
" MasyaAllah cantik - cantiknya , duh yang ini ganteng sekali " Gumam Astri kala melihat story' orang yang menampilkan wajah - wajah anaknya yang cantik dan ganteng. " Semoga Allah memberikan aku anak yang Sholeh - Sholehah Amin " Tambahnya seraya mengusap wajahnya dengan tangannya.
" Lagi apa sayang kayaknya serius banget ?" Tanya Priyan yang nampak keluar dari kamar.
" Ini mas baru aja lihat story' teman dia upload foto anak - anaknya subhanallah sungguh cantik dan ganteng "
" Ow memangnya temenku yang mana ?"
" Itu si Muna yang dulu tinggal dideket rumah ku itu lho mas tapi semenjak nikah sekarang Muna ikut tinggal bersama suaminya di Jakarta ."
" Ow yang itu ya - ya aku ingat suaminya juga berteman di Facebook mas kalau gak salah nama Facebook nya si y terkesima "
" Heum mas itu betul sekali "
" Eh ,tapi tadi malam mas lihat dia storynya dengan perempuan lain gak dengan Muna?" Ujar si Amir yang sedari tadi langsung ikut duduk di kursi sofa .
" Masak sih mas ,mas salah lihat mungkin ?" Astri tidak percaya.
" Gak mas gak salah kok ,Ntar mas Carikan siapa tahu masih baru tadi malam kok dia bikin story' nya " Amir lalu sibuk mengotak - Atik hp yang telah diambilnya dari saku celana .
Muna memang tetangga Astri dulu diDesa keluarganya lumayan terkenal muna di pinang oleh orang Jakarta yang mana kabar yang ku dengar dia pertama kali bertemu saat mereka bekerja . Setelah menikah Muna langsung dibawa ke Jakarta dan sekarang ia memiliki 2 orang anak yang cantik dan ganteng ,storynya juga selalu memperlihatkan hidup hedon . Memposting makanan mahal , jalan - jalan setiap hari dan juga perawatan diri . Dulu waktu dikampung muna memang tidak terlalu dekat dengan Astri karna Astri keluarga kurang mampu . Jadi Astri hanya mengenal sekilas dan mendapat cerita dari mulut tetangga.
" Masih muda mas ,Apa mungkin ini saudaranya ? " Astri memandangi foto di ponsel Amir wanita yang sangat cantik berfose duduk dengan kepala menyender didada suami Muna.
" Mungkin ? Tapi kalau memang itu saudaranya harusnya gak ada kata - kata begini kan ?"
”Selalu menjadi orang terspesial dihati ”
Amir membaca tulisan diatas foto itu.
" Aneh ya mas ?" Ucap Astri dengan menggeleng kepala seakan tidak mengerti .
" Begitulah tri namanya hidup ,jangan pernah melihat orang dari luarnya karna luar bisa menipu "
" Iya mas "
" Padahal kalau Astri lihat story' muna ,Astri iri sekali pasti enak jadi muna jalan - jalan setiap hari . Kerestoran mahal dan bisa hidup dikota besar "
" Memangnya kamu hidup sama mas gak bahagia tri " Tanya Amir .
__ADS_1
" Ups hehe ... bahagia lah mas ,maaf bukanya membandingkan ya namanya kita manusia biasa mas kadang ada lah rasa iri yang muncul dan keinginan yang diluar nalar hehe tapi itu hanya sesaat bagaikan angin yang lewat mas "
" Hehe ... iya mas ngerti ,maafin mas juga ya tri kalau selama ini mas kurang ngajak kamu jalan - jalan kurang perhatiin kamu ?Maaf kalau mas terlalu sibuk mencari uang untuk kebutuhan kita "
"Ya mas gakpapa Astri malah seneng mas begitu tandanya mas orangnya pekerja keras ,lagian hidup kan masih panjang kita juga masih butuh dana lebih buat masa tua kita juga masa depan anak kita nantinya , Astri bersyukur punya suami seperti mas ,coba kalau Astri gak sama mas mana mungkin Astri bisa sesabar ini dan sekuat ini satu hal lagi kalau bukan karna mas yang selalu banting tulang bekerja tanpa henti sampai hari Minggu pun tetap kerja mungkin Astri gak akan bisa pergi kedokter buat program bayi tabung seperti ini , Astri sayang sama mas " Tutur Astri seraya memeluk Amir .
