Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Diagungkan .


__ADS_3

" Kenapa tri senyum - senyum gitu lihat citra ?"


" Eh ,iya mas subhanallah kak citra hebat sekali anak , Astri ikut seneng mas lihat citra sepemberani itu ? Apa lagi ini didepan umum dia bicara tanpa gerogi sedikitpun , oh ya memangnya citra tadi nyerahin vidio apa mas ke hakim ?"


" Mas juga kagum tri sama citra ,semoga anak kita bisa jadi anak - anak yang berguna buat kita bangsa dan negara amin .Eum tadi itu citra memberikan bukti rekaman vidio soal pak lur*h yang ternyata membayar orang - orang untuk tetap memenjarakan pak Dar "


" Ow gitu ya mas ,tega bener pak lur** berbuat demikian "


" Iya mas juga gak nyangka dan ternyata selain pengen memenjarakan pak Dar pak lu*** juga ingin mengincar ibunya citra "


" Astagfirullah "


" Mir ! Makasih ya sudah membantu saya mau jadi saksi " Ucap pak Dar yang tiba - tiba didepan Amir dan Astri.


" Ya pak Dar sama - sama , citra kamu hebat !" Puji Amir kepada citra yang juga ada disebelah bapak dan ibunya itu .


" Makasih om "


" Ya sudah mari kita pulang bersama ?" Ajak pak Dar sekeluarga.


" Ya mari "

__ADS_1


***


" Tohir kamu mau apa nak yang ini ,ini ,ini atau sana ?" Tunjuk pak lurah yang sedang memilihkan mainan disalah satu tempat perbelanjaan.


" Pak - pak Tohir mau yang itu ?" tunjuk Tohir pada salah satu mainan pesawat - pesawatan yang dipajang disana .


Pak lurah langsung menyuruh pegawai toko untuk mengambilkannya dan tanpa membuang - buang waktu pak lurah langsung membungkusnya .


" Masih mau cari mainan lagi ? "


" Sudah pak,ayok pulang ?" Ajak Tohir .


Sampai rumah , Bu lurah kaget karna pak lurah membawa 4 kantong kresek besar dan itu semua berisi mainan .


" Nggggg ... Ngggg ..." Tohir menerbangkan pesawat - pesawatan itu dengan berlari - lari kesana kemari .


" Bu gak usah lah kawatir gitu ,tenang anak kita nanti akan jadi anak yang berguna ? Dia nanti akan mandiri sendiri diusianya lagian nih Bu bapak nya aja lurah udaha pasti Tohir akan mengikuti jejak bapaknya " Ucap pak lurah dengan yakin.


" Terserah lah pak ,ibu cuma kawatir aja kalau Tohir gak dididik dari kecil nantinya malah terbiasa sama hidupnya yang selalu bapak turutin begini "


" Kan Tohir masih kecil Bu ,sudah lah biarkan Tohir main sepuasnya menikmati kekayaan bapak Tohir kan anak tunggal "

__ADS_1


Pak lurah memang sangat memanjakan anak semata wayangnya itu .


" Tohir ini kan punyaku ?"


" Sini ini sekarang milikku ?Pak ! pak ! Tohir mau ini ?" Tohir berlari menuju bapaknya yang sedang minum kopi di teras .


" Ya nak kenapa ? Tohir mau ini ya udah bentar ya ?"


Pak lurah menghampiri temannya Tohir .


" Tito , ini uang buat kamu beli mainan baru itu mainan mu buat si Tohir aja ya ?"


" Gak mau pak lurah saya maunya mainan ku !"


" Heh , kamu ngeyel ya ini sudah bawa sana ,kamu beli yang baru itu biar dipakai Tohir . " Mata pak lurah melotot memandang Tito ,Tito langsung lari dan menangis .


Tahun berganti Tohir semakin beranjak dewasa tingkah Tohir semakin hari semakin meresahkan suka balap - balap dan membuat kerusuhan didesa. namun lagi - lagi pak lurah selalu membela anaknya.


Hingga sampai akhirpun Tohir masih dibela bapaknya meski pak lurah sudah tahu kalau memang anaknya bersalah tapi pak lurah tidak mau mengakui itu .


Dari perbuatan itu pak lurah diturunkan dari jabatannya sebagai lurah.

__ADS_1


# Semoga terhibur .


__ADS_2