
BAB 86.
"Ibu!" Dona berdiri berjalan menuju Ibu. Dia mencium tangan Ibu.
"Ibu, maafkan aku!" Dona kemudian memeluk Ibu.
"Dona?"
"Iya bu, saya Dona!" ucapnya.
"Kamu sudah keluar dari Penjara?" tanya Ibu sambil memegang pipi Dona.
"Sudah bu, alhamdulillah, semoga saya dijauhkan dari semua perbuatan dosa!" Jawab Dona.
"Ya kamu sebenarnya anak baik, jangan mempunyai hati yang pendendam ya nak!" Mereka berpelukan lagi.
"Ayo Dona, duduk. Wah kita kumpul lagi. Oya, Zahra buatkan minum buat tamu dong..!" ucap Ibu.
"Iya bu, pada mau minum apa?"
"Apa saja Zahra, jangan merepotkan!"
"Sudah makan, belum?" tanya Ibu.
"Sudah bu santai saja. Tadi siang kami sudah datang ke warung sotonya Santi, kami makan disana. Rudi anak Dona senang sekali ketemu dengan Farell."
"Kamuanaknya laki-laki, Dona?" tanya Ibu.
"Iya Ibu, anak saya diasuh di rumah orangtua saya setelah saya melahirkan!"
"Hm, baguslah, kamu bantuin saja di kantor Yanti."
"Iya bu, rencananya saya akan kerja di kantor dek Yanti!"
Farhan yang mendengar berisik di ruang tamu keluar dari kamar. Sambil dia mengucek matanya karena bangun baru bangun tidur menamani Bulan daan adeknya.
"Eh, ada Yanti. Masya Allah, ini Dona?" tanya Farhan kaget.
"Iya Farhan, apa kabarnya?" tanya Dona.
"Hm baik," Jawab Farhan sambil bersalaman dengan Dona. Farhan duduk.
"Kamu kapan keluar?" tanya Farhan.
"Baru tadi pagi, dipercepat keluarnya, saya juga tidak tau!" Jawab Dona.
"Hm...Baguslah. Anakmu mana kok nggak dibawa?" tanya Farhan.
"Anakku nggak mau ikut! Dia tadi capek main sama Farell di warung Santi!" Jawabnya.
"Hmmm, kamu sudah ke sana?"
"Iya sudah."
"Basuki sudah tertangkap, mas Farhan!" Ucap Yanti.
"Oh, kapan?"
"Sudah lama, dan dia sudah dipenjara, tapi semoga dia kapoklah!" Jawab Yanti.
"Iya, berarti kawannya yang ikutan merampok kantormu itu juga sudah tertangkap?" tanya Farhan.
__ADS_1
"Iya. Kan hanya satu yang tertangkap dan satu lagi sudah ketembak mati!" Jawab Yanti.
"Siapa?"
"Muso!"
"Oh, Muso itu yang membantu merampok kantormu??" Farhan kaget mendengar jawaban Yanti.
"Iya, sebenarnya menurut pengakuan Basuki bukan dia yang mau merampok. Ide nya itu dari Muso, tapi Basuki malahan sebelumnya mau menculik Bulan!"
"Hah, menculik anakku??" tanya Farhan kaget.
"Iya, tapi keburu dia tertngkap! Kebetulan waktu itu kompol Reza yang menyamar sebelum penggerebekan dan dia yang menceritakan kepada saya!" Jawab Yanti.
"Hmmm...Kalau begitu mungkin sekarang sudah aman, ya??"
"Ya, tapi kita tetap waspada!"
"Ya, kita harus waspada dong!" Sahut Farhan lagi.
"Oh iya, satu lagi yang belum aku ceritakan kak!"
"Apa itu?"tanya Dona.
"Basuki sebenarnya punya wanita simpanan, namanya aku tidak tau, dia itu asalnya dari warung karaoke itu. Dan pada waktu penangkapan Basuki pun, dia ada bersamanya!"
"Hah! Siapa perempuan itu? Kakak tau darimana?" tanya Dona.
"Aku pernah melihat Basuki sedang makan dengan wanita itu dan ciri-cirnya juga sama dengan wanita yang pernah aku ketemu di warung makan itu!"
"Hmm,terus dimana dia sekarang?" tanya Farhan.
"Wah, nggak tau aku mas!" Jawab Yanti.
Di tempat lain pagi harinya, Basuki mendapatkan tamu spesial yaitu Ninu. Ninu yang sudah menunggu di sebuah ruangan tak sabaran untuk bertemu dengan Basuki. Basuki masuk ke dalam ruangan itu.
