
Bab 89.
"Begini, kamu jangan nengok ke arah Ninu ya. Tadi aku mendengar pembicaraan Ninu dengan orang ditelpon dan dia bilang begini. Iya aku sayang kamu mas Basuki!" ucapnya pelan.
"Hah! Dia ada hubungannya dengan Basuki???" tanya Santi dengan lirih.
"Mungkin! Ingat tidak kalau Basuki punya wanita simpanan kata Yanti kemarin!"
"Aku nggak tau kalau Basuki punya simpanan, Han!" ucap Santi.
"Oh iya, maaf dia bicaranya waktu di rumahku kemarin sama Dona!"
"Hah, jadi Basuki punya wanita simpanan dan dia itu Ninu?" tanya Santi terperanjat. Mukanya langsung down mendengar kabar dari Farhan.
"Iya, Yanti kasih tau ke Dona waktu di rumah!"
"Wah, pantesan mas Ramdani kayaknya pernh melihat Ninu dan Yanti juga katanya pernah melihat Ninu!" Sahut Santi.
"Nah, kalau Yanti mungkin, kali aja dia ingat sekarang!" ucap Farhan.
"Ayo, coba aku telpon!"
Santi kemudian menelpon Yanti. Yanti mengangkatnya.
["Halo, Assalamualaikum."]
["Waalaikumsalam Zahra. Ada apa?]" tanya Yanti.
["Yanti maaf saya mau nanya. Kamu kan pernah bilang, kalau kamu pernah melihat Ninu di suatu tempat?"] tanya Santi.
["Iya, sampai sekarang aku masih berusaha untuk mengingatnya!"]
["Nah ada tidak hubungannya dengan mas Basuki?]" tanya Santi.
["Wahhh...Iya San, saya pernah melihat dia waktu sidang di Pengadilan dan waktu itu dia duduk dekat denganku. Dan kalau nggak salah, waktu di restoran juga kayaknya dia, walaupun saya lihat dia dari samping!"]
["Nah, soalnya Farhan mendengar kalau Ninu menelpon Basuki di rumahnya!"
["Ya,
kalau begitu sudah keluarkan saja dia!"]
["Tapi aku alasannya apa Yanti?"] tanya Santi.
["Ya kamu panggil saja dia!"]
["Bagaimana kalau kamu ke sini, bantuin aku untuk menanyakan ke Ninu langsung! Pura-pura kalau kamu pernah lihat dia waktu sidangnya basuki!"] Usul Santi.
["Oke oke, saya ke sana sekarang! Soalna bahaya tuh orang, bisa-bisa sasarannya keluarga kalian lagi! Oke saya ke sana sekarang, tunggu saja!"]
["Ya Yanti. Assalamualaikum."]
["Waalaikumsalam."]
Santi menutup telponnya.
"Han, kamu disini dulu, Yanti mau kesini. Yanti pernah melihat Ninu waktu sidang Basuki di Pengadilan!" Ucapnya pelan.
__ADS_1
"Oke, aku disini. Aku minta kopi saja, ya!" Sahut Basuki.
"Oke Han!"
Tak lama kemudian Yanti datang bersama dengan kompol Reza. Mereka masuk dan disambut oleh Santi dan Farhan.
"Mas Reza, kenalkan ini Farhan, ini Santi!" ucap Yanti.
"Reza...!" Mereka bersalaman dan duduk diluar.
"Bagaimana mas Farhan kabarnya?" tanya Yanti.
"Baik Yanti. Ini mas Reza siapa?"
"Dia serse yang menagkap Basuki, dan pastinya dia mengenal Ninu.” Ninu yang sedang masak di dapur tak mengetahui adanya kompol Reza.
"Iya, saya waktu menangkap Basuki memang di dalam kamar ada seorang wanita yang mengaku istrinya."
"Oh begitu. Mending kompol Reza duduk disini, supaya punggungnya saja yang ketauan dari dalam!" Sahut Farhan.
"Oke!" Kompol Reza pun pindah.
"Nah, kalau pastinya dia akan takut kalau kompol muncul dan menangkap dia!"
"Yanti, apa tidak sebaiknya aku dan kompol reza ke rumah dan kamu mengajak si Ninu kerumahku saja! Kita selesaikan disana!" Ucap Farhan.
"Hm boleh mas. Kalau begitu mas Reza sama mas Farhan saja ya naik motor!" ucap Yanti.
"Oke yuk mas, kita pergi ke sana..!" Jawab mas Reza.
Kemudian, Farhan dan Kompol Reza pergi ke rumah Farhan. Sejam kemudian, Santi, Yanti dan Ninu menyusul. Kompol Reza sengaja menunggu di warung lek Jono agar kalau Ninu melihatnya tidak bisa kabur.
rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Wah, sudah pada kumpul nih!"
