
Bab 55.
POV ZAHRA
"Zahra, ini saya bawakan buah-buahan dan biskuit," ucap mas Basuki.
"Oh iya mas Basuki, terima kasih. Jadi merepotkan saja!" jawabku.
"Ah tidak, tidak merepotkan. Si Bulan mana? Kok gak gak kelihatan?"
"Itu tidur sama bapaknya. Aku bangunkan dulu ya mas Farhan, udah lama dia tadi nemenin Bulan tidur, eh dia nya juga ikutan tidur. Sebentar ya mas Basuki. Santi,, ambilkan minum buat mas Basuki dong," Ucapku tersenyum. Aku langsung berjalan ke kamar dan membangunkan suamiku.
"Mas, bangun, udah Ashar."
"Oh iya sayang. Eh enaknya tidur sama anakku yang cantik ini. Masih belum bangun juga nih anak?" Mas Farhan mencium kening Bulan.
"Iya, sana kamu sholat Ashar dulu, nanti kalau Bulan bangun aku mau mandikan dulu. Itu ada mas Basuki di luar dan Santi," ucapku pelan.
"Hm, beneran kaya si Santi. Kayaknya ada rencana busuk nya Basuki dan Dona. Kita waspada dek, jangan sampai meninggalkan Bulan sendirian,' ucap suamiku.
"Iya mas, besok dari pagi kita jaga Bulan dan kita pindahkan saja di kamar Ibu."
"Aku akan bersandiwara dulu," ucap suamiku dan berjalan keluar.
"Eh mas, udah lama?" tanya suamiku dan bersalaman dengan mas Basuki.
"Baru saja Han. Mau lihat Bulan ternyata masih tidur."
"Iya Bulan tadi tidur sama saya, itu masih belum bangun juga. Aku ke belakang dulu mas."
"Oh iya, monggo Han."
Mas Farhan berjalan ke kamar mandi. Aku dari dalam menutup pintu kamar. Dan menunggu Bulan sambil rebahan. Tidak lama kemudian mas Farhan masuk ke dalam kamar dan sholat Ashar.
Bulan tiba-tiba bangun, ngulet dan menangis. Aku langsung cek popoknya. Ternyata dia pipis, sekalian aku lepaskan juga bajunya karena mau mandi. Mas Farhan selesai sholat dan duduk disamping Bulan yang sedang dibuka bajunya.
"Sayang itu bak mandi dituangkan dulu air panasnya dan tuangkan air dingin juga supaya airnya hangat."
"Siap Mama." Suamiku senyum dan mencium pipiku langsung jalan ke kamar mandi.
Aku mengangkat Bulan dengan dibalut handuk.
"Eh, Bulan mau mandi, ya?" Tanya mas Basuki.
"Iya Pakde, Bulan mandi dulu ya.." Ucapku sambil berjalan ke kamar mandi. Setelah mandi aku gendong Bulan ke kamar untuk memakai baju. Mas Farhan sedang menemani mas Basuki mengobrol dan aku gendong Bulan ke depan untuk digendong mas Farhan setelah cantik.
"Mas, titip ya, aku mau beres-beres kamar dan bekas Bulan mandi tadi. Terus aku juga mau mandi dulu."
"Susunya sudah disiapkan?" tanya suamiku.
"Sebentar aku ambilkan."
Aku masuk ke dalam kamar dan mengambil susu di botol yang sudah aku siapkan untuk Bulan.
"Mas, ini susunya."
"Iya."
Aku segera membereskan bekas mandi Bulan dan setelah mandi aku kembali ke depan. Mas Basuki, Santi dan Mas Farhan sedang mengobrol disana. Aku langsung duduk di samping mas Farhan dan mengambil Bulan sambil memberikannya Susu ASI yang sudah kupindahan ke botol.
__ADS_1
"Aku pulang ya Han, Santi juga sudah meninggalkan warungnya lama!” sahut Basuki.
"Oh iya mas Basuki, terima kasih silaturahminya."
"Han, Zahra, kami pamit dulu," ucap Santi.
"Oke, hati-hati di jalan."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Kemudian mereka pulang. Bulan masih minum susu. Aku masih menunggu sampai Bulan selesaiminum susunya. Setelah selesai aku gendong dia dan tertidur.
Setelah sholat Magrib dan makan malam, kami bertiga berkumpul di teras.
"Ibu, besok pagi setelah sholat subuh, kalau Bulan mau tidur nanti ditidurkan di kasur Ibu ya. Kayaknya ada sesuatu yang akan dilakukan Dona dan Mas Basuki,” ucap suamiku.
"Ah, yang bener Han? Brengsek banget ya mereka? Kayak membayangi kita terus!" ucap Ibu.
