KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
BASUKI dan NINU


__ADS_3

Bab 76.


"Ayo sekalian saja makan yuk, Mas Ramdani, Santi, Farell! Makan, sini bareng!" ajak Farhan lagi.


"Yuk mas, kita makan bareng, udah lama kita nggak berkumpul makan bersama gini," jawab Zahra.


"Iya deh, aku juga lapar," jawab Ramdani. Mereka makan malam bersama dan sesudahnya berkumpul di teras.


"Mas rokoknya?" Farhan menawarkan.


"Ada Han, tenang saja. Rokok kita juga beda, hehehe,"Jawab Ramdani sambil mengambil sebatang rokok dan menyalakannya.


"Hm, Mas, gimana menurut mas dengan kehadiran Basuki lagi?" tanya Farhan.


"Ya kita harus waspada. Bisa saja Basuki sedang merencanakan sesuatu!" Jawab Ramdani. Santi yang duduk disamping Ramdani, ponsel nya berbunyi.


"Mas, Han, ada telpon dari Yanti! Kebetulan kita bisa tanya sama dia!" ucap Santi.


"Ya angkat saja!" sahut Farhan.


["Halo Assalamualaikum."] Santi


["Waalaikumsalam"] Yanti


["Eh Yanti, bagaimana kabarnya?"] Santi


["Baik mbak Santi. Gimana nih kabarnya? Sudah punya adek belum untuk Farell?"] Yanti


["Hahaha, baik Yanti. Ya sepengasihnya Allah saja!"]  Santi.


["San, kamu sudah tau kalau Basuki sudah bebas?"] Yanti


["Ya sudah. Tadi kebetulan kami melihat dia sedang di tempat karaoke!"] Santi.


["Hah? Tempat karaoke? Yang arah ke Pasar itu?"] Yanti


["Ya dimana lagi, kan memang cuma satu lokasinya!"] Santi


["Hm ada apa dia disana? Wah, kayaknya dia lagi foya-foya tuh!"] Yanti


["Foya-foya darimana Yanti? Emang dia punya uang?"] Santi


["Hm, jadi begini San, dia itu datang tadi siang, katanya mau minta uang penjualan rumah kalian dan saya kasih uang mukanya seratus juta, jadi setengahnya lagi saya tahan sampai Notaris sudah membuat akte jual beli nya!"] Yanti


["Hm, begitu. Jadi dia sudah punya uang jadi meghambur-hamburkan uangnya?"] Santi


["Ya begitulah. Saya juga cuma mau kasih kabar ke kamu, minggu depan kamu dan Mahanhan datang ke kantorku ya, untuk tanda-tangan akte jual beli! Sekalian saya lunaskan uang penjualannya ke rekening kamu. Atau mau duit cash?"] Yanti


["Alhamdulillah, ada rejeki buat Farell sekolah nanti!"] balas Santi yang mengucap syukur.


["Iya alhamdulillah semoga barokah Santi. Jangan lupa ya minggu depan, di hari selasa, soalnya saya sudah janji sekalian dengan Basuki juga di hari itu. Tapi kalian jangan bertemu, nanti saya akan atur jadwal kedatangan dia dan kamu supaya tidak bertemu!"] Yanti


["Iya, terima kasih Yanti bantuannya!"] Santi


["Ah saya kan membeli rumahmu bukan memberimu uang!"] Yanti


["Iya deh, terima kasih sekali lagi!"] Santi.

__ADS_1


["Ya, sudah ya, kalian datang mingggu depan, saya akan memberikan semua hakmu!"] Yanti


["Baik, terima kasih Yanti."] Santi


["Ya salam sekalian untuk keluarga disana."] Yanti


["Ya."] jawab Santi.


["Assalamualaikum."] Yanti


["Waalaikumsalam."] Santi


Santi mematikan ponselnya.


"Mas, Alhamdulillah uang pembelian rumahku dicairkan minggu depan oleh Yanti!" Ucapnya kepada Ramdani.


"Alhamdulllah, simpan untuk sekolahnya Farell dan mudah-mudahan bisa sampai uang kuliah juga," Jawab Ramdani dengan senyum.


"Iya mas, terima kasih, aku sangat bahagia punya kamu!" ucap Santi malu-malu.


"Ehem...Ada orang disini!" cicit Farhan.


"Hahahaha,oh iya, maaf ya han, lupa! Kalau berdua sama mas Ramdani selalu merasa yang lain tak ada! Hahahaha."


"Bales nih! Emang aku goib apa? Sembarangan!" Jawab Farhan merenggut.


