
" Mas baru pulang ?" Sapa ku ,ketika melihat mas Amir dengan muka lesu masuk rumah .Kucium punggung tangannya.
" Kenapa mas , apa ada masalah lagi di toko ?" Imbuhku.
" Hufz " Mas Amir menghela nafas panjang. Menghempaskan bobot tubuhnya ke atas sofa ruang tamu ." Dagangan lagi sepi Tri ,ini hari mas buka dari pagi sampai sore begini cuma 1 baju yang laku ,itupun hanya harga 30 ribu " Mas Amir merogoh kantong saku celananya dan mengeluarkan uang yang ia sebutkan kemudian menaruhnya dimeja depan kami.
" Sabar mas , insyallah besok kita mendapat lebih dari ini ?"
" Amin tri , tadi ibu kesini sudah kamu kasih uang ?"
" Sudah mas "
" Ya syukurlah "
" Tapi mas "
" Iya Tri apa ?" Jawab mas Amir dengan ramah.
__ADS_1
" Gak mas gak jadi nanti aja ?"
Mau bilang jujur , ada rasa tidak enak kepada mas Amir apa lagi saat ini hati mas Amir lagi tidak enak . Dan yang mau aku bicarakan ini juga tentang uang . Nanti malah bikin mas Amir jadi ikut kefikiran. Biar saja cukup aku yang tahu .
Tling ... tlinkk...
Nada dering ponsel mas Amir berbunyi , mas Amir pun segera mengangkatnya.
" Ya pak Assallamualaikum ,bagaimana pak ? "
" Astagfirullah , Maaf pak saya kurang teliti,Saya akan ganti yang baru pak dan tentunya akan memeriksanya lebih teliti lagi "
" Gak perlu pa Amir , lain kali saja karna saya sudah dapat penggantinya dan masalah uang saya yang sudah terlanjur untuk DP saya tidak ambil itu untuk pak Amir saja itung - itung buat ongkos kirim kesini , kalau begitu itu saja yang ingin saya sampaikan Assalamualaikum "
Tut ...
" Waalaikumsallam " jawab mas Amir .
__ADS_1
" Kenapa lagi mas ?"
" Ini Tri pesanan baju batik untuk seragam dibatalkan dan besok dikembalikan lagi ?Mana uangnya sudah masuk disitu juga ? gak tahu lagi deh tri mas harus muter uang kek gimana lagi . Tri mas mohon ya untuk akhir - akhir ini kamu agak menghemat dulu sampai pemasukkan mas kembali stabil biar uang kita bisa terkumpul buat lahiran anak kita nanti "
" Ya mas"
Saat kondisi seperti ini , aku sangat kasihan melihat mas Amir harus berjuang sendiri mencari nafkah untuk aku dan juga calon bayi yang sekarang aku kandung. Pernah suatu ketika aku meminta izin kepada mas Amir untuk membantunya bekerja namun mas Amir tidak menyetujuinya bahkan dulu kami sering berantem hanya karna membahas perihal izin kerjaku. Sebenarnya bukannya aku merasa kekurangan atau kurang bersyukur bukan tapi aku sebagai wanita ingin membantu perekonomian keluarga juga mengisi hari - hariku dengan hal positif juga berguna dan tentunya bisa menghasilkan uang . Karna bagaimanapun juga seorang wanita akan merasa jenuh jika hanya tinggal dirumah dan hanya berkutat dengan itu - itu saja tanpa ada hal baru dan pengalaman baru di hidupnya. Selain untuk menjaga kewarasan wanita juga perlu refreshing .
Semenjak hari itu aku tak pernah lagi meminta izin ke mas Amir untuk bekerja . Walau dalam hati sebenarnya ingin sekali bekerja apa lagi melihat saat ini keuangan kami sedang tidak baik - baik saja dan kami sangat membutuhkan uang banyak untuk masa depan kami nantinya.
***
Di rumah Hesti.
" Hesti , piring masih numpuk gitu kamu biarkan saja gak kamu cuci?" Omel ibu Priyan
" Ngomel terus udah kayak burung beo aja " Ucap Hesti dibelakang ibu Priyan .
__ADS_1