"Iya bu, nanti saya dan Parman anaknya lek Jono akan mengintip dari warungnya. Kan kelihatan dari sana. Terus nanti Aku kasih guling kecil dan aku akan jebak dia waktu dia masuk ke kamarku."
"Hm, ya sudah mulai besok Zahra juga gantian nemenin Ibu di kamar Ibu,” ucap ibu.
"Iya bu."
"Apa sebaiknya kita nggak minta bantuan saja sama Polisi Han?" tanya ibu.
"Hm, nggak usah bu. Merepotkan saja!" jawab suamiku.
Sesudah Mas Farhan sholat Isya, kami istirahat.
Setelah Kami makan pagi bersama, mas Farhan mengatur kasur di kamar kami, agar terlihat seperti Bulan tidur. Aku sempat melihat dia mengaturnya untuk menjebak Basuki.
POV PENULIS**
Jam sembilan lebih Farhan ke warungnya Lek Jono. Pintu depan sengaja tidak kunci oleh mereka. Jam sepuluh kurang lima, ada mobil yang berhenti di depan rumah Farhan dan Basuki turun dengan menggunakan jaket hitam dan topi. Farhan melihatnya dan dia kembali mengintip dari warung lek Jono. Parman yang tidak dikenal oleh Dona memberikan informasi apa yang dilihatnya.
"Han, Si Basuki masuk ke dalam rumah. Mobil berhenti di jarak sepuluh meter depan rumah," ucap Parman yang pura-pura melihat ke arah mobil itu sambil duduk.
"Oke saya akan memutar ke gang dulu, nanti kamu mengajak ngobrol si Dona ya. Lek Jono jangan lupa videokan!" ucap Farhan mengatur pergerakan.
"Siap Han!" Jawab Lek Jono.
"Siap Han!" Jawab Parman.
Farhan langsung berlari memutar gang. Terlihat Dona di dalam mobil yang masih menyala mesinnya, dia terlihat tidak tenang.
Farhan memasuki rumah dan melihat pintu terbuka, dan dia langsung masuk ke kamar nya.
"Mas Basuki ngapain disini?" Terlihat basuki yang sedang berdiri dan geram karena telah tertipu.
"Sialan kamu!!!" Basuki langsung menendang Farhan dan langsung terjatuh duduk. Dia berusaha lari tapi ditendang oleh kaki Farhan, dia tersungkur dan muncul Parman yang berlari karena melihat Basuki terjatuh di teras.
"Heh!! Kenapa Lo!! Mau apa lo!! Bangsat!!" Parman langsung menendang dan memukuli Basuki sampai dia menutup mukanya dari pukulan Parman.
BUGH
__ADS_1
BBUGH
"Awwww..."
PAK
PAK
DUGH..
"Ampun!!" Teriak Basuki.
"Sialan lo mau maling ya!!" Farhan langsung menghajar Basuki kembali. Parman langsung berdiri, berlari ke arah mobilnya Dona dan mengambil batu yang besar kemudian dilemparkannya ke kaca samping supir.
PRAANKKKK.
"Keluar Lo!!" Teriak Parman.
Dona langsung memajukan mobilnya dan melaju ke tengah. Tapi Lek Jono dan beberapa orang tetangga sudah menghadangnya. Mobil berhenti dan Dona disuruh turun oleh Warga.
"TURUN!!" Lek Jono menunjuknya dari depan mobil.
Parman mengambil batu lagi dan memecahkan kaca depan mobil.
PRAANKKK
"Ampuunnnn...Jangan pukul saya!! Saya lagi hamil!!" Teriak Dona.
"Sini kamu!! Keluar!!" Parman menarik Dona keluar dengan Paksa.
"Ampun...Ampunnn!!" Dona menutup mukanya.
"SIALAN LO!!"
PLAKKK
Dona di tampar oleh Parman.
Dona akhirnya digelandang ke rumah Farhan bersama beberapa orang warga. Diteras tampak Farhan juga sudah mengikat tangan basuki dengan tali tambang. Mereka duduk bersimpuh berdua di lantai teras.
Muka Basuki sudah babak belur dipukuli oleh Farhan dan Parman.
"Ya Allah Basuki, Dona, kamu ngapain disini??!! Kamu mau apa di rumah ini??" Tanya Ibu geram.
"Ampun bu, saya nggak mau ngapa-ngapain!!" teriak Dona.
"Halah kamu ada apa dengan Basuki!! Mau nyulik Bulan ya??" Tanya Ibu.
"Tidak Bu!!" Jawab Dona.
"Halah dasar Maling!!"
"Udah hajar saja mereka berdua!!" Ucap salah satu Warga.
"Lek Jono sudah ada video nya?" tanya Farhan.
.....
.....
__ADS_1
BERSAMBUNG