KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
KECURIGAAN FARHAN TERBUKTI!!


__ADS_3

Bab 88.


"Iya .mudah-mudahan dia bisa betah disini. Dia Rajin, pagi-pagi sudah beberes dan rapi warung saya!"


"Hmm. Tapi aku kok penasaran, ya!"


"Iya, mudah-mudahan dia bisa betah disini. Dia Rajin, pagi-pagi sudah beberes dan rapi warung saya!"


"Hmm.Tapi aku kok penasaran, ya!"


"Hm, iya kayaknya kamu salah liat deh! Mas Ramdani juga begitu, dia bilang kayaknya pernah melihatnya tapi dia sendiri lupa, hehehehe," Jawab Santi.


"Ya, sudah lupakan saja. Tapi nanti saya akan ingat-ingat lagi!" Sahut Yanti.


"Mau pesan apa lagi? Mau aku bawakan untuk ibu dan bapak dirumah, apa?" tanya Santi.


"Hm, rawon aja boleh deh, beliau berdua memang yang menyuruh tadi bawa rawon. Untung kamu mengingatkannya!" jawab Yanti.


"Ya kan, mereka juga sudah seperti orangtuaku, Yanti!" ujar Santi.


"San, aku makin merasa bersalah sama kamu. Kamu tuh ternyata baik sekali, sudah memperhatikan kedua orangtuaku. Padahal aku anaknya saja kadang lupa sama mereka!" Sahut Dona.


"Sudahlah, lupakan yang lalu-lalu! Kalau kamu ketemu mas Basuki, sebaiknya jangan memarahi dia atau memusuhi, karena bagaimanapun dia itu bapaknya Rudi!" Ucap Santi memberi nasehat kepada Dona.


"Iya San, aku masih belum mau memikirkan dia, biarlah dia mencari jalannya sendiri, aku hanya ingin membesarkan Rudi dengan baik!"


"Oke, semangat! Eh mbak, tolong bungkuskan dua rawon dan sotonya juga, jangan pakai nasi ya, buat adek-adek saya ini!" sahut Santi kepada karyawannya.


"Baik bu," jawab pelayannya.


Mereka, akhirnya pulang dan Santi berjanji akan main ke rumah Dona untuk mengantarkan Farell bermain dengan adiknya, Rudi.


Malam hari, Santi dan Ramdani main ke rumah Farhan dan menceritakan bahwa ada tukang masak baru yang membuat resep Zahra menjadi lebih enak rasanya.


"Wah, saya penasaran jadinya, kayak apa sih orangnya!" ujar Zahra.


"Ya tapi aku heran saja Zahra. Mas Ramdani dan Yanti merasa pernah bertemu dengan Ninu ini, tapi mereka masih belum ingat! Mungkin hanya mirip saja kali ya?"


"Ya, mungkin iya, mungkin tidak!" Jawab Zahra.


"Apa sih kamu? Kaya Farhan aja kalau bicara!! Hahahaha..."


Setelah mereka selesai makan, mereka pulang ke rumah.


Dirumah Ibu terlihat sakit dan meriang, Zahra yang kemudian ke kamar Ibu, memberikan obat kepada Ibu.


"Pa, Ibu sakit, kamu besok jangan ke sawah ya."


"Iya sayang, kita repot juga ya kalau nggak ada Ibu?" tanya Farhan.


"Iya Pa. Apa kita cari pengasuh aja ya mas?" tanya Zahra.


"Hm, masih belum perlu Ma, palingan kalau Ibu sakit seperti sekarang saja ma!"


"Hm, gimana kalau kita minta bantuan Santi. Kali aja pembantunya bisa dipinjamkan satu ke sini!"


"Iya, aku telpon deh sekarang."

__ADS_1


Kemudian Farhan mengambil HP dan menelpon Santi.


"Halo, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Kamu dimana San?"


"Di rumah, baru saja sampai!"


"Ini, Ibu ternyata sakit, dia meriang. Kami tak ada yang bantu merawat Aryo dan Bulan. Kamu bisa bantu gak pinjamkan satu orang pembantu kamu disana buat membantu disini selama Ibu sakit!"


"Hm, ya besok aku akan atur dulu ya. Nanti kita lihat besok. Ibu sakit apa han?"


"Meriang dari siang kata Ibu!"


"Ya sudah, lihat besok saja, ya."


"Oke, makasih San!"


"Ya." Kemudian Mereka tidur sampai pagi


Santi, paginya seperti biasa setelah mereka sarapan baru pergi ke warung bersama Ramdani dan Farell.


Sampai di warung ternyata semua masakan sudah selesai dan masih ada beberapa pembeli yang datang makan bubur ayam.


"Ninu, semua kuah dan masakan sudah sesesai?" tanya Santi.


"Sudah bu, kuahnya juga sedang direbus semua bumbu sudah masuk. Ada apa bu?" tanya Ninu.


"Bisa bu, cuma tinggal bersih-bersih saja di dapur. Emang Ibu sakit apa?" tanya Ninu yang dalam hati senang dengan permintaan Santi.


