
Bab 83.
"Baik dua hari lagi saya akan ke sini. Tapi maaf saya pusing kepalanya, udah lama tidak minum bir, jadi pusing. Saya pamit pulang dulu ya pak Muso, pak Basuki!" ucapnya dan berdiri menyalami Muso dan Basuki.
"Mau kemana sih pak Reza kok cepat-cepat sih??" tanya Basuki.
"Saya pusing pak. Kaget saya sudah minum berapa botol tadi!"
"Masih sore pak, kan baru habis Magrib, kalau mau wanita penghibur pilih saja pak!" ucap Basuki menawarkan ke Reza.
"Wah, maaf broo, saya kalau wanita nggak mau, saya takut sama dosa, kalau minum bolehlah. Tapi kayaknya saya juga harus pulang, karena janji tadi saya pulang dengan uang ditangan ke Istri saya!" Jawab Pak Reza.
"Hm, baik pak, ini saya kasih uang buat pak Reza!" Ucap basuki sambil mengeluarkan uang satu juta rupiah dan memberikannya kepada pak Reza.
"Wah, Alhamdulillah, ini apa pak? DP atau apa?" tanya Pak Reza terlihat senang sekali mendapatkan uang satu juta dari Basuki.
"Angaplah perkenalan dari saya. Nanti kalau kita sudah berhasil menculik keponakan saya kan kita bisa dapat uang lagi! Kalau tidak dari tebusan ya dari penjualan anak!" Jawab Basuki meyakinkan.
"Baiklah, terima kasih banyak sebelumnya! Akhirnya istri dan anak-anak saya pasti senang melihat saya bawa uang banyak!" ucap Reza semangat. Uang tadi imasukkannya ke dalam kantong celana jean nya. Dia memakai jaket.
"Baik Pak Reza, hati-hati di jalan!" ucap Muso dan Basuki. Mereka bersalaman layaknya kawan yang sudah akrab. Pak Reza keluar dan berjalan kaki ke jalan raya.
"Gimana bro? Bisa dipercaya nggak tuh orang?" tanya Basuki.
"Keliatannya dia bisa kita jadikan team bro...Dia itu orang miskin pengen punya uang banyak! Dia sendiri tadi bilang hutangnya sepuluh juta!" jawab Muso.
"Ya, sudahlah. Kita minum lagi yuk!"
"Ayolah.. Eh elo kenapa nggak muncul-muncul di sini?" tanya Muso sambil meneguk bir dari gelas tinggi.
"Hehehe, gue sama Ninu ternyata kena sipilis bro! Untung gue langsung ke dokter kelamin cepat, kalau nggak gawat deh!" Jawab Basuki.
"Lah, kan Ninu setiap sebulan sekali periksa ke dokter dan tamunya wajib pakai pengaman!"
"Iya tapi waktu itu pernah sekali nerima tamu dia nggak pakai pengaman!" jawab Basuki.
"Wah, nggak boleh disini!" sahut Muso.
"Ya, kenyataannya begitu Bro! Dan gue udah nebus Ninu ke Maminya disini, lima juta!" Ucap Basuki.
"Wah, kebangetan itu si Mami! Harusnya kan perjanjiannya tiga juta!" Muso menggeleng-gelengkan kepalanya dan melanjutkan minum bir nya.
"Ya sudahlah, sudah resiko gue broo!" Jawab Basuki.
Setelah setengah jam berselang. Basuki ke toilet dan mendengar ribut-ribut di luar.
Ternyata ada beberapa polisi berpakaian preman yang sudah masuk. Muso berusaha kabur dan menggedor kamar mandi Basuki.
"Basuki! Ayo kabur ada polisi!" Teriak Muso.
Basuki keluar cepat.
"Hah? Polisi??? Ngapain mereka bro??"
__ADS_1
"Udah, ayo kita kabur!!!" jawab Muso sambil berlari menuju pintu belakang diikuti oleh Basuki.
Basuki dan Muso begitu sampai di pintu belakang dan membuka pintu sudah ada polisi dan Muso langsung mendorong polisi itu. Polisi itu terjatuh ke belakang dan langsung menembak Muso.
DOR
DOR
"Arrrrggghhhh....!!"
Bruuukk
Muso tersungkur ke Tanah.
Basuki yang melihat polisi tadi menembak Muso dia tendang pistolnya sehingga terpental jauh. Basuki lari setelah menendang juga polisi itu juga.
BUGH
BUGH
Polisi yang masih duduk di atas tanah.itu kembali tersungkur ke belakang dan tergeletak di atas tanah..
Basuki langsung lari sekuat tenaga menuju perkampungan dan menghilang. Muso yang tertembak dua kali akhirnya Tewas terkena peluru yang menembus jantungnya.
Basuki terus berlari dan dua polisi masih mengejarnya masuk ke dalam kampung.
Akhirnya dua polisi itu tidak bisa menangkap Basuki yang menghilang ke dalam kampung dan juga sawah itu dan kebun jagung.
