KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
BASUKI TERTANGKAP


__ADS_3

Bab 84.


"Baikah, saya mau kerjasama dengan kamu! Tapi setelah itu saya mau kamu membantu saya agar saya cepat bebas!" Ucap Deden.


"Maksudnya apa? Apa saya harus membayar jaminan untuk kamu?" tanya Yanti.


"Tidak usah tapi setidaknya saya bisa dipenjara tidak dalam setahun!"


"Ya saya tidak bisa menjamin untuk itu! Tapi aku akan memberikan kamu keringanan tuntutan!" Ucapnya.


"Baiklah. Apa saya dikasih HP saya?" tanya Deden.


"Hm, bagaimana kapten?" tanya Yanti.


Setelah itu rencana langsung dilakukan, selama seminggu Deden menghubungi Basuki yang selama ini tidak bisa dihubungi.


Tiba-tiba Ponsel Deden berbunyi dan ternyata Basuki yang menelpon.


["Halo Maaf dengan siapa ini?"] Deden.


["Halo Deden, ini gue Basuki!"]


["Hah,  elo dimana Bas?"]  Deden.


Deden memberikan kode kepada seorang polisi dari dalam penjara. Ponsel Deden yang sudah disadap oleh Polisi segera dilacak oleh polisi dimana keberadaan Basuki. Deden disuruh bicara terus beberapa menit sampai Polisi mendapatkan titik posisi Basuki berada.


["Elo dimana, Bro?"] tanya Deden.


["Gue di Jakarta Den! Elo ketangkep nggak?"] tanya Basuki.


["Oh, nggak lah, buktinya elo bisa telpon gue dan gue telpon elo nggak bisa-bisa karena Muso sudah tewas Bro!"]


["Iya gue tau, soalnya dia kena dua kali!"]


["Elo di Jakarta mana, Bro?"]


["Ada lah, gue masih menginap pindah-pindah!"]


["Oke deh elo hati-hati, bro!"] ucap Deden.


["Iya elo harus jaga kesehatan broo!"]


["Siap, udah dulu ya bro...!"] Ucap Deden.


["Oke deh, elo juga broo!"]


Kemudian Ponsel dimatikan.


"Bagaimana, Pak? Sudah tau posisinya?" tanya Deden.


"Sip...!!" ucap kapten.



Malam nya, di suatu tempat Basuki sedang tiduran dengan Ninu.


"Sayang, kita makan siang dulu yuk!" Ucap Basuki.


"Iya mas, kita makan diluar saja, kalau pesan hotel mahal mending sekalian kita jalan ke sana. Di samping sebelah sana banyak yang jualan mas!"


"Iya yuk...!"


Malamnya mereka setelah makan malam tidur karena rencananya mereka akan pergi ke Sumatera untuk kabur untuk menghilangkan jejak


Polisi yang ipimpin Kapten Reza segera mengejar ke Jakarta setelah mereka mendapatkan titik keberadaan Basuki. Setelah mereka mendapatkan hotel dimana Basuki menginap malam itu beberapa polisi langsung begerak untuk menangkap Basuki.


Polisi menggunakan room service untuk mengetuk pintu kamar Basuki.

__ADS_1


TING TONG


TINGTONG


"SIapa itu? Dek...Kamu pesan apa?" tanya Basuki.


"Hm nggak pesan apa-apa mas." Jawab Ninu.


"Hm, kamu beneran tidak pesan apa-apa?" tanya Basuki heran karena kamar sudah dimatikan lampunya.


Kemudian Basuki menyalakan lampu dan memakai kaosnya dan mengintip kaca kecil di pintu yang bisa melihat ke depan pintu.


"Kok room service, ada apa?"


Basuki membuka pintu.


"Ada apa mas?"


"Angkat Tangan!!" Basuki langsung didorong oleh dua orang polisi dan tangannya langsung diborgol. Basuki tak bersuara.


"Pak, ada apa?" tanya Ninu panik.


"Kami ada surat penangkapan untuk bapak Basuki! Dia terlibat dalam aksi perampokan kantor Ibu Yanti!" Ucap Kapten Reza.


"Kok begitu pak polisi?"


"Ibu siapanya?"


"Saya istrinya!"


"Kalau ibu mau mengetahuinya bisa ke kantor kami saja di Bandung!" Ucap Kpten Reza


"Mas, kamu merampok siapa?" Basuki diam saja.


"Mas Jawab mas!" Ucap Ninu.


Selama dalam perjalanan Basuki diborgol, dan langsung dimasukkan ke dalam sel di kantor polisi. Kapten Reza langsung mengirimkan pesan kepada Yanti.


"Alhamdulillah, Basuki sudah tertangkap!" Begitu Yanti membaca pesan singkat dari Kapten Reza.


Beberapa minggu kemudian Yanti datang ke Penjara dimana Dona dipenjara. Sebelumnya Yanti mampir ke rumah orangtua Yanti yang mengasuh anak Dona dan membawa anaknya yang sudah usia setahun lebih itu.


