KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
PURA-PURA KENA AIR PANAS


__ADS_3

Bab 15.


POV AZZAHRA


"Ah tadi nggak papa kok!"


"Udahlah Farhan! Kamu urusin ajah istrimu yang nggak berguna itu! Bisanya celakain ibu terus...!" Bentak Santi tak terima Ibu sampe luka.


"Lah, bukan begitu bu, tadi kan kaki ibu aku liat dan pegang!" jawab Farhan membela diri.


"Ya kenyataannya emang melepuh kok, jadi berair"


"Masa sih?" Aku heran.


"Ya udah, kita ke dokter saja ya, bu., biar diobati!" ucap suamiku.


"Nggak usah, nanti juga sembuh sendiri!!" sahut ibu ketus.


"Makanya jadi orang yang bener kerjanya! Jangan meleng!!" Mbak Santi menoyor kepalaku. Aku diam dan menatapnya tajam. Tanganku udah aku kepal.


"Kenapa, berani sama saya??!" tantang Santi.


"Jangan sok tau kamu, mbak!"


"Loh, kok aku yang sok tau?! Emang kenyataannya, kan!!"


"Nggak usah ngegas jadi orang! Aku masih memandang kamu adalah kakak iparku!!" balasku dengan ketus.


"Emang kenapa kalau aku bukan kakak Iparmu?! Mau menamparku lagi??!!" tantang Santi sambil membentak tak terima omelanku


"Jangankan untuk menampar ulang, patahkan semua tulangmu juga aku bisa!!" jawabku sambil melotot kepada Santi dan Dona.


"Hah,..Barbar banget sih lo!!"


"Saya nggak akan marah dan membalas kalau nggak sembarangan main tampar saja!! Marah itu jangan main fisik!!! Apa kamu diajarkan sama orangtuamu seperti itu?!" Jawabku sambil melirik ke arah mertuaku.


"Heh!! Kamu jangan suka ngawur, ya!! Kurang ajar kamu!!" Dia menoyor kepalaku lagi.


"Kok main ke kepala sih??!! Aku nggak suka kepalaku ditoyor -toyor kayak gini!!" sambil kutoyor bales dia dan dia yang nggak siap, mundur satu langkah.


"Kurang ajar kamu Zahra!!" tangannya menamparku dan untung aku sudah siap, jadi aku tahan lagi tangannya dan kupelintir lalu kujoroki ke belakang.


BRAAKKK


"Addduhhhh...Ahhhh" Dia kelempar ke belakang dan membentur lemari rak.


"Addduhhhh...ssaaakiitt" ringisnya sambil memegang punggung dan kepalanya yang terbentur ke lemari.


"ZAHRA!! Jangan kurang ajar kamu!!" sahut Ibu keras. Mas Farhan langsung melindungiku dengan merangkul pundakku.


"Udah-udah, sayang ayo kita ke kamar lagi!" Dan kami langsung ke berjalan ke kamar.


"Awas kamu Zahra! Aku balas kamu!!" sahut mbak Santi.


"Sudah jangan digubris!" sahut mas Farhan.

__ADS_1


"Iya mas" Pintu mas Farhan kunci dan kami berdua duduk di kursi yang ada di kamar.


"Sayang kita jalan-jalan aja yuk, abis magrib."


"Iya mas."  Sholat magrib kami tunaikan setelah kami mengambil wuduh di kamar mandi. Mbak Santi dan Ibu serta Dona masih di dalam kamar Ibu. Setelah sholat Magrib kamipun jala-jalan keluar untuk memakan bakso. Di tengah makan bakso, pak Anggoro datang juga untuk membeli bakso.


"Eh Mas Farhan, Mbak Zahra. Lagi makan bakso nih?"


"Iya pak Anggoro. Bagaimana kabar nya?" Mas Farhan bersalaman dengan pak Anggoro. Aku hanya menganggukkan kepala saja kepada dia.


"Bapak beli bakso untuk siapa?"


"Ini loh anakku pengen bakso, dia ribut tadi abis magrib katanya pengen makan bakso!"


"Oh, iya pak." Pak Anggoro memesan bakso dibungkus untuk keduaanaknya yang masih kecil.


"Mari Mas Farhan, Mbak Zahra, saya pamit duluan, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah makan bakso, kami jalan-jalan ke Pasar Malam. Dan mas Farhan kembali membelikanku sebuah kaos panjang. Dia bilang, kalau aku yang pakai tambahcantik. Padahal aku orangnya biasa saja. Memang kulitku putih  tapi hidungku juga menclem alias pesek. Aku juga bukan orang yang tinggi.


