
" Kenapa juga masih bertahan ?"
" Orang sudah dikhianati ,Kenapa masih bisa tegar sedangkan perasaan sudah terbagi ?Apa yang difikirkan ?"
Suara percakapan dari televisi . Siang ini Astri memang sedang menikmati santainya dengan menonton acara film ditelevisi , sebuah drama Korea yang bercerita tentang perselingk***** . Astri sangat suka dengan peran wanitanya dimana wanita itu sangat kuat,meski ditimpa beberapa masalah didalam hidupnya ,wanita itu tetap tersenyum dan terlihat biasa .
Dan film itu sukses membuat Astri penasaran setiap kali menontonnya ,Astri dibuat penasaran dengan jalan cerita tersebut .
Astri sadar bahwa setiap kehidupan yang dia jalani pasti akan ada sebuah rintangan juga cobaan .
Astri mengingat kembali betapa susah payahnya ia bertahan sampai saat ini bersama Amir ,lelaki yang setia menemaninya tanpa mengeluh . Disaat orang - orang bahkan mertuanya sendiri mencemooh juga menuntutnya tapi tidak dengan Amir ,lelaki yang selalu menerima kekurangan Astri.
" Astagfirullahallazim , masak iya aku curiga sama mas Amir , aku gak boleh seperti ini "
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsallam, mas Amir sudah pulang ?"
Astri berdiri dan mencium punggung tangan Amir .
" Iya Tri , gak tahu kanapa nih badan mas gak enak ,perut juga sakit "
" Mas habis makan apa memangnya ?Astri ambilkan obat ya ?"
" Gak usah tri , mas sudah minum obat tadi .Perasaan tadi mas cuma makan nasi warung seperti biasa "
"Ya udah mending mas pakai tiduran aja dulu dikamar ,siapa tahu setelah itu bisa sembuh "
Amir mengangguk,Astri mengantar Amir menuju kamar .
" Pelan - pelan mas "
" Iya , makasih ya sayang "
Astri mengangguk.
Setelah sampai dikamar Amir pun membaringkan badannya diatas ranjang . Sedangkan Astri memilih keluar .. Astri duduk didepan teras . Mata Astri tertuju pada pohon mangga yang ada disamping rumahnya .
" Kata - kata itu masih teringat dan masih terngiang ditelinga sampai saat ini KAPAN HAMIL ?" Gumam Astri dengan senyum terukir.
" Kamu sehat - sehat ya nak ,Mama sama ayah sudah menunggumu datang kedunia " Tambahnya seraya mengelus perutnya yang kini besar .
***
" Hes ,kamu tahu gak buku kecil mas ?"
Priyan terlihat mondar - mandir mencari sesuatu dari memeriksa laci sampai lemari pun jadi sasaran.
" Buku kecil yang mana sih mas ? Memangnya penting ?"
" Kalau gak penting mana mungkin mas cari kayak cari jarum didalam jerami ! "
Hesti masih diam melihat suaminya yang sibuk mengacak - acak kamar .
__ADS_1
" Mana sih kok gak ada ? Buku kecil yang warna hijau hes yang biasa mas bawa ?"
" Ribet amat sih mas ,ya udah Hesti bantuin cari "
" Ya harus biar cepet ketemu ,coba deh kamu cari sebelah sana mas cari sebelah sini " Perintah Priyan .
" Iya mas "
Dengan siap Hesti pun ikut membantu suaminya mencari buku warna hijau .
" Mas memangnya itu buku apa ? Macam deary aja bentuknya kecil lagi hehe " Hesti terkekeh .
" Itu buku catatan mas , hes ,memangnya kamu kira aku bucin gitu pakai nulis - nulis dibuku deary ,Aku gak kayak kamu hes"
" Hmm ... Pakai gak ngaku lagi ? Yang dulu suka kirim - kirim surat ditaruh Deket jendela siapa hayo?"
" I - i- itu kan dulu hes sekarang mah udah gak apalagi udah punya anak lain cerita " Sanggah Priyan .
" Hmmm ... Gitu ya dapat "
" Mana ?"
" Ini kan mas ? "
Ditangan Hesti sudah ada buku berwarna hijau .
" Ya betul hes , duh makasih ya sayang kamu memang wanita yang selalu bisa diandelin "
Puji Priyan, mengambil buku hijau itu dan menciumnya beberapa kali ,kemudian mengacak rambut Hesti dengan gemasnya .
" Masih cantik kok "
Pipi Hesti tiba - tiba memerah .Hatinya sangat berbunga - bunga mendengar pujian dari mulut suaminya .
" Hesti !" Panggil ibu Arum
" Apaan sih ibumu mas ,siang - siang teriak aja melulu bukannya istirahat kek " Keluh Hesti .
" Udah sana temuin dulu siapa tahu dapet uang ?"
" Uang apa palingan kerjaan iya ?"
" Sudah sana ?"
" Ya - ya " Dengan langkah malas Hesti menghampiri ibu Arum mertuanya .
" Iya Bu ada apa ?" Jawabnya setelah sudah ada didepan ibu Arum.
" Hes kamu masak ini aja gak ada lauknya ? Cuma sayur asem sama sambel sama tempe ?"
" Lha maunya lauk apa buk ?"
" Gak ada telur apa ikan ?"
__ADS_1
" Hesti gak sempet bikin telur goreng Buk ,ikan juga habis ?"
" Ada apa buk ?" Tegur Priyan .
" Ini yan , istrimu cuma masak ini saja mana sehat ? "
" Ya kalau mau sehat masak sendiri buk " jawab Hesti sekenanya.
" Udah - udah nanti Priyan pesan kan lauk dionline aja ibu mau apa ? Hesti mau apa juga ?"
" Emm ..kalau ibu mau ikan goreng aja ?"
" Kamu hes ?"
" Buat si Enggar aja mas ayam goreng kesukaannya "
" Oke , ya udah tunggu aja ya nanti juga diantar kalau gitu Priyan pamit buk mau balik ke kantor "
" Iya Priyan hati - hati "
" Pergi dulu ya hes ,jangan ribut terus sama ibu "
" Hmmm " jawab Hesti sekenanya seraya mencium punggung Priyan.
" Bu titip Hesti ya ?"
" iya gampang "
" Hah,titip - titip memangnya Hesti anak kecil dititipin "
" Lha itu suka nglawan apa namanya kalau gak anak kecil " Jawab Arum .
" Hahaha " Priyan tertawa seraya pergi .
" Hes nanti tolong ya kalau makanannya sudah sampai panggil ibu ya "
" Lha ,ibu mau kemana ?"
" Tidur sebentar capek "
" Iya "
Drrrtt .... Drrtt ...
Ponsel Hesti bergetar lama ,itu artinya ada yang menghubunginya .
" Nomor siapa ini ?"
Hesti menggeser tombol warna hijaunya .
" Hallo Hesti sayang gimana kabarmu ?"
" Hah "
__ADS_1
Hesti kaget luar biasa saat mendengar suara dari balik telepon.
" Om Wawan , dasar pengganggu !" Batinya .