KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
MENGUSIR DONA


__ADS_3

Bab 16.


POV AZZAHRA


"Ya sebentar." Aku bereskan dulu ember dan membanjur nya dengan air lantai yang ada sabunnya supaya tidak licin. Aku membuka pintu, Dona mendorongku dan aku terjatuh duduk karena tak ada pegangan.


"Aduhhh..." Untung juga karena aku menahan dengan tangan kananku sebelum pantat jatuh ke tanah sehingga tidak begitu sakit pantatku.


"Eh Zahra...Kenapa kamu?" Dia pura-pura perhatian.


"Adduhh...." Aku berdiri tanpa dia tolongin dan dia masuk ke dalam kamar mandi mematung di belakangku. Aku keluar dengan menahan sakit. Setelah aku diluar, masih berdiri di depan kamar mandi.


"Syukurin, baru tau rasa lo!! Gue jorokin mampus!!" Terdengar suara dari dalam kamar mandi.


"Kamu ngomong apa Dona, saya dengar dengan jelas lo? Saya mau buat perhitungan dengan kamu, saya tunggu kamu disini, saya masih di depan pintu!!!" Teriakku agak keras.


Tak ada suara dari dalam kamar mandi dan dia sepertinya lagnsung melaksanakan hajatnya. Aku masih berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menyender di tembok samping dekat dengan dapur.


Lama sekali dia gak keluar dan aku gedor lagi pintu kamar mandinya.


DOK


DOK


DOK


"KELUAR kamu!!"


"Iyy-yaaa!" Dia membuka pintu kamar mandi dan terdiam di dalam kamar mandi.


"Aaa-ddaa Appaaa Zahra?" ucapnya terbata-bata.


"Kamu tadi ngomong katanya kamu sengaja menjorokin aku...?? Danmengumpatku dengan kata Mampus tadi!!" Kutinggikan sedikit suaraku.


"Ngg-gaak kok...!" Dia mulai ketakutan.


"Halah jangan pura-pura kamu!! Sini keluar, mau aku bogem kamu!!" Aku tinggikan bajuku di lengan kanan dan kiri ku dan kukepalkan tangan kananku.


"Aampuunn Zahra...Maaf saya gak ada maksud begitu..." Dia terisak.


"Sini kamu, keluar!!! Cepat!!" Dia berjalan keluar dari pintu kamar mandi. Dia berdiri di depanku dengan terisak.


"Baru begitu ajah udah nangis kamu, sekarang terima nih pukulanku..!" Aku mengambil ancang-ancang pura pura memukul dia.

__ADS_1


"Aaahhhhh...Ampuunnn!!!" Kepalanku berhenti di depan mukanya.


"Ahhhhhhhh!" Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hahahahaha, takut kamu" Aku toyor jidatnya dan berjalan meninggalkannya. Sepertinya dia mengompol sehingga dia masuk lagi ke dalam kamar mandi. Aku masuk ke meja makan dan makan di meja makan sendirian.


Aku liat Dona masuk ke dalam kamar Ibu dengan tergesa-gesa. Setelah kumakan kemudian mencuci piringnya di cuican piring dan kembali ke kamar mandi untuk menyelesaikan cucian baju dan menjemurnya, kembali ke kamar. Aku bereskan kamar dan rebahan.


"ZAHRA...!!"


"Iya bu!" sahutku dari kamar.


Aku keluar kamar dan mendekat ke Ibu.


"Kamu buatkan Ibu dan Dona minuman teh manis panas. Kamu taroh saja di meja ini!" ucapnya.


"Iya bu"Aku ke dapur untuk membuatkan minum buat mereka dan menaroh nya di atas meja kemudian ke kamar lagi. Jam 10 pagi aku keluar menuju ke warung untuk membeli bahan masak berupa sayuran dan lauk ikan lele.


Kemudian, pulang dan menuju ke dapur. Melewati teras, aku melihat Ibu dan Zahra sedang minum teh manis mereka di sana. Aku lewat saja dengan cuek. Tampak Dona mengalihkan pandangannya ke arah lain. Begitu juga dengan Ibu.


