
BAB 45.
POV FARHAN
"Lah, tapi kan Santi itu sahabatnya! Kenapa dia menghancurkan keluarga sahabatnya sendiri??" tanya Zahra heran.
"Iya aku paham, kamu akhirnya taukan siapa itu Dona?" tanyaku.
"Iya mas, untung kamu nggak kepincut sama dia. Kamu bakalan sengsara deh. Hihihihi."
"Ya begitulah. Makanya aku gak mau punya istri lagi, kan kamu udah menjadi istriku yang setia." ucapku. Tak lama kemudian ada tamu mengetok pintu.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Aku jalan ke pintu dan membukakan pintu. Ternyata Dona dan kedua orang suruhannya itu.
"Hajar dia!!" Aku langsung dipukuli dan ditendang, aku berusaha menangkis sampai akhirnya ada suara Zahra yang menghalau dengan menggunakan sapu.
"Awas kalian, kalian pergi sana!!" Mereka mundur kebelakang setelah mendapatkan pukulan dari sapu.
"Hahahaha, Rasakan kamu Farhan, sudah berani-berani mengganggu kehidupanku!!!" teriak suamiku. Aku berdiri dibantu oleh istriku.
"Mas Sakit? Duduk dulu mas," ucap Zahra yang masih pYunisk.
Ibu keluar dari kamarnya dan mendekat kepadaku.
"Heh Dona! Kenapa kamu memukuli Farhan? Apa salahnya?" Ibu langsung maju ke depan berhadapan dengan Dona.
"Ibu nggak usah ikut campur, dan Ibu sana minggir!" Aku yang mendengar Dona membentak Ibu langsung berdiri dan mendekat ke samping Ibu.
"Pulang kamu! Aku akan laporkan kamu ke polisi dengan banyak tuduhan!! Cepat pergi atau aku akan berteriak dan kalian mati disini oleh warga!!" bentakku.
Dia ketakutan dan melarikan diri bersama dengan dua orang bersamanya dan langsung menaiki mobil yang parkir di depan rumah.
Aku duduk kembali dan Zahra sudah membawa handuk kecil dan air hangat untuk mengkompres lukaku di pelipis dan di sudut bibirku.
"Aww...sakit sayang."
"Tahan mas, sakit sedikit kok."
"Iya sayang." Zahra masih dengan sabar mengkompress luka di sudut bibirku.
Kemudian, aku bersiap-siap bersama dengan Zahra ke kantor polisi di jalan raya dan naik becak menuju ke sana.
Aku melaporkan Dona atas penganiayaan dan pencemaran nama baik, dan aku langsung ke klinik untuk visum. Proses pelaporan selesai dan kami berdua pulang.
Ke kamar dan Istirahat di dalam.
"Sayang, bagaimana novelmu?" tanyaku memandangnya.
"Udah makin banyak mas yang baca, kok."
"Wah keren. Oh iya, kita tadi akan lihat bagaimana langkah dona setelah ditangkap. Palingan nggak lama juga dia dipenjara karena bapaknya kan orang kaya, jadi dia bisa saja menggunakan pengacara dan membebaskan dia dari penjara."
__ADS_1
"Ya setidaknya ada efek jera."
"Yang pasti dia akan balas dendam mas!"
"Iya juga sih, ya kita serahkan saja kepada Allah."
"Iya mas."
Malamnya kami duduk-duduk di teras dan Santi datang ke rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab kami.
"Han, ada polisi nyariin Dona, kamu buat laporan ke polisi?"
"Iya. Atas tuduhan Penganiayaan."
"Hah, penganiayaan? Oh itu luka di wajahmu akibat ulahnya dia?" ucapnya.
"Iya, dia datang ke sini membawa dua orang untuk mukuli aku!"
"Wah gila juga tuh orang. Aku juga curiga kalau mas Basuki selingkuh dengan dia!" ujar Santi.
"Hahahaha, udah jangan dipikirin, yang penting mas Basuki sekarang sudah balik kan ke rumah?"
"Iya sih Han, cuma kan aku penasaran aja!" jawabnya ketus.
