
BAB 18.
POV AZZAHRA
"Wah, bentuknya bagus dek...Coba sini mas hisap dulu!" Kemudian dia nyalakan dengan korek api dan menghisapnya.
"Wahh, enak dek...Pinter kamu buatnya, pas banget rasanya juga pas!" Dia kembali menghisap rokok yang dariku.
"Wah aku bisa buka home industri nih...Hahahaha!” Aku bangga bisa berhasil membuat rokok linting. Tingwe, Linting Dewe!
"Boleh boleh...Aku aja jarang bisa buat yang kayak gini!" Suamiku memujiku.
"Mas, kita jalan-jalan yuk!" ajakku.
"Kemana?"
"Aku mau ke pasar moderen yang di kota!"
"Oh ada iya, yang deket dengan kantor kecamatan ya dek?" tanyanya.
"Iya, katanya disana lengkap mas, pasar moderen nya bagus dan rapi, bersih juga"
"Ya sudah. Kapan?" tanyanya.
"Ya sempatnya mas, kapan?"
"Besok aja ya, abis kita pulang dari sawah..!"
"Iya, mas."
Adzan Magrib berkumandang dan kami langsung mengambil air wudhu danmelaksanakan Sholat Magrib berjamaah. Setelah sholat kami keluar, mas Farhan mengajakku makan bakso diluar dan aku siap-siap berdandan yang rapi. Pas kami keluar kamar, tampak Dona keluar bersama Ibu dan Mbak Santi. Dia juga menggeret kopernya.
Aku dan Mas Farhan cuek saja langsung jalan keluar dan menuju jalan raya. Kemudian kami jalan ke tukang bakso, kebetulan jalan itu sejalan dengan menuju ke rumah mbak Santi. Tampak Mbak Santi lewat dengan motornya yang membonceng Dona. Dia ngebut waktu melewati ku.
"Kemana mereka mas?" tanyaku.
"Palingan ke rumah mbak Santi"
"Oh iya yah...Kan kalau mau keluar kampung ke arah berlawananan ya, mas?"
"Iya dek."
Kami sampai di warung bakso langganan dan memesan bakso dua mangkok. Setelah pulang ke rumah, kami sholat Isya berjamaah. Tampaknya rumahpun sudah sepi karena ibu juga sedang di kamarnya pasti. Kami sepakat mau ke rumah Mak Hasnah lagi dan akhirnya kami ke sana. Disana Mak Hasnah sudah ada.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Eh, Mas Farhan dan Mbak Zahra...Ayo masuk. Tadi siang katanya ke rumah, ya?" tanyanya.
"Iya Mak. Emak gak ada tadi" kami masuk ke dalam rumahnya dan menuju langsung ke kamar terapinya.
"Ayo masuk Mbak Zahra, langsung ganti pakaiannya saja!"
__ADS_1
"Iya mak." Aku langsung mengambil kain jariknya dari atas tempat tidur dan memakainya di ruang ganti. Terus aku tiduran dikasur. Mak Hasnah selesai di dalam rumahnya masuk ke dalam kamar dan langsung memijit selama sejam.
"Alhamdulillah, salurannya sudah bagus, kualitasnya juga bagus, besok hari keberapa?" tanya mak Hasnah kepadaku.
"Hari ke Tiga belas Mak!" jawabku.
"Hm selama dua hari ya hubungan, jadi besok dan lusa!" saran mak Hasnah.
"Iya mak!" jawabku.
Setelah itu aku ganti pakaian dan mas Farhan masuk untuk mengganti pakaiannya.
"Hm, siap mas Farhan?"
"Siap mak!" Setelah itu mas Farhan di pijit dan tak banyak mengaduh dan setelah dipijit Mas Farhan langsung mengganti pakaiannya.
"Hm, Mas Farhan tumben tadi gak teriak kesakitan?"
"Iya Mak, emang nggak sakit kok!" jawabnya.
"Bagus deh. Jangan heran kalau besok mas Farhan akan Hubungan Intimnya lebih lama...Lebih heboh lah...Hahaha!" Mak Hasnah meledek suamiku.
"Ah, bisa ajah mak ini" jawab Suamiku merona wajahnya.
"Iya beneran, buktikan saja besok!"
