
BAB 78.
"Farell, ini Ayah sengaja membawa oleh-oleh buat kamu. Ini ada mainan yang banyak dan beberapa stel pakaian, Mudah-mudahan cukup semuanya." Basuki memberikan semua barang yang dia beli.
"Terima kasih Pak, nanti pakaiannya akan aku coba pakai. Dan terima kasih juga mainannya. Bapak kenapa boros membelikan mainan untuk aku. Aku kan sudah besar Pak, sudah tidak begitu suka mainan seperti ini!"
"Kalau begitu kamu bisa memberikannya kepada temanmu kalau mereka mau," ucap Basuki.
"Iya pak, sekali lagi terima kasih ya pak. Aku masuk dulu!" ucap Farell.
"Sudah Farell, kamu ngobrol saja dengan bapakmu. Sini mainan dan bajunya ibu bawa ke dalam!" ucap Santi.
"Iya bu, terima kasih."
Kemudian mereka berdua mengobrol. Tapi karena Farell canggung maka Farell meminta untuk masuk ke dalam lagi. Santi mendatangi basuki.
"San, terima kasih sudah mengijinkan saya ketemu dengan Farell!" ucap Basuki.
"Iya, kamu juga boleh saja kok datang lagi, tapi jangan terlalu sering. Saya nggak mau mas Ramdani merasa cemburu."
"Iya deh. Saya pulang dulu, ya!" ucap Basuki.
"Oh iya, saya juga minta satu syarat buat kamu!" ucap Santi.
"Apa tuh Santi?"
"Sayatidak mau kamu mengganggu keluarga saya lagi, Farhan dan Zahra juga Ibu tidak boleh kamu ganggu! Kalau kamu ganggu mereka, kamu tidak bisa bertemu dengan Farell lagi!" Basuki terdiam.
"Hm,baiklah. Saya janji tidak akan mengganggu mereka lagi!" ucap Basuki dengan serius.
"Ya sudah, kita sudah deal, ya!" ucap Santi menegaskan.
"Iya,aku pamit dulu ya...Terima kasih waktunya, salam untuk Farell dan bilang ke dia kalau saya sayang sama dia!" ucap Basuki lagi.
"Iya, saya sampaikan nanti," jawab santi.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Kemudian Basuki pulang. Ramdani yang baru saja datang mengirim teralis dan pagar ke pelanggan masuk ke dalam warungnya.
"Mas, sudah sampai?" tanya Santi dan dia mencium punggung tangan suaminya.
"San, aku mau minum dulu, haus," ucap Ramdani.
"Sebentar aku ambilkan. Mau pakai es?"
"Iya boleh."
Kemudian Ramdani masuk ke dalam kamar Farell dan melihat Farell sedang main dengan mainan yang diberikan Basuki kepadanya.
"Farell, itu mainan dari siapa?" tanya Ramdani yang heran karena Farell sedang mainmainan baru.
"Ini dari bapakku pak, dia tadi datang dan aku dikasih mainan ini!" jawab Farell.
__ADS_1
"Hm...Oh begitu, ya sudah." Kemudian Ramdani keluar dan duduk di bangku panjang dekat pintu.
"Mas, tadi Basuki datang ke sini ketemu dengan Farell. Dan dia membawakan mainan danpakaian untuk Farell," Ucap Santi sambil membawa segelas es Teh Manis yang segera diminum oleh Ramdani.
"Hmm...Lama?"
"Tidak mas, cuma sepuluh menit terus dia pulang."
"Oh kirain lama."
"Tidak karena Farell cuma sebentar mau bicara dengan Basuki. Tapi aku sudah bilang sama dia, boleh di kesini menemui Farell tapi ada janjinya!"
"Apa itu?"
"Dia tidak boleh mengganggu keluarga kita lagi!"
"Hm, iya lah, masa mengganggu terus? Masa dia nggak kapok masuk keluar penjara??"
"Hm, ya begitulah mas, orang kalau ada maunya harus digituin!"
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Eh Paklek, kok sama Farhan dan mbak Zahra?"
"Iyakebetulan Bulan mau ketemu mas Farell. Ada Farellnya?" tanya Farhan. Santi bersalaman dengan Paklek, Farhan dan Zahra.
