KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
PENEGASAN DARI SUAMIKU...!


__ADS_3

Bab 12.


POV AZZAHRA


Aku menangis dan menangis. Akhirnya aku tertidur. Jam 11 aku terbangun dan ingat belum masak apa-apa. Aku langsung bangun dan keluar kamar menuju ke dapur. Dan memasak lauk seadanya, karena aku tidak membeli ikan seperti yang suamiku minta. Untung masih ada beberapa potong Ikan kemarin yang belum dimasak. Aku ngebut masaknya dan membuat kopi untuk suamiku disana. Aku segera ke sawah. Mereka bertiga tak Nampak batang hidungnya.


Sepertinya mereka sedang pergi bertiga. Aku segera mengunci pintu depan rumah dan pergi ke sawah. Sudah jam dua belas lebih lima sampai di saung. Mas Farhan sedang istirahat di saung.


“Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam, dek.” Aku mencium punggung tangan suamiku dengan takdzim dan segera membuka rantangnya. “Maaf mas, aku terlambat, tadi aku ketiduran jadi aku telat masaknya..” ucapku kepadanya.


“Gak papa dek. Kamu sakit?”


“Tidak mas, nanti saja aku ceritakan kalau mas sudah makan!”


“Iya dek, mas lapar, untung kamu segera datang. Tadi mas malahan pengen pulang abis ini, untung kamu sudah datang”


“Iya mas, makan yuk, ini nasi dan lauknya”


“Iya dek. Ikannya kok masih yang kemarin?” tanya suamiku.


“Iya, aku ketiduran mas!”


“Hm, kamu berantem lagi ya sama Ibu?”


“Iya mas, Ibu, Dona dan Mbak Santi tadi marah-marah. Mbak Santi dan Ibu marah ke aku, karena aku mengancam dona tadi malam!”


“Hm, ya maafin Ibu ya dek, nanti aku tegor Mbak Santi.”


“Aku sih gak papa mas, Cuma aku kalau ada main fisik aku tidak suka!”


“Hah, mereka ngapain kamu, sayang?”


“Ibu tadi menjambakku mas…Kalau hanya omongan saja, aku gak papa mas, udah biasa. Tapi kalau sudah menjambakku, aku mau melawan juga gak bisa, karena dia ibumu. Aku ya terima saja!”


“Wah, nggak bener ini! Ibu kenapa selalu mukul kamu atau main fisik ya, ke kamu. Mas gak habis pikir, Ibu bisa sekasar itu!” “Hm…Ya sudah mas, gak usah diperpanjang. Tapi aku mau nanya sama kamu boleh?”


“Boleh sayang, apa yang mau kamu tanyakan?”


“Kata Mbak Santi, kamu itu pacarnya Dona ya di SMA dulu?”


“Uhukk..” Dia batuk dan menyemburkan nasi dalam mulutnya.


“Uhuk uhuk uhukk…!”


“Pelan-pelan mas…!”sambil ku berikan segelas air putih kepadanya dan dia meneguknya.


“Apa? Pacarku di SMA? Kata siapa?” Suamiku mengeryitkan dahinya.

__ADS_1


“Kata Mbak Santi, mas!”


“Hahaha, dia memang mengejarku, tapi aku nggak pernah jadian kok sama dia. Aku nggak suka dari dulu sama dia. Dia sombong sejak Bapaknya jadi kaya!!”


“Hm, beneran mas?” tanyaku sambil menatap ke kedua netranya.


“Ya Allah istriku…..Beneran sayang, Mas gak boong!” jawabnya lagi.


“Ya sudah,” jawabku.


“Kan sudah mas bilang, dia itu ke rumahku terus, dia selalu memberikan barang ke Mbak Santi untuk menjodohkan aku dengan dia, tapi aku nggak pernah gubris dan selalu kabur kalau ada dia di rumah. Beneran sayang, kamu gak percaya sama mas?”


“Hmm…Aku percaya mas, sangat percaya..!” Aku menuangkan kopi ke dalam gelas plastik yang aku bawa.


“Ini Mas kopinya."


“Makasih sayang.” Dia mengambil rokok sebatang dan menyalakannya. Kopi dia sesap sedikit.


