KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
PELAKOR DARI MERTUA


__ADS_3

Bab 9.


POV AZZAHRA


Akhirnya aku dibelikan kaos panjang dua buah, harganya seratus ribu satu bajunya. Mungkin mas Farhan sedang ada rejeki, jadi dia membelikanku kaos panjang yang baru.


"Dek...Makan mie ayam, yuk.." ajak mas Farhan.


"Boleh mas, yuk" Mas Farhan menarik tanganku. Kami selalu bergandengan tangan kemanapun kami pergi. Mas Farhan memang lebih romantis dari aku. Kami makan mie ayam dan tak lupa membelikan Ibu sebungkus.


"Dek, kalau sudah ini kita pulang ya?"


"Iya mas."


Kami pulang ke rumah dan aku senang sekali dibelika kaos panjang yang bagus, karena memang kami jarang membelanjakan sesuatu barang yang tidak terlalu bermanfaat. Sesampainya di rumah, kami masuk ke dalam rumah. Pintu rumah sudah terbuka.


"Assalalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Jawaban dari Mbak Santi dan Ibu yang sedang duduk di ruang tamu.


"Ibu ini aku belikan Mie Ayam," sahut Mas Farhan. Aku langsung ke dalam kamar dan menaroh belanjaanku ke dalam lemari. Aku keluar lagi dan menuju ke belakang untuk mengangkat jemuran pakaian"


Aku melewati mereka yang diam tak bersuara. Mas Farhan kembali ke teras dan melinting rokok lagi. Aku ke belakang dan setelah mengangkat jemuran, aku masuk ke dalam rumah dan meletakkan jemuran di ruang setrika pakaian. Aku menyalakan setrikaan dan aku menyetrika pakaian yang sudah kering. Pas Adzan Magrib, kembali ke depan menuju ke kamarku.


Mbak Santi sudah pulang, dan aku emmanggil mas Farhan untuk masuk melakukan sholat Magrib berjamaah di dalam kamar.


Pagi hari kali ini aku masih bersama dengan Mas Farhan makan pagi bersama,ntah kenapa aku mau makan pagi dengan mas Farhan. Sehari kemarin mas Farhan sudah tidak ke sawah, pagi ini dia berangat aga pagi. Au sudah menyapu rumah dan mencuci piring tadi.


"Mas nanti siang aku bawaan makan siang lagi?"


"Iya dong sayang, nanti kalau bisa lebih awal gak papa..!"


"Iya mas. Mas mau lauk apa?"


“Hm apa saja sayang, yang penting dimasakin oleh kamu saja...Hehehe."


"Itu sih pasti mas...Gak ada permintaan lauk nih?" Aku tersenyum kepadanya.


"Tak ada sayang!"

__ADS_1


Kemudian, mas Farhan pergi ke sawah. Setelah mengantar suamiku sampai teras, aku kembali ke dalam untuk mengepel dan mencuci piring.


Pas aku sedang mencuci pakaian aku mendengar ada suara orang wanita sedang bicara dengan ibu. Aku tetap mencuci pakaianku dan kemudian mandi. Setelah mandi aku kembali ke kamar untuk belanja bahan sayur dan lauk untuk dimasa.


Begitu aku melewati ruang makan dan aku melihat sesosok perempuan muda yang cantik, usia nya sekitar dua tahun dibawahku dan ada koper di samping kursi yang dia duduki. Aku berjalan saja terus ke arah kamarku.


"Eh mbak Zahra, ya?' sahut orang itu.


"Iya, dengan siapa?" tanyaku sambil bersalaman dan kemudian aku duduk di samping depan kanannya.


"Aku Dona Mbak, Saya pernah tinggal di rumah ujung sana, cuma saya sekarang ikut dengan orangtua di kota lain. Aku dan Mas Farhan pernah satu sekolah, dan aku dulu sering main ke sini dengan mbak Santi dan mas Farhan juga main. Aku juga dekat dengan Ibu."


"Ohh..Ya sudah dilanjut saja dengan Ibu, aku mau belanja dulu buat masak!"


"Oh iya mbak, silahkan" Aku melihat ke Ibu. Dia cuek saja dengan pembicaraanku dengan Dona tadi.


Aku masuk saja ke kamarku dan mengganti pakaian serta memakai hijab, aku ambil uang secukupnya saja buat masak makan siang. Aku keluar lagi dan menganggukan kepalaku saja kepada Dona dan berjalan menuju keluar rumah untuk belanja.


