KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
PERSIAPAN SELAMETAN


__ADS_3

Bab 19.


POV AZZAHRA


"Mau pakai sambelnya?"


"Iya taroh disamping saja sayang"


"Ini mas...Soto ayam ala Zahra!"


"Iya maksasih sayang. Aku makan ya."


"Iya mas...Silahkan."


"Hmmm...Enak sayang, hebat kamu bisa masak!" Sambil kepalanya manggut-manggut.


"Hebat bagaimana mas? Biasa saja kan kita terus belajar!"


"Iya. Kamu nggak makan?"


"Nanti saja setelah kamu makan!" Dia makan dengan lahap dan menambah nasi dan sotonya juga serta sambalnya. Selesai makan dia merokok.


"Bagaimana masakanku?"


"Enak, sampai aku kenyang banget, Top!!" Aku yang makan sisa dari nasi dan soto yang aku bawa. Setelah itu kami pulang. Setelah di rumah, mas Farhan langsung mandi dan wudhu, akupun wudhu dan kami sholat berjamaah. Setelah sholat aku dan mas Farhan istirahat seperti biasa sambil tiduran karena diluar sedang panas terik matahari.


Aku rebahan dan kepalaku ada di ceruk lehernya.


"Oh Iya, sayang. Kan kita mau ke Pasar Modern dekat kecamatan nanti sore. Jadi?" tanya suamiku.


"Hm, boleh mas, mas jadi mau nganterin aku?"


"Iya dong, soalnya dua ata tiga hari lagi aku mau panen sayang!" jawab suamiku.


"Oh, dua atau tiga hari lagi, mas?"


"Iya, bagaimana?"


"Boleh mas!"


Setelah Sholat Ashar berjamaah kami siap-siap menuju Pasar Modern dan kami naik angkot yang melewati rumah kami dan menyambung kembali di Jalan besar sana. Setelah sampai di Pasar Modern, kami masuk ke dalam pasar. Tampak banyak pedagang dengan kios yang sangat rapi dan kami melihat beraneka ragam pedagang, mulai dari makanan, pakaian, sayuran, bumbu dapur dan sebagainya.


Aku membeli beberapa bahan masakan seperti daging, Ayam, bumbu dapur dan beberapa jenis sayur untuk selametan sebelum panen padi. Acaranya kecil-kecilan saja bukan yang mengundang banyak orang, tetapi hanya sekeluarga saja.


"Mas, aku sekalian belanja buat selametan besok, ya?" tanyaku.


"Iya sayang. Eh di sebelah ada Mall baru, kamu mau ke sana?"


"Oh iya mas...Emang sudah dibuka?"


"Udah sayang, nanti kalau sudah belanjanya, kita mau ke mall dulu,  nggak?"

__ADS_1


"Mas, kayaknya udah sore deh, nanti kemalaman kita sampai rumah..!"


"Oh Iya, abis panen saja ya kita ke sana!" sahutnya.


"Iya mas, boleh." Setelah sejam kami berkeliling Pasar Modern, kami akhirnya pulang, setelah adzan Isya kami akhirnya sampai di rumah.


Kami mandi dan kemudian sholat Isya berjamaah. Kami makan malam dulu dan kemudian kembali ke teras. Aku membantu membuat lintingan rokok dan mas Farhan senang melihat aku yang berhasil membuat lima batang dan langsung dia hisap rokoknya.


"Hmmm..Hebat kamu sayang, enak...!" Pujinya.


"Hmm..Beneran?" Aku tak percaya.


"Iya beneran..."


"Hehehe!"


"Hebat istriku udah bisa ngelinting rokok...!"


"Hihihih,i namanya juga belajar mas!" Setelah kami ngobrol diteras. Kami masuk dan kami bersih-bersih dulu. Didalam kamar kami rebahan. Mas Farhan langsung mencium bibirku dan memeluukdengan lembut. Dia memagut dan meraih rongga mulutku dan bermain lidah di dalam sana.


Kami saling merengkuh untuk mendapatkan kenimatan duniawi yang sama-sama kami inginkan, kami saling mendesah, saling menyatu dan merangsang.


