KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
ZAHRA BELI MOTOR BARU


__ADS_3

Bab 68.


"Iya, saya belum melakukan apa-apa, tapi kenapa saya dipenjara!!" Jawab Basuki marah.


"Loh kan sudah dibuka oleh Dona adanya persekongkolan dengan lo!! Hah!!" Balas Farhan.


"Gak bisa, saya tidak salah!!" Teriak Basuki yang tak mau terima.


"Hahahahaha, elo nggak denger apa waktu sidang kalau elo dapat duit dari Dona!! Jangan ngemeng aja lo!! Mau gue hajar lagi, HAH!!" Bales Farhan mengintimidasi Basuki.


Dia diam saja.


"Selamat Malam....!" Tampak seorang petugas polisi datang dan langsung menemui Farhan.


"Selamat malam Pak! Ini Basuki sudah tertangkap pak! Dia menghancurkan rumah saya!" kata Farhan.


"Baik, dia akan saya bawa sekarang ke kantor polisi, sebaiknya bapak dan beberapa saksi bisa ikut memberikan keterangan!" Ucap pak Polisi.


"Baik pak, kami akan ke sana!" Balas Farhan.


Kemudian Basuki digeret dan sebelumnya di borgol. Dia melihat ke Farhan dengan tajam.


"Apa lo!! Mau gue hajar lagi!!" ancam Farhan.


"Cuihh.."


PLAKKK


BUGH


"Ahhhh...!!"


"Cepat jalan atau kurobek mulutmu!!" kata pak Polisi. Dia akhirnya jalan menuju ke mobil pickup yang sudah menunggu. Kerumunan orang-orang dari tetangga yang menonton akhirnya semua bubar.  Farhan dan Yanti ke kantor polisi untuk memberi keterangan. Setelah dua jam kemudian mereka pulang ke rumah.


"Farhan, aku pulang dulu ya, nanti biar saya ganti kacanya!" ucap Yanti.


"Tak usah Yanti, biar aku yang ganti saja!" balas Farhan.


"Iya mbak Yanti, nggak usah, biar kami saja yang beli dan ganti!" ucap Zahra.


"Ya sudah, baiklah aku pamit pulang. Yang penting Basuki sudah tertangkap dan kalian sudah aman sekarang."


"Iya, mudah-mudahan besok-besok sudah tidak ada gangguan lagi," ucap Farhan. Kemudian Yanti dan Santi pulang. Farhan dan Zahra masuk ke rumah lagi.


Besok pagi sewaktu Basuki sedang di teras menyesap kopi, Santi datang ke rumah Farhan bersama dengan Farell.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Farhan, itu kaca mau dibeli kapan?" tanya Santi.


"Biar nanti saya ke toko kaca nanti siang."


"Ya sudah, Ibu dan Zahra sudah bangun belum?" tanya Santi.


"Sudah, Bulan masih tidur jadi dia masih dibelakang. Masak kali," jawab Farhan.


"Ya sudah, aku ke belakang dulu, sekalian mau kasih soto ayam ini, buat sarapan."

__ADS_1


"Ya sudah masuk saja."


Kemudian, Bulan bangun dan digendong oleh Farhan dan dibawa jalan-jalan. Setelah sampai di rumah lagi Bulan langsung diberikan makan oleh Zahra.


"Pa, kita ke rumah Paklek, yuk," ajak Zahra.


"Ngapain? Belum lama ini paklek dan bulek ke sini!"


"Iya main aja, ajak Santi dan Ibu juga. Santi sekalian main ke rumah paklek. Udah lama kan dia tak pernah ke sana!"


"Iya sih, tapi jangan sekarang ya. Aku mau ke sawah pagi ini, mau lihat sawah soalnya sebentar lagi musim tandur, Ma," ucap Farhan.


"Iya nggak papa, besok saja mas."


Santi keluar dari rumah hendak ke warung.


"Farhan, aku ke warung dulu ya..."Ucap Santi.


"Iya, eh iya San. Besok kita ke rumah paklek, ya!" Ucap Farhan.


"Boleh, jam berapa?" tanyanya lagi.


"Hm, ya abis sarapan saja supaya sampai sana masih pagi!" balas Farhan.


"Ya sudah, boleh. Besok aku siapkan lagi soto ayam buat dibawa ke rumah paklek!" sahut Santi.


"Ya nanti sore aku ke swalayan dulu buat bawa kue ke rumah paklek."


"Iya boleh. Yuk ah, Han, Zahra, aku pergi dulu ya ke warung!" ucap Santi.


"Iya," jawab kami.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Pa, kamu nggak mau beli motor?" tanya Zahra.


"Hm, untuk apa?" tanya Farhan.


"Ya untuk kemana-mana, kan kita bisa naik motor. Jadi bisa jalan-jalan juga atuh Pa!"


"Oh, mama pengen beli motor?" tanya Farhan menggoda.