Setelah belanja aku masuk lagi ke dalam rumah. Tapi sebelum mencapai pintu, aku mendengar Ibu sedang membicarakanku kepada Dona. Aku masuk saja melewati pintu dan kulihat ke arah muka Ibu yang diam dan menundukkan kepalanya.


"Ibu..Aku emang orang kampung dan seorang istri yang belajar untuk patuh kepada suamiku. Kalau Ibu tak suka denganku kenapa Ibu ngomongin aku dari belakang begini menjelek-jelekkanku di depan mbak Dona?"


"Ya sudah gosip itu sama dengan Ghibah, dan Ghibah itu dosa bu..." sahutku sambil tersenyum. Setelah bicara aku langsung ke dapur memasak. Aku tak peduli dengan Ibu yang telah menjelek-jelekkan ku kepada Dona.


Aku memasak Ikan dan menggoreng Telur juga membuat sambal dn Sayur bening. Setelah selesai, aku masukkan di dalam rantang dengan nasinya juga. Dona makanan yang aku masak, aku taroh di atas meja makan.


Aku langsung berjalan ke pintu depan, dan setelah dekat di pintu depan, aku ijin kepada Ibu kalau aku mau ke sawah. Aku jalan ke sawah dan menuju ke saung tempat biasa aku menunggu.


"Mas..Makan," Panggilku kepada Mas Farhan yang sedang menyangkul.


Dia menengok ke arahku dan membawa cangkulnya ke sungai kecil. Dia membersihkan kaki dan tangannya dan berjalan menuju ke saung. Sesampainya di saung, aku mencium tangannya dengan Takdzim.


"Mas makan, supaya kuat...Hehehe."


"Kamu bisa aja, kan mas udah kuat kalau sedang dengan kamu dek...Hihihi," goda mas Farhan.


"Massss...bukan itu, supaya nyangkulnya bisa berhektar-hektar mas...Hehehe."


"Emang Mas Traktor bisa kuat begitu!" Jawab suamiku dengan mencebikkan bibitnya.

__ADS_1


"Iya suamiku, maaf ya...Sini aku masak Ikan kesukaanmu!"


"Wah dek, mantap nih makan siangnya, nanti malam makan kamu ya dek!" Dia tersenyum simpul sambil melirik ke arahku.


"Ish mas genit. Nanti saja mas pas lagi subur sekitar  hari lagi sayang!"


"Ah kelamaan..." katanya sambil menyendiok nasiya dari piring.


"Ya sudah makan dulu lah mas..."


"Iya sayang, Kamu gak makan?'


"Gak ah sayang...Eh iya, ada tamu di rumah, katanya dia bekas tetanggamu..."


"Hhmm siapa dek? Dona? Oh...Iya dia bekas tetangga dan teman SMA ku... Eh ngapin dia di rumah? Bukannya dia di kota lain?"


"Iya sih, dan maksud kedatangannya juga aku nggak paham mas...!"


"Ada apa ya? Mungkin dia ada perlu di kota ini, jadi dia main saja ke rumah..!"


"Iya mas, da bawa koper. Hmmm...Emang sedekat apa dia dengan keluargamu?"


"Hmmm...Dia itu teman SMAku dan ya biasalah teman. Tapi dia juga akrab dengan mbak Santi. aku sih biasa dek dengan dia. Anaknya agak lebai dan banyak orang yang suka sama dia dulu teman-teman sekolahku. Dia kan orang kaya, dan aku sih gak ada apa-apa dari dulu. Dia sering ke rumah karena main dan sering jalan dengan mbak Santi." Jelas Mas Farhan.


"Oh kirain mantanmu....Hehehe, soalnya dia itu orangnya cantikk...!" Aku melirik mas Farhan yang biasa saja mukanya dan lahap makan makanannya.


"Nggak kok, sayang. Bukan...!" jawabnya kepadaku dengan mimik yang biasa saja.


"Mas, kita dua hari lagi ke rumah Mak Hasnah lagi, ya. Sekalian kita cek lagi kondisi kita mas..."


"Oh boleh sayang. Kan kita pengen momongan...!"


Mas Farhan selesai makannya.


"Alhamdulillah....Masakanmu enak sekali. Aku sampai kenyang sayang"


....


....

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2