KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
RENCANA BUSUK BASUKI


__ADS_3

BAB 74.


"Iya Bu, saya masih belum sempat, Mungkin hari ini, karena besok kita berdua sudah ke warung di desa Damar. Mas Ramdani juga mau ke sana sekalian naroh alat las juga disana!" ucapnya.


"Jadi kamu buka disana?" tanya Ibu.


"Iya bu. Kan kebetulan sewa yang musgkel satu nya itu habis, mau saya pindahkan saja ke sana. Lagi pula di tempat awal kurang pelanggannya karena sudah sering ke musgkel punya pak haji Samuso!" Jelas Mahendara sambil mengunyah makanan.


"Hm, iya sih, tapi kan ke sana jauh Han! Ibu kalau mau ke sana bagaimana?" tanya Ibunya.


"Ya nanti bisa pakai motornya Santi atau aku jemput bu," jawab Ramdani memberikan saran.


"Ya semoga warung soto disana berkah, ya?" ucapnya.


"Iya amminn.." Sahut mereka berdua. Selama tiga bulan ini mereka pulang pergi ke Desa Damar dimana Paklek tinggal dari desanya mereka yang bernama Desa Gumati yang berjarak 15 kilometer.


Selama itu itu gangguan Basuki tak ada. Mereka sangat menjalYunisnya dengan rasa senang dan saling membantu.


*


Ditempat lain, hari itu Basuki bertemu dengan kawan lamanya di Penjara yang sudah keluar 4 hari sebelumnya. Mereka bertemu di sebuah warung makan dimana kawannya yang bernama Muso itu sering berkumpul dan mabuk-mabukkan disana. Basuki yang datang sendiri ikut bergabung dengan Muso dan kawan-kawannya.


"Hei Mus, apa kabar bro?" Mereka bersalaman dan berpelukan karena saling kangen.


"Wahhh Basuki! Apa kabar broo!! Ane baek-baek aja broo!" jawabnya.


"Alhamdulillah, kapan keluar? Kok tau nomer HP gue?" tanya Basuki.


"Gue pernah melihat elo di pengkolah ke Desa Gumati. Elo bukannya memang warga di desa sana?" tanya Muso. Mereka duduk di dipan bambu depan warung.


"Iya Mus, gue emang warga sana sewaktu gue masih berkeluarga!" Jawab Basuki.


"Loh, keluarga elo kemane sekarang?" tanya Muso yang menghisap rokoknya lagi.


"Gue udah cerai broo, bini gue juga sekarang sudah menikah lagi. Baru aja beberapa bulan lalu mantan bini gue itu menikah. Malas lah ke sana, anak gue juga sudah nggak mau ketemu dengan gue! Frustasi dia, bapaknya masuk keluar penjara! Hahahaha," jawab Basuki.


"Wah, ya nggak bisa begitu dong. Kan harusnya anak lo mau ketemu sama bapaknya, kan elo bapak kandungnya!" ucapnya lagi.


"Iya sih, tapi nggak taulah mungkin trauma gue pernah menyakiti keluarga mereka!" Jawab Basuki.


"Emang elo dulu masuk penjara kenapa, Bas?" tanya Muso sambil menerima sebotol bir yang diberikan oleh kawannya.


"Ini Bas minum dulu, untuk menghilangkan stress! Hahaha," tawa Muso yang memberikan gelas berisi Bir.


"Oke Mus, siapa takut! Gue juga senang kok minum Bir!" jawabnya.


"Ya sudahlah! Jangan dipikirkan dulu, noh di dalam ada wanita, tinggal pilih...Angkut broyyy! Hahahaha," jawab Muso.

__ADS_1


"Hm boleh juga, udah lama nggak ganti oli! Hahahaha," jawab Basuki.


"Siap bro...Eh terus elo darimana kok ke desa Gumati lagi waktu itu?"


"Gue mau ke rumah mantan bini gue, mau ketemu anak gue! Tapi anak gue ternyata ikut ke warung sotonya di desa Damar setiap hari! Jadi tidak bertemu dengannya, ya pulanglah ke kontrakan!" Jawab Basuki.


"Kontrakan? Wah, elo punya kontrakan?" tanya Muso.


"Bukan Mus, gue tinggal di kontrakan punya mertua gue!" jawab Muso.


"Wah, mertua lo kaya juga ya?" tanya Muso yang mantan perampok itu.


"Hm iya lumayan, dia punya tambak udang Mus, dan ada juga perusahaan konstruksi yang dipegang sekarang sama adek ipar gue!" jawab Basuki.


"Loh, bini elo kemana? Ada di kontrakan?" tanya Muso.


"Hehehe, bini gue itu lagi di hotel prodeo broo!" ucapnya


"Hah, lagi dipenjara??" tanya Muso kaget.


"Iya, waktu itu kan aku masuk penjara karena dia, aku membantu dia mau menculik keponakanku. Waktu itu aku punya istri dua. Jadi istriku ini hamil saat aku masih menikah dengan mantan istriku itu!"


"Kenapa dia mau menculik keponakan lo bro??"


"Hehehe, ceritanya panjang. yang jelas karena kejadian itu aku masuk ke hotel prodeo setahun lebih!" ucapnya kesal.


