
" Oh begitu ?"
Kata - kata itu masih terngiang di telingaku sampai detik ini padahal sudah 2 hari ini tapi kata - kata itu masih saja membekas bagaimana tidak ku pikir ibu mas Amir akan senang sekali kala mendengar aku dan mas Amir akan memiliki anak tapi nyatanya ekspresi yang ditunjukkan ibu mas Amir kepada kami sungguh diluar dugaan .
" Ibu senang kan dengan kabar ini ?" Tanya Amir pada ibunya .
" Iya " jawab ibu mas Amir dengan nada biasa .
" Ibu harus bikin acara syukuran dong buat Amir dan Astri kan bentar lagi ibu akan Nerima cucu " Ujar Hesti
Kami berdua pun senyum mendengar perkataan Hesti .
" Alah, syukuran apa ? Lagian kan ibu sudah dapet cucu juga dari kamu jadi buat apa bikin syukuran nambah - nambahin biayaya aja , mending uangnya ditabung ya gak mir ? Lagian nih Amir kenapa buru - buru sekali punya anak? Padahal kan udah enak kayak kemaren kalian bisa kemana aja tanpa ada yang ganggu ya kan ? Terus sekarang tuh sudah banyak pasangan muda - mudi yang childfree " Ungkap ibu .
" Astagfirullah ,ibu bukankah ibu sendiri yang menginginkan cucu dari kami sebelumnya ? Ibu juga yang selalu datang ke rumah kami dan menanyakan ke Amir kapan Astri hamil ? Kapan ibu bisa menggendong cucu dari anak pertama ibu ? Ibu juga kan yang menyuruh kami pergi ke dukun ,ke orang urut ke dokter demi mendapat anak secepatnya ? Sekarang Amir dan Astri sudah mencoba membuat ibu bahagia mengabulkan keinginan ibu supaya ibu cepet menggendong anak Amir tapi ibu sekarang malah bicara begini ?" Ungkap mas Amir .
" Iya itu kan dulu mir ,menurut ibu sekarang sudahlah gak usah mikir punya anak dulu ,lagian punya anak itu malah bikin keuanganmu menipis ,belum biaya persalinan ,biaya setelah lahiran ,biaya beli kebutuhan ,ditambah biaya sekolah dan masih banyak lagi . Lagian mir usaha kamu kan belum berkembang besar ,beda dengan si Priyan mebelnya semakin hari semakin maju ya kan Hesti ?"
" Betul bwanget Bu, lagian mir ,Astri jaman sekarang clildfree itu enak kamu biasa menikmati hidup tanpa gangguan anak dan apa yang dikatakan ibu tadi benar kamu gak akan mampu membiayai anakmu kelak hingga tinggi karna semakin hari kebutuhan dan gaya hidup semakin banyak dan bertambah terus " jawab Hesti.
__ADS_1
Seketika mas Amir diam tanpa menjawab .
" Maaf ya Bu, mbak Hesti kalau Astri ikut berpendapat ,menurut Astri pemikiran kalian terlalu jauh dalam menyikapi hal ini , aku dan Mas. Amir memang punya usaha yang belum terlalu besar tapi menurutku cukup oh ya kemaren Astri juga pernah dengar ceramah lewat online dari ustadz Adi Hidayat beliau
Menjelaskan tentang childfree dalam pandangan islam
Childfree memang tidak melanggar hukum positif yang berlaku, namun sudah menyalahi fitrah berumah tangga.
"Karena itulah ada ayat-ayat Al Quran yang memberikan gambaran bahwa anak-anak keturunan itu bisa menjadi syafaat bagi kedua orang tuanya dengan amal sholeh mereka, dengan doa-doa mereka, dengan kebaikan yang mereka tenun," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Misalnya keutamaan memiliki anak sholeh yang bisa mengangkat derajat orang tuanya.
Dengan begitu seseorang bisa terus mengalir pahalanya walau sudah meninggal, itu salah satunya keutamaan dari memiliki keturunan sholeh.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, pandangan childfree ini sebenarnya bukanlah hal yang baru, justru juga pernah ada di zaman jahiliyah dahulu.
"Ini bukan hal yang baru sebetulnya, makanya ada beragam ayat yang menegaskan, jangan sampai kalian mengeksekusi anak-anak kalian karena takut kemiskinan, takut enggak dapat rezeki, itu sudah ada sampai ayat itu turun menegaskan itu," tegas Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat memberi pernyataan menohok berdasarkan ayat Al Quran, untuk pendukung pandangan childfree yang takut memiliki anak karena alasan ekonomi.
__ADS_1
"Boleh jadi rezeki orang tua itu justru dititipkan kepada anaknya,"
Dan perlu ditekankan bahwa rezeki itu bukan hanya konteks harta, melainkan maknanya lebih luas lagi misalnya ketenangan, kesehatan, kebahagiaan, dan lain sebagainya yang diberikan oleh Allah SWT.
" Jadi kalau ibu dan mbak Hesti berfikir kalau kami gak mampu biayayai anak kami kelak ,itu salah besar karna kami yakin Rizki itu Allah yang ngatur "
" Alah ,baru juga lihat ceramah di online saja sudah pandai bercakap " Ujar ibu mertua .
***
" Astri cayang kita jalan - jalan yuk ?"
" Mas Amir gak kerja ?"
" Libur pengen temanin kamu sama calon anak kita "
" Oke ya sudah ayuk pergi ?"
Diperjalanan kami tidak sengaja melihat Priyan bersama teman - temannya berjalan melewati kami begitu saja.
__ADS_1
Kenapa ??
"