Mereka kembali ke warung Karaoke dan disana sudah banyak orang yang berkerumun melihat kejadian penembakan Muso.
Ditempat yang tak jauh dari sana, Basuki segera berlari dan menaiki ojek pulang ke rumahnya. Basuki langsung masuk ke rumah dan masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang, ayo kita pergi!" Ucap Basuki sambil menurunkan tas besar dan memasukkan baju dan uang hasil rampokannya.
"Mas, mau kemana?" tanya Ninu bingung dan berdiri di samping Basuki.
"Kita pindah dulu ke kota lain! Muso tertembak dan saya tidak tau dia mati atau tidak!" Jawabnya dengan tegas.
"Hah! Tertembak? Sama siapa? Polisi???!!" tanya Ninu.
"Iya sama Polisi. Ayo kita kabur! Nanti kita bisa kontrak rumah lagi di kota lain! Ayo!" Ajak Basuki.
"Iya mas, aku ikut! Aku bereskan dulu baju!"
Basuki dan Ninu dari rumah mereka langsung ke arah terminal. Basuki memakai wig dan kacamata yang lain agar dia tidak dicurigai oleh pihak aparat. Mereka naik bis ke arah Jakarta dan rencana mereka akan pergi melancong ke Sumatera tempat saudara Basuki di sana.
KIta tinggalkan dulu perjalanan Basuki yang sekarang menjadi buron.
Pagi hari setelah malam penggerebekan itu, Yanti dikabari oleh Pihak kepolisian kalau pelaku perampokan yang bernama Muso, teman Basuki sudah mati tertembak. Polisi juga sudah menangkap Deden karena Deden mempunyai ciri dimana dia jalan pincang, dan Polisi juga sudah mengetahui kepandaian Bllly dalam membobol Lemari besi. Yanti pagi itu setelah siap melaju ke kantor Polisi untuk bertemu dengan Deden.
__ADS_1
Mereka duduk berdua di ruang interogasi ditemYunis oleh Serse yang menangani kasus ini.
Mereka sudah duduk berdua sebelum Deden dibawa masuk ke dalam ruangan itu.
Deden duduk.
"Kamu Deden?" tanya Yanti.
"Ya, saya Deden!" jawab Deden.
"Kamu sudah kenal lama dengan Basuki?" tanya Yanti.
"Belum, saya ketemu Basuki sore hari sebelum malamnya kami merampok kantor itu!"
"Itu kantor saya! Dan Basuki adalah ipar saya dan dia sudah pernah bekerja di perusahaanku. Kamu tau Basuki pergi kemana?" tanya Yanti.
"Tak tahu! Saya sejak Perampokan itu tak pernah lagi saling telpon. Dan saya juga tau bahwa Muso tertembak juga setelah Polisi menangkap saya!"
"Berapa kamu dapat duit hasil rampokan?"
"Pembagian rata, saya dapat sekitar seratus juta lebih! Lumayan untuk membeli beberapa barang dan tabungan yang saya simpan ditempat yang aman! Hahaha," Jawab Deden sambil meledek Yanti.
"Kamu bantu saya menangkap Basuki dan saya akan kasih tambahan lima puluh juta! Bagaimana?" tanya Yanti.
"Kenapa kamu sangat ingin menangkap Basuki!"
"Dia bajingan! Tapi dia adalah bapak dari seorang bayi yang telah dilahirkan dari rahim adik saya! Paham!"
"Oh, jadi karena hal itu kamu ingin sekali menangkap Basuki?"
"Iya! Saya ingin setelah dia tertangkap dan diadili, bisa menjadi suami yang baik bagi adik saya!" Jawab Yanti.
"Baik sekali kamu! Kamu tau kalau Basuki juga mau mencelakai keponakannya sendiri? Bahkan mau menculiknya juga!"
"Hah! Dia mau mencelakai keponakannya yang masih kecil itu???!" tanya Yanti kaget.
"Ya, makanya kamu harus hati-hati. Basuki sangat dendam kepada keluarga itu!" Sahut Deden yang sedang merokok karena diberikan rokok oleh Yanti.
"Baiklah, kalau kamu tidak tau dimana Basuki saat ini. Terima kasih dan saya tetap pada penawaran saya!"
"Bagaimana kalau saya menerimanya! Apakah saya bebas??"
"Tentu tidak! Tapi kamu harus mematuhi kami untuk membantu kami melacak keberadaan Basuki! Setelah Basuki tertangkap, kamu juga harus masuk tahanan sesuai dengan hukum yang berlaku. Tapi kemungkinan kamu akan mendapatkan keringanan karena membantu kami menagkap Basuki!!" Jawab Serse itu.
"Baiklah! Saya akan kerjasama dalam hal ini! Tapi saya minta satu permintaan!"
"Apa itu??"
......
......
BERSAMBUNG
__ADS_1