Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Ikut Astri


__ADS_3

" Tri kita makan dulu ya diwarung depan sana ? Kasian bayi kita ini pasti lapar " Amir yang mengemudi mobil seraya mengelus perut Astri yang hanya menunggu tanggal kelahiran sang jabang bayi .


" Iya mas boleh , Astri juga sudah nahan lapar dari tadi " Jawabnya.


" Maafin mas ya tri gara - gara ada masalah dikeluarga mas kamu dan bayi kita jadi ikut repot begini sampai lupa gak makan , makasih Astri kamu tetep sabar nemenin mas sampai detik ini " Amir tersenyum bangga melihat Astri.


" Ya mas ,sama - sama semoga keluarga Priyan bisa kembali membaik seperti sedia kala , Aminn" Asti mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


Mobil Amir berhenti disalah satu rumah makan yang ada dipinggir jalan . Memesan makanan dan minuman,selang beberapa menit pesanan makanan dan minuman pun sudah tersaji didepan mereka.


" Alhamdulillah ,akhirnya kenyang juga "Amir menutup sendok makan kepiring begitu juga Astri .


"Gimana tri disini enak gak menurut kamu makanannya ?" Amir kembali bertanya .


" Alhamdulillah mas enak ,bumbunya juga pas ,cocok sama sama lidah aku "


" Kalau gitu kapan - kapan ? kita kesini lagi aja tri sekalian ajak ibu sama Priyan gimana ?"


" Iya mas " Astri terlihat gusar .


" Kenapa tri kayak ada yang kamu fikirin ?" Tebak Amir


" Gak mas ,cuma gak tahu kenapa perasaan Astri gak enak aja gitu ? Semoga gak terjadi apa - apa dengan kita dan juga keluarga dekat kita ,amin " Doa Astri .


" Amin - Amin " Sambung Amir .


Drrt ...


ponsel Amir bergetar


" Siapa mas ? " Astri ikut melihat nama penelvon diponsel Amir suaminya .


" Ibu ,ntar ya " Ucap Amir yang langsung menekan gambar gagang televon diponselnya.


Astri mengangguk


" Iya buk ,ada apa ?" Jawab Amir .


" Amir - Amir ,cepat kesini mir Hesti - Hesti dipukuli Priyan ,tolong ibu mir !" Suara ibu Arum yang panik .


" I-iya Bu ,Amir segera kesitu ,ibu tenang dulu tunggu Amir Bu ! " Amir mencoba menenangkan ibunya lewat telvon.


" Iya mir kamu cepat kesini ibu tunggu !" Ucapnya lagi .

__ADS_1


Telepon pun dimatikan sepihak oleh ibu Arum.


" Astri ,kamu tunggu aja dulu dimobil ,mas bayar dulu makanan ini " Perintah Amir kepada Astri.


" Ya ,mas " Ucap Astri yang langsung pergi . kemobil tanpa bertanya apa yang sebenarnya terjadi . Yang pasti ini sangat darurat sekali .


Menit kemudian ,Amir masuk dalam mobil dengan tergesa - gesa .


" Sebenarnya ada apa mas ,ibu bilang apa ke mas sampai mas panik begini ?" Astri memberanikan diri untuk bertanya .


" Mas ,juga belum begitu paham tri ,ibu hanya bilang kalau Hesti dipukul Priyan dan ibu minta tolong " Tutur Amir .


" Astagfirullah , Hesti !"


" Iya makannya mas buru - buru takut kalau Priyan sampai melakukan hal - hal aneh karna mas tahu sifat Priyan kalau sedang marah kayak apa " Imbuh Amir menjelaskan.


Untungnya Amir dan Astri belum sempat sampai diRumah ,baru setengah perjalanan jadi sampai kerumah ibu Arum pun tidak membutuhkan waktu lama .


CCIIIIT ....


Mobil pun berhenti tepat didepan rumah ibu Arum ,Amir dan Astri segera berlari masuk kedalam rumah .


"Huumm... Huumm ...heeemm mama ... mama " Enggar menangis disamping Hesti yang kini berbaring disofa panjang yang ada di ruang tamu .


" Waalaikumsallam ,Amir ,Astri tolong ibu ini ,Hesti belum sadar dari tadi " Keluh ibu yang terlihat panik melihat Hesti yang masih memejamkan mata ,ibu duduk sambil memeluk Enggar yang terus menangis ,sedang kan Priyan duduk di sofa dengan memegangi kepalanya .


" Hesti ! Apa ada minyak kayu putih Bu ?" Tanya Astri .


" Iya ada tri dilemari Deket televisi " Ibu Arum menunjuk ruangan televisi .


