KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
NINU KENA HIV


__ADS_3

Bab 90.


"Ya Allah, Ninu!" Santi langsung mengangkat Ninu yang tiba-tiba jatuh pingsan. Kompol Reza langsung mengangkat Ninu ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit.


"Ayo mbak Yanti! Kita bawa dia ke rumah sakit!!"


"Iya!" Jawab Yanti. Santi ikut ke dalam mobil dan Ninu di jaga oleh Santi di mobil. Warung langsung heboh, dan mereka yang makan mengerumuni mobilnya Yanti.


Mobil langsung dilajukan ke rumah sakit. Sesampainya dirumah Sakit, perawat langsung membawakan brankar dan menggotong Ninu ke atasnya. Ninu langsung dibawa ke UGD dan diperiksa. Dokter yang memeriksanya menyuruh untuk mengecek semua test darah yang hasilnya akan diketahui besok pagi.


Yanti langsung dirawat ke rumah sakit dan dia langsung diberi infus dan oksigen. Tak berapa lama kemudian Ninu siuman dan merasakan kepalanya pusing. Tiba-tiba dia muntah, suster disana membersihkannya.


Santi sudah membayar semua uang pemeriksaan di UGD dan perawatan di kamar inap.


Tak berselang kemudian, Santi masuk ke dalam kamar Ninu.


"Ninu, kamu kenapa bisa pingsan?" tanya Santi.


"Saya tidak tau bu. Saya memang kadang begini bu, pernah beberapa kali pingsan seperti ini waktu di warung karaoke dulu!"


"Oh, ya sudah, kamu istirahat saja, nanti saya ke sini lagi malam sambil membawa tas pakaianmu."


"Terima kasih bu, maaf saya merepotkan Ibu dan semuanya!" Ucap Ninu. Malamnya Santi datang ke rumah sakit hanya memberikan tas Ninu yang berisi pakaian. Kemudian dia pulang karena harus menutup warungnya.


Besok siangnya Santi dan Ramdani datang ke rumah sakit. Ninu masih terlihat lemas.


"Ibu, bisa saya minta ibu dan bapak ke ruang perawat?" tanya suster jaga saat itu.


"Ya boleh, yuk mas!"


Kemudian Santi dan Ramdani duduk di ruang perawat. Disana ada dokter jaga yang sedang memeriksa dokumen Ninu.


"Hmm...Maaf sebelumnya, Ibu siapanya pasien?" Tanya Dokternya.


"Ninu adalah karyowan saya. Dia baru empat hari bekerja diwarung kami. Memang kenapa dokter?"


"Beginibu. Saya kuatir dengan kondisi Bu Ninu. Dia positif terkena HIV!"


"Hah!!! HIV AIDS??" Santi dan Ramdani terngaga dan saling berpandangan.


"Iya bu, makanya kalau boleh tau apakah yang ibu jual? makanankah?" tanya dokternya.


"Iy-Iya dokter!" Santi sangat shok mendengar jawaban dokter jaga itu.


"Terus bagaimana dokter? Apa yang harus saya lakukan?" tanya Ramdani.


"Begini pak, jadi sebaiknya seluruh keluarga bapak dan Ibu diperiksakan ke lab dan pastikan mereka tidak terjangkit HIV ini!"


"Baiklah dokter. Jadi saya sekarang akan bertahap dan akan menutup dulu warung saya, karena dia dari pagi sudah bekerja disana!" Santi tampak was-was dan menangis .


"Sudah sayang, jangan berpikiran negatif dulu! Benerkan dokter?"

__ADS_1


"Iya bu, HIV tidak terluar melalui keringat dan air liur, kecuali dia ada darah dan darahnya masuk ke dalam darah kita. Jadi sebaiknya Ibu tak usah panik," Jelas dokter.


"Baik dokter, saya minta ke dokter surat untuk kami periksa sekarang ke laboratorium, bisa?"


"Bisa bu, sekarang saya buatkan!"


Mereka langsung memeriksakan darahnya ke laboratorium.


Kemudian Santi dan Ramdani pulang ke warungnya dan warung langsung ditutup. Semua pelayannya langsung di bawa k e rumah sakit oleh Santi dan Ramdani untuk periksa darah. Mereka bertanya-tanya, tetapi Santi dan Ramdani alasannya hanya untuk menjaga kesehatan saja supaya tidak seperti Ninu. Untuk sementara warung tutup. Sesudah dari rumah sakit, Santi dan Ramdani pergi ke rumah Farhan. Mereka masuk dan bertemu dengan Farhan di dalam rumah.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Farhan tolong panggil semuanya. Ibu, Zahra semua kumpul disini, aku mau kasih tau sesuatu!"


"Apaan San? Genting amat!"


"Iya memang genting! Antara hidup dan mati!" Mereka duduk di sofa ruang tamu. Setelah semuanya berkumpul Santi angkat bicara.


"Begini, ada hal gawat yang mau aku sampaikan!"


"Apa San?"


