
" Pagi Bu - ibu mari " sapa Amir saat melewati Bu sum,Bu haya dan Bu Nani di bawah pohon mangga.
" Ya " ucap mereka serempak.
Amir melaju menggunakan motornya.
" Eh, Bu sum bagaimana keadaan si Endah, kemaren Bu sum jadi lihat ke rumah sakit kan?"tanya Bu haya
" Belum tahu ,kemaren saya belum jadi ke sana Karna pak suami lagi dinas" ucap Bu sum.
" Ow ,saya fikir udah kesana Bu sum"
" Belum ,tapi saya dengar dari cerita si Saroh ipar Endah katanya sih Endah harus segera dioperasi Cesar demi keselamatan anak dan juga ibunya"
" Ya Allah kasihan sekali si Endah padahal Endah sangat mengharapkan lahiran normal"ucap Bu Nani sedangkan Bu Haya mengangguk menyimak.
" Assalamualaikum Bu - ibu " sapa Astri yang baru saja datang.
" Waalaikumsallam" jawab mereka.
" Duduk Tri ,sibuk apa kok baru nongol?" tanya Bu Nani.
" Heum ,Bu lagi bersih- bersih tadi ,lagi ngomongin apa Bu kayaknya seru ,oh ya ini ada cemilan mari dimakan?" ucap Astri seraya meletakkan kue kering di hadapan Bu sum ,Bu Haya dan Bu Nani.
" Haduh, makasih Astri kamu memang baik " puji Bu Sum seraya mengambil kue kering yang baru saja diletakkan Astri .
" Ya Bu sama- sama" ucap Astri.
"Eh Bu sum bagaimana tadi lanjutin ceritanya?" ujar Bu Nani .
" Cerita apa Bu - ibu?"tanya Astri.
" Ini tentang si Endah?" ucap Bu Nani.
" Eh, iya sampai mana tadi?" Bu Sum seraya mengunyah .
" Tadi sampai Endah dioperasi Cesar"ucap Bu Haya.
Astri,Bu Haya dan Bu Nani menyimak,duduk diatas papan yang menghadap di jalanan raya itu. menatap serius Bu sum yang mulai cerita.
" Ya jadi kata iparnya si Endah ,Akibat dari kontraksi itu membuat ketubannya pecah dan harus segera mendapat penanganan dari dokter demi kesalamatan ibu dan bayinya"cerita Bu sum.
" Terus ,gimana kondisi anaknya si Endah apa baik-baik saja ?" tanya Astri.
" Katanya sih baik- baik saja malah anaknya beratnya 3,2 "
" Lha si Endahnya bagaimana keadaannya?"
" Baik juga ?"
__ADS_1
" Alhamdulillah" ucap Astri,Bu haya dan Bu Nani serempak.
Ibu...ibu...ibu...!
Anak Bu Haya teriak setengah berlari menghampiri ibunya.
" Ada apa nak kenapa lari- lari apa kamu jatuh?" tanya Bu Haya panik seraya memeriksa tubuh anaknya dari ujung kepala sampai kaki.
" Tidak Bu putri mau main ke rumah nadin.Apa boleh putri bawa ini ?"
" Waahh...putri habis beli mainan baru.. bagus sekali pasti mahal ya ?"ujar Bu sum.
" Ya Tante Astri yang belikan ,bagus kan ?" ucap putri dengan polosnya.
" Ow..."
" Gimana Bu boleh?"tanya putri lagi ke ibunya.
"Ya boleh,tapi ingat jangan lama- lama dan gak boleh nakal dirumah Nadin ya?"
" Ya ibu da.."
" Ya dada hati- hati nak"
putri sudah jauh dari pandangan.
" Ow, jadi kamu Tri yang belikan mainan buat si putri anak Bu Haya dalam rangka apa emangnya?" tanya Bu sum.
" Ya nih Bu sum aneh- aneh aja pertanyaannya namanya pengen berbagi itu gak harus ada rangka dan gak harus ada planning ?"
" Betul itu" ujar Bu Haya.
Astri hanya senyum mendengar ucapan Bu Nani yang membelanya. Astri memilih diam karna terkadang kita sebagai manusia harus bisa menutupi aib ,meski aib itu tidak terlalu buruk hanya saja itu penting dilakukan demi nama baik. Astri bisa saja bilang ke Bu sum dan yang lain perihal hadiah itu bahwa sebenarnya hadiah itu memang bukan putri melainkan buat si Enggar yang tidak mau menerima kado itu.
