Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Mulai ada yang aneh


__ADS_3

" Apa la - !" Ucapan Hesti terhenti sejenak .


" Kenapa kamu kaget aku datang kesini ?" Priyan berdiri tepat didepan Hesti. Dengan membawa sebuah buku.


" Mas Priyan , kamu sudah mau maafin aku ? ternyata selama ini aku salah mas sudah bersikap tak mengenakan ke mas , Mas kesini mau jemput aku kan ?" wajah Hesti langsung sumringah . Kedatangan Priyan.


Priyan masih diam ,matanya malah terpedar mengintip kedalam rumah Astri .


" Pasti mas Priyan cari mas Amir ,ya ? mas Amir sudah pergi tadi pagi sekalian antar sekolah anak kita " Hesti menjelaskan ." Mas gimana mas kesini mau jemput Hesti kan ?" Hesti mengulangi pertanyaannya.


" CK !, apa kamu bilang jemput kamu ? Buat apa hes ,dari pada aku jemput kamu mending aku cari wanita lain yang lebih cantik dibanding kamu " Priyan berdecak kesal .Memandang Hesti dengan wajah malas.


" Jadi ,buat apa mas datang kesini kalau bukan jemput aku ? Oh, aku tahu pasti mas datang kesini mau jemput Enggar kan ? Gak bisa mas aku gak akan mau memberikan Enggar kepadamu titik !" Tegas Hesti.


" Bagus , kalau gitu aku juga gak mau Nerima anak itu ,karna aku yakin anak itu bukan anakku !" Priyan mendekatkan wajahnya kedekat Hesti .


" Mas !"Teriak Hesti dengan suara kencang .


Plak ...


Satu tamparan mendarat tepat dipipi Priyan dengan kerasnya . Saking kerasnya tangan Hesti membekas dipipi Priyan . tangan Priyan langsun refleks mengusap bekas tamparan Hesti dengan cepat ,sambil meringis kesakitan.


" Mas , aku memang salah mas , aku akui aku sudah berselingkuh dengan om - om sejak mas mulai mengurangi jatah bulananku , aku terima mas kalau kamu memang masih marah denganku tapi mas ingat ,Enggar itu benar - benar anak mas ! " Tegas Hesti.


" Aku gak percaya ,aku akan mengajak Enggar tes DNA apa kamu berani ?" Tantang Priyan ke Hesti.


" Iya aku siap mas , kapan? Dimana ? jam berapa ? Atur , atur sesuka mas ,Aku gak takut karna memang benar Enggar itu anak mas " Kembali Hesti menyakinkan Priyan.


Priyan terdiam sesaat .


" Aku pikir ,mas datang kemari untuk meminta ku dan Enggar kembali kerumah , tapi ternyata mas malah ,menyakiti hati ku lagi dengan tak mengakui Enggar sebagai anak, Meski memang aku telah salah karna sudah selingkuh tapi dulu aku gak pernah sekalipun menghianati cinta kita ,bahkan dulu aku selalu menuruti semua keinginan mas Priyan , kamu benar - benar tega mas! Jujur Sekarang mas sebenarnya untuk apa mas datang kesini hah ?". Hesti yang tadinya sedih kini mencoba kuat didepan Priyan .


" Ada apa ini hes ?" Ucap Astri ,yang terlihat dari dalam menghampiri Hesti karna mendengar suara ribut - ribut dari luar.


Hesti tidak menjawab hanya menoleh sebentar kemudian kembali melihat Priyan.


" Oh, ada Priyan kenapa gak disuruh masuk hes ,ayo Priyan masuk dulu ?" Astri menyambut Priyan dengan ramah.


" Gak perlu mbak Astri karna kedatangan saya kesini hanya untuk memberikan ini kepada Hesti " Ujar Priyan seraya memberikan pembukuan yang sejak tadi dibawanya kepada Hesti

__ADS_1


" Apa ini mas ?" Hesti langsung menyambar buku itu dan langsung membukanya .


Betapa terkejutnya Hesti setelah tahu isi buku itu , Astri ikut mengintip isi buku itu.


