KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
PELUKAN FARELL KE SANG NENEK


__ADS_3

BAB 99.


Dia diam saja.


"Ibu sudahlah jangan neko-neko. Santi kan sedang hamil, kasian psikisnya, kalau ada apa-apa sama calon anak kami, bagaimaa?" tanya Ramdani mengingatkan.


"Iya, ibu faham!" Jawabnya.


"Sayang, bagaimana kalau kamu nanti berdua saja dengan Ibu. Farell biar saja nanti tidak usah ikut ke sana.Mungkin Farell main dengan Rudi di rumah Dona!"


"Iya terserah dengan Ibu saja. Kalau aku ya harus bantuin masak disana," Jawab Santi dengan santai sambil memasukkan baju-baju yang sudah tidak dipakainya lagi.


"Hm, ya sudah. Kayaknya ibu malahan yang antusias tadi!"


"Ya tak apa- apa. Inikan hari sabtu, jadinya biasanya rame di warung kalau siang!"


"Iya sayang. Kayaknya kamu harus punya parkiran yang lebih luas deh. Parkirannya kurang luas. Kasihan tukang parkirnya atur parkiran mobilnya susah!"


"Hm, memang kayaknya aku harus pindah kali ya mas. Atau mungkin aku menyewa lagi rukoyang bekas bengkelmu?" Santi meminta saran kepada Ramdani.


"Hm, memang masih kosong?"tanya Ramdani.


"Masih mas, soalnya belum direnovasi lagi sama yang punya!"


"Cuma kamu harus hitung lagi biaya sewa nya itu, sayang."


"Iya, nanti aku hitung ulang deh. Kayaknya sih masih bisa mas. Malahan kalau diperluas akan aku bobol temboknya."


"Kamu kenapa tidak membelinya saja sayang?"tanya Ramdani.


"Hah, uang dari mana aku?" tanya Santi kaget.


"Itu uang hasil penjualan rumahmu kan bisa kamu pakai! Sisanya kamu pinjam saja sama Yanti. Pasti dia memberikannya!"


"Hm, iya juga sih mas, tapi aku harus nabung buat menggantikan tabungannya Farell. Tahun ini kan Farell masuk sekolah."Jawab Santi.


"Iya jangan pakai semuanya, aku sih memberikan saran. Tapi kalau kamu mau menolaknya tidak apa-apa!"


"Begini mas, kita kan perlu juga untuk kebutuhan melahirkanku. Terus biaya sehari-hari."


"Kan aku sudah memberikanmu uang bulanan? Kurang uangnya?" tanya Ramdani.


"Maksudku kalau aku pakai untuk beli ruko, beban juga. Atau kita beli ruko yang punya kamu saja dulu?"


"Ya terbalik. Mending ruko warung itu. Rukonya barokah sih sayang. Buktinya aku bisa orderannya banyak dan kamu juga makin maju!" saran Ramdani.


"Iya mas, tapi bagaimana dengan tawaran ku kepada Dona dan Yahya?" tanya Santi.


"Oh iya ya, ya sudah begitu saja dulu deh. Lupa aku kalau kamu sudah memberikan penawaran ke Yahya dan Dona!"


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Farell! Kamu kesini bantu ibu lipat baju ke kardus!" Pintu dibuka Santi yang melihat Farell datang.


"Ibu mainanku mana?" tanya Farell yang melihat semua mainannya tidak ada ditempatnya.


"Ada di belakang sudah ibu masukkan ke kardus!"


"Ibu mending semua mainanku kasih saja ke Rudi. Dia tidak banyak mainannya. Baju-bajuku juga kasihkan saja ke Rudi, biar Rudi tambah sayang sama aku...Hehehe!"


"Ah, kamu ini bisa aja. Iya boleh mainanmu boleh kok kasihkan ke Rudi. Nanti kamu bilang sama mama Dona mau, nggak?"


"Iya bu. Mama sekarang juga lagi banyak orderan tuh, baju-baju onlinenya laku keras!" jelas Farell.


"Wah, bagus deh," Jawab Santi senang.


"Kamu kok sebentar main disana?" tanya Ramdani.


"Tadi adek Rudi kan lagi mau bobo. Aku temAni sampai dia tidur saja. Aku mau mandi dulu pak!"


"Oh ya sudah, sana mandi dulu...."


"Iya bu." Farell langsung mandi. Bu Tugino yang sudah siap keluar dari kamarnya.


"Santi,aku pakai baju ini saja ya?" tanya Ibu menunjukkan baju yang dipakainya.


"Iya bu, pakai baju santai juga tak apa-apa bu!" Sahut Santi yang melihat Ibu mertuanya memakai baju terusan dan belum memakai Jilbab.


