ?" Tanya Astri saat menimba nasi .


" Cukup - cukup , sayurnya kuahnya sedikit aja jangan terlalu banyak ya sayang "


" Ya mas "


Amir dan Astri menikmati makanan dengan lahapnya . Setelah makan kini Astri membereskan sisa makanan dan mencuci piring dibantu dengan Amir .


" Alhamdulillah beres semua mas , makasih mas sudah membantu " Ucap Astri .


" Ya sama - sama sayang .Mau langsung tidur apa diteras dulu "


"Tidur aja mas ,akhir - akhir ini Astri suka cepet capek "


" ya udah ayok "


Amir dan Astri menuju kamar .


" Tri maaf ya kalau mas belum bisa kasih uang belanja lebih "


" Mas - mas gak usah bingung yang penting kan kita masih bisa makan diberi kesehatan kalau masalah yang lain itu nyusul alias bonus ,tabungan buat lahiran kan Alhamdulillah masih ada juga ya bismillah aja semoga cukup ".


" Amin "

__ADS_1


Sebenarnya uang tabungan Astri tinggal sedikit mengingat sudah beberapa kali diminta ibu Amir tapi Astri diam , Baginya mengalah demi orang tua itu gak papa asal masih wajar - wajar saja .


__ADS_2