Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Mencari jalan.


__ADS_3

" Mau apa lagi kamu kesini Wawan ?" Bentak Wenda kepada suaminya yang baru datang dengan bau yang menyengat .


Wawan memang sengaja tak langsung pulang ia , sengaja tidur didalam mobil semalaman.Dan baru siang ini Wawan memutuskan pulang , Namun kepulangnya malah disambut dengan bentakkan dari Wenda.


" Mama ,papa kan baru pulang masak iya ,papa disambut begitu ,senyum dong ma ?" Rayu Wawan.


Wenda menyunggingkan senyum malasnya.Dengan melipatkan kedua tangannya menyenderkan tubuhnya pada pintu .


" Wawan , kamu masih bisa merayuku hah !" Tanya Wenda dengan santainya dengan senyuman tipis .


" Mama ,jangan marah - marah nanti cepat tua lho , oh ya putri sudah berangkat ma ?" Wawan mendongakkan kepalanya melihat kedalam rumah.


" Gak usah kamu pura - pura sok cari - cari putri" Wenda menatap sinis Wawan . " Bik !" Teriak Wenda memanggil pembantunya.


Selang beberapa detik pembantu Wenda datang dengan membawa 2 koper besar .


" Ini nyonya " Ucap pembantu itu .


Wawan yang melihat itu , bengong seketika .


" Taruh ,disitu setelah itu kembali kedapur " perintah Wenda .


" Mama ,ini apa ? Mama usir papa ?"


" Iya " Tegas Wenda .

__ADS_1


" Mama , kita masih bisa kan bicarakan ini dengan kepala dingin , mama jangan begini ma ,mama gak kasian sama putri kalau putri nanti cari papa bagaimana? Ma papa mohon pikirkan lagi keputusan mama ini ?" Wawan memohon.


" Hemms ... pikir kamu bilang ? aku sudah memikirkannya jauh - jauh hari saat aku tahu kamu selingkuh ,masalah putri itu gampang putri anak penurut dan putri juga sudah besar jadi pasti putri tahu akan berpihak kepada siapa ?" Tegas Wenda.


" Mama , maafin papa ma ? Apa mama sudah gak ingat masa indah kita dulu ?" Wawan memegang tangan wenda .


Namun dengan cepat Wenda melepaskan tangan Wawan dengan kasar.


" Perlu kamu tahu Wawan ,masa indah itu kini sudah berubah menjadi masa yang terburuk didalam hidupku , aku sangat menyesal sekali pernah percaya dan menaruh harapan penuh ke kamu , Dulu aku memang sangat percaya penuh, percaya bahwa kamu memang benar - benar lelaki yang setia dan tak neko - neko tapi ternyata aku salah , dan harusnya kamu yang perlu mengingat - ingat lagi ,apa kamu lupa perjuangan kita dulu hingga kita bisa seperti saat ini ,Apa kamu lupa bagaimana kamu mempertahankan hubungan kita ini saat orang tua ku belum begitu yakin padamu? Dan sekarang setelah kamu mendapat kepercayaan dari ku dan juga orang tuaku kamu malah menyia - nyia kan itu . " Tutur Wenda yang terasa air matanya mengalir keluar .


Dulu memang Wawan sempat tak direstui keluarga Wenda ,karna Wenda orang terpandang sedangkan Wawan hanya orang biasa tak berpangkat tinggi seperti keluarga Wenda .


Tapi semangat Wawan dan cinta Wawan kepada Wenda begitu juga Wenda yang juga suka dengan Wawan akhirnya mereka mampu melewati itu semua , dan mendapat restu dari kedua belah pihak .


Hari berganti ,Wawan pun makin kesini makin terbiasa mengelola bisnis keluarga Wenda bahkan Wawan dengan mudah menarik investor dalam dan luar untuk bergabung dalam bisnisnya . Tak jarang saking sibuknya Wawan jarang pulang dan menghabiskan waktu diluar. Dan dari situlah Wawan mulai berani mencari hiburan saat jauh dari keluarga dan berlanjut sampai akhirnya terbongkar.


" Mama , maafin papa ma papa janji gak akan begitu lagi !" Wawan bersimpuh dikaki Wenda.


Wenda memundurkan tubuhnya.


" Tidak ! aku sudah tidak bisa memaafkan mu , sudah cukup kamu ,menghianatiku dan juga putri "


" Mama ,ku mohon ma "


Wenda menggeleng " Bawa semua barang - barang mu itu ! oh ya perhiasan peninggalan orang tuamu ,sudah ada didalam koper itu dan juga ada uang didalamnya ,anggap saja itu upah kamu selama bekerja dikantor papa ku selama ini " Tambah Wenda .

__ADS_1


Kemudian menutup pintunya .


Wawan hanya bisa mematung beberapa menit kemudian ,melangkah pergi meninggalkan rumah Wenda rumah yang penuh dengan kenangan - kenangan itu.


Drrt ... Drrt ...


Ponsel wawan bergetar.


" Mau apa lagi dia mencari ku ?" gumam Wawan saat melihat nomor pada layar.


Dengan malas Wawan tetap mengangkat telvon itu.


" Iya apa lagi !" Ucap Wawan dengan malas .


" Om , aku butuh bantuan om, aku perlu uang om !" Rengek Hesti terdengar dari telvon.


" Uang , apa kamu sudah gak waras gara ,- gara kamu aku jadi diusir sama istriku tahu gak ?Sudah jangan hubungi aku lagi dasar pembawa si** . Ucap Wawan geram , mengakhiri telvon sepihak.


***


" Om ,om ,dasar om Wawan ,malah dimatikan ? " Gerutu Hesti kala telvon dimatikan sepihak.


"Aaaggrrh .. aku harus cari ide agar , aku bisa mendapatkan kembali om Wawan , kalau tidak dari mana aku akan mendapatkan uang ?Apa aku minta Amir aja ya ? Boleh juga itu kayaknya " Hesti menyusun rencana.


"

__ADS_1


__ADS_2