"Eh, ini Bulan ya? Kok cantik amat sih ponakan tante? Heh?" Bulan tertawa diledekin oleh Santi.
"Deee...Mas..!" ucap Bulan.
"Iya Mas..Alel!" ucapnya lagi.
"Jadinggak mau ketemu sama bude?" Santi pura-pura cemberut.
"Ndak..Ndakkk..Wasss...Masss..Alel..!" sahut Bulan mengusir Santi.
"Ih, ini anak gemesin amat sih?"
"Hahahaha...." Bulan tertawa setelah dikelitikin Santi.
Mereka masuk dan duduk di kursi sebuah meja. Di warung sedang ada tiga orang pelanggan dan mereka anak-anak sekolah. Santi mengajak Farell keluar dari kamar untuk bertemu dengan Paklek, Farhan dan Santi.
"Eh mas Farell, lagi apa?" tanya Zahra.
"Main lek. Eh Bulan adikku yang cantik...Yuk sama mas Farell main di dalam!"Sahut Farell. Dan kemudian menggendong Bulan.
"Awas Farell, hati-hati," ucap Santi.
"Iya bu, ayooo kita main di kamar yukkkk..." Farell berjalan sambil menggendong Bulan.
"Eh, semua mau makan soto?" tanya Santi.
"Hm, apa saja asal enak dan gratis!" Celetuk Farhan.
__ADS_1
"Hahaha ya moso bayar, Han!" sahut paklek.
"Biasa tuh Paklek, si Farhan emang begitu! Mentang-mentang aku dulu sering makan di rumah! Huh sebel jadi disindirin terus! Hihihihi...!"
"Hahahaha, Ya maap San, abis Paklek itu loh nyamber aja!" ucap Farhan.
"Iyalah.Moso paklek yang bayar?" ledek paklek lagi.
"Hahahaha yo wes yo wes...Piye paklek, soto atau rawon?" tanya Santi lagi.
"Aku Rawon aja, pake nasi ya, San!" sahut Paklek.
"Iya sama lah, rawon saja!" timpal Farhan.
"Kalau Zahra, apa?" tanya Santi.
"Saya soto ayam saja!" jawab Zahra.
"Mas aku lihat Bulan dulu, ya."
"Iya, San aku minumnya es jeruk yo!" ucap paklek.
"Iya paklek, Farhan apa?"
"Sama aja!" Setelah Santi selesai meracik semuanya dan mengantarkan ke meja mereka duduk.
"Ini semuanya. Oh iya, kamu kalau lima belas menit lalu ke sini pasti ketemu sama Basuki!" Ucap Zahra sambil duduk.
"Hah! Basuki??" tanya Farhan kaget.
"Iya Han, dia kesini mau ketemu Farell dan memberikan mainan banyak juga pakaian ke Farell!" ucap Santi.
"Hm, baguslah kalau dia mau begitu ke Farell!"
"Tapi pas pulang tadi dia udah aku ancem kalau da sampai masih mengganggu keluarga kita, dia nggak akan aku kasih ijin bertemu dengan Farell!"
"Ya sebaiknya jangan, karena kalau dia masuk penjara lagi pastinya Farell akan semakin memusuhinya!" ucap Paklek.
"Iya San, tapi kita tetap harus waspada, karena bisa aja dia bilang nggak ganggutapi bisa saja dia nyuruh orang lain!"
"Iya juga sih! Oh iya, aku dan Mas Ramdani lusa ketemu sama Yanti, masalah uang pembasaran rumah itu!"
"Ya temuin saja, aturlah sebaik mungkin. Uangnya buat sekolah Farell!" Balas Farhan.
"Iya. Kok Ibu nggak ikut?" tanya Santi.
"Ya mana muat, wong tadi paklek aja naik ojek kesininya!" jawab Farhan.
"Hahahaha, Iya ya, Ibu kasian dirumah sendirian."
"Ya kalau kita naik angkot, kan sudah ada motor San!"
"Hm, kenapa nggak ke rumah ambil motorku!" ucap Santi.
......
__ADS_1
......
BERSAMBUNG