KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
KEDATANGAN YAHYA DARI BANDUNG


__ADS_3

Bab 91.


Kehebohan terjangkitnya Ninu sebagai penderita HIV sudah tersebar kemana-mana dan akhirnya Ninu pulang kampung dan hidup bersama dengan orang tuanya.


Basuki yang sudah mengetahui kabar mengenai Ninu yang terkan HIV akhirnya minta untuk diperiksa oleh dokter di sana. Setelah itu memang dia juga terjangkit HIV juga, oleh karena itu selnya disendirikan. Dia mereasa kesepain karena tidak ada yang bisa diajak mengobrol.


Kondisi ini sangat membuat Basuki tersiksa. Sementara Dona yang melihat Yanti yang dekat dengan kompol Reza membuat Dona iri dengan kebahagiaan adiknya. Dona yang hari ini sangat pendiam karena Yanti yang tak pernah datang lagi, mengajak Rudi ke rumah Farhan dan Zahra.


Sesampainya disana mereka turun ke dalam rumah.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Wahhh, ada adik Rudi ini...!" Ucap Zahra.


"Halo bude....!" Kemudian Zahra dan Dona cipika-cipiki. Ibu keluar dari kamardan ikutan duduk di sofa.


"Adik Bulan mana Zahra?"


"Oh ada, sedang bobo."


"Wah mbak Bulannya lagi bobo mas Rudy!"


"Bobo...Iya...Bobo..." ucap Rudi.


"Tumben  kamu ke sini Dona."


"Iya bu, saya lagi bosan saja di rumah. Yanti sudah tak pernah datang ke rumah lagi. Kasihan Rudi kangen sama bundanya!"


"Loh, memang Yanti kemana? Sibuk kali kerjaannya kan banyak!" Ucap Zahra.


"Iya,mungkin sibuk. Tapi mungkin juga sibuk pacaran!"


"Hah? Yanti pacaran sama siapa, Don?" tanya Zahra heran.


"Sama kompol Reza!"


"Hah? Sama kompol Reza? Wah, baru tau saya Don! Soalnya memang terakhir dia datang ke sini dengan Ninu, ya Yanti memang bersama dengan kompol Reza!"


"Iya kemarin kami bertemu dengan mereka di Mall." Jawab Dona.


"Ah, mungkin mereka hanya dekat saja belum pacaran. Jangan menduga-dugalah!"


"Yee, bukan menduga-duga Zahra. Mereka bergandengan tangan kok!"


"Wooo, ya sudah mungkin mereka baru ya pacarannya?"


"Iya kali. Sudah hampir satu bulan Yanti tidak ke rumah. Kemarin ke rumah cuma sepuluh menit membawa belanja bulanan, terus pulang lagi!" Sahut Dona.


"Hehehe, kamu cari lagilah calon suami, Dona. Mungkin masih ada yang mau sama kamu. Banyaklah cowok-cowok diluar sana!"


"Iya, tapi aku memang belum memikirkan apapun Zahra. Masih ingin sendiri, menjaga dan membesarkan Rudi!"


"Itu juga tak apa-apa yang penting kamu harus banyak ikut pengajian!" Sahut Ibu.

__ADS_1


"Iya bu, aku mau dong bu ikut pengajian yang sering ibu datangi itu?"


"Oh boleh. Besok pagi ya kamu ke rumah, terus ikut pengajian. Nanti Rudi disini saja sama pengasuhmu ini."


"Iya bu, saya akan datang ke sini besok!" Jawab Dona. Tiba-tiba pintu diketok oleh seorang pria tampan yang datang memakai jaket sepertinya dia dari luar kota.


"Assalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


"Eh Yahya! Kok tau rumah kita disini??" tanya Zahra bingung dan kaget.


"Eh, kang Yahya, bagaimana kabarnya, baik?" tanya Ibu.


"Alhamdulillah ibu, Zahra. Saya baik-baik saja." Mereka bersalaman.


"Ayo masuk, kamu langsung dari Bandung ini?" tanya Zahra.


"Iya Zahra. Saya dari Bandung. Kebetulan saya punya Paman disini, dan saya kemarin minta alamatmu di uwamu, eh nggak jauh dari sini!" Yahya duduk di sofa.


"Kamu tujuannya mau ke rumah pamanmu atau ke sini?" tanya Ibu.


"Mau ke rumah paman, paman mengajak saya mengerjakan sawahnya dia. Dia kan punya sawah lumayan besar, tapi tak ada yang mengurusnya!" Jawab Yahya.


"Tapi kok malah kesini dulu?" tanya Ibu.


