KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
PERTEMUAN FARELL & BASUKI


__ADS_3

BAB 77.


Kemudian Basuki ke toilet dan keluar langsung menuju kamar Anngraeni. Dia langsung menuntaskan syahwatnya yang sejak tadi ingin sekali meniduri Anggraeni. Sehabis selesai dia ke kamar mandi mambersihkan badan dan membayar sejumlah uang kepada Anggraeni. Kembali dia masuk ke kamar Ninu yang sedang kesal karena tau kalau Basuki sedang bermesraan dengan Anggraeni.


"Mas Basuki, kemana aja sih? Pasti ke tempat Eni dulu ya?" tanya Ninu yang bersungut dan duduk di pinggir ranjangnya.


"Hm, iya, dari awal ke sini saya pengen banget sama dia! Abis ini sama kamu dong...Oke cinta...!" Jawab Basuki dan langsung menyosor Ninu. Merekapun langsung menambah dosanya dengan dua kali permainan.


Paginya Basuki bangun dan sudah agak siang karena matahari sudah masuk ke dalam kamar Ninu. Dia bangun dan duduk. Tubuhnya belum berpakaian dan langsung mengambil pakaiannya untuk dipakainya kembali.


"Mas Basuki mau kemana?" tanya Ninu.


"Sebentar Ninu ada urusan yang harus saya selesaikan. Aku mau pindah kontrakan," jawab Basuki.


"Wah, aku ikut dong, bagaimana kalau kita tinggal berdua saja mas? Kita kan bisa melakukannya kapan saja!”


"Hmmmm...Wah ide bagus tuh. Bagaimana kalau kamu ikut sekarang? Sekalian mencari tempat untuk kontrakan!" ucap Basuki.


"Gak bisa mas, nanti saya harus membayar ganti rugi ke warung ini dulu!" ucap Ninu memelas.


"Emang berapa yang harus diganti?" tanya Basuki.


"Tiga juta mas, nanti aku akan bayarkan ke mbak Juniar jadi kita bisa langsung pergi dari sini. Bagaimana?" tanya Ninu.


"Kamu serius mau hidup di kontrakan sama saya?" tanya Basuki.


"Iya aku mau jadi simpanan mas Basuki saya. Lagi pula aku sudah males disini, banyak uang yang harus disetor, kalau sama mas Basuki asal dikasih uang belanja setiap bulannya, pasti tiap malam akan aku layani mas Basuki sampai puass...!" ucapnya.


"Hmm menarik...Kamu bereskan baju dulu sana, terus kita berdua ketemu dengan mbak Juniar, kamu akan saya bayarkan dan saya angkut langsung ke kontrakan baru kita nanti!" jawab Basuki.


"Baiklah mas, aku beres-beres dulu ya mas...Terima kasih mas Basuki, akhirnya aku sudah bisa bebas dari sini!" Jawab Ninu.


"Ya sudah sana, aku tunggu diluar!" ucap Basuki.


Kemudian Ninu membereskan baju nya dan memasukkan ke tasnya. Setelah berdandan rapi dia keluar dengan membawa tasnya menemui Basuki.


"Sudah Ninu?" tanya Basuki. Merekapun langsung menuju ke tempat mbak Juniar disebuah kamar.


TOK


TOK


"Ya," Jawab orang di dalam kamar.


Kemudian pintu terbuka dan muncul mbak Juniar.


"Hm ada apa Ninu?" tanya Juniar.

__ADS_1


"Mbak, saya mau mengajak Ninu keluar dari warung ini untuk saya jadikan istri, berapa yang harus saya bayar?" tanya Basuki.


"Hmmm, beneran kamu mau ajak Ninu?" tanya Juniar dengan serius.


"Iya, beneran."


"Ya sudah, kasih saya lima juta!" jawab Juniar.


"Loh, kan biasanya cuma tiga juta mbak!" sahut Ninu.


"Kamu kan primadona disini, gimana?" tanya Juniar.


"Baik, ini uang lima juta!" Basuki memberikan segepok uang ke Juniar.


"Wow, terima kasih! Bawa sana si Ninu!" ucapnya dan langsung menutup pintu dengan kasar.


"Ayo Nu, kita cari kontrakan dan bersenang-senang!" Basuki menarik tangan Ninu dan membantu membawa tas Ninu.


Mereka naik motor dan akhirnya dapat kontrakan yang terlihat lebih bebas karena satu rumah dengan dua kamar dan ruang tamu juga dapur dan ruang makan.


"Hm, bagus ya wi rumahnya. Kita beli perabotan abis ini, yuk. Pak saya lunaskan saja hari ini, saya cocok dan kami langsung masuk hari ini. Siang ini kita masuki perabotan nya semua!" ucap Basuki ke Pemilik rumah.


"Oh baik pak, saya siapkan kuitansinya," Jawab Pemilik rumahnya.