***
" Sudah sore begini mas Amir kok, belum pulang ya ?" ujar Astri yang menunggu Amir diteras seraya membolak - balikkan ponselnya
"Apa aku telvon saja ya?"
Astri menekan nomor bertuliskan Imamku.
Belum sempat bersuara ,amirpun sudah memasuki teras menggunakan motor metic.
Segera Astri mematikan ponselnya dan segera Astri menyimpan kembali ponselnya di sakunya.
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsallam, mas kok baru pulang kuwatir nih Astri dirumah?"
__ADS_1
" Maaf ,tadi mas sibuk atur barang.Mas lapar nih bikinkan makanan ya ?"
" Siip mas ,mau ma..."
" Assalamualaikum, Amir"
"Waalaikumsallam " ujar Amir dan Astri bersamaan.
" Ibu ,duduk Bu ? mau minum apa?" tanya Amir.
" Gak usah, ibu kesini cuma mau tanya ke kalian berdua ?"
" Tanya soal ,apa ya Bu ? " jawab Amir
" Ibu dengar- dengar dari tetangga ibu ,kalau istri kamu ini sudah belikan mainan mahal buat anak tetangganya ? dan ibu dengar lagi mainannya gak cuma satu tapi lebih? apa benar itu mir?"
"Em mz ...eumm"
"Jadi semua itu benar Mir ? Heran ya ibu sama istri kamu ini, belikan hadiah buat keponakannya saja mainan harga murah , ini belikan mainan anak tetangga aja yang mahal.Memang berat ditetangga dari pada saudara sendiri heemm."ujar ibu Amir seraya melihat Amir dan Astri seraya bergantian.
" Bukan begitu Bu ,ibu salah faham sama Amir dan Astri"
" Salah ,faham bagaimana ? buktinya benar kan kalau, kamu dan istrimu ini sudah membelikan mainan untuk anak tetangga dengan nilai fantastis sedangkan untuk ponakan sendiri yang murah?"
" Ibu,aku?" ucap Astri
Amir menghentikan ucapan Astri ,untuk tidak ikut bicara. Ibu Amir memalingkan wajah .
" Ibu ,dengarkan penjelasan kami, tapi sebelumnya ibu duduk dulu."
Amir menggandeng ibunya untuk duduk di kursi sofa ruang tamu yang ada disampingnya saat ini,diikuti Astri yang juga duduk didepan ibu dan juga Amir.
" Ibu dengar Memang benar Astri sudah,memberikan mainan untuk anak Bu Haya?"
" Tuh , Kan jadi mau jelasin apa lagi?" gerutu ibu Amir.
" IYa Bu ,dengar dulu mainan itu ,mainan yang aku dan Astri bawa ke acara Enggar kemaren? Kami sama sekali gak beli kan mainan baru ?"
" Halah ,itu hanya alasanmu dan istrimu saja kan? sudahlah Mir jangan kamu menutupi keburukan istrimu ini?"
" Ibu ,Amir selama ini gak pernah menutupi atau membela Astri ,Amir bicara kenyataan ,ibu tau sendiri kan ibu juga melihatnya sendiri kan jelas- jelas kemaren hadiah yang kami bawa ditolak mentah- mentah begitu saja,Amir gak papa kalau Enggar yang menolak,Amir masih berfikir " biasa anak - anak " tapi ini semua Bu adik Amir sendiri menolak pemberian dari sang kakak bahkan ibu sendiri ikut mendukung ? lalu buat apa Bu kami menyimpan mainan itu ,ibu tahu kan Amir dan Astri belum bisa punya anak ? jadi untuk apa Bu mainan itu ,untuk apa Amir simpan ?"ucap Amir
" Mas " ucap astri.seraya berdiri hendak menghampiri Amir.
Amir menghentikan dengan memberi isyarat .
" Makanya ,mir kamu kalau mau belikan hadiah buat keponakanmu itu yang bagus yang mahal? kalau mau hadiahku diterima ? Kan kamu tahu sendiri kalau anak adikmu itu anak jaman sekarang mana mau mainan murah?"
" Ya , Bu Amir tau kalau keluarga kita memang sudah beda fikiran ,keluarga Amir dan Priyan memang tidak seperti dulu ,Amir tau?"
__ADS_1
Amir pun pergi meninggalkan ibu dan Astri .