"Bukan buat mama, buat papa ke sawah!"


"Hahahaha, sawah juga dekat saja, ngapain pake motor ke sana?" tanya Farhan.


"Ah papa, mama juga kadang pengen jalan naik motor!" Ambek Zahra.


"Ya sudah, kita beli motor besok ya! Mama punya uangnya, kan?" tanya Farhan meledek.


"Iya nanti kita patungan aja belinya. Moso suamiku yang sugih beli motor aja pake patungan?? Huh!" Jawab Zahra dengan nada ketus tapi becanda.


"Isshhh...cubit juga nih!" Goda Farhan.


"Hahahaha."


Besoknya Farhan dan Zahra berangkat ke Dealer motor dan membeli sebuah motor matic yang sedang booming.

__ADS_1


"Sudah sayang yang ini saja?" tanya Farhan.


"Iya Pa, yang ini saja. Eh ada warna merah nggak mas?" tanya Zahra kepada SPMnya.


"Ada mbak. Ya sudah kalau bisa mari kita isi formulir pemesanannya pak, bu," ajak SPMnya.


"Baik mas. Saya beli cash ya, saya tidak suka kredit! Riba!" Ucap Farhan.


"Baik Pak, silahkan." Kemudian bertiga berjalan ke sebuah ruangan untuk mengisi dan tanda-tangan formulir pemesanan dan pembelian motornya.


"Mas, Mbak, saya mohon maaf. Mas apa hubungannya dengan mbak Santi?" tanya SPMnya.


"Oh, saya adiknya! Kamu kenal dengan mbak Santi?" tanya Farhan.


"Iya mas, saya kenal dengan Santi. Santi pemilik warung soto ayam, kan mas?" tanyanya lagi.


"Iya, itu kakak saya. Kamu sudah kenal atau hanya sering makan di warung sotonya?" tanya Farhan.


"Hm, saya sudah kenal mas. Saya juga sudah pernah datang ke rumahnya dan bermain dengan Farell," ucapnya.


"Ohh begitu. Ya sudah kalau tak ada yang ingin diisi lagi, ini uangnya!" ucapku.


"Sekalian saja mas dibayar di kasir saja, mari saya antar!" ucap Radit yang jabatannya ternyata Supervisor itu karena kartu nama yang dia berikan kepada kami.


Setelah membayar, semua dokumennya dipegang dan mereka pulang.


Sampai di rumah Bulan minta digendong oleh Farhan.


"Jadi beli motornya?" tanya Ibu.


"Jadi bu dan sudah kami bayar semua," Jawab Farhan.


"Han, sini Ibu mau bicara," ucap Ibu.


"Iya bu, ada apa?" tanya Farhan.


Setelah mereka duduk di kursi Ibu bicara.


"Gini Farhan. Ini masalah Santi. Ibu punya kenalan di Pengajian, dia mau meminta Santi untuk menjadi mantunya. Ibu sih setuju saja, tapi kamu bagaimana?" tanya Ibu.


"Wah, kalau itu kan harus ditanyakan ke Santi nya bukan ke saya. Kalau saya, selama Santi bersedia ya nggak masalah. Ibu harus bicarakan dulu dengan Santi. Disana saya juga ketemu sama seorang Supervisor, dan dia kenal dengan Santi. Gelagatnya sih suka sama Santi, ya nggak sayang?" tanya Farhan ke Zahra.


"Iya bu, masalah seperti ini harus ditanyakan dulu kepada Santi, karena selain dia yang menjalani, dia juga kan punya Farell yang harus bisa disayang oleh suami Santi kelak!" balas Zahra.


"Iya sih. Kamu saja ya yang bicara, Han," ucap Ibu.


"Ya kalau hanya memanggil dia sih bisa saja. Tapi bu. Anaknya siapa sih yang mau sama Santi?" tanya Farhan penasaran.


"Ituloh, Ibu Tugino. Anaknya kan masih Perjaka, belum pernah menikah. Usianya juga sudah diatas Santi dan dia memang sibuk usaha jadi belum menikah. Nah ibunya ingin dia menikah dan bilang sama Ibu karena melihat Santi yang kuat menghadapi semuanya!" ucap Ibu.


"Ya saya sih setuju saja, tapi kan yang menjalaninya Santi bukan saya. Kita cuma berusaha dan mendukungnya."


"Iya Han. Itu Supervisor nya juga gimana menurut kamu?" tanya Ibu.


"Wah, kalau itu aku belum tau banyak bu. Nanti sekalian saya tanya sama Santi tapi kita bahas satu-satu dengan dia. Masalah basuki juga kan belum selesai semua!" ucap Farhan.


"Iya bu, semua nya harus dimulai dengan perkenalan, tak kenal maka tak sayang, bener nggak pa?" tanya Zahra.


....

__ADS_1


....


BERSAMBUNG


__ADS_2