" Mas juga sayang Astri dan juga anak kita "
***
" Om bisa ketemuan ?" suara lirih Hesti saat menelvon seseorang.
" Bisa jam 10 Om jemput di gang ujung sana ,nanti motormu parkir aja dirumah bercat warna hijau " Suara dari sebrang telvon.
" Oke om "
Telvon berakhir .
Hesti berdandan cantik menggunakan celana jeans yang ketat dengan atasan crop rambutnya sengaja diurai .Hesti memang cantik dengan memoles bedak tipis ,alis naik dan sedikit lipstik sudah menambah kecantikannya .Menggunakan sepatu yang gak terlalu tinggi. Memutar kan badan ke samping dan kekiri didepan cermin. Memastikan bahwa penampilannya sudah sempurna .Tidak lupa keluar dengan membawa tas kecil yang dipegangnya .
" Hesti kamu mau kemana ? Jemput Enggar ? " Tanya mertua Hesti yang nampak asyik dengan menonton acara gosip ditelevisi.
" Eum iya Bu ,Enggar pulang agak pagi ,pergi dulu Bu " Pamitnya .
Dengan menggunakan motor Hesti pun menancapkan gas nya menuju parkir yang di sebut Om tadi . 30 menitan Hesti sampai diparkiran dan disana sudah ada om - om yang menelvon Hesti tadi menggunakan mobil Inova keluaran terbaru.
" Ayo masuk ?" Ajaknya .
Tanpa ba bi bu Hesti langsung masuk kedalam mobil .
" Hari ini kita kemana Om ?" Tanya Hesti dengan sangat gembira memberikan senyuman terbaiknya ke om - om yang sekarang ada disampingnya mengemudi laju kendaraannya.
" Ada saja kamu pasti suka ? Tapi sebelum itu kita mampir makan dulu habis makan kita jalan - jalan gimana ?"
" Terserah om yang penting enak "
" Ok "
Mobil melaju dengan santai dan berhenti disalah satu rumah makan terkenal di kota itu . Hesti memilih menu makanan yang ada disana termasuk om itu .
__ADS_1
15 menit menunggu makanan pun datang disana berbagai makanan dan minuman telah tersedia didepan mata .Mereka pun menikmati hidangan dengan hikmat. Setelah makanan habis mereka melanjutkan ke salah satu toko baju dan kosmetik disana Hesti memilih dan membelinya pastinya menggunakan uang om yang sekarang sedang bersamanya.
" Sudah itu saja gak ada lagi ?"
" Gak om ini saja ?" ucap Hesti .
" Semua totalnya 1 juta 5 ratus pak " Ucap kasir yang menghitung barang belanjaan.
" Ini " Om itu membayarnya dengan menggunakan kartu.
" Makasih pak ,buk " Ucap kasir lagi seraya menyerahkan barang belanjaan.
" Iya sama - sama " Ucap Hesti dengan wajah yang berseri - berseri .
Didalam mobil ,Jantung Hesti berdegup kencang ,Hesti memikirkan apa yang akan dilakukan om ini terhadapnya apalagi hari ini Hesti mendapat belanjaan dengan total yang tidak sedikit .
Sseeettttt ....
Mobil berhenti dipinggir jalanan yang sepi disana hanya ada pepohonan besar dan rindang jalanan ini memang jarang sekali dilewati orang karna jalanan ini menuju kuburan angker kata sebagian orang.
" Om kok berhenti disini ?" Tanya Hesti yang sedikit panik juga gelisah.
" Kita istirahat dulu disini om capek nyetir terus" Ucap Om itu seraya tangannya meraba paha Hesti .
Deg
Jantung Hesti berdegup dengan kencang namun Hesti berusaha biasa saja dan menikmatinya .
***
Disekolah Enggar menunggu dengan duduk di ayunan sekolah .
" Belum dijemput kamu Enggar ?" Tanya Bu guru menghampirinya.
" Belum Bu, Bu apa bisa Enggar pinjam ponsel Bu guru buat nelpon mama ku ?" Izinnya.
" Ya bisa ,ini ?" Bu guru memberikan ponselnya ke Enggar .
Enggar pun memencet nomor telepon ibunya.
__ADS_1
Tut ...
" Enggar !" Teriak Hesti