
BAB 81.
Seminggu telah berlalu.
Sore itu di sebuah rumah, Basuki dan Muso bersama dengan teman yang ahli membobol lemari besi sudah berkumpul di rumah kontrakan kawannya itu yang bernama Deden.
Mereka sedang menyiapkan peralatan dan mematangkan rencana untuk merampok kantornya Yanti.
"Mus, nanti kita bagaimana ya melumpuhkan keamanan disana?" tanya Basuki.
"Gampanglah kita lumpuhkan mereka dulu semua! Kira-kira ada berapa orang keamanan?" tanya nya.
"Hm, cuma ada dua orang setiap malam."
"Kalau cuma dua orang, kita kan punya alat pengejut listrik. Kita pakai itu untuk melumpuhkan mereka. Janga lupa dengan topeng ya!"
"Iya itu pasti kita harus memakainya!" jawab Basuki.
"Basuki, kamu sudah pastikan kalau tidak ada CCTV disana?" tanya Deden.
"Ya, sewaktu aku ke sana terakhir, sama sekali tidak ada CCTV, Den!" jawab Basuki.
"Hm, bagaimana dengan alat untuk membobol lemari besi?" tanya Basuki.
"Sudah aman Bas! Saya hanya perlu alat ini saja, dalam lima menit saya sudah bisa tau kodenya! Hahahaha."
"Wah, bagaimana caranya, bro?" tanya Basuki.
"Ah, elo mah dikasih tau juga gak bakalan paham! Udahlah serahkan saja semua kepadaku. Dan setelah kita beraksi, kita kumpul dimana?" tanya Deden.
"Kita ke sini dulu saja, setelah membagi hasil rampokan kita bisa pisah!" Jawab Muso.
"Oke, deal ya!"
"Ya, deal!"
Setelah jam 1 malam, mereka segera meluncur ke kantornya Yanti. Mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Mereka parkir motor di samping gedung kantor Yanti yang ada tanah kosong disana.
Mereka berjalan berpencar. Basuki dan Muso berjalan jarak dua meter. Basuki di depan dan Muso di belakang. Pagar besi Setinggi dua meter terkunci. Basuki mengintip dari lobang kecil di pagar dan tampak ada seorang penjaga saja yang sedang duduk menyetel musik di dalam pos penjaga.
"Bro...Aman, ada satu penjaga! Siap ya??" tanya Basuki.
"Oke," jawab Muso.
Mereka memakai topengnya. Kondisi jalan raya juga sudah sepi tak ada yang lewat. Mereka menyiapkan alat kejut listriknya.
"Oke."
TOK
__ADS_1
TOK
"Pak, misi pak, mau numpang nanya!" Teriak Basuki yang berdiri di depan pintu kecilnya. Sedangkan Muso sudah siap dengan alatnya di depan pintu dorong.
"Ada apa!" Teriak keamanan itu dari dalam pos. Dia berjalan kedepan tanpa membawa apapun.
Langsung saja kemanan itu membuka kunci dan membuka pagar. Begitu dibuka Basuki langsung mendorong keamanan itu dan mengarahkan alat kejut listrik ke badannya.
"Aahh..." Dia langsung pingsan dan Basuki menangkap badan keamanan itu dan menarik ke depan pos untuk didudukkan.
"Broo, kita masuk perlahan. Satu lagi keamanan kita harus lumpuhkan!" ucap muso dengan nada pelan.
"Oke!"
Basuki keluar memberi kode kepada Deden untuk ikut masuk, kemudian menutup pintu besi tadi dan berjalan ke arah dalam di belakang Muso.Mereka bertiga mengendap-endap ke dalam dan berjalan ke arah samping gedung dan mereka membobol pintu samping yang langsung mengakses ke dalam gedung.
"Bro, sekuriti masih ada satu! Kita harus melumpuhkan dulu!" Ucap Basuki.
"Oh iya, ayo kita kembali ke sana!"
Basuki dan Muso kembali ke bagian depan gedung dan mendapatkan seorang kemananan ternyata sedang tidur di lantai, di dalam pos. Langsung mereka masuk dan mengejutkan dua alat kejut sekaligus dan dia langsung pingsan.
Setelah tau dua keamanannya lumpuh, mereka berlari menyusul Deden yang sedang menunggu di pintu samping yang sudah mereka bobol.