"Ibuku meriang biasa. Cuma palingan dua atau tiga hari sembuh. Tapi mending kamu sekarang siap-siap, kalau sore kamu bisa kembali lagi setelah Farhan pulang dari sawah. Kamu telpon saya saja dan akan saya jemput."


"Iya bu bisa, saya ke sana saja. Sebentar saya akan ganti baju dulu, bu."


"Iya, saya tunggu."


Kemudian, mereka berdua naik motor ke rumah Ibu dan Santi langsung balik lagi ke warung setelah Santi bertemu dengan Zahra di rumahnya.


Di rumah Zahra, Ninu membantu Zahra memberikan susu dan menggendong Aryo. Bulan juga senang bermain dengan Ninu karena dia telaten.


Sorenya, dia pulang ke warung Santi setelah Farhan pulang dari sawah. Ibu masih sakit dan tidak dapat membantu Zahra mengasuh kedua anaknya. Bulan yang sangat dekat dengan neneknya. Oleh karena itu Bulan sering di kamar neneknya untuk bermain.


Sore itu Ibu keluar dari kamar dan ingin membantu Santi menjaga Bulan. Ninu sedang menemani Bulan main. Ibu sudah tahu bahawa ada Ninu yang membantu Zahra menjaga anak-anaknya. Tetapi Ibu mempunyai firasat yang kurang baik kepada Ninu.


"Ninu kamu bantu Zahra saja menyapu halaman dan rumah," ucap Ibu menyuruh Ninu.


"Iya bu. Ibu sudah sehat?" tanya Ninu.


"Sudah agak mendingan, biar saya menamani Bulan disini supaya kamu bisa menyapu rumah!" Ucap Ibu.


"Baik bu."


Ninu akhirnya menyapu lantai semua rumah. Zahra yang sedang memandikan Aryo kemudian ke kamar dan menemui Ibu.


"Kenapa bu, si Ninu kok disuruh menyapu? Biar saja ibu istirahat saja!"

__ADS_1


"Tak apa-apa Zahra, Ibu sudah agak mendingan, sudah tidak demam dari siang tadi. Ayo Bulan gantian mandi, biar adek Aryo sama nenek."


Setelah memasangkan baju Aryo, Bulan mandi dengan Zahra dan Aryo digendong oleh Ibu. Ibu jalan-jalan diteras depan dan duduk. Aryo senang digendong oleh neneknya.


Sesudah Bulan mandi, Farhan pulang.


"Assalamualaikum. Halo anak papa," Sahut Farhan dan mencubit pipi Aryo.


"Waalaikumsalam," jawab Ibu.


"Sana mandi dulu, baru pegang anaknya!"


Kemudian, Farhan berjalan ke kamar mandi. Begitu dia mau masuk ke dalam dapur. Farhan melihat Ninu sedang menelpon seseorang dan nadanya seperti berbisik-bisik. Farhan akhirnya mundur selangkah, agar tidak ketauan oleh Ninu.


"Bagaimana mas? Aku belum bisa mas...Keluarga disini baik semua, aku nggak tega!"


"Iya nantilah sabar, aku kan mencari celah agar bisa lebih dekat lagi dengan keluarga disini! Tenang, kamu jaga kesehatan saja ya, jangan sering begadang mas!"


"Iya, aku sayang kamu mas Basuki, assalamualaikum."


DEGH...


Farhan yang mendengar Ninu menyebut nama Basuki segera tersadar dan ke meja makan pura-pura melihat makanan yang ada di dalam tudung saja.


"Ma, makanan hanya ini saja?" Teriak Farhan pura-pura mencicipi daging empal yang dimasak oleh Zahra.


Zahra keluar dari kamar dan Bulan ke teras bermain dengan adiknya yang sedang digendong oleh neneknya.


"Iya Pa, mau digorengkan telur mas?" tanya Zahra.


"Tidak, kamu jaga anak-anak saja. Aku mandi dulu ya!" ucap Farhan.


"Pak, baru pulang?" tanya Ninu yang kembali dari dapur.


"Iya, mau makan tapi saya kayaknya mau mandi dulu!" Farhan sempat memperhatikan mata Ninu yang menyiratkan keanehan.


Kemudian, Farhan mandi dengan cepat agar bisa menjaga aak-anaknya, kalau benar Ninu adalah suruhan Basuki.


Setelah mandi, Farhan langsung menelpon Santi untuk tidak ke sini karena Farhan yang akan mengantarkan Ninu ke warung soto.


Tak lama kemudian, Farhan mengantarkan Ninu ke warung soto Santi dengan motor.


Sesampainya di sana Farhan dan Ninu turun. Farhan langsung menarik tangan Santi untuk bicara di luar.


"San, sebentar, saya mau bicara penting!" Pinta Farhan.


"Ada apa sih? Penting apa?" tanya Santi heran karena tangannya ditarik oleh Farhan untuk keluar warung.


"Sini, duduk!" Farhan duduk dan membiarkan Santi duduk di depannya.


"Kenapa?" tanya Santi.


......


......


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2