"Ya sudah, kamu juga jangan membebani suamimu. Dia udah cape kerja setiap hari kudunya kamu tuh melayani dia. Jangan sering main medsos!"
"Iya, Han. Kok dia berani banget sih memukuli kamu!?"
"Ah, ya nggak juga sayang, Itu bukan cinta tapi obsesi, dan cenderung dengan nafsu!" jawabku.
"Iya sih mas, seharusnya dia tidak seperti itu." Ibu datang ke teras dan duduk di samping Santi.
"Kamu gimana San, si Basuki sudah sadar?"
"Ya begitulah bu, dia masih banyak diam dan menghindar. Dia juga kayaknya kesel, takut dan tidak tenang, gelisah gitu bu."
"Oh gitu? Emang kenapa?"
"Mana aku tau bu, kan dia baru saja pulang dari kabur mulai dari pagi tadi!"
"Oh iya, kok bisa begitu ya?" tanya Ibu.
"Selamat Malam." Aku meilihat dua orang datang ke arah teras dengan memakai jaket hitam.
"Malam Pak." Jawab kami.
"Maaf saya dari kepolisian, mau bertemu dengan bapak Farhan."
"Iya pak saya sendiri."
"Bapak bisa saya bicara dengan bapak di dalam?"
__ADS_1
"Oh bisa pak, silahkan masuk."
Kami semua masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu. Zahra ke dapur untuk buat minuman. Ibu, Santi dan Farhan beserta dua aparat kepolisian duduk di ruang tamu.
"Begini pak Farhan, kami sudah lacak keberadaan dari Ibu Dona. Apakah ada informasi yang bisa memberikan kemudahan kami mencari?"tanyanya.
"Coba cari di hotel yang ada di jalan raya ini. Dia juga sering ke sana."
"Oh begitu, baiklah kami akan telusuri ke sana sekarang. Kami abis dari hotel itu juga akan segera datang ke rumahnya."
'Baik pak, terima kasih," jawabku.
"Sama-sama pak," Dan mereka berdua kembali keluar dengan ditemani oleh Farhan.
Farhan kembali ke ruang tamu.
"Farhan, elo buat laporan ke polisi nanti dia laporin kita lagi?"
"Ya nggak tau, kan sudah saya bilang. Jangan main-main sama Dona, dia meghalalkan segala cara. Kalau dia merembet ke kalian, ya saya mau bagimana lagi?" ucap Farhan.
"Ya ampun, jadi Ibu juga ke seret dong?" tanya Ibu panik.
"Kalau kalian merasa nggak ada hubungannya dengan Dona kenapa mesti takut?"
"Ya kan Dona yang melakukannya sendiri?" Ucap Santi.
"Ya sudah. Kenapa kamu mesti takut? Saya sudah punya bukti kuat untuk menjebloskan Dona ke penjara. Kalau masalah lain dengan kalian aku nggak tau!"
"Aduhh Han...Kok jadi ribet begini sih? Tapi kalau memang Dona yang telah selingkuh dengan Mas Basuki, akan kugoreng dia!" geram Santi.
"Hah! Goreng? Wajannya segimana tuh? Hehehehe.”
"Kamu nih becanda aja. Ya udah, aku mau pulang dulu!" Dia jawab dengan kesal.
"Lah, kok tamunya sudah pergi? Ini minumannya buat siapa?" tanya Zahra yang bingung membawa banyak minuman tapi tamunya sudah pergi.
"Itu minumannya apa sayang?"
"Kopi dua gelas dan yang lain teh manis."
"Ya kalau kopi nanti buat aku aja sayang," ucapku.
"Ya, ini diminum dulu deh supaya tidak mubazir," ucap Zahra yang meletakkan nampannya di meja.
"Ya sudah, Santi minum dulu, habiskan baru pulang!" seru Ibu.
Santi dan Ibu pun meminum teh mYuniss buatan Zahra.
"Ya sudah, aku pulang saja, ini udah abis minumnya. Aku pulang dulu ya semua. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab kami.
Sesudah Santi pulang kami masuk ke dalam kamar.
......
__ADS_1
......
BERSAMBUNG