Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Tersenyum.


__ADS_3

" Ada apa Astri?"


Amir mengerem motor dengan tiba- tiba karna kaget.


" Maaf mas , Astri mau mampir ke rumah Bu Haya " ucap Astri.


" Ya Allah ,mas kira ada apa bikin kaget aja ? mau ngapain kerumah Bu Haya ?"


" Ini mas ,kalau boleh Astri mau kasihkan mainan ini saja ke anaknya Bu Haya,boleh kan mas?"


" Oh ,boleh - boleh ? Tapi mas agak buru - buru ini soalnya barang mau datang ,gimana ?"


" Ya udah ,mas pergi dulu gak papa nanti Astri pulangnya jalan kaki aja kan rumah kita udah dekat tuh didepan sudah kelihatan kan?" ucap Astri yang masih duduk dimotor menunjuk arah rumahnya.


" Beneran nih ,mas tinggal? "


" Iya mas gakpapa?"


" Ya udah ,aku tinggal ya ?"


" Iya ,mas ?"


" Ya udah?"


" iya "


" Ya udah turun dong sayang?"


" hehehe ,maaf mas lupa ?" ucap Astri yang langsung turun dari motor


" ya udah hati- hati ya jangan lama- lama ,mas pergi dulu Assalamuallaikum"


" Waalaikumsallam"


Amir pun melajukan kendaraannya . Astri melangkah menuju rumah yang ada didepannya .


Rumah dengan cat berwarna hijau menyala ,dengan bunga yang tersusun rapi didepannya.


"Assalamualaikum"


Astri menunggu didepan pintu yang masih tertutup.


" Waalaikumsallam, eh Astri tumben kesini mari masuk?"ucap Bu Haya, menggandeng tangan Astri untuk masuk ke dalam rumah.


" Makasih Bu " ucapku.


" Iya maaf lho ,rumahnya berantakan habis si kecil rewel jadi mainan dihambur begini?"


" Gak papa Bu , namanya juga anak- anak kan suka main?


Bu Haya memang sudah tua diusianya yang 60 tahun ,Allah memberikannya Rizki yang tak terduga anak kedua yaitu anak perempuan yang cantik dan lucu yang masih berusia 6 tahun.sedangkan anak pertamanya kini sudah dewasa laki- laki. Suami Bu Haya bekerja bangunan disalah satu pabrik dikota ini.sedangkan anaknya bekerja di bank swasta.


Bu Haya memang sering mengeluh dalam urusan mengasuh anak ,apalagi kondisi Bu Haya yang mempunyai sakit asam urat belum lagi usia yang sangat berpengaruh dalam kinerja.

__ADS_1


"Huumm...huuum..hiks ...hikss.. ....ibu..Putri mintak mainan" suara putri yang tiba - tiba masuk dalam keadaan menangis.


" Haduh ,nak mainan apa lagi? itu kan udah ada boneka ?" tunjuk Bu Haya pada boneka yang berada dilantai ,boneka Teddy bear yang sudah lusuh ,matanya sudah hilang satu dan isinya menyembul keluar.


" Gak mau ibu ,mainan baru !" teriak anak Bu Haya seraya menghentakkan kaki berkali- kali.


" Iya nak,iya nanti ibu belikan tapi nanti ya tunggu bapak pulang ya kamu main dulu,tuh ada Tante apa putri gak malu dilihatin Tante , tuh kalau putri nangis terus begini, main dulu ya ?"bujuk Bu Haya.


" Gak mau Bu ,mainan...mainan...pokok mainan !"


" Iya ,sabar ya"


" Putri sini nak ikut Tante ini Tante punya mainan untuk putri" ucap Astri seraya memberikannya kado yang sejak tadi dibawanya"


" Yeeayy.....hore ...hore... mainan, ini beneran Tante buat putri?" ucap putri anak cantik dan lucu.


" Ya ini buat ,putri anak Bu Haya yang paaaliiing caaantiikk" rayu Astri.


" Makasih ,Tante , ibu bukakan ?" putri menyerahkan kado itu ke Bu Haya.


" Sini , nak" Bu Haya membukanya.


Mata ibu Haya ,terbelalak terkejut saat membukanya, tak dirasa air mata Bu Haya jatuh.