"Saya memang mau ke arah lurus Bu, cuma saya sambil mencari rumah Zahra juga, eh ternyata ke sini dulu hati saya ingin mampir. Gampanglah, saya istirahat dulu disini, nanti baru ke rumah paman!"


"Omong-omong, pamanmu siapa,Ya?" tanya Ibu.


"Pak Anggoro yang anaknya masih kecil-kecil itu? Itumah didekat sini tinggal jalan kaki ke rumahnya!"


"Oh, iya to? Wah, kok bisa dekat, ya?"


"Ya, mau minum apa?" tanya Zahra.


"Apa saja, kopi juga boleh Zahra!" Jawab Yahya.


"Ya sebentar ya, saya ambilkan. Kamu istirahat saja dulu."


"Iya Zahra, terima kasih loh!'


"Santai saja, Ya. Oh iya ini kenalin saudara saya, Ya, Dona namanya!"


"Dona."


"Yahya." Mereka bersalaman.


"Mas Yahya memang dari Bandung?" tanya Dona.


"Iya, saya teman SMAnya Zahra dulu. Bertemu dengan Ibu, Zahra dan mas Farhan waktu mereka ke Bandung!" jawabnya.


"Hm, mas Yahya memang nggak punya keluarga?" tanya Dona.


"Hm iya saya baru saja pisah sama istri saya. Sekarang Jomblo! Hahaha," Jawab Yahya sambil merokok.

__ADS_1


'Hm ganteng banget nih cowok, temennya Zahra, Duda lagi!' Pikir Dona.


"Kalau mbak Dona ini sudah berkeluarga?" tanya Yahya.


"Hm, sudah pernah tapi saya sudah cerai dengan yang terakhir. Dia sedang dipenjara sekarang!"


"Oh begitu? Kenapa?" tanya Yahya.


"Ceritanya panjang, Yahya, Ayo minum ini dulu nih air mineral!" sahut Ibu.


"Iya bu. Terima kasih."


Tak lama kemudian Farhan datang dari sawah dan langsung bersalaman dengan Yahya. Setelah Farhan mandi, mereka makan siang bersama di rumah.


"Jadi kamu keponakan pak Anggoro?" tanya Farhan.


"Iya, saya keponakan istrinya pak Anggoro. Tapi pak Anggoro orang baik, dan saya senang bisa dekat dengan beliau!"


"Iya, pak Anggoro memang baik. Yanti kemana, Don?" tanya Farhan.


"Entahlah, Han! Dia menghilang...Sedang kasmaran dengan kompol Reza!"


"Ah, yang bener? Dengan Kompol Reza pacaran?" tanya Farhan.


"Iya, aku ketemu mereka lagi gandengan tangan mesra banget lagi!"


"Hahahaha,jadi iri nih sama Yanti? Ini ada kang Yahya! Udah kenal belum?" tanya Farhanmenggoda Dona.


"Haahaha,mana mau kang Yahya sama saya, udah tua begini juga, dan udah punya buntutpula!" Dona malu-malu karena dijodohin sama Farhan dengan Yahya.


"Ya, siapa tau aja kang Yahya lagi cari jodoh juga. Kan Kang Yahya juga sudah pisah sama istrinya yang matre itu, ya kang?" tanya Farhan.


"Hahaha, bisa aja nih mas Farhan. Saya juga sudah tua lagi, anak saya dua, emang mbak Dona mau apa sama saya?" tanya Yahya.


Dona menunduk malu. Memang Yahya itu masih ganteng walaupun sudah terlihat dewasasekali. Dona juga janda pastinya akan suka melihat Yahya yang kulitnya Putih, badannya tinggi besar dan masih terlihat pantas untuk menikah lagi.


Suasana tambah ramai setelah Santi dan Ramdani datang bersama Farell. Sore itu suasana rumah Farhan dan Zahra ramai. Yahya akhirnya diantar oleh Farhan ke rumah Pak Anggoro malamnya setelah Magrib.


"Assamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Eh Yahya, datangnya kok malam? Gak kasih kabar lagi sudah berangkat atau belum? Apa Kabar,Ya?" Tanya Pak Anggoro.


"Baik paman, saya tadi mampir dulu ke rumah mas Farhan! Tadi siang saya sampai paman, hanya saya mampir dulu!"


"Loh, kok bisa kenal dengan Farhan? Bagaimana carangnya? Kapan kalian saling kenalnya, Ya? Mas Farhan?" Pak Anggoro bingung.


"Tenang Pak Anggoro, saya dan kang Yahya ini ketemu di Bandung waktu saya dan istri ke Bandung!"


"Loh, emang ada hubungan apa dengan Zahra dan kamu mas Farhan?" tanya Pak Anggoro lagi yang masih bingung.


......


.......

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2