
" Gimana tri ,kapan kamu hamil ?"
" Mir bilangin tuh si astri kapan hamilnya sudah nikah bertahun - tahun belum juga ada ? "
" Insyaallah ,Bu doakan saja "
" Halah ,mau doa yang seperti apa ,kalau istrimu saja gak mau usaha percuma mir ,percuma " Mimpi Astri .
" TIDAK ! TIDAK ! AKU BISA HAMIL ,AKU BISA ! "
Teriak Astri .
" ASTRI ! ASTRI BANGUN SAYANG INI AKU AMIR SUAMIMU "
Amir mencoba membangunkan Astri yang kini tengah berbaring diranjang rumah sakit ,dan belum sadarkan diri akibat dorongan dari Herman membuat Astri merasakan sakit diperutnya yang luar biasa hingga mengakibatkan Astri pingsan.
" Gimana ini buk ,Astri belum sadarkan diri juga ?" Amir bingung .
" Tenang ,mir adikmu sudah panggil dokter tadi ,tunggu saja "
" Iya buk , Amir gak mau kehilangan Astri buk"
" Iya - iya ibu tahu "
Selang beberapa menit dokter pun datang bersama seorang perawat dan dibelakangnya ada Priyan .
" Dok , tolong istri saya dok , tadi istri saya sampai mengigau dok , saya takut dok "
" Tenang pak Amir saya akan mencoba priksa dulu kondisi istri anda tapi sebelumnya dimohon kerja samanya ,tolong keluar sebentar "
" Tapi dok ,istri saya "
" Sudah mir ,kita keluar dulu biar dokter yang nangani istrimu "
" Ya mas ,ayok kita keluar "
Akhirnya Amir menuruti ajakan ibu dan adiknya untuk keluar dari dalam ruangan .
Amir masih tak tega melihat Astri yang terbaring sakit . Mengingat pengorbanan Amir dan Astri dalam berjuang mendapatkan seorang bayi , sampai - sampai harus menguras habis tabungan untuk masa tuanya nanti hanya demi mendapat seorang anak . Dan kini setelah mereka dapat dan tinggal menunggu hari Amir dan Astri malah harus mendapat cobaan lagi .
" Mas , gimana mbak Astri sudah sadar ?"
" Tadi sempat mengigau hes ,tapi setelah itu mbak Astri belum sadar lagi , ini lagi diperiksa didalam semoga saja gak papa "
" Amin mas ,semoga mbak Astri baik - baik saja "
" Amin "
__ADS_1
Kini ibu Amir , Amir ,Priyan dan Hesti menunggu hasil dari dokter .
Amir terlihat sangat gelisah beberapa kali terlihat mengusap wajahnya dengan kasar .
" Mir gimana keadaan Astri sudah sadar ?"
Amir menggeleng .
Bu Nani dan Endah yang baru saja datang menghampiri Amir .
" YA ALLAH mbak Astri " Ucap Endah.
" Bu Arum , ini air minumnya sama makanannya "
" Makasih Bu Nani "
" Ya sama - sama Bu Arum "
Bu Nani dan Endah memang baru saja pergi sebentar untuk membelikan air minum dan makanan.
Ceklek
Pintu terbuka .
Dokter dan perawat keluar dari ruangan Astri .
" Dok bagaimana dengan istri saya dok "
" Apa istri saya baik - baik saja "
" Pak Amir ,ibu Astri orang kuat begitu juga dengan bayi yang ada dikandungan ibunya ,semua normal dan sehat . Sekarang Bu Astri sudah sadar dan bisa ditemui "
" Alhamdulillah" Ucapan syukur secara bersamaan .
" Alhamdulillah ,makasih dok "
" Apa boleh saya masuk sekarang "
" Iya pak Amir boleh "
" Makasih lagi dok makasih "
" Iya sama - sama "
Amir pun segera menemui Astri yang kini masih terbaring diranjang dengan infus yang terpasang ditangannya .
" Astri ,gimana masih sakit ?"
__ADS_1
" Alhamdulillah ,mas udah gak . Astri hanya sok aja karna Astri takut kehilangan bayi Astri ,sampai - sampai difikiran Astri tertanam rasa sakit yang luar biasa histeris dan juga panik sekali " Jelas Astri dengan suara agak pelan .
" Ya tri , mas juga lebih panik karna mas juga gak mau kehilangan kalian berdua "
" Kata dokter kamu sama bayi kita hebat , mas seneng banget dengernya , Sabar ya nak bentar lagi kamu akan melihat ibu dan ayah "
Amir mengelus perut Astri .
" Amin "
Dalam situasi yang seperti kemaren memang membuat Astri sangat shock , apalagi kejadian itu secara tiba - tiba dan Astri tidak ada persiapan sedikitpun untuk menjauh apalagi menghindar .
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsallam "
Kini Bu Arum ,Hesti ,Priyan ,Bu Nani dan Endah masuk kedalam ruangan .
" Tri , Alhamdulillah kamu sudah sadar "
" Ingat tri kapan - kapan pokok ,sebelum anak kamu lahir jangan kamu pergi - pergi apalagi keluyuran ke rumah Endah atau kemana pun , dan untuk kamu Bu Nani gak usah ajak - ajak lagi si Astri sampai cucu ku keluar , saya gak mau ya sampai terjadi apa - apa sama cucu saya , saya sudah capek ditanya kapan si Astri hamil ,kapan punya cucu dari Amir ,saya gak mau itu terucap lagi dari mulut tetangga "
" Ibu , jangan begitu ini bukan salah Bu Nani dan Endah " Bela Amir .
" Eh ,mas Amir bukan salahnya bagaimana kenyataannya kalau saja si Bu Nani gak ajak mbak Astri buat kerumah si Endah dan si Endah gak berantem sama suaminya mungkin mbak Astri gak bakal seperti ini " Hesti menimpali dengan semangat.
" Hus ,apaan sih hes suka sekali ikut campur ". Priyan menyenggol siku Hesti istrinya .
" Ih mas Priyan sakit nih "
" Biarin "
" Sudah - sudah ini gak ada yang salah memang ini sudah jalannya jadi gak perlu di perpanjang " Astri menengahi.
" Astri ,bu Arum dan sekeluarga ,saya meminta maaf memang benar mungkin kalau saya gak ajak astri mungkin gak akan terjadi ini "
" Ya tri dan semuanya maaf juga karna suami saya mbak Astri jadi begini "
" Sudah Bu Nani ,Endah kalian gak salah ngapain minta maaf yang lalu biar berlalu yang penting sekarang sudah kembali normal"
" Betul kata mas Amir jadi kalian gak usah merasa gak enak "
" Makasih Astri "
" Makasih mbak astri "
" Sama - sama Bu Nani ,Endah "
__ADS_1
Dalam keadaan yang seperti ini gak ada yang perlu disalah kan karna memang semua ini terjadi dan sudah tertulis . Hanya saja kadang manusia bisa menghindar saat yang tak diinginkan terjadi .