Farell keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke kamarnya, karena melihat neneknya sedang bicara dengan ibunya.


BuTugino yang melihat Farell masuk ke dalam kamar langsung menyusul Farell ke dalam kamarnya dan membuka pintu yang tidak dikunci.


Ceklek


"Farell...!!"


"Aaaaa....Nenek nih buka pintu sembarangan! Aku lagi pakai baju nek!" Farell marah melihat neneknya yang nyelonong masuk ke dalam kamar tanpa ketuk pintu.


"Maaf maaf Nak...!" Kemudian Ibu langsung menutup pintunya setelah meihat Farell sedang memakai baju di dalam.


"Hahahaha, Ibu nih bukan ketok pintu dulu ih. Kan di malu diliatin orang lagi pakai baju!" Ucap Ramdani.


"Eh iya maaf, Ramdani, kan ibu mau minta maaf sama Farell."


"Iya, tapi ibu harus ketok pintu dulu, jangan main asal masuk saja!" Balas Ramdani. Santi tertawa kecil melihat kejadian itu.


"Iya ya...!" Ibu duduk di kursi makan menunggu Farell keluar dari kamar.


Setelah beberapa menit Farell keluar dengan membawa handuknya dan mengelap rambutnya yang basah. Ibu Tugino berdiri dan mendekati Farell.


"Farell cucu nenek. Nenek minta maaf ya, sudah kasar ke kamu tadi malam." Farell diam saja. Kemudian dia memeluk neneknya.


"Iya nek. Farell juga minta maaf ke nenek, sudah sering berantakin mainanku." Mereka berpelukan agak lama sampai bu Tugino menitikkan air matanya. Ramdani dan Santi tersenyum melihat keakraban mereka.


"Nenek mau kemana kok sudah rapi?" tanya Farell yang masih merangkul neneknya.

__ADS_1


"Nenek mau ke warung soto ibumu. Mau ikut ke sana tidak?" tanya BuTugino.


"Tidak nek, aku mau ke rumah adek Rudi lagi. Dia mau ajak aku main disawah nanti sore. Jadi mungkin abis ini aku main kesana lagi!" Jawab Farell dengan ramah.


"Ya sudah, hati-hati ya disawah!"


"Iya nek. Nenek juga hati-hati di jalan."


"Iya."


Farell berjalan kembali menaroh handuk di rak handuk dan berjalan kembali ke dalam kamar mengambil tasnya kemudian pamit ke ibu dan bapaknya.


"Bu, Pak, aku mau ke rumah mama,"ucap Farell sambil mencium tangan mereka.


"Iya sana, hati-hati. Jaga adikmu ya nak!" Sahut Santi.


"Iya bu, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Farell keluar dan naik sepedanya menuju ke rumah Dona.


"Sayang sana mandi, Ibu sudah nunggu itu!" Sahut Ramdani.


"Iya mas, sebentar ya bu. Aku mandi dulu."


"Iya, ibu tunggu."


Setelah Santi mandi mereka berdua naik motor menuju ke warung sotonya Santi.


Begitu turun dari motornya, Ibu Tugino kaget karena banyak sekali motor dan mobil yang parkir di depan warung soto Santi.


"San, ini semua mau makan sotomu?" tanyanya heran.


"Iya bu, rata-rata mereka sudah langganan," Jawab Santi. Santi memarkirkan motornya disamping warungnya.


"Wah wah, ya pantas kalau kamu sibuk. Ternyata pelangganmu sudah buanyak juga ya??" Tanya IbuTugino.


"Ya Alhamdulillah bu. Ayo masuk, nanti ibu bisa istirahat saja dikamar. Nanti Ibu capek lagi."


"Ah, kalau melihat pelangganmu yang banyak begini, ibu bantu kamu ya masak atau beres-beres."


“Ah ya ndak udah bu, tapi ya terserah ibu. Dienakin saja ya!" Santi dan Ibu Tugino masuk ke dalam warung dan banyak pelanggan yang menyapa Santi.


"San, ibu mau bantu kamu di dapur boleh?" tanya Ibu.


"Boleh Bu....Minah, ini Ibu saya, nanti ibu saya bantu masakya di dapur. Dia mau bantu masak katanya."


"Iya bu. Saya minah bu, silahkan, dapurnya ada di belakang." Minah dan Ibu Tugino masuk ke dalam ruangan di belakang.


"Wah dapurnya besar juga ya, ini semua yang masak kamu?" tanya Ibu.


"Sudah ada bagiannya bu, saya kadang dilluar kadang membawa pesanan dari dalam.