"Oh ya?"
"Iya Zahra, dia akan lebih lama dan kamu juga lebih menikmati, jadi yang disemprotkan juga lebih kencang...Semoga kamu nanti langsung hamil!" sahut mak Hasnah.
"Hm baiklah, kalau mau ke sini lagi seminggu setelah lusa ya...!"
"Iya mak."
"Kami pamit dulu mak!"
"Iya nak Zahra dan Nak Farhan, terima kasih!"
"Iya Mak, sama-sama."
Kemudian kami pun pulang ke rumah. Sesampainya, kami langsung mandi dan tidur.
*
Besok Paginya, kami sholat subuh berjamaah, dan aku sebelumnya sudah memasak nasi dan merendam pakaian untuk dicuci nanti abis mas Farhan ke sawah.
"Mas, Aku masak dulu ya, buat sarapan."
"Iya sayang!"
"Mas, nanti siang mau dibawakan lauk apa?"
"Apa saja sayang, yang penting kamu yang masak, pasti nikmat!"
__ADS_1
"Makasih mas!" Aku cium pipinya.
"Ehh..Udah nyosor ajah..Nanti malam sayang..!" Goda Suamiku dengan menaik-naikkan alisnya.
"Iya....Siap mas, aku akan melayanimu!"
"Alhamdulillah..."
"Iya mas, Alhamdulilah!"
Kami berpencar. Aku langsung ke dapur dan mas Farhan seperti biasa ke terasuntuk merokok. Aku buatkan kopi dulu dan meletakkannnya diatas meja teras. Akukembali ke dapur dan langsung memasak seadanya. Sesudah itu aku sajikan di meja makan.
"Mas, mau sarapan dulu?"
"Nanti sebentar sayang, mau merokok dulu sebatang lagi!"
"Ya sudah." Aku lantas ke kamar membersihkan kamar dulu dan keluar menjemput mas Farhan untuk sarapan. Setelah sarapan, dia mandi. Aku masuk ke dalam kamar lagi.
Terdengar suara TV yang keras dari kamar Ibu sejak kami sarapan berdua. Aku cuek saja dan menyapu lantai rumah dan dan teras. Kemudian aku masuk kembali ke dalam kamar. Mas Farhan selesai mandi hanya memakai handuk dan mengganti pakaian yang sudah aku siapkan.Handuknya langsung ku jemur di rak handuk di depan rumah.
Suamiku pamit ke sawah. Setelah aku mencium punggung tangannya dengan takdzim dan mengantar nya keluar rumah. Aku masuk menutup pintu depan dan masuk ke dalam kamar. Tak lama aku dandan dan berjalan keluar menyusuri jalan untuk membeli bahan maasakan berupa sayur dan daging ayam beberapa potong.
Setelah dirumah aku langsung memasaknya dengan agak lama karena aku mau memasakkan soto ayam untuk suamiku tercinta. Setelah itu aku mandi dan mengantar makan siang mas Farhan ke sawah.
Di sawah aku langsung ke saung dan ternyata memang mas Farhan sedang duduk dan merokok.
"Assalamualaikum, suamiku tercinta!"
"Eh, dek. Waalaikumsalam sayang. Sini mas Cium dulu. Muaaaahhh." Dia mencium keningku.
"Kangen, ya?" Aku mencium punggung tangannya dengan takdzim.
"Iya, kok tau ajah sih?"
"Hehehehe, yuk mas makan dulu, biar nanti malam Hot Marihot..!" godaku.
"Hahaha, ada-ada aja nih istriku, pakai ngomong hot marihot segala...Kamu lucu deh, jadi makin menggemaskan saja!"
"Hahaha, kamu ini...Ayo mas, makan!" Aku siapkan nasi dan lauk pauknya.
"Alhamdulillah, makanannya enak banget sayang? Wah, soto ayam...Hmmm..Aku bisa nambah nih..!” Mas Farhan sangat suka dengan soto ayam buatanku.
"Nambahlah mas...Kan aku bawakan juga ini untuk kamu mas...!"
"Iya sayang, kamu memang istri yang soleha...!"
"Aamiin...Semoga Ridhomu untukku takkan pernah habis mas."
"Iya sayang."
....
....
__ADS_1
BERSAMBUNG