
Hesti menatap tajam ibu - ibu yang kini berdiri didepannya seraya mencemooh Hesti.
"Eh Bu Ela siapa juga yang mau sama suamimu , udah pengangguran kerjaannya cuma ngukurin jalan ,mending kalau dibayar ini malah habisin uang aja gak jelas !" Hesti menimpali omongan bu Ela .
Suami Bu Ela memang tidak bekerja ,setiap hari hanya mondar - mandir bawa sepeda motor kesana - kemari dengan tujuan yang gak jelas . Sehari bisa beberapa kali lewat dengan menggunakan motor supranya .Suami Bu Ela mau kerja kalau moodnya lagi sedang baik saja . Sedangkan Bu Ela hobinya juga cuma ngrumpi bersama tetangga ,Selama ini yang mencukupi kebutuhan rumah tangga Bu Ela yaitu orang tua Bu Ela yang bekerja menjadi petani dikebun yang tidak jauh dari rumahnya.
"Ih,sombong sekali kamu hes ! begitu - begitu suami ku mainnya enak tahu gak !" Bantah Bu Ela dengan nada tinggi.
" Alah Bu - Bu jaman sekarang itu ,main enak atau gak nya itu gak penting sekarang yang penting itu uang , percuma pinter diranjang tapi uang nol ,buat apa memangnya hari - hari gak butuh makan ? lagian nih bu tipe laki - laki yang aku ajak selingkuh itu harus kaya ,Uang banyak kalau laki - lali dikampung sini sory ya gak masuk tuh kayaknya !"
" Huh , dasar pelak*r gak waras !" Maki Bu Ela .
" Iya tuh ,duh amit - amit ! "Bu Nia mengelus dadanya .
" Haha ... gak papa gak waras tapi dapat cuan ,dari pada gak jelas gak dapat apa - apa pula " Tukas Hesti .
Bu Ela menatap mengeratkan giginya . Matanya melotot seketika.
" Sabar Bu sabar , udah ayok kita pergi ! ajak Bu Nia ,menarik tangan Bu Ela menjauh dari Hesti.
" Tunggu , aku masih mau beri pelajaran buat si pelak*r itu biar dia kapok! "Gerutu Bu Ela yang belum puas berdebat dengan Hesti . namun ditahan oleh Bu Nia .
" Sudah - sudah ayok " Bu Nia terus menarik Bu Ela dan semakin jauh dari pandangan.
Hesti dengan cuek nya kembali mencari udara segar dengan berjalan kaki didepan rumah Astri.
Ciiitt ...
motor berhenti didepan Hesti ,dan itu motor mertuanya. Tanpa basa basi Bu Arum turun dari motornya .
__ADS_1
" Bu " Sapa Hesti menghampiri mertuanya .
Bu Arum malah berlalu begitu saja tanpa melirik Hesti sekalipun bahkan Hesti yang sudah mengulurkan tangannya dibiarka begitu saja oleh Bu Arum.
"CK," Hesti berdecak kesal diabaikan oleh mertuanya itu .
" Astri ... Astri ! " Teriak Bu Arum yang langsung nyelonong masuk rumah Astri .
Hesti menghampiri mertuanya lagi . " Astri tadi mandi Bu " ucap Hesti datar.
" Gak nanya !" jawab Bu Arum dengan sinisnya.
" Ya Bu tahu ,cuma kasih tahu aja ! " Timpal Hesti yang langsung berjalan melewati mertuanya begitu saja masuk kamar.
Menit kemudian Astri yang baru selesai mandi dan sudah berganti baju menyambut ibu mertuanya .
" Amir mana ?"Mertua Astri mengamati sekitar .
" Mas Amir ,tadi pergi keluar sebentar Bu,eems ibu mau minum apa? " .
" Gak perlu !"
" Assalamu'alaikum " Suara mas Amir yang baru datang.
"Waalaikumsallam " Jawab Astri dan juga ibu Arum.
" Anak ibu udah pulang " Sapa ibu Arum dengan senyum simpulnya.
Amir mencium punggung tangan ibunya.
__ADS_1
"Ibu sudah makan ?Astri kenapa ibu gak dibikinkan minum ?" Tanya Amir kepada Astri.
" Tadi sudah ditawari sama Astri tapi ibu memang lagi gak pengen minum , mir ibu datang kesini sebenarnya ada perlu ?"
" Perlu apa Bu ? "
Amir ikut duduk dikursi .
" Ini besok hari Senin kan dirumah Bu Nia ada acara lamaran buat anaknya dan dulu waktu dinikahanmu dia nyumbang uang paling banyak nah ,ibu belum ada uang buat kembalikan uang itu ,kamu tahu sendiri kan Priyan mebelnya lagi ada masalah ,jadi ibu kesini untuk memintamu buat kembalikan uangnya Bu Nia itu gimana ? Apa ada ?" Bu Arum menjelaskan.
Tinggal didesa memang penuh dengan adat istiadat tertentu didaerah masing - masing . Contohnya seperti yang ada didesa Amir ,Astri ini dimana setiap orang yang terlihat kaya atau mapan dan cukup saat mereka mengadakan acara maka orang - orang yang sekelasnya berbondong - bondong membawakan barang ,uang dan berbagai jenis barang yang bernilai tinggi ,tujuannya apabila penyumbang memiliki hajatan di masa depan maka si pemilik hajatan yang disumbang harus memberi balik sebagai balas budi.agar kelak uang atau barang itu dapat kembali sesuai dengan nominal dan jumlah yang sama ke pemberi barang tersebut ,bisa dibilang itu semacam tabungan , kalau di desa Astri sering disebutnya dengan kata "buwohan atau buwoh sebagaimana masyarakat menyebutnya memiliki arti sumbangan dari tamu kepada pihak yang memiliki hajatan. Biasanya tradisi ini dilakukan ketika ada yang memiliki hajatan baik itu nikahan, khitanan, syukuran, dan lain sebagainya.
" Iya Bu memang berapa uangnya ?" Tanya Amir .
"Tiga ratus ribu mir uangnya belum berasnya 50 kilo ditambah ada gula 10 kilo "
" Insyaallah Amir bantu Bu ,ibu tenang aja"
Padahal sejujurnya keuangan Amir juga saat ini sedang tidak membaik juga.
" Aduuh .... mas !" Astri memegangi perutnya .
Mengadu kesakitan dengan tiba - tiba .
" Astri sayang kenapa kamu ?"
" Gak tahu mas ,sakit aduuh .... !" keluh Astri .
" Amir cepat kamu bawa Astri kebidan terdekat !"
__ADS_1