Dia diam saja.


"Ibu sudahlah jangan neko-neko. Santi kan sedang hamil, kasian psikisnya, kalau ada apa-apa sama calon anak kami, bagaimaa?" tanya Ramdani mengingatkan.


"Iya, ibu faham!" Jawabnya.


"Sayang, bagaimana kalau kamu nanti berdua saja dengan Ibu. Farell biar saja nanti tidak usah ikut ke sana.Mungkin Farell main dengan Rudi di rumah Dona!"


"Iya terserah dengan Ibu saja. Kalau aku ya harus bantuin masak disana," Jawab Santi dengan santai sambil memasukkan baju-baju yang sudah tidak dipakainya lagi.


"Hm, ya sudah. Kayaknya ibu malahan yang antusias tadi!"


"Ya tak apa- apa. Inikan hari sabtu, jadinya biasanya rame di warung kalau siang!"


"Iya sayang. Kayaknya kamu harus punya parkiran yang lebih luas deh. Parkirannya kurang luas. Kasihan tukang parkirnya atur parkiran mobilnya susah!"


"Hm, memang kayaknya aku harus pindah kali ya mas. Atau mungkin aku menyewa lagi ruko yang bekas bengkelmu?" Santi meminta saran kepada Ramdani.


"Hm, memang masih kosong?"tanya Ramdani.


"Masih mas, soalnya belum direnovasi lagi sama yang punya!"


"Cuma kamu harus hitung lagi biaya sewanya itu, sayang."


"Iya, nanti aku hitung ulang deh. Kayaknya sih masih bisa mas. Malahan kalau diperluas akan aku bobol temboknya."


"Kamu kenapa tidak membelinya saja sayang?"tanya Ramdani.


"Hah, uang dari mana aku?" tanya Santi kaget.


"Itu uang hasil penjualan rumahmu kan bisa kamu pakai! Sisanya kamu pinjam saja sama Yanti. Pasti dia memberikannya!"


"Hm, iya juga sih mas, tapi aku harus nabung buat menggantikan tabungannya Farell. Tahun ini kan Farell masuk sekolah."Jawab Santi.


"Iya jangan pakai semuanya, aku sih memberikan saran. Tapi kalau kamu mau menolaknya tidak apa-apa!"


"Begini mas, kita kan perlu juga untuk kebutuhan melahirkanku. Terus biaya sehari-hari."


"Kan aku sudah memberikanmu uang bulanan? Kurang uangnya?" tanya Ramdani.


"Maksudku kalau aku pakai untuk beli ruko, beban juga. Atau kita beli ruko yang punya kamu saja dulu?"


"Ya terbalik. Mending ruko warung itu. Rukonya barokah sih sayang. Buktinya aku bisa orderannya banyak dan kamu juga makin maju!" saran Ramdani.


"Iya mas, tapi bagaimana dengan tawaran ku kepada Dona dan Yahya?" tanya Santi.


"Oh iya ya, ya sudah begitu saja dulu deh. Lupa aku kalau kamu sudah memberikan penawaran ke Yahya dan Dona!"


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Farell! Kamu kesini bantu ibu lipat baju ke kardus!" Pintu dibuka, Santi yang melihat Farell datang.


"Ibu mainanku mana?" tanya Farell yang melihat semua mainannya tidak ada ditempatnya.

__ADS_1


"Ada di belakang sudah ibu masukkan ke kardus!"


"Ibu mending semua mainanku kasih saja ke Rudi. Dia tidak banyak mainannya. Baju-bajuku juga kasihkan saja ke Rudi, biar Rudi tambah sayang sama aku...Hehehe!"


"Ah, kamu ini bisa aja. Iya boleh mainanmu boleh kok kasihkan ke Rudi. Nanti kamu bilang sama mama Dona mau, nggak?"


"Iya bu. Mama sekarang juga lagi banyak orderan tuh, baju-baju onlinenya laku keras!" jelas Farell.


"Wah, bagus deh," Jawab Santi senang.


"Kamu kok sebentar main disana?" tanya Ramdani.


"Tadi adek Rudi kan lagi mau bobo. Aku temAni sampai dia tidur saja. Aku mau mandi dulu pak!"


"Oh ya sudah, sana mandi dulu...."


"Iya bu." Farell langsung mandi. Bu Tugino yang sudah siap keluar dari kamarnya.


"Santi,aku pakai baju ini saja ya?" tanya Ibu menunjukkan baju yang dipakainya.


"Iya bu, pakai baju santai juga tak apa-apa bu!" Sahut Santi yang melihat Ibu mertuanya memakai baju terusan dan belum memakai Jilbab.