" Hah " Astri terkejut.


" Semua sudah aku tulis disitu , Ada persyaratannya jika kamu ingin bebas dari itu semua ,1 Kamu harus mau bercerai denganku.



Jika terbukti Enggar anakku aku akan mengambil hak asuhmu menjadi hak asuh ku sepenuhnya .


3 . jangan sekali - sekali kamu berani menggugat ku tentang harta Gono - gini saat perceraian nanti .



" Gimana apa kamu sanggup memenuhinya Hesti ?"


" Priyan !"


Plak ...plak ...plak ...


Emosi Hesti memuncak .


" Sabar hes ,sabar " Astri menenangkan , dengan menahan tubuh Hesti agar tidak memukul Priyan lagi .


" Kamu benar - benar suami pelit , mas " Maki Hesti .


Priyan hanya tersenyum kecut mendengar makian Hesti.


"Priyan apa gak bisa kamu bicarakan ini dengan baik - baik , Tak perlu lah menggugat kembali barang dan makanan yang sudah istri dan anakmu makan ,itu tidak baik yan ?" Astri mencoba menasehati Priyan .


" Mbak Astri , ini urusan keluargaku mbak gak usah ikut campur apalagi sok menasehati ku karna percuma aku gak akan dengar !" Priyan menimpali.


" Astagfirullah ,Priyan "Astri hanya mampu beristighfar .


****


" Astri , sebenarnya ada apa kenapa Hesti tiba - tiba menelvonku dengan menangis ". Ujar Amir yang baru saja datang dan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


" Apa Hesti menelvon mas Amir ? sejak kapan Hesti punya nomor mas Amir ?"Batin Astri bertanya - tanya .


" Eum ,itu mas tadi adik kamu kesini memberikan buku yang berisikan pengeluaran Priyan saat menikah dengan Hesti , dan adikmu menyuruhnya agar Hesti mengembalikan semua itu tanpa terkecuali. " Astri menjelaskan.


" Apa ? Priyan melakukan itu ,astaga mas gak habis pikir kenapa Priyan sekarang menjadi orang yang perhitungan sekali !" Mas Amir heran ." Terus sekarang Hesti dimana?" Tanya mas Amir dengan panik.


" Ada dikamarnya mas ?" Ucapku .


Mas Amir bergegas menuju kamar Hesti , mengetuk pintu Hesti dengan perlahan .


Ceklek


Handle pintu kamar terbuka .


" Mas Amir ,huhu .... hmmm hum ..." Hesti tiba - tiba memeluk mas Amir didepan Astri .


Amir sampai terperanjat , begitu juga Astri .


" Maaf hesti " Amir merasa tak nyaman melepaskan pelukan Hesti yang tiba - tiba .


" Eum , maaf mas Amir Hesti refleks ,maafin saya mbak Astri ,mbak Astri gak marah kan ?" Ucap Hesti dengan air mata tetap mengalir.


Astri hanya mengangguk.


" Hesti ,maafkan adik saya ya karna dia sudah membuatmu sedih seperti ini ,kamu jangan khawatir nanti aku akan coba bicara dengan Priyan " Ujar Amir .


" I- iya mas Amir makasih sekali" Hesti memegang tangan Amir .


Amir langsung menghempaskan tangan Hesti dengan lembut.


" Iya sudah kamu istirahat saja , kalau butuh apa - apa tidak usah sungkan dengan kami ? bukan begitu sayang ?" Amir menoleh kearah Astri .


Astri hanya mengangguk .


" Makasih banyak mas. Amir mbak Astri ,aku gak tahu lagi harus balas perbuatan baik kalian dengan apa ? Karna jujur aku benar - benar tak punya apa - apa ?" Hesti memelas .


" Kamu gak usah fikirin masalah itu hes ,yang terpenting sekarang kamu dan Enggar bisa secepatnya berbaikan dengan Priyan " Ucap Astri .


" Betul kata mbak mu Astri "

__ADS_1


__ADS_2