" Yeeaayy...buku, alat menggambar,makasih Tante putri...suka...putri ...suka.."


Putri anak kecil yang cantik juga lucu itu sangat gembira yang tadinya menangis sesenggukan kini menjadi senyuman yang lebar hingga berjingkrak- jingkrak didepan Astri dan ibunya.


" Astri, itu beneran buat putri,Kalau disuruh beli saya gak mampu ,bapaknya putri belum gajian, si Edi juga belum terima gaji" ucap Bu Haya.


" Bu ,Haya aku memang kesini tujuanku untuk memberi hadiah itu ke putri,semoga putri senang ya Bu Haya?" ujar Astri.


" Makasih ,Astri ,putri senang sekali lihat aja tadi langsung dibawa ,jujur Astri aku sangat berterimakasih ke kamu, karna saya belum bisa belikan putri mainan karna bapaknya putri dapat gaji pas-pasan cuma cukup buat kebutuhan sehari- hari"ucap Bu Haya.


" Ya Bu Haya sama- sama"


" Eh,mau minum apa? sampai lupa gak ditawari minum?"


" Gak usah Bu Haya,makasih?"


" Haduh, jadi gak enak saya Tri ,kamu kesini saya gak bisa kasih apa- apa?"


" Gak apa- apa Bu Haya ,saya juga mau pulang takut mas Amir nunggu saya pamit dulu ya Bu Assalamualaikum"


" Waalaikumsallam, makasih sekali lagi Astri,semoga kamu dan suami diberi kelancaran Rizki dan cepat diberi momongan"


" Amin makasih Bu Haya"


***


"Assalamualaikum ,mas "


Astri masuk rumah.

__ADS_1


"Waalaikumsallam kok lama sih sayang?"


Astri mendekat mencium punggung tangan Amir.


" Masak lama sih mas,perasaan sebentar deh gak ada setengah jam juga ?"


" Iya to, habis gak ada kamu semenit aja rasanya hampa,sepi dan horor"


" Yee..mas pikir aku ustazah apa yang bisa ngusir hantu,pakai acara horor segala "


" Amiiinn"


" Apanya ?"


" Jadi ustazahnya itu?"


" oh"


"Oh ,aja?"tanya Amir


"Terus?"


" Ya yang panjang to?"


" Ya mas ,mau makan sekarang apa nanti ? makan pakai apa? sayur apa tumis ? lauknya apa ikan apa telur?"


" Heeemz,sekali disuruh panjang langsung deh jawabnya se Rt "


Amir terkekeh.


"Hehe..jadi mas mau makan apa?"


" Eemmz,gak ah masih kenyang?Gimana tadi putri anaknya Bu Haya mau tidak kadonya?"


" Iya ,mas sampai lupa aku mau cerita ,iya mas ya Allah anak nya Bu Haya seneng banget sampai bilang yeeay ..hore..horee gitu,tau gak mas ibu Haya sampai terharu melihat anaknya yang seneng banget apalagi saya mas lebih terharu lagi?"


"Syukurlah... mas kira putri,nolak juga hadiah itu?"


" Tidak lah mas, Oh ya mas kok ngajak astri pulang duluan sih? kan acara ultahnya belum selesai sempurna ? " tanya Astri.


" Ya kan tadi barang masuk jadi mas buru - buru?"


" Tapi,bukanya kalau barang masuk mas pasrahkan dulu ke pak Rahmat bagian gudang ?"


" Iya tapi pak Rahmat tadi gak masuk jadi ya sudah aku urus sendiri? sudah bikinkan aku teh hangat sana?"


" Begitu ya mas, oke ?"


Astri pergi ke dapur.sedangkan Amir masih berdiri mematung.


" Maafkan aku astri,aku sudah bohong masalah barang datang ,aku cuma gak mau kamu semakin sakit hati harus mendengar omongan yang gak enak didengar dari mulut ibu beserta keluarga mas" Amir membatin.


Ibu dan adik Amir memang tidak suka dengan Astri dari awal, apalagi Astri anak dari orang biasa yang menurut ibu Amir tidak selevel dan tidak sebanding dengan keluarganya , ditambah sampai sekarang Amir belum dikaruniai anak yang membuat ibunya semakin murka.

__ADS_1


__ADS_2