
BAB 82.
Di lain tempat Basuki yang sudah bangun pagi itu langsung mandi dan memakai kaos.Rencananya dia akan keluar bersama dengan Ninu ke toko emas. "Sayang sudah siang?" tanya Basuki.
"Sudah mas, eh kok kamu pakai wig begitu? Jadi nggak kenalin deh aku. Kamu ganteng banget sih pake rambut panjang seperti itu? Pakai kacamata dong, mas!"
"Aku tidak punya kaca mata sayang, kamu punya?" tanya Basuki.
"Ada kacamata gaya, mau pakai?" tanya Ninu yang kagum dengan kegantengan Basuki dengan wig rambut panjang. Kemudian dia mengambil kacamatanya di dalam kamar dan memberikannya kepada Basuki.
"Ini mas, pakailah. Kamu tambah cakep deh!"
"Sebentar." Kemudian Basuki memakainya dan masuk ke kamar, berdiri di depan cermin.
"Hm, beda ya aku sayang?"
"Iya aku suka gayamu kayak begini mas. Pakai begini saja supaya kamu lebih pede!" Jawab Ninu. Kemudian mereka pergi ke toko emas dan pulang ke rumah kembali.
Di rumah, Ninu masak untuk makan siang dan Basuki menelpon Muso.
"Halo, Mus. Gimana apakah ada yang cari kita?" tanya Basuki.
"Tenang bro, belum ada kok! Gue aja ada di warung ini, amaan bro...Enak kan hidup lo??" Tanya Muso.
"Gue takut aja Polisi sudah bergerak. Tapi beneran nggak ada yang cari ke warung?" tanya Basuki.
"Hm, tak ada siapa-siapa disini. Tenang aja, kalau elo mau kesini ke sini aja! Hahahaha," jawab Muso.
"Hm ya sudahlah, gue agak takut sih. Jangan sekarang deh Bro, nanti kalau ada apa-apa telpon gue ya!" ucap Basuki dengan nada was-was.
"Hm oke!"
Beberapa hari kemudian Basuki sakit, dia demam dan Ninu mengurusnya dengan baik.
"Nu,aku mau tanya!" ucap Basuki.
"Ada apa mas?" tanya Ninu
"Punyamu sehat nggak sih? Punyaku kok sakit ya dan gatel!" ucap Basuki menerangkan.
"Masa sih? Aku memang dua bulan belum periksa, tapi semua tamuku pakai pengaman kok mas!" Jawab Ninu tak enak.
"Apa aku demam karena sakit kelamin ini, ya?" tanya Basuki was-was.
"Kalau begitu kita ke dokter kelamin saja mas, kita periksakan juga berdua!" Jawab Ninu.
"Kalau kamu sehat ya nggak usah. Tapi kamu mau, ya sudah , nanti malam kita ke sana!" Jawab Basuki.
"Iya mas, aku nggak mau kenapa-kenapa dengan kamu dan aku!" ucap Ninu.
"Ya sudah. Aku demamnya juga sudah turun. Kamu sudah masak?" tanya Basuki.
"Ya kalau begitu aku masak dulu ya sebentar." jawab Ninu.
Mereka makan bersama setelah Ninu selesai masak. Sorenya mereka berdua pergi ke klinik untuk memeriksakan ksesehatan kelamin mereka.
__ADS_1
Basuki masih menyamar, dia masih pakai wig dan kacamata. Memang beda tampang dia kalau dalam penyamaran.
Sesampainya di dokter kelamin ternyata mereka berdua terkena penyakit kelamin, dan mereka mendapatkan obat dari dokter supaya sembuh.
Selama berhari-hari mereka tak keluar rumah dan tidak melakukan hubungan intim karena sakit kelamin.
**
Setelah sepuluh hari dari perampokan itu, Muso datang lagi ke Warung Karaoke itu. Muso yang sedang di warung ditemani oleh seorang wanita sore itu dan minum bir. Muso menanyakan kondisi warung itu setelah mereka melakukan perampokan. Dari info yang dia dapat, tak ada yang mencari Muso ataupun Basuki.
Tak lama kemudian ada seorang memakai kaos duduk di bangku depan. Dia merokok dan memesan bir kepada seorang pelayan. Dia tampak sendirian melihat ke jalan raya. Muso menghampirinya.
"Sore pak, wah sendirian saja nih?" tanya Muso.
"Iya pak, saya lagi penat, biasalah ingin menyendiri saja. Bapak sering ke sini?" tanya dia.
"Iya saya juga sering ke sini. Biasalah bertemu dengan kawan juga. Saya Muso, pak!" Ulur tangan Muso ke orang itu.
"Saya Reza, panggil saja Reza!" Pak Reza menyambut tangan Muso.
"Bapak Reza usaha, apa?" tanyanya.
"Hm, saya luntang-lantung pak, belum ada kerjaan juga!" jawabnya.
"Maksudnya? Belum punya pekerjaan?" tanya Muso.