Hesti langsung sigap mencari minyak kayu putih . Detik kemudian kembali dan mengoleskannya dibagian hidung Hesti . Berharap aromanya bisa membuat Hesti bangun.


" Priyan jelaskan ke mas kenapa kamu sampai tega ,bikin Hesti begini ? Kamu gak ingat dia wanita yang sudah susah payah melahirkan anakmu !, Apa kamu lupa pesan bapak hah !" I


Bentak Amir kepada adiknya.


Priyan tidak menjawab hanya diam dan sesekali mengacak rambutnya ,raut wajahnya sedih mungkin telah menyesal dengan tindakan yang ia lakukan pada istrinya.


Kondisi Hesti sangat memprihatinkan dimana. banyak luka lebam disekujur tubuhnya . Bisa terlihat oleh mata memar merah kebiru - biruan , dari sudut bibirnya terlihat bekas mengeluarkan darah yang kini sudah mengering dengan sendirinya .


" Nenek ,mama gak papa kan nek " Ucap Enggar dengan terisak .


" Iya mama akan baik - baik saja ?"

__ADS_1


" Enggar ,mama kan kuat jadi pasti nanti akan baik - baik saja " Ujar Astri menghibur Enggar dengan senyum yang tulus.


" T- to - long ... " Hesti bergumam , tangannya mulai bergerak .


" Hesti ! Bangun hes " Astri memegang tangan Hesti dengan lembut.


Priyan dan juga Amir segera menghampiri Hesti .


" Hesti maaf kan mas hes maafin mas ,mas khilaf !" Rengek Priyan duduk bersimpuh didepan Hesti yang kini masih terbaring.


Mata Hesti terbuka lebar .


" A- am- pun mas am - pun " Ucap Hesti ketakutan . Hesti langsung duduk dan mendorong Priyan agar menjauh darinya , Hesti memeluk Astri dengan erat.


" Hesti mas khilaf hes maafin mas ?" rengeknya lagi .


" Mama ... mama ... !" Enggar pun ikut pergi memeluk mamanya.


" Pergi kamu mas ,pergi aku gak mau dengan mu lagi ! kamu jahat mas ... jahat !" Maki Hesti yang kini sudah sadar .


Priyan terus memohon ,menangis dihadapan Hesti . namun Hesti tetap kukuh tak mau menerima maaf dari Priyan .


"Hey Hesti ,kenapa kamu egois sekali jadi istri hah , jelas - jelas kamu yang salah sudah selingkuhan anak saya ,ini malah kamu sok gak mau maafin anak saya mau kamu apa hah?" Hardik ibu Arum yang kesal melihat hesti tak mau memaafkan Priyan anaknya.


" Ibu ,hesti nglakuin itu karna mas Priyan sudah gak bisa lagi nyenengin Hesti " Bantah Hesti .


" Maksud kamu gak nyenengin gimana?Gaji Priyan setiap bulan sudah dikasihkan kekamu ,uang dapur juga dikasih ,belum lagi uang sekolah Enggar , begitu kamu masih bilang anak saya gak nyenengin kamu ? Masih untung kamu gak saya usir dari rumah ini tahu !" Cerocos ibu Arum dengan tatapan sinisnya.


" Iya Bu ,itu dulu waktu mas Priyan lagi diatas tapi sekarang mas Priyan gak punya apa - apa mebel mas Priyan sudah diambang bangkrut Bu , uang yang mas Priyan kasih sekarang juga makin berkurang ,gimana kebutuhan Enggar dan juga saya makin banyak ,kalau saya masih berpangku tangan pada mas Priyan apa cukup ? Tidak Bu ,tidak akan cukup " Jelas Hesti yang kini memeluk Enggar .


" Memang dasar kamu istri gak pernah bersyukur , kalau gitu kembalikan semua uang yang kamu pakai dari mulai uang makan ,uang belanja ,uang sekolah Enggar ,uang jalan - jalan dan juga uang arisan . " Ucap Priyan .


Ibu Enggar semakin menatap tajam Hesti .


" Oh ,jadi kamu mau minta semua yang sudah ku makan dan juga Enggar anak kita kamu minta dikembalikan ya gitu mas ? Oke tunggu suatu saat nanti aku akan kembalikan semua


barang makanan dan apapun itu yang pernah kamu belikan ke aku dan Enggar,pegang itu mas "


" Iya aku tunggu !" Tantang Priyan " Sekarang juga kamu aku talak dan sekarang juga aku minta kamu keluar dari sini !" Usir Priyan.


" Oke ! "


" Astri aku mohon izinkan aku dan juga Enggar ikut tinggal dirumahmu ya ?"

__ADS_1


" Haah "


__ADS_2