
BAB 79.
"Wah nggak kepikiran San! Kirain semua motor ada disini bukan di rumahmu!" Timpal Farhan.
"Ya moso pake motor dua, satu saja cukup kok!"
Tak lama kemudian Zahra dan Bulan datang ke meja dan duduk dikursi. Mereka gantian makan. Farhan menyuapi Bulan. Bulan sangat lahap makan nasi rawon yang dibuatkan Santi.
Sejam kemudian mereka pulang. Santi mengantarkan Paklek pulang. Sedangkan Zahra dan Farhan pulang langsung ke rumahnya.
Di perjalanan, Farhan dan Zahra melihat Basuki sedang nongkrong di warung karaoke dan sedang berbicara dengan Muso. Basuki tak melihat Farhan dan Zahra lewat karena jalanan sepi dan Farhan melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di rumah, mereka langsung bersih-bersih dan sholat.
Malamnya mereka kedatangan tamu yaitu kedua orangtua Ramdani, yaitu bapak dan ibu
Tugino.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Mari masuk pak Tugino, wah ada tamu jauhh ini, Hahahaha," Farhan menyambutnya dan bersalaman dengan mereka.
"Iya ini tamu dari bumi yang lain! Hahahaha," Pak Tugino membalas ledekan Farhan.
"Ada apa ni tumben datang?" tanya Farhan sopan.
"Biasalah kita daripada di rumah sepi berdua, main-main ke tempat besan!"
"Iya main saja pak ke sini, kan ada saya dan Ibu."
"Iya pingin kami berdua main, cuma kadang kalau lewat kok nutup pintunya!" balas Bu Tugino.
"Kalau Ibu jarang pergi. Kami saja tadi siang abis dari warung sotonya Santi. Tapi kita tidak ketemu Ramdani!" ucap Farhan.
"Iya Ramdanikan lagi mengerjakan kanopi di gudang pak Marwoto!" Jawab pak Tugino.
"Hm. gudang yang diujung persawahan sana pak?" tanya Farhan.
"Iya," jawab pak Tugino.
"Eh ada besan," ucap Ibu. Kemudian mereka bersalaman.
"Bagaimana kabarnya Ibu?" tanya Ibu Tugino.
"Baik bu, ya begini saja. Biasa dirumah kalau Bulan tak ada istirahat saja di kamar!" Balas Ibu.
"Iyalah, saya juga begitu bu. Kadang rumah kotor ya diemin saja! Hahaha," jawab Bu tugino sambil tertawa.
"Eh, minumnya belum, Han?" tanya Ibu.
"Iya ,belum sempat buat bu," jawab Farhan.
"Ya sudah Ibu buatkan saja. Pak Tugino kopi?" tanya Ibu.
"Iya bu, kopi boleh!"
"Zahra dan Bulan mana, ya?" tanya Bu Tugino.
__ADS_1
"Oh, ada di dalam kamar, Bulan tadi kayaknya mau tidur, abis rewel tadi pas makan malam."
"Biasa anak kecil kalau mengantuk, ya begitulah, rewel!"
"Iya makanya langsung ditemani Zahra. Mungkin Zahranya juga keikutan tidur! Hahaha," jawab Farhan.
Tak lama kemudian Zahra keluar dan bersalaman dengan bapak dan ibu Tugino.
"Gimana kabar ibu dan bapak?"
"Baik,Bulan sudah tidur?"
"Sudah bu, malahan saya jadi keikutan tidur!" Jawab Zahra.
"Tuh kan bener pak. Mau nidurin anak biasanya kita duluan yang tidur, hahaha."
"Udah dibuatkan minum belum, Mas?" tanya Zahra.
"Sudah Ibu sedang didapur! Coba kamu bantu Ibu di dalam!" Sahut Farhan.
"Iya, bu saya ke dapur dulu," sahut Zahra.
"Ya silahkan." Farhan dan Pak Tugino menyalakan rokok mereka. Ibu dan Zahra datang bersama membawa nampan minuman dan kue-kue kering.
"Sudah bu jangan repot-repotlah!" Ucap Pak Tugino.
"Ya hanya minuman dan kue saja pak!" Jawab Ibu.
"Bagaimana nak Farhan? Sawah sebentar lagi bakalan panen, ya?" tanya Pk Tuginoo.
"Ya, mudah-mudahan pak, kira-kira seminggu lebih dikitlah. Cuma kami kan harus gantian panennya, karena tenaganya terbatas."