Aku lewat dan menuju ke dapur masak untuk makan siang mas Farhan, suamiku. Setelah masak selesai, aku mandi dan menyiapkan rantang untuk dibawa ke sawah. Aku langsung keluar rumah membawa rantang dan melewati teras, dimana mereka masih ada disitu.


"Bu, aku pamit mau ke sawah!"


"Iya. Kamu sudah masak belum?" tanya Ibu.


"Mas... Makan dulu..!" Teriakku.


"Ya..." sahutnya.


Kemudian dia berjalan ke arahku. Aku mencium tangannya takdzim dan kami duduk di saung.


"Makan Mas, maaf ya, aku cuma bisa bikin masakan ini saja. Tadi aku jatuh di kamar mandi didorong oleh Dona....!" Terus aku ceritakan kejadiannya tadi pagi.


"Brengsek!!" Dia berhenti makan dan seakan mau balas dendam kepada Dona.


"Udah lah mas! Jangan diperpanjang. Untung aku lagi gak hamil, kalau aku hamil, aku akan keguguran itu..!"


"Iya sayang, aku akan buat perhitungan sama si Dona, hari ini dia harus keluar dari rumah!!" sahut suamiku.


"Udah mas...Aku nggak mau, nanti Ibu malah sakit lagi...!"


"Emang dia bisa seenaknya saja, main kasar sama kamu! Tidak bisa dia harus diusir dari rumah! Tamu kurang ajar," jawab suamiku kesal.

__ADS_1


"Ya sudah, tapi jangan main kekerasan ya mas...!" Mohon ku ke dia.


"Iya sayang, aku gedeg dengan si Dona, lagian dari awal mau ngapain sih dia ke rumah kita?"


"Ya mungkin Ibu atau mbak Santi yang menelpon dia...!"


"Ibu nggak punya HP kok...!"


"Ya mungkin saja pinjam HP nya mbak Santi...Mas." Setelah dia makan selesai kutuangkan kopi nya ke gelas plastik.


"Mas, ini kopinya..."


"Iya makasih sayang.."


Dia merokok dua batang dan mangajakku pulang. Sesampainya di dalam halaman rumah, mas Farhan berjalan ke samping rumah dan dia menyimpan cangkul dan parangnya. Kami masuk, disitu ada empat orang, ternyata ada tambahan tamu. Semuanya wanita.


"Eh Farhan, apakabar, Han?"


"Eh, pada ngapain lo disini?" Mas Farhan dan aku menyalami mereka bertiga.


"Ish, Farhan kok galak banget sih?" Aku kembali berdiri di dekat pintu.


"Aku tanya, kalian mau ngapain ke sini?"


"Ini loh Han, saya yang undang...!" ucap Dona. Mereka adalah teman-teman sekolah suamiku. Namanya Ani, Ana, dan Wina.


"Hm, bagus deh. Ini kalian yang mau bawa si Dona pergi dari sini,silahkan! Dia harus pergi dari rumah ini! Batas hari ini dia udah lebih dari 3 hari, tamu nggak boleh lebih dari  hari bertamu!!"


"Eh, kok gitu sih Han? Jahat banget lo sama si Dona!" sahut Ani.


"Iya, jahat amat lo!" ucap Ana.


"Eh, elo nggak pada tau ya...Dona itu udah sering membuat istri saya menderita! Tadi pagi saja dia sengaja mendorong istriku di kamar mandi! Bener nggak Don?" tanya suamiku dengan nada mengancam.


"Iy Iya..mas, Eh bukan begitu! Aku kan mau masuk dan Si Zahra menghalangi aku mau jalan ke dalam kamar mandi karena aku kebelet!" Ketiga temannya. langsung memandang ke Dona.


"Alah alasan! Kenapa kamu setelah menutup pintu teriak kegirangan karena berhasil mendorong si Zahra?!! HAH!! Jawab!" Dona nggak bisa menjawab.


"Lagipula kamu itu pernah menggampar istriku tanpa alasan yang jelas! Sekarang kamu angkat kaki sana, beresin kopermu! Sekarang Juga!" bentak suamiku.


"Jangan sekarang Han..Aku nggak tau mau kemana lagi!!!"


....

__ADS_1


....


BERSAMBUNG


__ADS_2