Raut muka Ninu langsung pucat dan menundukkan kepala tak berani menengok ke atas.
Kompol Reza duduk dan langsung mengarah ke Ninu.
"Maaf mbak yang disana, coba kepalanya ke atas!" Kompol Reza langsung melihat Ninu. Ninu menaikkan kepalanya.
"Iya pak?" Terlihat sekali bahwa Ninu ketakutan.
"Kamu istrinya Basuki kan?" tanya Kompol Reza.
"Bu-bukan pak...!"
"Kalau bukan kenapa gugup?" tanya kompol Reza lagi.
"Saya bu-bukan istrinya pak. Saya kekasihnya!"
"Hah, kamu pacarnya Basuki?" tanya Farhan kesal.
__ADS_1
"Iy-ya pak, sebelum dia masuk penjara, kami sudah berpacaran seperti suami istri...!" Jawab Ninu dengan ragu-ragu.
"Kamu kenapa menyusup ke warung sotonya Ibu Santi? Apa rencanamu dengan Basuki? Ayo jawab! Kalau tidak akan saya penjara kamu!" bentak kompol Reza.
"Maaf pak, saya disuruh oleh mas Basuki untuk menculik anaknya pak Farhan," jawabnya.
"Hah! Menculik anak saya? Untuk balas dendamnya?!" tanya Farhan dengan gemas.
"Maaf pak Farhan. Saya awalnya memang disuruh oleh Mas Basuki, tapi saya setelah sampai warung soto Ibu Santi, saya kok merasa aneh kalau saya merugikan keluarga Ibu Santi yang sudah baik kepada saya. Beliau sangat baik sama saya, dan keluarga ini juga sangat baik. Jadi saya sebelum ini bimbang untuk melakukan atau tidak!" Jawab Ninu.
"Nah bu Santi, pak Farhan, bagaimana menurut kalian?" tanya kompol Reza.
"Hm, kalau saya sih tak mau gambling pak, saya mau Ninu ya pergi dari warung saya!"
"Bu, tolonglah, saya janji tidak akan melakukan rencana mas Basuki. Dan saya akan membuang nomer saya dan silahkan hapus nomernya mas Basuki disini! Ini HP nya, saya senang bisa bekerja seperti ini! Tolonglah bu Santi!" Ninu memelas.
Santi melihat kesungguhan Ninu menjadi bimbang.
"Kamu bisa saja bilang seperti itu, tapi nanti kalau kamu ketemu Basuki dan bisa kontak Basuki lagi, bisa berubah rencana dan pikiran kamu!" Ucap Santi dengan bijaksana.
"Entahlah bu, saya sangat kerasan di warung itu, dan saya sangat senang bisa membantu keluarga disini!"
"Hm, ya semua sekarang terserah sama kalian saja," ucap Kompol Reza.
"Kamu beneran sudah tak mau berhubungan dengan Basuki lagi?" tanya Santi.
"Iya bu. Ini silahkan ambil HP saya, saya tidak akan behubungan lagi dengan mas Basuki sampai kapanpun!" Jawab Ninu sambil memberikan HPnya ke kompol Reza.
"Ini HPnya saya sita ya!" Ujar kompol Reza. Ninu menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana mas Farhan?" tanya Yanti.
"Wah saya masih bingung dengan sama jalan pikirannya! Wong kami tidak punya niat apa-apa sama Basuki kok, dia masih saja mengganggu keluarga kita??" Farhan geram sekali.
"Pak Farhan, mas Basuki masih keukeuh kalau dia itu tidak salah mengenai penculikannya dulu!"
"Ah, ya kan dia suruhan dan sudah sesuai dengan pengakuan Dona waktu itu!" Ucap Farhan lagi masih kesal.
"Ya sudah pak Farhan, Bu Santi. Jadi bagaimana?" tanya kompol reza lagi.
"Begini saja kompol, saya masih memberikan kesempatan kepada Ninu, tapi ada catatannya!"
"Apa itu bu Santi?"
"Dia tidak boleh ke rumah ini, dan dia tidak dikasih libur satu haripun walaupun Basuki sudah lepas nanti!" Sahut Santi.
"Baiklah, kalau begitu masalah sudah selesai ya!" Ucap kompol Reza.
"Iya kompol, terima kasih atas bantuannya selama ini."
"Sudah jadi tanggung-jawab kami pak Farhan!" Kemudian Yanti, Santi, kompol Reza dan Ninu pulang ke warung soto. Yanti dan kompol Reza makan soto disana.
BRAAKKKK...
"Eh Ninuuuu...!!" Santi teriak.
........
__ADS_1
........
BERSAMBUNG