Mereka bertiga masuk dan langsung menghidupkan senter. Mereka langsung masuk ke dalam ruangan utama dan naik ke lantai dua. Mereka berjalan dan mengarah ke dalam ruangan brankas bagian keuangan.
Semua uangnya langsung mereka masukkan kedalam kantong plastik besar yang sudah mereka siapkan. Setelah mereka kuras semua, pintu lemari besinya pun ditutup kembali dan diputar kuncinya oleh Deden.
Mereka tidak tau kalau didalam ruangan Yanti dan di ruangan Keuangan ada CCTV yang mengintai mereka.
"Basuki yang kepanasan dengan topengnya melepaskan topengnya dan berjalan ke sebuah meja. Meja itu adalah meja kasir yang ada brankas kecilnya. Dia meminta obeng kepada Deden dan membuka paksa brankas kecil itu dengan obeng. Setelah terbuka ternyata ada uang banyak dan dia ambil semua uangnya dan memasukkannya ke dalam tasnya.
Mereka berhasil kabur dari ruangan itu dan keluar tanpa ada orang yang tau. Seperti rencana mereka langsung berpencar setelah pembagian hasil rampokannya.
Basuki pulang ke rumah dan langsung mandi. Dia ditemani makan oleh Ninu.
"Mas, tadi darimana?" tanya Ninu.
"Hm, jalan sama Muso, kenapa sayang? Kangen sama aku?" tanya Basuki menggoda.
"Hm, iya dong mas. Aku selalu kangen sama kamu..." Jawab Ninu.
"Malam ini kita langsung tidur ya, besok kita ke toko emas. Aku mau beli emas untuk kamu sayang!"
"Assiikkk...Makasih mas. Berlian saja mas!" Pinta Ninu yang merayu Basuki.
"Iya boleh, tenang saja, aku akan belikanmu emas dan berlian di sana."
"Terima kasih mas. Jadi malam ini tidak mau dilayani?" tanya Ninu.
__ADS_1
"Aku capek sayang!"
"Ya sudah, terima kasih ya, mas," jawab Ninu.
Setelah itu mereka istirahat.
*
Di tempat lain pada pagi hari, Yanti, begitu bangun langsung mandi karena mendapatkan kabar dari karyawannya, kalau kantor dibobol oleh perampok. Yanti langsung berangkat ke kantor. Sesampainya di Kantor, Yanti diberitahukan oleh securiti yang shift pagi, kalau dua keamanan sedang sakit terkena kejutan listrik malam tadi. Dan mereka sedang dibawa ke klinik.
Yanti langsung menuju ke ruangan keuangan dan mengecek ke lemari besinya.
"Ini sudah ada yang buka?" tanya Yanti.
"Saya saja bu. Saya tadi mau ambil cek di dalam brankas!" Ucap Karyawannya.
"Sudah panggil polisi?" tanya Yanti.
"Belum bu kami menunggu kedatangan ibu ke kantor," jawab mereka.
Polisipun datang ke kantor itu dan lagsung memeriksa semua gedung. Kerugian yang dicapai berupa uang sebesar tiga ratus dua puluh lima juta rupiah.
Dan mereka langsung mengecek laporan CCTV yang ada dalam sebuah komputer.
Setelah dibuka rekaman CCTV yang ada di dalam DVR maka tampaklah muka Basuki yang sedang membuka Box uang yang kecil
"Ibu kenal dengan orang ini?" tanya Polisi yang mematikan rekamannya dan melihat ke arah monitor.
"Ya, saya kenal pak! Dia mantan karyawan saya dan dia itu kakak ipar saya!" Yanti terdiam.
"Terus apa tindakan kami?"
"Proses pak! Dia residivis. Tangkap dia!" Ucap Yanti geram.
"Hm baik bu...Segera!" jawab kaptennya.
Akhirnya polisi langsung bergerak menangkap Basuki.
Setelah itu mereka pergi dari kantornya Yanti.
Yanti kembali ke mobilnya dan mengajak salah satu sekuriti untuk menemaninya ke klinik.
Sesampainya di klinik Yanti langsung menemui kedua karyawannya yang dirawat disana. Setelah mengurus pembayarannya, dia langsung ke kantor polisi dan memberikan infomasi yang didapat dari kedua karyawannya.
......
......
BERSAMBUNG
__ADS_1