Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Uang 300


__ADS_3

" Sudah ,semua Astri sayang amplopnya ?" tanya Amir yang baru datang dan ikut duduk disamping Astri yang sedang sibuk menata amplop berwarna putih dimeja.


" Sudah mas Alhamdulillah ini sudah cukup semua , Tapi mas untuk ibu bagaimana ? dikasih ini atau yang lain?"


Mata Astri beradu tatap dengan Amir.


" Eemmmzz...kalau untuk ibu kita lebihi aja 100 gimana kamu setuju ?"


" Kalau Astri mah setuju - setuju aja mas ,lagian kan baru kemaren juga kita belikan emas buat ibu "


" Iya sudah nanti bentar lagi ibu kesini ,mending kamu siap- siap sana ? katanya ibu juga mau ikut bagi- bagi"


" Iya sudah Astri siap- siap dulu ya mas ,jangan lupa itu uang yang buat ibu- ibu yang sebelah sana buat ditaruh di mushola pak Nasir sama satu lagi buat ibu yang amplop ada merahnya itu tadi sudah aku lebih.i 100 ribu sesuai yang mas minta " jelas Astri .


" Oke siap"


Astri beranjak berjalan menuju kamar.


Astri sangat bahagia, Astri tidak sabar menyambut kedatangan calon sang buah hati meski proses bayi tabung masih ke tahap pertama tapi Astri sudah sangat bahagia dan Astri sangat menjaga kandungannya dimulai dari selalu makan sehat, istirahat yang cukup dan tidak lupa berdoa.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsallam Bu sudah datang?"


" Ya lah ibu itu tepat waktu kalau masalah begini ? mana bagian ibu ?"


" Ini Bu ,maaf ya kalau Amir cuma bisa ngasih segitu InsyaAllah nanti kalau ada rezeki lagi Amir tambahi "


" Iya gak papa mir ,yang penting kamu sering- sering begini ya ?"


" InsyaAllah Bu"


" Mana Astri istrimu ?" ucap ibu Amir seraya melihat sekitar.


" Oh, Astri lagi siap- siap Bu , ibu jadi ikut kami? masalahnya aku sama Astri mau jalan kaki aja ini?"


" lho ibu fikir kamu mau ajak ibu naik mobil barumu itu mir ?" ujar ibu dengan melirik kearah luar.


" Lagi malas Bu ,pakai mobil ribet parkirnya"


" Ya sudah ibu gak jadi ikut kalau gitu.


Padahal ibu mau pamer sama ibu- ibu komplek "


" Apa Bu gak begitu dengar ?" tanya Amir .


" Gak- gak, gak papa kalau gitu ibu pamit aja sekalian mau lihat mebelnya Priyan ?"


ibu Amir berdiri .


" Yakin Bu gak ikut kita ?"


" Iya yakin sekali ya udah ibu langsung aja salam aja buat istrimu Assalamualaikum"


" Waalaikumsallam "


" Huuuhhff...ibu - ibu " Amir menghela nafas panjang. matanya masih melihat ibunya yang semakin jauh .

__ADS_1


" Mas, kayaknya tadi aku denger suara ibu tapi mana ?" tanya Astri yang sudah berada disamping Amir.


" Astagfirullah, kaget mas ..oh iya ibu langsung pamit pulang baru saja pergi naik motor"


" lho gk jadi ikut kita mas ?"


" Gak "


" Ya udah kita berangkat sekarang yuk mas ,Astri dah siap nih ?"


" Kamu cantik bwanget tri ? "


" Ah mas ini suka gombal aja ,sudah ayuk jalan"


" Ya - ya ayok "


Mereka kerumah tetangga- tetangga menaiki motor .Amir sangat hati - hati kala melajukan motornya . Karna baru kali ini Amir membonceng orang hamil.


" Mas emang harus sepelan ini ya?"


" Maksudnya ?"


" Ya kan biasanya kalau naik motor begini agak kenceng dikit kan, ini pelan bwanget apa perlu sekalian kita dorong aja motornya ?" ujar Astri heran.


" Hehe..bukannya gitu Astri ku sayang mas kan gak mau kamu sama dedek bayinya kenapa- kenapa?"


" Iya mas Astri tau tapi ya gak pelan sekali juga kan mas ,tuh orang- orang pada lihatin "


" Gak papa Astri ku sayang ini demi keamanan bersama oke kamu tenang aja ,ini kemana dulu ?"