Tak lama kami pulang ke rumah. Setelah kami sampai di rumah, kami berdua masuk ke dalam rumah. Mereka belum pulang ke dalam rumah. Mas Farhan Mandi dan kami sholat Dzuhur berjamaah. Setelah itu kami istirahat tidur siang. Aku bangun karena mendengar suara berisik dari ruang tamu, dan aku bangun keluar kamar mau ke kamar mandi.


Kubuka pintu dan mereka terdiam. Aku langsung menutup kamar lagi dan berjalan ke kamar mandi. Setelah itu aku cuci rantang dan piring kotor dan kembali ke dalam kamar. Begitu sampai memegang gagang pintu kamar mbak Santi membentakku.


"Heh!! Mandul, dari mana?!!" tanyanya dengan nada keras. Aku menatapnya


"Dari sawah," jawabku dan membuka pintu kamar.


"Heh! Saya belum selesai ngomong! Main pergi aja! Farhan udah pulang belum?"


"Wah, enak ajah lo, tidur siang berdua, kayak orang kaya ajah!"


"Emang Si Zahra begitu, banyak tidurnya daripada kerjanya," sahut Ibu sinis. Aku menatap ibu tajam, dan masih diam. Ibu membuang mukanya ke arah lain abis bicara.


"Wah enak bener jadi mantu, siang tidur ngelonin suaminya" timpal Dona.


"Hmm...Mau kalian apa? Kamu jangan ngomong seenaknya ya, Don!!" Aku menatapnya.


"Loh, aku kan bilang apa adanya??1" sambil tertawa sinis dan memandang ke arah lain.


"Iya, tapi kamu nggak berhak menilai aku dan suamiku! Mau aku hajar kamu!"


"Hiiii takuuttt..." Dia meledekku dengan gerakan ketakutan.


"Hahahaha...Orang miskin aja belagu! Mandul pula!!" sahut mbak Santi. Aku datangi Mbak Santi.


"Apa hak mbak Santi mengomentari saya seperti itu?" tanyaku dengan suara agak meninggi.


"Ya kenyataannya kok!"


"Kenyataan apa? Kenyataan kalau mbak foya-foya dengan uang dari Ibu?" tantangku.

__ADS_1


"Eh, Berani lo ngomong kayak gitu ya ke gue?!!" Dia langsung berdiri dan menampar pipiku.


PLAAAKKK


Aku mengelus pipiku yang ditamparnya, panas dan pastinya merah. Tapi aku nggak bersuara atau mengaduh.


"Elo udah berani sama gue!!? Hah!!"


"Udah hajar ajah San, orang kayak gitu mah nggak usah dikasih hati...Hihihihi." Dona mengompori Santi.


"Emang nih ..!" Dia mendorong bahu depan kiriku.


 "Aku cuma nanya sama mbak Santi, kok mbak menamparku?"


"Ya emang kamu pantas...Mau dapat lagi tamparan dari gue!!"


"Heh mbak, saya nggak suka diperlakukan seperti ini...!" sahutku keras.


"Terus mau lo, apa?"


PLAAAKK


Dia menamparku lagi di pipi yang sama.


"Brengsek lo Mbak!"


PLAKKKK


Aku tampar pipinya dan dia sampai terjatuh ke belakang dan menahan badannya dengan tangan di meja.


"Sialan lo!" Dia ingin melayangkan kembali tangannya dan aku tangkis dengan menangkap tangannya dan kupelintir.


"Adddduuhhhhhh....Sakittt..."


"ZAHRA Lepasin tanganmu!!!" Ibu membantunya dan berusaha melepaskan tangan mbak Santi supaya tidak dipelintir olehku.


"Masih mau main tampar ajah!! Hah!!" ancamku.


"Adduhh yaaa ngggaakkk...?!?!!!"


Aku lepaskan tanganya dan dia mundur menjauh dariku. Dona yang sudah berdiri ingin membantu juga mundur satu langkah. Aku datangi ke Dona.


"Kamu, kalau berani menggoda suamiku, aku patahin kaki dan tanganmu! Ingat itu!"


"Iyy yyaaaa..Nggak" jawabnya ketakutan.


....


....

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2