Setelah setengah jam lebih kami saling memompa dan menekan, akhirnya kami bersama menikmati kepuasan dengan saling berpelukan. Setelah itu kami masihsaling berciuman, seperti masih kurang saja. Dua ronde pada malam itu dan kamiakhirnya mandi besar dan tidur istirahat saling berpelukan.


*


Paginya kami bangun setelah Adzan Subuh berkumandang. Aku merasakan capek sekali, badanku berasa ingin copot semua.


"Bantuin dong mas....!"


"Happp..." Dia memelukku dan aku duduk dan menguncir rambutku. Kami berjalan ke kamar mandi untuk bergantian wudhu. Setelah kami sholat subuh berjamaah, aku ke dapur dan membuatkan dia kopi hitam kesukaannya dan membawanya ke teras.


"Sayang makasih!" ucapnya.


"Iya mas," kemudian aku ke dapur lagi untuk menanak nasi dan memasak untuk sarapan. Ibu sudah menyalakan TV keras dan terdengar sampai ke luar kamar.


Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala saja karena kelakuan Ibu itu. Aku menyapu lantai di dalam rumah. Tiba-tiba Ibu keluar kamar dan membiarkan pintunya terbuka. Dia langsung jalan ke dapur dan ke kamar mandi. Aku langsung ke teras saja menyusul suamiku dan duduk di sampingnya.


"Itu suara TV Ibu kok keras banget sih, sayang?" tanyanya.


"Nggak tau ah mass...Aku males berdebat, aku nggak mau mengusik Ibu,kan dia benci aku..!"


"Dia nggak benci kamu kok...Sudahlah, jangan dibuat susah..!" sahutnya.


"Iya sayang. Oh Iya, dua hari sebelumnya kamu bilang ke aku kalau mau panen mas!"


"Iya sayang, kayaknya lusa baru panen, soalnya menunggu giliran juga, hari ini kan punyanya Pak Surbekti baru aku sayang"


"Oh, berarti masih lusa atau besok lusanya?"


"Iya masih dua atau tiga hari juga!"

__ADS_1


"Hm, ya sudah yang penting semua bahannya sudah aku beli, jadi tinggal masak saja!"


"Sip, kamu emang hebat..!” Pujinya.


"Mas...Tadi malam kamu galak banget sih?"


"Lah, kamu juga galak banget, malahan beberapa gaya yang biasanya kamu nggak mau, ini kamu duluan yang naik...Hehehehe!" Aku senyam senyum sendiri mengingatnya.


"Isshh...Malu tau..Tapi memang aku merasa bergairah aja tadi malam mas!" jawabku sekenanya.


"Sama dek, Nanti malam lagi ya?"


"Iya dong, kan katanya Mak Hasnah dua hari"


"Iya sayang, asssikkk..!"


"Husss...!"


"Kan kita lagi ibadah sayang? Hehehe."


"Iya mas."


Kami masuk ke dalam kamar dan adegan panas pun terjadi, kami saling melenguh, saling memburu kenikmatan dan yang terpenting saling terpuaskan.


"Sayang,Terima kasih...Kamu luar biasa...Hah huh hah huh..." Nafasku memburu karena dia menggempurku sejam tanpa berhenti dan sampai aku mancapai kenikmatan berkali-kali.


"Iya sayang...kamu juga luar biasa...Kita istirahat dulu ya...abis itu mandi!" sahutnyayang juga masih mengatur nafasnya.


"Iya sayang!"


"Kamu hebat banget....Huhhhh...!"


"Makasih mas...Kamu juga luar biasa!" balasku.


"Mudah-mudahan ibadah kita dua hari ini tidak sia-sia ya sayang!" timpal suamiku yang masih kelelahan.


"Iya mas...Dedek bayi yang kita inginkan akan menjadi kenyataan...Aamiin!"


"Aamiin..."


Kami kembali mandi dan istirahat. Pagi telat lagi bangun, setelah Adzan Subuh kami baru bangun dan kami sholat Subuh berjamaah.


Aku menanak nasi, mencuci piring dan membuatkan suamiku kopi hitam.


"Mas, ini kopi hitamnya."


....


....


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2