
"Hiks ... hiks ... Huumm ... hhhm ... Aku gak siap ya Allah kalau aku harus lahiran sesar aku takut, ya Allah berilah hamba kemudahan dan berikan jalan agar hamba bisa lahiran normal . " Doa Astri dengan derai air mata yang sudah tumpah .
Ya Astri memang takut dengan meja operasi ,apalagi Astri pernah dengar kalau orang habis oprasi itu nantinya tidak bisa mengerjakan pekerjaan berat karna akan membuat bahaya dirinya sendiri kedepannya . Selain itu mertuanya juga bilang kalau lahiran sesar itu tidak sempurna menjadi seorang ibu karna sebagai wanita tidak bisa merasakan sensasi melahirkan pada umumnya . Entah itu mitos apa tahayul dari segelintir orang,yang jelas kata - kata itu membuat Astri menjadi takut untuk melahirkan sesar ,Ditambah kebanyakan orang bilang jika habis melahirkan sesar itu sakitnya luar biasa ,itu semakin membuat Astri menjadi khawatir dengan keadaannya yang sekarang .
"Astri !"
Amir menghampiri Astri yang kini sedang duduk diranjang tempat tidur seraya mengusap perutnya dengan air mata yang sudah mengalir dari pelupuk mata .
"Astri sayang , sudah kamu gak boleh takut . Intinya itu kamu bisa lahiran Dengan selamat dan kita bisa berjumpa dengan anak kita"
" Tapi mas ... Astri gak mau lahiran sesar , Astri maunya normal ! Kenapa dokter baru bilang sekarang ? Kenapa dokter baru bilang disaat terakhir sudah mau lahiran ,padahal kita dari awal sudah tanya terus kan mas kalau katanya bayi kita sehat dan kandungan bagus jadi Astri bisa lahiran normal ,tapi hari ini kenapa malah dokter bilang kalau aku gak bisa lahiran normal ?" Ucap Astri dengan terus menangis ,Astri kecewa.
"Astri ,dokter juga manusia dokter hanya menyampaikan apa yang mereka sampaikan dari apa yang mereka dapat dan lihat. Astri kamu yang tenang , semua pasrahkan saja sama yang diatas ,kita sama - sama cari jalan keluar dan minta petunjuk darinya agar kamu dimudahkan dipersalinan nanti . Jangan takut karna mas janji akan temani Astri terus bersama anak kita ini " Amir memeluk Astri menatap mata lekat Astri dengan mendalam.
Astri mengangguk . meski hatinya benar - benar dah Dig dug takut .Astri tak bisa membayangkan harus berada dimeja oprasi dan harus melihat berbagai pisau yang berjejer disana juga pakaian oprasi yang angkat khas yang menempel dipasien dan juga dokternya .
Wajah Astri semakin menjadi pucat pasi saat.tangannya menjadi dingin dan darah seperti mengalir tak biasa .
" Mir ,Astri !"
" Suara ibu mas !"
Bayangan meja oprasi hilang karna suara panggilan dari luar tak lain dan tak bukan ialah ibu Amir ,yaitu ibu Arum.
Amir melepas pelukkan Astri perlahan " Iya itu suara ibu , kita lihat sama - sama yuk , udah jangan sedih " Amir mengelap air mata Astri dan menarik tangan lembutnya mengajak Astri menemui ibunya yang sudah menunggu diluar .
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 3 sore .
Ceklek
pintu dibuka.
" Lama amat, bukain pintunya gak tahu apa kalau ibu sudah berdiri dari tadi disini ? Lagu ngapain di dalam lagi hamil juga masih sempet - sempetnya bikin lagi ?" Cerocos ibu yang langsung masuk kedalam rumah melewati Astri dan Amir .
" Gak buk tadi Amir sama Astri , lagi dikamar aja " Jawab Amir .
Astri hanya mengangguk .
" Ow kirain ,lagi bikin . Astri kamu masak apa hari ini ,ibu lapar mau makan ?"
Astri sampai tersentak kala mendengar panggilan dari mertuanya itu .
" Lho - lho ,makan diluar boros banget , eh Astri kamu itu memang hamil tapi mbok ya jangan males - malesan begitu tho ,dipakai aktivitas kamu mau gara - gara malesnya kamu ini nanti jadi menghambat persalinan ,aneh deh udah tahu hamil malah males ,ibu dulu hamil Amir semangatnya 45 apa - apa ibu kerjakan sendiri jangankan masak , nyuci baju ,ngepel nyetrika segala hal pekerjaan rumah ibu yang nglakuin dan hasilnya apa ibu lahirin Amir dengan sehat normal BB nya juga bagus itu karna apa gak MALAAAS !" Tekan Bu Arum.
Astri hanya mendengarkan apa yang dikatakan Bu Arum tanpa berani menjawab karna Astri tahu Bu Arum mertuanya itu tidak bisa dibantah .
" Ibu sudah jangan begitu ,Astri gak males Bu dia memang lagi kecapek an aja ,dan Amir yang suruh Astri istirahat ,ibu tumben kesini sore- sore Hesti memangnya gak masak ?"
" Hesti lagi belanja dapur untuk stok kedepan jadi tadi gak masak karna sibuk urus belanjaan "
" Ya udah kita makan keluar aja yuk buk sekali - kali Amir ajak ibu makan bareng gimana ?"
__ADS_1
" Boleh - boleh tapi ibu mau makan di restoran yang baru disana ya mir ? "
" Ya boleh buk "
" Ayok ,sayang berangkat sekarang "
" Ya mas "
Amir pun mengambil kunci mobil yang berada dinakas kembali dan berjalan kearah garasi mobil . Diikuti ibu Arum dan juga Astri dari belakang.
Restoran yang dimaksud ibu Arum ,itu letaknya tidak jauh dari taman kota tinggal lurus belok kiri dan sampai . Disana tempatnya sangat indah dimana terdapat pernak - pernik lucu dan antik yang tersusun rapi di setiap sudut restoran membuat suasana semakin adem ayem .
***
" Enak Bu makanannya ?"
" Enak mir ,baru kali ini ibu merasakan makanan seenak ini " Ibu Arum menikmati pesanannya dengan lahap.
" Astri kamu kenapa gak makan ? ini enak lho" ujar ibu Arum kepada mantunya.
" I- iya Bu " Astri mulai memakan makanannya satu suap.
" Tri kamu itu harus makan yang sehat biar bisa lahiran normal "
Deg
__ADS_1
Kata - kata normal itu membuat Astri semakin memikirkan kearah sana.