"Hm, waktu itu pakai mesin pak, mungkin besok sama pak, pakai mesin juga!"
"Oh iya, saya dengar mantan suami Santi sudah bebas, ya?" tanya Pak Tugino.
"Iya pak sudah tiga mingguanlah keluar dari penjara! Saya kurang tau pekerjaannya apa sekarang? Karena kayaknya adik iparnya juga sudah tak mau mengurusiya!" Jawab Farhan.
"Yang namanya Yanti itu?" tanya Bu Tugino.
"Iya Yanti. Dulu kan sebelum kasus terakhir, dia kan kerja di kantor Yanti, terus setelah kejadian itu saya nggak tau kerja dimana lagi!"
"Hm, kata Santi dia masih tinggal di kontrakan mertuanya?"
"Ya mungkin, tapi saya lihat tadi siang pas balik dari warungnya Santi, dia lagi di warung karaoke di jalan raya!" sahut Farhan.
"Wah, kamu liat Basuki di sana?" tanya Ibu.
"Iya, bu, dia sedang bicara dengan mantan preman pasar!"
"Siapa, Muso?" tanya Ibu.
"Kok Ibu tau namanya?" tanya Farhan.
"Ya kenal, dia kan emang tukang buat rusuh di pasar. Ibu pernah berantem dulu dengan dia! Emang nggak kapok-kapok. Kalau tidak salah dia terakhir dipenjara karena kasus perampokan!" Ucap Ibu.
"Perampokan dimana bu?"
"Itu loh kamu ingat tidak? Ada perampokan di dealer motor jalan raya. Tempat kamu beli motor itu! Kan beberapa tahun lalu pernah kerampokan dan Muso yang jadi pelakunya!"
__ADS_1
"Oh, pantes tak pernah ada preman beberapa tahun ini, bener nggak bu?" tanya Bu Tugino.
"Iya, lagi pula kan sudah setahun ini Ibu tak pernah ke pasar, jadi Ibu nggak tau perkembangannya!" Jawab Ibu.
"Wah, kacau si Basuki sudah gaulnya di warung karaoke lagi!"
"Iya bu. Katanya tadi siang juga datang ke warugnya Santi! Dan dia diancem sama Santi kalau dia mengganggu keluarga kita, akses menjenguk Farell akan dia tahan!" ucap Farhan.
"Wah, kok mantan suami Santi jadi orang gak bener gitu ya bu?" tanya Bu Tugino.
"Ya nggak tau bu. Urusan merekalah."
Tak lama kemudian orangtua Basuki pulang dan mereka beristirahat.*
**
Diluar sana Basuki yang masih di warung karaoke dengan Muso sedang minum bir bersama dan ditemani oleh dua wanita malam.
"Mus, jadi kita gasak kantor nya atau rumahnya dulu?" tanya Basuki.
"Setelah urusanmu selesai dengan mereka. Kita gasak kantornya dulu. Elo harus pelajari semua denah ruangan dan ingat-ingat! Jangan sampai ada CCTV disana!"
"Kayaknya tidak ada Mus, aku kan pernah bekerja disana selama dua bulan! Ya nggak tau deh sekarang!" Jawab Basuki.
"Hm. kayaknya kamu harus pelajari juga pintu dan jendela. Terutama dimana dia menaroh uangnya!"
"Aku sih tau, mereka punya dua brankas besar! Kalau itu kamu bisa bobol?" tanya Basuki.
"Ya, kita makanya bertiga, Bro!!"
"Sama siapa lagi?" tanya Basuki heran.
"Nanti ada temen gue spesialis lemari besi! Lima menit langsung beres deh!" ucap Muso.
"Kita sewa mobil dong?" tanya Basuki.
"Hm, nggak perlulah! Kalau naik mobil repot. Sebaiknya kita pakai motor saja braaayyyy!"
“Ya sudah kalau minggu depan boleh tuh! Dua hari lagi gue mau ke sana. Gue akan pelajari semuanya, oke!"
"Sip bro...!"
"Pembagiannya gimana?" tanya Basuki.
"Wah belum juga kita merampok udah nanya pembagian hasil!"
"Iya dong! Masa udah yantimpok elo langsung kabur?"
"Ya nggak lah! Kalau gue sih karena kita bertiga ya pembagian nya, 40 30 30!"
"Elo empat puluh??" tanya Basuki.
"Atau 35 35 30?" tanya Muso.
.......
.......
BERSAMBUNG
__ADS_1