KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
SILATURAHMI KE RUMAH PAK SURBEKTI


__ADS_3

BAB 22.


POV PENULIS


"Ya lusa saja sayang. Aku hari ini mau istiahat dulu. Oh iya kita mampir ke matrial dulu, aku mau membeli sepatu boot baru. Kamu ada uangnya dek?" tanya Farhan.


"Ada mas."  Zahra berikan uang dua lembar seratus ribu ke Farhan Setelah sampai di matrial Farhan turun dan membeli sepatu boot baru kemudian naik lagi ke becak. Zahra menunggunya di becak.


"Bang, jalan lagi!"


"Nggeh pak."


Becak pun jalan lagi dan menuju ke rumah. Mereka turun di depan rumah dan membayar becaknya. Mereka masuk ke dalam rumah dan Farhan tiduran di kasur.


"Sayang, mau mandi lagi atau mau makan lagi?" tanya Zahra.


"Iya sayang, aku lapar!" jawab Farhan.


"Sebentar ya, aku masakin dulu!" Zahra langsung berdiri.


"Iya sayang!" Kemudian Zahra ke dapur dan memasak ikan juga telur untuk makan siang. Dan mereka makan berdua. Setelah makan mereka kembali ke teras.


"Mas mau kopi?"


"Iya mau, aku nggak merokok dan ngopi dua hari...hehehe, asem mulutku! Hahahaha!"


"Sebentar ya mas."


"Iya sayang." Zahra kembali ke dapur dan membuatkan kopi. Ibu keluar dari kamarnya menuju dapur.


"Farhan sudah pulang?"


"Sudah Bu, ada di teras!"


"Ya." dia kembali ke teras menemui Farhan. Zahra lanjutkan membuat kopi hitam dan membawanya ke teras.


"Jadi, gimana Han?"


"Apanya bu? Udah aku bilang nggak mau ya nggak mau!"


"Ya sudahlah!" Ibu kembali lagi ke dalam dengan marah.


"Kenapa sih mas?" tanya Zahra dengan membawaa kopi ke teras.


"Biasalah Ibu maksain aku sama si Dona!" jawab Farhan jutek.


"Ah, Ibu kenapa sih masih saja benci aku?" Zahra cemberut kesal.


"Sabar sayang, mungkin ibu masih tergila-gila dengan harta, akukan lagi bucin sama kamu sayang..!" ucap mas Farhan lembut dan menggoda.


"Lagi nanti malam?" tanya Zahra.


"Lagi dong sayang…!" wajah Farhan memelas.


"Ayo, siapa takut, hahaha"


"Ish, kamu seneng amat sih sayang?"

__ADS_1


"Iya kan namanya juga ibadah mas, kan aku melayani suami!"


"Iya sayangku yang cantik" Dia kemudian menyesap kopinya.


"Luar biasa kopi ini...Hhmmm..Nikmat!"


"Iya sayang kamu pasti pengen kopi buatanku..!"


"Iya sudah nagih dong..!"


Mereka masuk kedalam dan sholat Ashar berjamaah dan mereka istirahat di dalam kamar.


Farhan memegang kepala Zahra dan menciumnya, dan mereka akhirnya menunaikan hasratnya yang terpendam dan menggelora, mereka tunaikan dengan kepuasan. Bergantian mandi Junub dan mereka langsung sholat Magrib berjamaah.


"Mas, kita keluar yuk....?"


"Kemana sayang?"


"Ini aku mau mengembalikan uang nya pak Surbekti. Deposit nya kelebihan banyak!"


"Ya sudah, yuk." Mereka ganti pakaian dan pergi ke rumah pakSurbekti.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Wah Nak Farhan, sudah sehat?" tanya pak Surbekti.


"Alhamdulillah Pak." Mereka bersalaman dengan pak Surbekti dan duduk di sofa ruang tamunya yang luas.


"Gak usah repot-repot pak!"


"Ahhh nggak papa...Kopi?" tanyanya.


"Boleh pak!" Pak Surbekti masuk ke dalam rumahnya dan kembali lagi ke ruang tamu.