"Ninu pingsan sepulang dari sini. Dia dibawa ke rumah sakit dan diperiksa dia terkena HIV!" Jelas Santi.


"Hah HIV????!!" Mereka semua kompak menyahut.


"Kok bisa?" tanya Zahra panic.


"Ya, bisa saja, karena dia kan pernah kerja di warung karaoke!!" Jawab Santi.


"Jadi kita harus bagaimana, San?" tanya Zahra panik.


"Begini, kita semuanya harus ke rumah sakit sekarang untuk test darah!" Ucap Santi memberitahukan hal yang genting ini.


"Ya sudah, kita semua ke sana yuk!" Zahra dan Farhan juga Ibu segera bersiap-siap dan mereka semua ke rumah sakit bersama-sama. Setelah dari rumah sakit, mereka semua pulang ke rumah Farhan.


"Aduh repotin aja ya si Ninu itu?" ucap Zahra.


"Oh iya, kita belum memberitahukan Yanti dan Dona!" Sahut Zahra.


"Iya ya...!" Kemudian Zahra menelpon Yanti dan menceritakan kejadiannya. Akibatnya Dona dan keluarga semua berangkat ke rumah sakit untuk test darah. Hasil semuanya bisa dicek keesokan hari. Mereka semua menanti hasil yang belum pasti.


Besok mereka semua kembali lagi ke rumah sakit. Alhamdulillah hasilnya semua negatif termasuk seluruh karyawan warung, sehingga warung soto keesokan harinya bisa dibuka kembali.


Hal ini menjadi pelajaran bagi mereka dalam kehidupan mereka. Seluruh wanita di karaoke tersebut dites dan akhirnya ditutup oleh pemerintah daerah karena menjadi sumber penyakit.


*


Hubungan Yanti dan kompol Reza semakin hari semakin dekat. Yanti sering jalan bareng dengan kompol Reza. Mereka selalu janjian untuk bertemu setelah pulang kerja dan hal ini membuat Yanti jarang sekali pulang ke rumah orangtuanya.

__ADS_1


Rudi selalu menanyakan keberadaan Yanti kepada ibunya. Sudah dua minggu ini dia tak Pernah datang ke rumah untuk menemui Rudi yang sudah menganggap Yanti juga sebagai ibunya karena dari kecil Yantilah yang merawat bersama dengan pengasuh dan kedua orangtuanya.


Tidak munculnya Yanti juga menjadi pertanyaan bagi kedua orangtua mereka dan Dona sendiri. Beberapa kali ditelpon selalu alasan sibuk dan tidak bisa datang ke rumah. Suatu hari Dona mengajak Rudi dan pengasuhnya jalan ke Mall. Mereka sore ini sudah bersiap ke sana. Dengan taksi online mereke pergi ke Mall.


Sewaktu mereka di lantai dua ingin membelikan baju Rudi, Dona melihat Yanti sedang bergandengan dengan kompol Reza. Mereka tampak mesra sekali. Hal itu membuat Dona iri hati dengan hubungan Yanti dan kompol Reza.


"Ma, bunda..!" Rudi menunjuk ke arah Yanti.


"Bunda..!!" Teriak Rudi. Yantipun menengok dan mencari suara yang dia kenal. Ternyata suara


itu berasal dari seberang selasar mall. Yanti melepas tangan kompol Reza dan berlari mendekat ke Rudi. Dia langsung memeluk Rudi dan menggendongnya.


"Bunda jahat!" ucap Rudi.


"Jahat kenapa sayang? Kamu bertiga sama mama?" tanya Yanti.


"Kamu kemana aja sih?? Rudi mencarimu terus! Enak-enak aja pacaran!"


"Aduh Don, beneran aku memang agak sibuk karena urusin tender di dua perusahaan besar. Baru mau besok ke sana!" jawab Yanti.


"Itu bisa jalan sama pacarmu! Kenapa ke rumah tidak?" tanya Dona dengan nada ketus.


"Adduuhh. Maaf deh, itu mas Reza mendadak mengajak aku ke mall mau beli jaket!" balas Yanti malu.


"Halo, ini Dona ya?" tanya Reza.


"Iya!" Jawab Yanti dengan ketus.


"Saya Reza!" Reza mengulurkan tangannya. Dengan males Dona menyambut uluran tangan dari Reza.


“Halo ini pasti Rudi." Rudi melengoskan pandangannya.


"Tuh sayang, om Reza nanya ini Rudi bukan?" ucap Yanti yang merayu Rudi.


"Bukan!" Jawab Rudi.


"Hahahaha, kalau bukan kok mau digendong oleh bunda?" tanya Yanti sambil menciumi Rudi.


"Bunda jahat!" Jawab Rudi lagi.


"Ya sudah deh, bunda minta maaf sama Rudi ya, apa kita makan saja?"


"Tidak!" Jawab Rudi dan minta digendong oleh Dona lagi. Dona mengambil Rudi dan menurunkan Rudi agar berdiri di lantai.


"Mas, kita ajakin Rudi dulu yuk main di sana!" Sahut Yanti.


......


......


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2