"Paklek Farhan, kalau lagi kesel gitu lucu deh...Sekali lagi dong, Lek!" pinta Farell.


"Hah! ini lagi anaknya Santi bisa nya meledek leknya aja!"


"HAHAHAHA"


"Ini nih, keluarga Ramdani Kupret!!" jawab Farhan ketus. Santi dan Ramdani tersenyum malah makin lengketkan tubuh mereka berdua.


"Kenapa emang sayang?" tanya Zahra sambil mengelus rambut Farhan dan duduk ditataklengan kursi.


"Ledekin aku, mesra-mesraan berdua! Emang aku Jin yang nggak bisa diliat mereka??" jawab Farhan.


"Hahahaha, rasain kan nggak enak ya kalau ngecengin orang dengan mesra-mesraan, makanya jangan suka godain orang!" ejek Zahra.


"Biarin ajahlah, oke sayang, cium dong," Pinta Farhan ke Zahra.


"Muaaahhh..." Zahra mencium kening Farhan.


"Ehem..." Zahra pura-pura senyum kecut.


"Hehehehe, satu sama….Wekk!" Farhan meledek Santi dan Ramdani.


"Hahahaha, lek lucu!" Farhan ditertawakan oleh Farell.


"Sini kamu! Belum pernah kena cubitan paklek yo??" tanya Farhan dengan tangan ingin mencubit Farell.


"Kaburrrr..." Farell langsung lari masuk ke dalam rumah.


"Hahahaha, tuh kan jadi diledekin sama Farell!"


"Dasar anaknya Santi!!" ucap Farhan bersungut.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian mereka pulang.


*


Ditempat yang berbeda, Basuki masih di tempat karaoke dan sudah mabuk. Dia langsung tidur di salah satu kamar perempuan yang bernama Ninu. Ninu memang suka Basuki, oleh karena itu dia membawa Basuki ke kamarnya.


Tengah malam menjelang pagi, Basuki bangun dari tidurnya dan melihat Ninu sedang tidur di sebelahnya. Pakaian Basuki masih lengkap tak ada yang berubah. Dia mengecek uang yang  ada di jaketnya.


Kemudian dia bangun dan duduk di atas kasur. Ninu bangun.


"Mas Basuki sudah bangun?" Tanya Ninu.


"Hm sudah Ninu. Kamu yang bawa saya ke sini?" tanya Basuki.


"Iya mas, kamu tadi mabok dan sudah ngawur bicaranya. Mas mau saya ambilkan minum teh panas? Supaya bisa enakan?" tanya Ninu.


"Tak usah, diluar masih banyak tamu ya?"


"Kayaknya masih. mas Basuki disini saja, temani aku. Tak usah bayar mas, aku suka sama mas Basuki!" ucapnya blak-blakan.


"Hm, jangan Ninu. Saya masih punya istri, walaupun istri saya masih di Penjara tapi saya mencintainya," jawab Basuki.


"Ya kan dia tak ada. Tak apalah kaau menemaniku malam ini saja...!" Goda Ninu yang kemudian memeluk tubuh Basuki dan mencium pipinya.


"Untuk apa ciumanmu ini?" tanya Basuki.


"Untuk perkenalan saja mas, hihihihi," ucap Ninu dengan wajah menggoda.


"Hmm nakal kamu! Ya sudah, aku mau ke toilet dulu, nanti aku balik lagi ya!" ucap Basuki.


"Iya mas, jangan lama-lama!" pesan Ninu.


"Iya kamu disini saja, aku nanti balik lagi setelah dari toilet!" ucap Basuki yang merayunya.


Basuki turun dari ranjang dan menuju ke toilet yang ada di luar kamar. Sebelum sampai toilet Basuki bertemu dengan Anggraeni, salah satu wanita penghibur disana.


"Mas Basuki...." goda Anggraeni yang mempunyai tubuh lebih semok dan berisi daripada Ninu..


"Iya Eni, kamu lagi nggak ada tamu?" tanya Basuki mendekatkan tubuhnya.


"Hm belum ada mas, mas Basuki mau menemani saya?" tanya Anggraeni yang tangannya mulai bermain di wajah Basuki.


"Iya boleh, aku ke toilet dulu yaa..." jawab Basuki dan dia cium Anggraeni yang lebih semok.


"Oke mas Basuki, sudah tau kamarku kan?" tanya Anggraeni balik.


"Sudah, tunggu saja, oke?"


"Oke mas...Minumnya mau apa?" tanyanya lagi.


"Jus mangga saja."


"Oke."


.....


.....

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2