Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Tuntutan


__ADS_3

"Awas ya ingat kamu tidak boleh berjualan disini lagi kalau kamu masih nekat akan ku buat tokomu dan juga kamu menghilang !"


" Mas ! Mas !"


" Eh ,iya Tri apa ?"


" Astagfirullah, jadi dari tadi Astri ngomong mas gak dengar to ?"


"Dengar tri "


" Apa coba ?"


" Eum ..." Amir seakan berfikir .


" Mas - mas , mas masih mikir tentang ancaman itu ? "


" Kok ,kamu tahu tri ?"


" Jadi bener mas ?"


Amir mengangguk .


Astri menggelengkan kepala .


" Mas kalau mas masih khawatir dengan ancaman itu mas pindah aja gimana ? Astri jujur ya mas Astri juga khawatir bukan tentang mikir tempatnya tapi lebih ke selamatan mas apalagi Astri denger kalau pemabuk itu preman yang disegani didaerah itu Astri malah makin takut "


" Tapi tri kalau mas pindah dari sana mas bakal lama cari uangnya , jual tempat juga gak gampang butuh beberapa bulan ? Tapi kamu gak usah khawatir tri Insyaallah mas akan cepat selesaikan masalah ini ,kamu gak usah ikut mikir kasian tuh bayi kita nanti ikut pusing didalam "


" Tapi ,mas "


" Udah ,tenang aja. Mending kita bahas topik lain "


Amir sebenarnya galau ,bingung ,pikiran kalut semua - semuanya .Namun Amir mencoba tetap tenang dihadapan Astri meski Astri tetap bisa membaca fikiran suaminya .


" Tri , tabungan kamu masih kan ?" Ucap Amir lagi .


Astri mengangguk .


" Alhamdulillah , kamu tahan - tahan dulu ya uang itu pakai seperlunya mas akan cari tambahan buat persalinan bayi kita "


" Iya ,mas "


" Ya udah , mas mandi dulu "


" Iya mas "

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 5 sore , Amir yang tadinya duduk didepan teras seraya menikmati senja sore dengan ditemani kopi . Kini Amir masuk kedalam . Sedangkan Astri masih memilih duduk sendiri didepan teras


memandangi langit yang semakin gelap .


" Assalamualaikum ?"


" Waalaikumsallam ,ibu ? "


Astri mencium tangan Bu Arum , Yang baru datang.


" Amir mana tri ?"


" Lagi mandi Bu , mari Bu masuk ?"


" Gak usah lah disini aja ,ibu juga buru - buru ?"


" Lho memangnya mau kemana Bu kok buru - buru ?"


" Mau ke acara kondangan dikampung sebelah ,sebenarnya ibu gak niat Dateng tapi berhubung kenal banget dengan yang punya acara ya terpaksa mau gak mau Dateng akhirnya habis gak enak "


" Eh ,ibu ! Kapan datang ?"


Amir yang baru keluar dari rumah ,langsung mencium tangan ibunya .


" Amir ,ya nih baru aja datang ?"


" Ya lah ,kan ibu sudah bisa naik motor jadi ya kemana - mana sendirilah " Ujar ibu Arum dengan pdnya .


Astri dan Amir tersenyum .


" Ibu rapi bener mau kemana sore - sore gini ?" Ucap Amir yang kini ikut duduk disamping Astri .


"Ini mau ke acara kondangan mir dikampung sebelah , tapi itu uang ibu kurang kamu masih ada simpanan mir ? Kalau ada ibu boleh pinjam gak ?"


Lagi - lagi kedatangan ibu Arum kerumah Astri dan Amir untuk meminta uang .


Amir saling pandang dengan Astri ,matanya seakan saling memberi kode rahasia.


"Eum , Bu maaf bukannya Amir gak mau ngasih tapi jujur Amir lagi gak ada uang ?"


" Lho kok bisa ? " Mata Bu Arum mengarah ke Astri .


" Astri kamu habiskan uang anakku semua hah ?" Ujar Bu Arum dengan nada kesal.


" Astagfirullah ,gak buk " Jawab Astri dengan lembut.

__ADS_1


" Ibu kok malah marah sih denger dulu Amir bicara Bu , Astri gak habisin uang Amir " Bela Amir.


"Terus uang kamu kemana kalau bukan Astri yang habisin , mir ibu kesini cuma mau minta uang untuk pergi ke acara kondangan itu pun gak banyak kok ,cuma 300 ribu aja ?"


" Huft " Amir menghela nafas panjang .


" Iya - iya Bu Amir kasih ,sabar tunggu ya ?" Ujar Amir masuk ke dalam rumah.


Bu Arum dengan tatapan penuh sinis menatap Astri . Astri hanya mampu menunduk kan wajah .


"Tri kamu itu ingat ,kamu itu udah mau jadi emak - emak jadi jangan aneh - aneh ,jangan boros masalah uang apalagi uang itu dari suami " Ujar Bu Arum .


Astri hanya mengangguk .


" Ngangguk - ngangguk aja tahu mu ,faham tidak sih ?" Gertak Bu Arum lagi .


Astri masih tetap yang sama tak menjawab hanya menganggukkan kepala.


" Ini Bu ?" Ujar Amir yang kini sudah didepan Bu Arum seraya menyerahkan uang senilai yang diminta ibunya itu.


" Nah gini dong mir , ya udah ibu pergi dulu ,makasih ya " Ujar bu Arum.


" Tri ingat ya pesanku tadi ?"


" Iya Bu "


Bu Arum lantas pergi meninggalkan rumah Amir .


" Pesan apa ? " Tanya Amir penasaran.


" Gak papa mas , mas cepet banget mandinya mandi apa cuma cuci muka ?"


" Mandi lah "


" Jangan - jangan mas gak pakai sabun lagi ?"


Astri mendekatkan hidungnya ke arah Amir .


" Enak aja ,pakai lah nih wangi " Amir semakin mendekatkan kepalanya ke wajah Astri.


" Hahaa kirain gak pakai sabun mas "


***


" Endah kamu mau aku cerai ?"

__ADS_1


" Apa mas cerai ?"


__ADS_2