"Alhamdulillah kalau Nak Farhan sudah sehat. Saya senang melihatnya!" sahut pak Surbekti.


"Iya pak. Begini pak. Kami ke sini untuk memberikan ini, uang yang donadari klinik, karena kelebihan banyak pak.." ucap Zahra.


"Oh lebih ya? Ya sudah terima kasih!" Dia menerima uang dari Zahra.


"Kami seharusnya yang berterima kasih pak!" balas Zahra.


"Sudahlah, menolong sesama kan memang dianjurkan oleh Gusti Alloh!" jawab pak Surbekti.


"Iya pak."


"Halo Nak Zahra...Apakabar? Eh, mas Farhan sudah sehat?" Ibu Surbekti membawa nampan berisi dua gelas kopi dan satu gelas teh manis.


"Alhamdulillah bu."


"Alhamdulillah. Nah diminum, ya." Dia menaroh nampannya di atas meja dan duduk disamping pak Surbekti.


"Ini loh bu, Farhan dan Zahra ini mengembalikan uang dona deposit rumah sakit. Aku kan kemarin yang membantu mereka dulu...!"


"Oh gitu," ucap Ibu Surbekti.

__ADS_1


"Iya Bu, saya mau mengembalikan semuanya tapi ditolak sama bapak!" sahut Zahra.


"Ya, namanya juga membantu orang yang sedang butuh pertolongan nak, jadi ya sewajarnya kita bantu," kata bu Surbekti.


"Oh iya, bapak sudah panen belum?" tanya Farhan.


"Tadi bapak mulai panen nak, mungkin besok baru selesai semua. Jadi nak Farhan bisa panen lusa atau amannya tiga hari lagi deh..!" jawab pak Surbekti.


"Oh nggeh pak, kalau begitu lusa saya akan selametan dulu!" ucap Farhan.


"Iya Nak!"


"Iya Nak. Soalnya kan hasilnya bagus juga nih panen kali ini, Han!"


"Iya pak, Alhamdulillah, sawah saya juga sepertinya bagus pak, mudah-mudahan hasilnya akan lebih baik dari panen sebelumnya!" sahut Farhan sambil menyalakan rokoknya.


"Iya nak. Ayo diminum, dan ini ada makanannya. Sederhana saja, Ayo nak Farhan, Zahra.." ucap Bu Surbekti.


Kemudian setelah beberapa lama kemudian mereka mengobrol santai dan mereka pulang ke rumah.


Di rumah mereka langsung masuk ke dalam kamar dan bergantian mengambil air Wudhu. Setelah itu Sholat Isya berjamaah. Setelah itu naik ke atas kasur.


"Sayang, Pak Surbekti baik banget ya, aku sampai nggak nyangka. Aku kira dia itu orangnya cuek bebek!" ucap Farhan sambil mengelus rambut istrinya


"Jangan menilai orang seperti itu mas, dia itu kelihatan ramah kok. Waktu kamu digigit ular aja, dia yang memberhentikan sebuah mobil tetangga yang kebetulan lewat!" sahut Zahra.


"Oh ya? Kok kamu nggak ngomong tadi?"


"Emang kenapa?" tanya Zahra heran.


"Iya kan aku bisa tau mobil siapa yang anter aku kemarin, Dan aku bisa tanyakan ke Pak Surbekti tadi?" imbuh Farhan.


"Oh aku baru ingat mas, kalau gak salah mobil Pak Purwoko!"


"Ohh, Pak Purwoko..."


"Iya!"


"Ya sudah, nanti kalau ketemu dia akan aku ucapkan terima kasih sama beliau!!" balas Farhan.


"Iya mas, maklumlah akukan nggak bisa mikir waktu itu...Panik banget mas!"


"Hehehe, iya yah...Itulah dek, kita harus selalu menolong orang kalau dalam keadaan genting!" ujar Farhan.


"Iya mas. Mudah-mudahan kita bisa selalu bermanfaat buat orang lain, ya mas"


"Iya dong, aku capek, kita tidur yuk sayang!"


"Iya, yuk mas"


Kemudian mereka tidur dan istirahat.


....


....


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2