"Iya, saya ada hutang dengan kawan, banyak lagi. Sekitar sepuluh juta. Bingung mau cari duit kemana. Mana dia nagih terus, aku pengen cari duit yang kilat aja susah. Mau pesugihan tapi saya nggak mau, nanti saya yag jadi korban ataukeluarga saya jadi korban untuk menjadi tumbal! Tapi ya bagaimana? Bingung pak, saya!" Jelas Pak Reza.
'Wah, bisa diajak ikutan merampok nih...!' pikir Muso.
"Hmmm...Seperti apa tuh, pak?" tanya pak Reza.
"Ya biasalah kadang kalau adaa job dari luar! Pekerjaan ini agak sedikit bahya, tapai kalau mendapatkan uang pasti langsung bisa beli motor baru!" jawab Muso dengan santai.
"Wah menarik pak, pekerjaan apa? Kayak apa pak? Saya mau pak, daripada teman saya nanti menuntut macem-macem! Kerja apa sih pak?" tanyanya heran.
"Ya, kayak nyulik orang, merampok dan ya yang penting kita dapat uang lah!" jawab Muso.
"Hmmm..Saya pernah diajakin dulu sama kawan saya tapi dulu saya nggak mau pak! Tapi sekarang belum tau nih, ikut nggak ya? Abis bingung jaman sekarang untuk cari pekerjaan yang halal susah! Harus ada ilmu, lah saya SD aja nggak tamat!!" pak Reza seperti berfikir.
"Ya, itu sih terserah bapak. Kayak kemarin itu kami merampok sebuah kantor, lumayan dapat uang masing-masing seratus juta lebih per orang! Kita jalaninya juga rapi, pak! Hahahaha," Sahut Muso.
"Wah, sekali merampok segitu dapatnya?" tanya Pak Reza.
"Iya dong. Mau nggak bantu lagi jadi tim kami nanti! Kalau mau kita satu grup ada empat orang, satu teman saya juga ahli membobol lemari besi!" Ajak Muso.
"Ya maulah, kapan lagi ada rencana mau merampoknya?" tanya Reza.
"Hm, kapan ya? Sekarang ada sih order buat nyulik anak! Mau?" tanya Muso mendekatkan wajahnya ke kuping Reza.
"Wah, itu sangat riskan pak, dan ongkosnya juga palingan kecil!" Jawab pak Reza.
"Ya itu sih bisa diatur pak, bagaimana? Lima juta! Terus, kita bisa minta tambahan lagi dengan meminta tebusan kepada orangtuanya! bagaimana??" tanyanyalagi.
"Bolehlah.Emang tim kita siapa lagi, pak?" tanya pak Reza.
__ADS_1
"Ada namanya Basuki, dia yang kasih orderan menculik anak itu, pak Reza!" SahutMuso.
"Hm, begitu ya? Dia rumahnya di kota ini juga?" tanya pak Reza.
"Iya, dia kawan baik saya! Pokoknya tenang saja deh. Sekali melancarkan aksi kita dapat uang banyak! Kalau bapak mau saya telpon dia. Gimana?" tanya Muso.
"Bolehlah, tapi saya maunya nanti dimatangkan dulu rencananya! Karena ini kan menculik manusia bukan mengambil barang!" ucapnya.
"Iya, sebentar saya telpon dia!" Sahut Muso.
"Oke pak!" Muso menelpon Basuki untuk datang ke warung dan Basuki menyanggupinya.
"Gimana, pak?" tanya Reza.
"Iya dia mau datang ke sini sekarang!" ucapnya.
"Emang anak seperti apa yang kita harus culik?" tanya pak Reza.
"Anak kecil pak, dia itu keponakan Basuki dan dia kesal sama emak dan bapaknya, karena mereka si Basuki masuk penjara selama satu tahun lebih!"
"Oh, dia sudah pernah dipenjara?" tanya pak Reza.
"Sudah pak, bareng saya di sana. Beda sebulan saya dan dia keluar!" Jawab Muso.
"Hm, begitu ya...!"
"Iya pak! Ayo mau minum lagi ,pak? Nambah ya...Ini sudah habis birnya!" ucap Muso dan dia langsung memanggil pelayan untuk membawa dua botol bir lagi.
Pak Reza seneng sekali mendapatkan Bir gratis dari Muso.
Muso yang sudah mempunyai rencana untuk menculik Bulan dari tangan Farhan dan Zahra juga senang karena dia pastinya akan mendapatkan uang lagi dari Basuki.
Tak lama kemudian, Basuki datang dengan motornya dan turun mendekati Muso.
"Halo Bro...Apakabar?" tanya Muso.
"BaikBro..." Mereka berangkulan.
"Ini kenalin pak Reza, tim kita juga!" Jawab Muso.
"Hm...SayaBasuki pak Reza!"
"Reza...!" Mereka bersalaman. Mereka akhirnya, membicarakan mengenai penculikan Bulan. Beberaparencana mereka buat.
"Jadi bagaimana pak Reza? Sudah siap?" tanya Basuki.
"Sudah pak, siap! Kapan dilaksanakan?" tanya pak Reza.
"Bagaimana kalau dua hari lagi?" Usul Basuki.
......
......
BERSAMBUNG
__ADS_1