"Wah enak mas, aku belum pernah tinggal di rumah seperti ini. Aku akan masak mas, kebetulan aku bisa masak. Baik masak kue atau masak yang lain!" Ucapnya dengan semangat.


"Wah asik dong, kamu harus bisa menjadi istri yang baik...!" ucapnya dan senyum ke arah Ninu.


"Ini pak kuitansinya, untuk kontrak selama dua tahun. Dibasar cash pak?" tanyanya.


"Iya, cash. Ini uangnya silahkan dihitung!" jawab Basuki dengan memberikan uang kepada Pemilik rumah.


"Baik pak, ini semua kuncinya, saya serah terimakan ke bapak!" Ucap Pemilik rumah sambil menyerahkan semua kunci ruangan dan pintu.


"Baik pak, terima kasih. Saya mau beli perabotan dulu. Maklum saya baru datang ke wilayah ini dari luar kota!" ucap Basuki berbohong.


"Baik Pak Basuki, saya pamit dulu. Semua sudah selesai, semoga betah di rumah ini!" Ucap pemilik rumah dan berjabat tangan.


Basuki dan Ninu kemudian pergi ke toko perabotan, semua dibeli oleh Basuki dan mereka kembali ke rumah untuk menunggu kedatangan semua barangnya.


Sore itu semua barang datang dan mengisi semua ruangan yang kosong, sampai basuki menghabiskan uang tiga puluh lima juta seluruhnya. Tapi tenang uang masih banyak, dan Basuki malamnya mengajak Ninu ke toko baju. Mereka berdua membeli banyak pakaian baru.


Setelah borong pakaian mereka makan malam bersama di sebuah restoran mahal.


Disitu Basuki dan Ninu duduk di pojokan sehingga dia bisa melihat semua tamu yang datang setelah mereka.


Mereka memesan makanan dan minuman.

__ADS_1


Pada waktu makan, Basuki melihat sosok yang dia kenal, yaitu Yanti. Yanti sedang memesan makanan untuk dia bawa pulang karena orang tuanya memesan makanan kesukaan mereka. Yanti yang sudah memesan kemudian duduk dan melihat ke semua arah.


Basuki dan Yantipun saling menatap. Yanti tersenyum kecut tapi Basuki diam saja tidak berubah mimiknya.


"Sialan gue ketauan sama Yanti! Apa yang harus gue omongin nih ke dia kalau dia nanya siapa cewek ini?' Pikir Basuki.


Basuki melanjutkan makannya dan tak lama kemudian Yanti pulang setelah makanannya sudah jadi.


Sejam kemudian mereka pulang ke rumah kontrakan baru mereka. Basuki dan Ninu mandi bersama dan mereka bercinta sampai mereka berdua lelah dan kemudian tidur.


Besok siangnya Basuki pergi ke warung untuk bertemu dengan Muso yang janji akan mengerjakan rencana pembalasan dendam Basuki ke Farhan dan Zahra.


Sesampainya di sana dia tidak melihat Muso sama sekali dan ditanyakan ke semua orang mereka semua tidak ada yang tau.


Akhirnya Basuki pulang dengan tangan nihil. Begitu juga dengan tiga hari setelahnya tidak pernah ketemu dengan Muso dan dirumah Basuki sering uring-uringan. Ninu dan Basuki setiap waktu mereka ingin bercinta. Hanya waktu makan dan tidur saja mereka tak melakukannya.


Hari itu karena Basuki sudah sangat kangen dengan Farell, maka pagi itu dia naik motor ke warung sotonya Santi di Desa Gumati. Selama dalam perjalanan dia mampir di beberapa toko mainan dan memborong nya. Ke toko baju dan membeli beberapa stel pakaian.


Sesampainya di depan warung soto, Basuki turun dan masuk ke dalam warung soto Santi.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Ada apa kamu ke sini?" tanya Santi.


"Hmmm...Aku mau ketemu Farell, boleh??" tanya Basuki


"Hm, boleh saja. Sebentar aku pangilin ya!" Santi masuk ke kamar Farell.


"Farell, sini nak," panggil Santi.


"Iya bu, kenapa?" tanya Farell.


"Hm, sini, bapakmu mau ketemu!" panggil Santi. Farell keluar dan berdiri di depan Basuki dan mencium tangan Basuki.


"Farell bagaimana kabarnya?" tanya Basuki yang senang Farell mau menemuinya.


"Baik Pak. Bapak gimana kabarnya? Kok bapak sudah keluar?" Tanya Farell tanpa beban.


"Ya Alhamdulillah bapak sudah boleh keluar dua minggu lalu," Jawabnya.


"Hm, baguslah," jawab Farell.


"Bapak boleh ngobrol sama Farell? Eh iya...bapak bawa oleh-oleh buat kamu! Sebentar." Kemudian Basuki keluar dan mengambil semua oleh-oleh yang dibawa olehnya.


......

__ADS_1


......


BERSAMBUNG


__ADS_2