Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Kesakitan


__ADS_3

" Ada apa om ,om dapat nomor Hesti dari mana ?" Jawab Hesti ketus.


" Ada aja , kamu makin cantik hes apa kamu gak kangen sama om ?"


" Apa - apaan ini om "


Tut


Hesti mematikan telfon secara sepihak .


Hesti sudah gak mau lagi berhubungan dengan om Wawan .Hesti kapok apalagi kalau ingat - ingat zaman itu dimana ia harus mandi air got ,bau penuh cacing juga ulat - ulat. Dari itu Hesti tersadar dan bersumpah tidak mau mengulanginya lagi baginya cukup dulu sana , gak untuk kedepannya .


" Biar jengkel - jengkel pasti tuh orang , siapa suruh sudah tua juga masih suka main mata "


Tok


Tok


Tok


" Iya sebentar "


jawab Hesti yang sedikit lari menuju asal suara .


Ceklek pintu terbuka


" Permisi mbak antar makanan." Ucap seorang lelaki didepan pintu.


" Ow ya mas makasih totalnya berapa ?"


" Ini mbak notanya ?" lelaki itu memberikan kertas kecil kepada Hesti.


Hesti menerimanya .


" Eum bentar " Hesti mengambil uang dari saku celananya dan menghitung sesuai dengan nominal yang tertera dinota kemudian memberikan ke kurir tersebut .


" Ini mas "


" Makasih mbak"


" Ya sama - sama."


Brak ...


Hesti pun menutup pintu kembali .


" Ibu ! "


" Ibu !"


Panggil Hesti dengan suara agak keras.


Dikamar ibu Arum sedang tidur - tiduran dikasurnya yang empuk seraya men scroll ponselnya mencari - cari hiburan lewat gawaynya .


" Ganggu aja tuh anak " gumamnya kearah suara.

__ADS_1


Dengan malas Bu Arum bergegas turun dari ranjangnya yang empuk itu. Membuka pintu kamar .


" Iya hes apa ?" Ucapnya ketika sudah didepan Hesti .


" Ini buk makanan sudah siap , katanya ibu lapar "


" Waaah ... Cocok , ya udah tolong ambilkan piring hes sama. Bikinkan teh ya ibu mau makan " Perintahnya .


" Ya buk "


Hesti segera menuruti permintaan ibu mertuanya . Meski Hesti suka menjawab apa - apa yang dikatakan ibu Arum , namaun Hesti tetap tahu tugas sebagai menantu . Dan Bu Arum juga menerima itu . Meski hampir setiap hari akan ada pertengkaran suara dirumah itu , tapi mereka juga cepat akur .


" Bu , ibu tumben gak ke mas Amir ?Ini Bu piring sama tehnya . "


" Makasih Hesti , mm ... malas kesana habis Amir gak punya uang ?" Bu Arum seraya mengambil nasi yang ada di mejikom .


" Uang ? " Ucap Hesti sedikit heran .


" Ya uang , kan ibu butuh uang buat perawatan "


Hesti hanya geleng - geleng .


" Hes kamu punya uang gak kalau ada ibu pinjam dulu nanti pasti ibu kembalikan "


" Gak ada buk , uang Hesti cukup buat makan sama bayar uang sekolah Enggar kalau ibu pinjam besok gimana Hesti cari uangnya ?"


" Minta lagi dong sama Priyan ?"


" Ibu kayak gak tahu anak ibu aja ? suruh - suruh Hesti minta uang lagi , ibu kan tahu sendiri mas Priyan gak bakal kasih uang kalau gak karna kebutuhan yang argent banget itu pun mas Priyan cek dan cari tahu dulu kebenarannya kalau sudah barulah dikasih " Tutur Hesti .


" Udah lah Bu Hesti mau ke kamar dulu istirahat sebentar . Baru nanti jemput Enggar pulang sekolah , oh ya buk nanti piringnya taruh aja disana sore sekalian baru hesti cuci"


Ibu mengangguk tanda mengerti.


" Ah ... Enaknya tiduran begini ?"


Drrt


drrt...


Ponsel Hesti kembali bergetar .


Hesti segera membuka nya .


" Pengganggu lagi ,ngapain kirim pesan segala "


( Hesti sayang ,kamu gak rindu sama om )


Hesti membaca pesan yang baru saja masuk diponselnya itu .


" Dasar om Wawan "


Hesti dengan buru - buru memblokir nomor tersebut dari ponsenya . Kemudian Hesti melempar kecil ponselnya disampingnya lalu tidur.


***

__ADS_1


" Aduuh ... Mas ... sakit sekali perut Astri !" Keluh Astri .


" Gimana ini tri ,kita langsung ke bidan terdekat aja ya ?"


Astri mengangguk " Huftt ...huftt ... Sakit sekali mas "


" Iya , tri ,ayok mas bantu kamu pegangan mas ya "


Amir membantu Astri memapah tubuh Astri .Menuju kerumah bidan terdekat .


Dengan menggunakan motornya .


" Astagfirullah... Astagfirullah ... Allah hu Akbar !"


" Sabar sayang ini bentar lagi sampai "


Ssssiiiit .....


Mobil di rem dengan cepatnya .


" Kamu tunggu dulu disini mas coba panggil bidan dulu "


" I - iya mas , aduhh sakit sekali "


Amir yang buru - buru berlari menuju rumah bidan . Mengetuk pintu .


Tok ...


Tok ...


Tok ...


" Assalamualaikum ,permisi "


Panggilnya .


" Mas ! "


Sapa seorang ibu - ibu yang lewat dibelakang Amir .


" Iya buk "


" Orangnya lagi gak ada sudah semalam gak pulang" Ucapnya .


" Ow , ya udah kalau gitu Bu makasih " Ucap Amir.


Ibu itu mengangguk dan langsung pergi .


" Gimana nih ?" Amir terlihat panik ,buru - buru kembali mobil .


" Sayang sabar ya ,kita langsung kerumah sakit aja "


" Iya mas "


Dengan cepat Amir menuju rumah sakit .

__ADS_1


__ADS_2