KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
KECURIGAAN YANTI


__ADS_3

Bab 87.


"Jadi saya boleh tinggal diwarung ini juga, bu?" tanya Ninu tambah senang.


"Iya, kalau mau. Kamu nanti malam pulang dan besok pagi kamu bisa bawa pakaian ke sini. Disini ada satu orang juga, jadi kamu berdua sekamar!" Jawab Santi.


"Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih bu. Kalau boleh saya bisa kerja sekarang!' ucapnya.


"Ya sudah, itu tukang masak saya yang satunya sedang didapur. Ayo saya kenalkan sama mereka!"


Kemudian Santi memperkenalkan Ninu ke karyawannya yang lain.


Rencananya berhasil dan Santi dengan senyum sinis senang karena telah berhasil mendekat ke keluarga mantan istri Basuki.


Siangnya banyak sekali yang beli, dan malam hari setelah selesai tutup warung, santi dan Ramdani pulang ke rumahnya.


Sesampai di rumah mereka mandi dan tidur. Sebelum tidur Ramdani mengajak bicara dengan istrinya.


"Sayang, itu siapa, kok ada karyawan baru?" tanya Ramdani melihat Ninu sedang mask di dapur.


"Iya mas. Namanya Ninu. Dia tadi pagi datang minta pekerjaan dan bisa masak katanya. Aku terima karena si Ida kan sudah keluar kemarin malam, Dia sudah pamit karena mendadak disuruh menikah oleh Ibunya di kampung!"


"Emang anaknya rajin dan beneran bisa masak?" tanya Ramdani.


"Iya mas, dan dia rajin, cekatan dan masakannya tambah enak loh. Maksudku racikan ke kuah soto dan rawon jadi lebih kuat!"


"Ah, yang bener? coba besok aku cobain ya!"


"Iya mas, sekarang tidurlah. Aku capek banget nih!" ucap Santi.


"Iya deh, yuk kita tidur!" balas Ramdani.


Besok paginya Santi datang ke warung dan mendapatkan warungnya sudah bersih dan rapi. Dia sangat kagum dengan pekerjaan Ninu yang rajin. Ninu sedang mandi dan setelah dia keluar dia dipanggil oleh Santi.


"Ninu, kamu semua yang bersihkan dan rapikan warung?" tanya Santi.


"Iya bu, saya memang sudah biasa untuk bersih bersih setelah bangun tidur. Saya bangun sebelum subuh, jadi saya akan beres-beres dulu."


"Hm, kamu rajin ya, biasanya saya yang membereskannya. Karena karyowan yang lain lain memang masuknya jam sembilan. Ini jam enam saja semua sudah bersih. Bagaimana kalau kita buka pagi dan jualan mie ayam atau bubur ayam disini, jadi ada penambahan menu kalau pagi! Kamu bisa jualan. Menurutmu enak mana?" tanya Santi.


"Maksud ibu, apa?"


"Maksudku enak jualan bubur ayam atau mie ayam?"


"Kayaknya enak bubur ayam bu, tidak repot. Lagi pula hanya masak bubur saja, kalau yang lain kan kita juga sudah biasa, seperti kerupuk, dan lainnya!"


"Bagus deh, kita jualan bubur ayam ya. Tapi kayaknya kita mulai saja lusa, Nanti Ibu beli alat masaknya dulu, bagaimana?"


"Ya terserah ibu saja!" ucap Ninu.


Kemudian, hari itu banyak sekali pembeli dan tutup agak awal karena bahan jualannya semuanya habis terjual. Santi pulang bersama Ramdani dan Farell. Sebelum tidur, Ninu menelpon sang kekasih di teras warung.


["Halo, assalamualaikum mas."]


["Waalaikumsalam dek. Kamu bagaimana kabarnya?"]


["Alhamdulillah baik mas. Aku sudah diterima oleh mantan istrimu mas menjadi karyowan warung ini!"]

__ADS_1


["Wah, hebat kamu! Beneran sudah diterima?"]


["Iya, aku kan bisa masak, makanya aku diterima karena tukang masaknya sudah keluar kemarin malam. Pas banget ya sayang!"]


["Iya kok bisa kebetulan begitu ya? Hahaha, Jadi kamu bisa segera menjalankan aksinya, ya?"]


["Iya mas, pelan-pelan nanti kan aku dipercaya sama mantanmu itu! Dia baik ya mas, kamu salah menceraikannya. Dia lembut orangnya!"]


["Ya, mau bagaimana lagi sayang? Aku kan terpincut sama sahabatnya itu, dia juga lebih muda dan seksi, kaya lagi!"]


["Ya sudahlah, kamu sabar ya, nanti aku akan melaksanakan tugasnya pelan-pelan!"]


["Iya sayang, terima kasih, Kamu jaga kesehatan!"]


["Iya mas, kamu juga ya!"]


Kemudian telpon dimatikan.


Besok pagi, setelah beberes semuanya, Santi datang dari pasar membawa semua bahan masakan yang akan dimasak. Semua dagangan habis terjual hari tu. Dan Santi sudah pesan kepada Ninu untuk mulai jualan bubur ayam keesokan harinya.