" Oke meluncur"


Amir melajukan motornya menuju rumah Bu sum selanjutnya kerumah - rumah yang sudah ditentukan oleh mereka .Dengan perasaan bahagia dan penuh haru mereka membagikan sedikit uang untuk para tetangganya.


***


DiMebel Hesti duduk diruangan didepan Priyan yang tengah sibuk melihat buku catatan pemesanan.


" Mas gimana setuju tidak?"


" Hesti kamu kan tahu sendiri keuangan mas bulan - bulan ini lagi agak menurun belum lagi jatah ibu kamu bayar sekolah bayar uang karyawan mumet ini kepala hesti- Hesti"


" Iya mas , aku tahu tapi kan mas aku juga capek nih kalau disuruh ngurusin rumah belum lagi harus ngurus bikin makanan karyawan berat mas setiap hari harus mikir buat bikin menu apa aja belum lagi bahan - bahan dipasar semakin mahal?"


" Lha kan kamu sendiri dulu yang minta mau menghendel semuanya sekarang kalau lagi sepi begini mengeluh ?"


" Haduh..bukannya gitu mas, apa mas kurangin aja karyawan mas satu biar uang gajiannya bisa buat cari pembantu gimana?"


" Mau kurangin yang mana lagi Hesti , kemaren aja sudah mas keluarin tuh si Yogi itu juga mau kamu kan ? sekarang mau yang mana lagi yang dikeluarin karyawan juga masih sedikit. Sudahlah kamu urus aja seperti biasa kalau masalah jemput Enggar nanti urusan mas kamu cukup urus itu pekerjaan rumah sama masakin karyawan lagian uang masak juga mas lebihin kan buat kamu?"


" fiiuuhh...jadi gak bisa nih mas cariin pembantu?"


" Gak Hesti gak bisa ?"


" Beneran mas " bujuk Hesti .


" Iya "

__ADS_1


" Assalamualaikum "


Ibu Arum membuka pintu.


" waalaikumsallam" jawab Priyan dan Hesti


" Ibu?"


" Hesti, ngapain kamu kesini bukannya ibu tadi suruh kamu nyuci baju memangnya sudah selesai?"


" Eemm..belum Bu , Hesti cuci besok sekalian " Jawab Hesti.


" Ada apa Bu , tumben ibu kesini?" tanya Priyan.


"Gak ada apa- apa ibu cuma mampir aja tadi dari rumah kakakmu?"


" Memangnya Amir dan Astri ada acara apa Bu?" tanya Hesti.


" Acara bagi- bagi uang nih ibu baru aja dikasih ?" ujarnya seraya mengeluarkan amplop dari tasnya .


" Heeemm, paling- paling juga ngasih uang 100 ribu heemmmzz pakai di amplopin segala ?" Hesti terkekeh


" Bener itu paling cuma 100 ribu , kan mas Amir kadang suka perhitungan sama ibu ya kan ? masih banyak kan Priyan kalau ngasih apa- apa ke ibu"


" Ya juga sih coba lah ibu buka dulu?"


Ibu Arum membuka amplop berwarna putih dengan tanda merah itu.


" 100 200 300, wah lumayan buat tambah- tambah arisan?" ujar ibu Arum dengan girang .mengipas- ngipaskan uangnya ke depan wajahnya.


" Bu- Bu baru juga dikasih 300 lebay sekali , kemaren aja Priyan ngasih ibu berapa coba?"


" Tahu nih ,ibu"


" Yee..gak papa dong ,emang ibu lagi seneng lumayan kan buat tambah- tambah arisan,Priyan ibu mintak lagi dong uang 200 aja buat tambah uang ini biar pas 500 ribu ?"


" Iya Bu ini "


Hesti melirik Priyan dengan sinis .


" Makasih Priyan anaknya ibu yang paling ku sayang kalau begitu ibu pulang dulu ya ,eh Hesti jangan lupa kamu juga langsung pulang ya ?"


" iya Bu"


Ibu Arum pun pergi.


" Eh ..mas ngomong - ngomong uang Amir kakakmu banyak juga , apa sekarang toko bajunya sudah semakin maju?"


" Kayaknya gak deh masih biasa seperti dulu?"


Tok..tok..


" ya masuk , eh pak Amat ada apa?"


"'permisi pak buk ada hal yang mau saya sampaikan ,sebelumnya saya minta maaf saya kesini mau mintak uang gajian bulan ini untuk berobat ?"


" Apa uang gajian?"

__ADS_1


__ADS_2