Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Peganggu


__ADS_3

 " Kenapa juga masih bertahan ?"


" Orang sudah dikhianati ,Kenapa masih bisa tegar sedangkan perasaan sudah terbagi ?Apa yang difikirkan ?"


Suara percakapan dari televisi . Siang ini Astri memang sedang menikmati santainya dengan menonton acara film ditelevisi , sebuah drama Korea yang bercerita tentang perselingk***** . Astri sangat suka dengan peran wanitanya dimana wanita itu sangat kuat,meski ditimpa beberapa masalah didalam hidupnya ,wanita itu tetap tersenyum dan terlihat biasa .


 Dan film itu sukses membuat Astri penasaran setiap kali menontonnya ,Astri dibuat penasaran dengan jalan cerita tersebut .


Astri sadar bahwa setiap kehidupan yang dia jalani pasti akan ada sebuah rintangan juga cobaan .


Astri mengingat kembali betapa susah payahnya ia bertahan sampai saat ini bersama Amir ,lelaki yang setia menemaninya tanpa mengeluh . Disaat orang - orang bahkan mertuanya sendiri mencemooh juga menuntutnya tapi tidak dengan Amir ,lelaki yang selalu menerima kekurangan Astri.


" Astagfirullahallazim , masak iya aku curiga sama mas Amir , aku gak boleh seperti ini "


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsallam, mas Amir sudah pulang ?"


Astri berdiri dan mencium punggung tangan Amir .


" Iya Tri , gak tahu kanapa nih badan mas gak enak ,perut juga sakit "


" Mas habis makan apa memangnya ?Astri ambilkan obat ya ?"


" Gak usah tri , mas sudah minum obat tadi .Perasaan tadi mas cuma makan nasi warung seperti biasa "


"Ya udah mending mas pakai tiduran aja dulu dikamar ,siapa tahu setelah itu bisa sembuh "


Amir mengangguk,Astri mengantar Amir menuju kamar .


" Pelan - pelan mas "


" Iya , makasih ya sayang "


Astri mengangguk.


Setelah sampai dikamar Amir pun membaringkan badannya diatas ranjang . Sedangkan Astri memilih keluar .. Astri duduk didepan teras . Mata Astri tertuju pada pohon mangga yang ada disamping rumahnya .


" Kata - kata itu masih teringat dan masih terngiang ditelinga sampai saat ini KAPAN HAMIL ?" Gumam Astri dengan senyum terukir.


" Kamu sehat - sehat ya nak ,Mama sama ayah sudah menunggumu datang kedunia " Tambahnya seraya mengelus perutnya yang kini besar .


***


" Hes ,kamu tahu gak buku kecil mas ?"


Priyan terlihat mondar - mandir mencari sesuatu dari memeriksa laci sampai lemari pun jadi sasaran.


" Buku kecil yang mana sih mas ? Memangnya penting ?"


" Kalau gak penting mana mungkin mas cari kayak cari jarum didalam jerami ! "


Hesti masih diam melihat suaminya yang sibuk mengacak - acak kamar .

__ADS_1


" Mana sih kok gak ada ? Buku kecil yang warna hijau hes yang biasa mas bawa ?"


" Ribet amat sih mas ,ya udah Hesti bantuin cari "


" Ya harus biar cepet ketemu ,coba deh kamu cari sebelah sana mas cari sebelah sini " Perintah Priyan .


" Iya mas "


Dengan siap Hesti pun ikut membantu suaminya mencari buku warna hijau .


" Mas memangnya itu buku apa ? Macam deary aja bentuknya kecil lagi hehe " Hesti terkekeh .


" Itu buku catatan mas , hes ,memangnya kamu kira aku bucin gitu pakai nulis - nulis dibuku deary ,Aku gak kayak kamu hes"


" Hmm ... Pakai gak ngaku lagi ? Yang dulu suka kirim - kirim surat ditaruh Deket jendela siapa hayo?"


" I - i- itu kan dulu hes sekarang mah udah gak apalagi udah punya anak lain cerita " Sanggah Priyan .


" Hmmm ... Gitu ya dapat "


" Mana ?"


" Ini kan mas ? "


Ditangan Hesti sudah ada buku berwarna hijau .


" Ya betul hes , duh makasih ya sayang kamu memang wanita yang selalu bisa diandelin "


Puji Priyan, mengambil buku hijau itu dan menciumnya beberapa kali ,kemudian mengacak rambut Hesti dengan gemasnya .


" Masih cantik kok "


Pipi Hesti tiba - tiba memerah .Hatinya sangat berbunga - bunga mendengar pujian dari mulut suaminya .


" Hesti !" Panggil ibu Arum


" Apaan sih ibumu mas ,siang - siang teriak aja melulu bukannya istirahat kek " Keluh Hesti .


" Udah sana temuin dulu siapa tahu dapet uang ?"


" Uang apa palingan kerjaan iya ?"


" Sudah sana ?"


" Ya - ya " Dengan langkah malas Hesti menghampiri ibu Arum mertuanya .


" Iya Bu ada apa ?" Jawabnya setelah sudah ada didepan ibu Arum.


" Hes kamu masak ini aja gak ada lauknya ? Cuma sayur asem sama sambel sama tempe ?"


" Lha maunya lauk apa buk ?"


" Gak ada telur apa ikan ?"

__ADS_1


" Hesti gak sempet bikin telur goreng Buk ,ikan juga habis ?"


" Ada apa buk ?" Tegur Priyan .


" Ini yan , istrimu cuma masak ini saja mana sehat ? "


" Ya kalau mau sehat masak sendiri buk " jawab Hesti sekenanya.


" Udah - udah nanti Priyan pesan kan lauk dionline aja ibu mau apa ? Hesti mau apa juga ?"


" Emm ..kalau ibu mau ikan goreng aja ?"


" Kamu hes ?"


" Buat si Enggar aja mas ayam goreng kesukaannya "


" Oke , ya udah tunggu aja ya nanti juga diantar kalau gitu Priyan pamit buk mau balik ke kantor "


" Iya Priyan hati - hati "


" Pergi dulu ya hes ,jangan ribut terus sama ibu "


" Hmmm " jawab Hesti sekenanya seraya mencium punggung Priyan.


" Bu titip Hesti ya ?"


" iya gampang "


" Hah,titip - titip memangnya Hesti anak kecil dititipin "


" Lha itu suka nglawan apa namanya kalau gak anak kecil " Jawab Arum .


" Hahaha " Priyan tertawa seraya pergi .


" Hes nanti tolong ya kalau makanannya sudah sampai panggil ibu ya "


" Lha ,ibu mau kemana ?"


" Tidur sebentar capek "


" Iya "


Drrrtt .... Drrtt ...


Ponsel Hesti bergetar lama ,itu artinya ada yang menghubunginya .


" Nomor siapa ini ?"


Hesti menggeser tombol warna hijaunya .


" Hallo Hesti sayang gimana kabarmu ?"


" Hah "

__ADS_1


Hesti kaget luar biasa saat mendengar suara dari balik telepon.


" Om Wawan , dasar pengganggu !" Batinya .


__ADS_2