"Iya, gue masih dendam. Soalnya waktu itu gue belum sempet nyulik eh udah dikeroyok warga!" jelasnya lagi dan minum bir.


"Hmmm...Mau gue bantu gak bro?" tanya Muso.


"Wah mau bangetlah...ini yang gue tunggu-tunggu, tawaran kerjasama!" ucapnya.


"Tapi gue pengen elo juga bantu gue bro!" jawab Muso dengan nada serius.


"Hmmmm..Apa itu Mus? Gue harus lakukan apa?" tanya Basuki serius.


"Hm, gue mau elo batntu gue merampok di rumah mertua lo! Gimana??" Alis muso bergerak-gerak.


"Hah!! Lo gila, gue bantu elo untuk merampok rumah mertua gue sendiri??!!" Basuki ternganga.


"Iya, bagaimana??" tanya Muso penasaran menunggu reaksi dan jawaban Basuki.


"Hmm gimana ya? Soalnya keluarganya udah baik banget sama gue! Dan dia juga sudah membeli rumah gue yang gue tinggalin! Gimana dengan uang saja, Mus?" tanya Basuki.


"Hm, berapa yang mau elo bayar ke gue??" tanya Muso.


"Dua puluh juta!!" ucap Muso. "Iya bagaimana? Setuju nggak lo bro??" tanyanya dengan memainkan alisnya.

__ADS_1


"Hm, gue pikir-pikir dulu deh, soalnya gue belum punya duit. Duit penjualan rumah gue belum dikasihkan sama adek ipar gue broo! Gimana?" tanya Basuki.


"Hm, boleh gue tunggu? Kalau bisa dua tiga hari lagi deh elo gue kasih waktu. Team gue udah siap nih! Kalau perlu elo nggak usah ikut campur serahkan saja sama gue! Oke??" tanya nya.


"Hm, ya bolehlah. Gue coba dulu minta ya ke adik ipar gue, soalnya adik ipar gue susah banget kalau mau gue temuin. Ada aja alasannya. Pengen gue tinju juga tuh orang! Untung cewek!" Sahut Basuki yang gemas dengan Yanti.


"Hm, wah cantik nggak adek ipar lo? Buat gue deh! Kenalin lah sama gue, gue kan ganteng gini, masa dia nggak mau sama gue?" Muso seakan Pede abis dengan penampilannya.


"Hehehe, seleranya dia bukan kayak elo bro! Dia mau sukanya sama yang alim, tukang ke mesjid! Hahahaha...."


"Wah sialan lo! Emang gue kalau didandanin kayak ustad nggak dilirik ape?" tanya Muso kesal.


"Bukan begitu. Elo kalau pake peci, sarung, baju koko, gue yakin kalau elo bakalan ganteng dan disukai sama dia. Tapi begitu bicara sama dia, keluar deh bau Alkohol...Hahahaha..." Jawab Basuki tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha, iya juga sih. Mana gue setiap hari harus minum bir braaayy!!"


"Nah itu dia. Sudahlah, lupakan dulu adik ipar gue. Gue mau tau dulu rencana lo!" ucap Basuki.


Muso memberikan info kepada Basuki mengenai rencananya yang dia bilang sangat bagus. Basuki disana sampai malam dan pulang pagi. Sepulang sampai di rumah kontrakannya dia tampak mabok. Dengan turun dari motornya yang sempoyongan membuat beberapa tetangga kontrakannya heran.


Basuki langsung tidur dan setelah bangun dia siap-siap ke kantor untuk menemui Yanti meminta uang penjualan rumahnya. Dengan naik motor dan berpakaian rapi dan wangi, Basuki meluncur ke kantornya Yanti yang ditempuh sekitar setengah jam saja. Sesampainya di sana dia turun dari motor dan langsung menuju ke ruangan Yanti. Basuki mengetok ruangan Yanti.


"Masuk." Kemudian Basuki masuk.


"Hmmm, ada apa lagi mas Basuki? Saya sibuk!" ucap Yanti tegas. Basuki duduk di kursi depan meja Yanti.


"Saya kesini hanya ingin meminta uang penjualan rumah saya. Kalau ada saya mau ambil uang cash sekarang!" jawab Basuki. Yanti langsung berhenti bekerja dan menaruh kedua lengannya di meja kerjanya.


"Baik, saya kasih sekarang. Tapi kamu keluar dari kontrakan saya!" Ucapnya dengan nada kesal.


"Hm, saya akan keluar dari kontrakan ibumu abis dari sini! Dan saya tidak akan kembali lagi kecuali Dona mencari saya!" ucapnya.


"Oke, kalau itu maumu!" Yanti menelpon ke bagian keuangan untuk membawakan uang cash senilai 100 juta.


"Karena deal dengan Santi seharga empat ratus juta, saya kasih kamu seratus juta dulu. Seminggu lagi kamu datang ke sini untuk tandatangan akte jual beli dengan notaris saya!" Ucap Yanti.


"Oke, buat tiga hari saja!" jawabnya menantang.


"Tidak! Satu minggu!" jawab Yanti lagi.


"Oke, Deal!" Basuki mengulurkan tangannya ke arah Yanti dan Yanti menyambutnya.


.....


.....


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2