"Ninu!" Basuki langsung memeluk Ninu dengan erat. Dia rindu dengan Ninu, wanita simpanannya yang menamani dia waktu setelah merampok.
"Mas...Aku kangen sama kamu mas...huuuhuuu," jawab Ninu.
"Ayo duduk," Ucap Basuki sambil duduk berhadapan. Tangan mereka saling berpegangan.
"Mas, kamu berapa lama mas di penjara?"
"Aku divonis dua tahun dek!"
"Kamu kenapa, bisa ikutan merampok segala sih mas?"
"Ya aku tadinya nyuruh Muso untuk menculik keponakanku, karena mereka aku sempat masuk penjara dua kali! Tapi malahan Muso punya rencana lain ingin merampok kantor adek iparku!" Jawab Basuki.
"Memang siapa keponakanmu? Aku bisa menolongmu membalaskan dendamnya!"
"Bagaimana caranya?" tanya Basuki.
"Ya, aku bisa menjadi baby sitternya atau pembantu rumah tangga mereka!" Jawab Ninu.
"Hm, bagus kalau gitu begini. Mantan istriku itu punya warung soto, kamu datang saja ke sana minta pekerjaan dan jalankan rencanamu dengan perlahan. Kalau kamu nanti ketemu dengan keluarga kakaknya mantan istriku itu minta jadi pengasuh anaknya!"
"Hmmmm...Bisa juga mas! Tapi aku nanti tinggalnya sama mereka saja?"
"Iyalah, setelah kamu masuk, lakukan semua pekerjaan dengan baik. Lalu, kalau ada kesempatan kamu bawa kabur anaknya!"
__ADS_1
"Sip,kalau begitu aku akan mencobanya!"
"Kamu sekarang tinggal dimana?" tanya Basuki.
"Masih di rumah kita dulu mas, kan kontrakan masih ada enam bulan lagi. Dan uangmu juga masih banyak sama aku. Aku simpan semua!" Jawab Ninu.
"Hm, baguslah. Belikan aku ponsel, besok kamu kesini lagi!" ucapnya.
"Iya mas. Emang boleh kamu pake HP disini?"
"Boleh kok, semua pada punya ponsel disini!" ucap Basuki.
"Yasudah mas, aku mau pulang. Abis dari sini aku belikan ponsel baru buat kamu!"
"Sayang, sering ke sini ya!" ucap Basuki.
"Iya mas. Kamu gimana kelamin kamu? Sudah sembuh?" tanya Ninu.
"Sudah sayang. Makanya aku ingin sama kamu!"
"Hihihihi, tahan ya mas Basuki. Aku akan setia dengan kamu!"
"Ya sudah, terima kasih atas kunjungan kamu."
"Iya mas, aku pergi dulu ya, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Mereka berpelukan lagi dan Ninu keluar dari ruangan itu.
Besoknya, Ninu datang lagi ke penjara untuk memberikan sebuah ponsel baru dan nomernya. Setelah mereka bertukar nomer, Ninu pulang ke rumahnya.
Sesampainnya di rumah, Ninu menyiapkan sebuah tas untuk besok dibawa kalau dia diterima bekerja di warung soto milik Santi.
Besok paginya, Ninu langsung menuju ke warung sotonya Santi. Dia naik ojek dan berhenti jauh sebelum warung sotonya Santi dan dia berjalan ke sananya. Ninusengaja memakai baju lusuh agar bisa diterima oleh Santi bekerja disana.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Warung Santi sedang tak ada pengunjung, pagi itu Santi sedang beberes dan membantu menyapu warungnya.
"Ada apa, mbak?" tanya Santi.
"Eh..Eehmm Bu, saya mau melamar pekerjaan disini apakah ada lowongan?" tanya Ninu sambil memelas.
"Hmmm, kamu bisa masak?" tanya Santi.
"Bisa bu, saya sangat bisa kalau masak..." Jawab Ninu senang.
"Ya sudah aku memang lagi butuh tukang masak! Kamu boleh bekerja disini mulai sekarang kalau mau!" Ucap Santi.
"Wah, terima kasih bu...Terima kasih. Saya senang bisa langsung diterima oleh Ibu disini!"
"Kamu tinggal dimana?"
"Saya tinggal dikontrakan bu, jauh dari sini!"
"Kalau kamu mau kamu bisa disini tinggal kebetulan tukan masakku keluar kemarin karena mau menikah!” ucap Santi.
......
......
__ADS_1
BERSAMBUNG