Besok Pagi Ninu mulai berjualan bubur ayam, tidak banyak yang laku, walau hanya habis setengah saja.


Jam sembilan Santi datang bersama Ramdani. Farell dijemput lagi oleh Ramdani yang datang belakangan.


"Gimana Ninu, laku nggak bubur ayamnya?" tanya Santi.


"Alhamdulillah bu, untuk permulaan sih lumayan, laku tiga puluh mangkok bu!"


"Wow, luar biasa. Coba buatkan saya bubur ayamnya!"


Kemudian, Ninu membuatkan semangkok bubur ayam. Ramdani yang baru saja datang akhirnya juga makan bubur ayam yang dibuatkan oleh Ninu.


"Ninu mas, dia emang enak masakannya. Kayak Zahra aja, masak apa aja enak!"


"Iya, jadi rencananya kamu jualan bubur ayam kalau pagi?"


"Iya mas, tapi karena Ninu yang jualan, kayaknya keuntunganku aku bagi dua dengan dia!"


"Bagus deh, kamu bisa bijak kalau begini. Kamu memang istri ku yang top!" Ramdani mencium kening Santi dan pergi kembali bekerja.


"Ninu, kamu ke sini sebentar!" Panggil Santi.


"Iya bu, ada apa?" tanya Ninu dan dia duduk di bangku depan Santi.


"Begini, nanti kalau kita jualan bubur ayam terus, aku mau membagi dua keuntungan bersih dari jualan bubur ayam!"


"Ah, nggak usah bu, saya kan karyawan Ibu disini."


"Jangan menolak, aku tidak mau kamu yang capek saya yang mendapatkan keuntunganya."


"Tidak usah bu. Ibu sudah baik sekali menerima saya bekerja!"


"Sudahlah, nanti setiap akhir bulan akan saya pisahkan hasil penjualan bubur ayamnya dan kita bagi dua keuntungannya!"


"Ah ibu...saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Ibu!" jawab Ninu.


"Kamu itu seperti adek ipar saya namanya Zahra, dia kalau masak enak sekali. Resep soto ayam ini juga dari dia, dan kamu sudah memperkuat rasanya, jadi makin laris deh jualan saya!"

__ADS_1


"Ya, semoga kita semua tambah bahagia, bu!"


"Amiin, ayo kamu bantu masak saja di dapur."


"Iya bu."


Kemudian, siang hari Yanti dan Dona datang ke warung soto Santi dan mereka datang bersama dengan Rudi dan baby sitternya.


"Assalamualaikum Santi..." Sapa Dona.


"Waalaikumsalam. Eh Dona, eh ada si kecil Rudi yang ganteng! Apa kabar sayang?" Santi menyapa Rudi dan Rudi mencium tangan Santi.


"Baik bunda," ucap Dona.


"Ayo masuk, Yanti apakabar?" mereka cipika-cipiki dan duduk di meja yang kosong.


"Mas Mas...!" Rudi memanggil Farell.


"Oh kamu mau ketemu sama mas Farell sayang?"


"Iya, mass...!"


"Ayo sini bunda gendong yuk ketemu sama mas Farell," Ucap Santi dan menggendong Rudi ke kamar Farell. Disana mereka bermain ditemani oleh pengasuhnya.


Kemudian Santi kembali kemeja mereka dan memesan soto dua porsi. Setelah datang pesanannnya mereka makan dengan lahap sekali dan nambah nasi.


"San, kok sotomu ini kayaknya tambah enak aja! Diubah ya resepnya??" tanya Yanti.


"Tidak diubah Yanti, hanya aku kemarin menerima kerja tukang masak baru dan dia yang membuat rasa kuahnya ini menjadi lebih kuat. Saya nggak tau dia menambah bumbunya dengan apa?" sahut Santi.


"Wah, hebat koki nya, kamu beruntung dapat tukang masak ahli begini! Ada bubur ayam juga?" tanya Yanti.


"Iya," jawab Santi.


"Kalau begitu dipesan dua buat Rudi dan kasih ke mbaknya didalam biar dia makan juga!' pinta Dona.


"Oke...!" Kemudian Ninu membuat dua mangkok bubur ayam buat Rudi dan memberikan ke pengasuhnya. Santi kembali ke meja Yanti.


"San," ucap Yanti.


"Ya Yanti!"


"Kayaknya saya pernah ketemu sama karyowan itu deh??"


"Dimana??" tanya Santi.


"Hm lupa. Tapi saya nggak lupa dengan wajah itu!"


"Ah, emang dia orang sini kok cuma jauh disana, kamu udah pernah ketemu dimana?"


"Nanti, kalau aku ingat aku kasih tau kamu, ya!" Jawab Yanti.


"Iya, dia juga yang buat resep kuah sotonya menjadi lebih enak dan dia juga yang buat dan jualan bubur ayamnya!"


"Ohh, berarti memang jago masak ya, San!" Sahut Dona.


.....

__ADS_1


.....


BERSAMBUNG


__ADS_2