"Sayang kita pulang sekarang"


"Iya mas." Kami pulang ke rumah, Di tengah jalan kami melihat Ibu, Mbak Santi dan Dona berjalan menuju ke Pasar Malam yang sudah aku kunjungi tadi. Mereka cuek saja berpas-pasan denganku.


"Mas, mau kemana mereka?"


"Nggak tau, palingan mau ke pasar malam. Biasalah si Dona kan emang orang kaya, bapaknya punya usaha tambak udang juga"


"Aku heran saja sama dia, udah tau aku tak terpisahkan sama kamu, ya sayang, kok mereka masih ajah menjodohkanku dengan dia!"


"Ya namanya juga mas...Secara Ibukan nggak suka sama aku, karena aku belum kasih dia cucu. Sedangkan Dona, dia kan cinta sama kamu...Hihihi"


"Godain aku ajah!!" MasFarhan merenggut.


"Nggak godain kamu kok mas...Iya maaf sayang!"  Kami sampai d rumah dan ternyata kunci rumah dibawa ibu, dan dia nggak meningglkannya di tempat biasa kami menaruh kunci.


"Wah dek, Kuncinya dibawa sama Ibu!"


"Ya sudah, kita tunggu saja disini..!"


"Iya tapi mas nggak ada rokok..."


"Sini aku saja yang belikan rokoknya"


"Iya deh..Ini uangnya sayang" Aku langsung berjalan menuju warung Lek Jono dan membelikannya rokok biasa yang mas Farhan hisap. Setelah itu aku pulang dan memberikannya ke mas farhan.


"Eh mas, kalau lewat pintu belakangkan nggak dikunci, mau aku buatkan mas kopi?"


"Iya boleh sayang. tapi awas hati-hati, soalnya licin!"


"Iya mas." Aku langsung berdiri dan berjalan menuju ke pintu belakang rumah lewaat kebun samping. Aku langsung membuka pintu dan menuju dapur dan membuat kopi kesukaan mas Farhan. Kemudian setelah jadi, kubawa ke teras depan dengan hati-hati.


"Ini mas kopinya."

__ADS_1


"Iya, makasih ya sayang!" Kulihat dia langsung menyesap kopinya.


"Hmm, nikmat banget dek kopi buatanmu, kental dan rasanya pas!"


"Ah mas ini, kan udah tiga tahun aku buatkan kopi buat mas ku yangctersayang. Jadi sambil nutup matapun bisa...Hihihihi."


"Hahaha, bener bener bener...Kamu emang istriku yang hebat!"


"Aku masih belum hebat masss.....!"


"Udah jangan dibuat sedih gitu dong...!"


"Iya mas...!" Aku tatap matanya yang sedang memberikan keteduhanchatiku.


"Makasih ya mas." Aku pegang tangannya dan kugenggam erat.


Karena sudah menunggu hampir satu jam, akhir nya kami berdua masuk daricpintu belakang dan kami sholat Isya berjamaah dulu malam itu dan kamicistirahat.


Aku bangun sebelum subuh dan kerjakan kegiatan rutinitasku. Aku membangunkancmas Farhan agar bisa sholat subuh berjamaah.


"Mas, bangun. Subuh yuk..."


"Heeeemmm....Iya sayang...bentar aku melek dulu" setelah beberapacsaat kemudian suamiku bangun dan ke kamar mandi untuk mengambikl air wudhu.cSetelah dia sampai di kamar, gantian aku mengambil air wudhu di kamar mandi.


Kami sholat Subuh berjamaah.


Setelah selesai, aku keluar ke dapur untuk membuat kopi suamiku dan membawanyacke teras.


"Mas, ini kopinya"


"Iya sayang, terima kasih"


"Mas, aku heran, kok Ibu tadi malam jalan ke Pasar Malam bisa?? Katanya sakit kakinya?"


"Ah, biarkan saja sayang. Ibu kan memang begitu orangnya. Mungkin sudahcenakan dan sudah tidak sakit lagi.."


"Iya mudah-mudahan mas!"


Kemudian, aku ke dalam rumah untuk memasak seadanya dan menyajikannya dicmeja makan setelah selesai semua. Aku kembali lagi ke teras, tapi ternyata mas Farhan sudah di kamar mau mandi untuk ke sawah. Aku menyiapkan baju untuk ke sawah.


Setelah mandi dan bersiap, suamiku pergi ke sawah. Aku menyapu lantaickemudian mencuci pakaian yang sudah direndam. Cucian tinggal sedikit lagi, pintu kamar mandi digedor.


DOK


DOK


DOK


"Ya siapa?"


"Cepetan ZAHRA!!! Aku mau pipis ni...Udah kebelet!" teriak Donadari luar.


....


....

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2