\====


Flash Back.**


Pada waktu Dona melahirkan, Yanti sempat datang ke penjara untuk menjenguk Dona. Dona melahirkan seorang anak laki-laki. Dona memberikan nama Rudi Siswanto.


Dona tak bisa merawat anaknya itu di dalam penjara, oleh karena itu Dona mempercayainya ke Yanti untuk merawatnya. Yanti yang sudah tak tinggal bersama dengan kedua orangtuanya menitipkan anaknya Dona ke orangtuanya dengan mempekerjakan seorang baby sitter. Selama itu Yanti sering mampir ke rumah orangtuanya untuk melihat dan ikut merawat Rudi.


Hari itu Yanti, Rudi, dan kedua orangtuanya ikut mengunjungi Yanti di penjara. Rudi sudh sangat kangen dengan ibunya, walaupun dia tidak bersama ibunya setiap hari, Rudi selalu senang dan memeluk Dona kalau sedang bertemu denganya.


"Rudi sayang...!"


"Mama...!" Mereka berpelukan dan Dona pun menangis.


"Rudi sehat, Nak?" Rudi masih memeluk Dona dengan erat seakan ibunya itu sudah lama tak ditemuinyal. Hati seorang anak, walaupun ibunya jauh pasti mencarinya. Ikatan hati mereka sangat kuat.


"Eh Pah, Mah, Sehat?" Mereka pun berpelukan.


"Sehat nak. Bagaimana kamu? Kapan kamu bebas?" tanya Ibunya.


"Hm, mungkin dua bulan lagi aku akan bebas bu! Aku sudah rindu dengan mas Basuki!” Walaupun dia tak pernah bertemu dengan waktu yang lama.


"Mbak Dona. Sudahlah jangan mikirkan dia dulu, biarlah dia dengan kegiatannya sendiri. Kalau mbak Dona sudah keluar, kita akan berkumpul kembali bersama. Dan kakak juga bisa bantu aku untuk urus perusahan kita!" ucap Yanti.


Mereka tidak lama bertemu dengan Dona, karena waktu yang terbatas.

__ADS_1


Kasus Basuki diproses sampai pengadilan dan dia dijatuhkan kurungan selama dua tahun. Selama proses siding, Yanti selalu datang dan memberikan kesaksian. Dalam dua bulan proses pengadilan pun selesai. Basuki dengan Deden berbeda lama tahanannya. Deden hanya dikurung dengan satu tahun dua bulan saja.


Dona pun bebas, dia dijemput oleh keluarganya. Semua senang Dona akhirnya bebas dan mereka merayakannya dengan makan di rumah makan soto Santi.


Mereka naik mobil menuju ke sana.


"Dek, kita mau kemana?" tanya Dona.


"Kita harus merayakan kepulangan kakak dengan istimewa," ujar Yanti.


"Baiklah, terserah kamu."


Kemudian Mobil pun berhenti di depan sebuah warung soto. Ya, warung soto Farell!.


"Yanti, ini warung soto punyamu?" tanya Dona begitu mereka sampai di depan warungnya.


"Bukan, tapi kamu harus makan disini, karena ini warung soto terkenal! Tuh lihat banyak sekali kan pelanggannya!" Jawab Yanti.


"Yanti, ini warung soto terkenal itu? Yang punya temanmu itu ,Yanti?" tanya Ibunya.


"Iya bu, ada kok menu lain selain soto, ada rawon, ada bakso juga!" jawab Yanti.


"Wah, lengkap ya!"


"Iya yuk kita turun yuk! Dijamin deh, kita bakalan puas makan disini!" ucap Yanti.


"Hmm...Oke yuk kita turun!"


TOK TOK TOK


Kaca mobil Yanti diketok oleh Ramdani dari luar. Yanti membuka kaca mobil.


"Ya mas Ramdani!"


"Kok belum turun?" tanya Ramdani.


"Iya, ini mau turun," Jawab Yanti.


Mereka turun dari mobil dan berjalan ke dalam. Mereka semua bersalaman dengan Ramdani.


"Mas, ini kenalkan Dona!' Ucap Yanti ke Ramdani.


"Ramdani." Mereka bersalaman dan semua masuk ke dalam warung.


"Dona!" Ucap Santi yang sedang menjaga kasir. Dia berdiri dan menghampiri Dona.


"Santi...Kamu yang punya warung ini?" tanya Dona.


"Iya, ini warungku. Kamu apa kabar Dona?" Santi memeluk Dona dan mereka saling berpelukan lama. Mereka berdua menitikkan airmata.


"Eh, ayo kalian duduk, itu ada meja kosong!" ujab Santi yang masih menghapus air matanya. Santi berjalan sambil mempersilahkan mereka duduk dan dua meja digabungkan.


"Ini anakmu, Dona?" tanya Santi.


"Iya, Rudi namanya. Rudi salaman sama mama Santi!" Ujar Dona menyuruh anaknya menyalami Santi.


"Halo Rudi. Anakmu cakep!" Ucap Santi.


"Ma...!" Rudi minta gendong Santi


"Sini sayang." Santi menggendongnya. Rudi anteng dan senyum melihat ke wajah Santi.


.......


......


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2