Farell keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke kamarnya, karena melihat neneknya sedang bicara dengan ibunya.


BuTugino yang melihat Farell masuk ke dalam kamar langsung menyusul Farell ke dalam kamarnya dan membuka pintu yang tidak dikunci.


Ceklek


"Farell...!!"


"Aaaaa....Nenek nih buka pintu sembarangan! Aku lagi pakai baju nek!" Farell marah melihat neneknya yang nyelonong masuk ke dalam kamar tanpa ketuk pintu.


"Maaf maaf Nak...!" Kemudian Ibu langsung menutup pintunya setelah meihat Farell sedang memakai baju di dalam.


"Hahahaha, Ibu nih bukan ketok pintu dulu ih. Kan di malu diliatin orang lagi pakai baju!" Ucap Ramdani.


"Eh iya maaf, Ramdani, kan ibu mau minta maaf sama Farell."


"Iya, tapi ibu harus ketok pintu dulu, jangan main asal masuk saja!" Balas Ramdani. Santi tertawa kecil melihat kejadian itu.


"Iya ya...!" Ibu duduk di kursi makan menunggu Farell keluar dari kamar.


Setelah beberapa menit Farell keluar dengan membawa handuknya dan mengelap rambutnya yang basah. Ibu Tugino berdiri dan mendekati Farell.


"Farell cucu nenek. Nenek minta maaf ya, sudah kasar ke kamu tadi malam." Farell diam saja. Kemudian dia memeluk neneknya.


"Iya nek. Farell juga minta maaf ke nenek, sudah sering berantakin mainanku." Mereka berpelukan agak lama sampai bu Tugino menitikkan air matanya. Ramdani dan Santi tersenyum melihat keakraban mereka.


"Nenek mau kemana kok sudah rapi?" tanya Farell yang masih merangkul neneknya.


"Nenek mau ke warung soto ibumu. Mau ikut ke sana tidak?" tanya BuTugino.


"Tidak nek, aku mau ke rumah adek Rudi lagi. Dia mau ajak aku main disawah nanti sore. Jadi mungkin abis ini aku main kesana lagi!" Jawab Farell dengan ramah.


"Ya sudah, hati-hati ya disawah!"


"Iya nek. Nenek juga hati-hati di jalan."


"Iya."


Farell berjalan kembali menaroh handuk di rak handuk dan berjalan kembali ke dalam kamar mengambil tasnya kemudian pamit ke ibu dan bapaknya.


"Bu, Pak, aku mau ke rumah mama,"ucap Farell sambil mencium tangan mereka.


"Iya sana, hati-hati. Jaga adikmu ya nak!" Sahut Santi.


"Iya bu, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Farell keluar dan naik sepedanya menuju ke rumah Dona.


"Sayang sana mandi, Ibu sudah nunggu itu!" Sahut Ramdani.


"Iya mas, sebentar ya bu. Aku mandi dulu."


"Iya, ibu tunggu."


Setelah Santi mandi mereka berdua naik motor menuju ke warung sotonya Santi.


Begitu turun dari motornya, Ibu Tugino kaget karena banyak sekali motor dan mobil yang parkir di depan warung soto Santi.


"San, ini semua mau makan sotomu?" tanyanya heran.


"Iya bu, rata-rata mereka sudah langganan," Jawab Santi. Santi memarkirkan motornya disamping warungnya.


"Wah wah, ya pantas kalau kamu sibuk. Ternyata pelangganmu sudah buanyak juga ya??" Tanya IbuTugino.


"Ya Alhamdulillah bu. Ayo masuk, nanti ibu bisa istirahat saja dikamar. Nanti Ibu capek lagi."


"Ah, kalau melihat pelangganmu yang banyak begini, ibu bantu kamu ya masak atau beres-beres."


“Ah ya ndak udah bu, tapi ya terserah ibu. Dienakin saja ya!" Santi dan Ibu Tugino masuk ke dalam warung dan banyak pelanggan yang menyapa Santi.


"San, ibu mau bantu kamu di dapur boleh?" tanya Ibu.


"Boleh Bu....Minah, ini Ibu saya, nanti ibu saya bantu masakya di dapur. Dia mau bantu masak katanya."


"Iya bu. Saya minah bu, silahkan, dapurnya ada di belakang." Minah dan Ibu Tugino masuk ke dalam ruangan di belakang.


"Wah dapurnya besar juga ya, ini semua yang masak kamu?" tanya Ibu.


"Sudah ada bagiannya bu, saya kadang dilluar kadang membawa pesanan dari dalam."


......


......

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2