
Bab 93.
"Iya mas Basuki. Saya datang ke sini untuk menjenguk mas Basuki. Mohon maaf saya tidak pernah datang mengujungimu selama ini!"
"Iya tak apa-apa. Saya juga sekaligus ingin minta maaf kepada kamu Dona. Apabila saya punya salah kepada kamu dan semuanya, terutama keluarga Farhan dan Zahra. Saya sekarang sudah diujung maut. Saya banyak salah kepada orang yang sudah memberikan perhatian kepada saya...!" Basuki menitikkan air mata.
"Mas, ini saya juga mau kenalkan Rudi. Dia anak kandung Mas Basuki!" Basuki melihat ke Rudi. Dia menangis melihat ke arahnya.
"Rudi, ini papa, Rudi....!" Ucap Basuki terbata-bata.
"Pa..!." Rudi kemudian menyenderkan badannya ke badan Dona.
"Sayang, itu papa nak." Rudi masih menenggelamkan wajahnya di badan Dona.
"Tak apa Dona, mungkin dia malu punya seorang papa yang sedang dipenjara!"
"Ya, mas Basuki nanti juga akan dekat dengan dia. Tapi saya mau sekalian meminta ijin dan minta mas Basuki menalak saya. Karena mas Basuki tak pernah menalak saya secara resmi...!" Dona terdiam.
"Ya Dona! Saya Talak kamu Dona Rahmadwi detik ini. Kamu bukan istri saya lagi mulai sekarang!" Itulah yang diucapkan Basuki. Setelah itu Basuki dan Dona menangis.
"Ma, kenapa menangis?" tanya Rudi.
"Tak apa-apa Rudi. Kamu kalau mau ke sini bertemu dengan papamu bilang ya sayang...!" ucap Dona.
"Iya ma, kita pulang sekalang?" tanya Rudi.
"Iya nak sebentar lagi ya.!” Dona menghapus air mata di pipinya.
"Oh iya mas. Saya ijin mau menikah dengan seorang laki-laki. Doakan kami bisa membangun keluarga samawa!"
"Iya Dona, semoga kamu bahagia. Titip Rudi ya, jaga dia karena waktu saya hidup tidak lama lagi..."! ucap Basuki dengan mata berharap.
"Yang sabar mas. Perbanyak ibadahmu dan mintalah ampun kepada Allah!"
"Iya Dona, saya sekarang sudah insaf, saya sudah berusaha menjalankan ibadah saya dengan sebaik mungkin....Mohon dimaafkan kesalahan saya Dona!"
"Iya mas, saya sudah maafkan. Aku juga sekaligus minta maaf juga kepada kamu atas semua salahku kepadamu!"
"Iya Dona, sudah saya maafkan. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga kalian hidup bahagia nanti. Rudi...Sering ke sini ya nak, papa ingin sering melihat Rudi..!" Ucap Basuki dari balik sekat kaca.
Rudi diam saja.
"Satu lagi, kalau boleh, ajak Santi dan Farell ke sini, Dona, karena saya ingin minta maaf dengan mereka!"
"Baik mas, saya akan mencoba mengajak Santi dan Farell ke sini. Saya pamit dulu ya mas. Oh iya ini ada kue buat kamu!" Dona memberikan kue yang dia bawa untuk Basuki.
"Terima kasih Dona. Rudi, papa masuk dulu ya….!"
"Iya pa."
Basuki masuk ke dalam dengan menenteng kue. Dona dan Rudi keluar dari ruangan itu. Tidak ada sentuhan diantara mereka karena baik Dona dan Basuki sama-sama tidak mau saling menular virus. Dona dan Rudi pun masuk ke dalam dengan menggunakan masker.
Di dalam mobil, ada perasaan lega bercampur sedih yang dirasakan oleh Dona. Sedih karena melihat kondisi basuki yang menyedihkan. Badannya sudah habis termakan virus, dia kurus dan seperti sudah tak terurus. Lega karena Basuki sudah menalaknya, sehingga dia sudah resmi menjadi Janda.
__ADS_1
Dari penjara mereka berdua langsung mandi. Malamnya mereka datang ke rumah Farhan.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Eh Dona...Eh ada mas Rudi," ucap Santi.
"Tuh sayang, ada mama Santi dan mas Farell. Wah rame dong!"
"Masss...!" Rudi senang melihat Farell dan langsung berjalan dan memeluk Farell.
"Ohhh..Kangen ya adek sama mas Farell!" Farell berlutut dan memeluk Rudi dengan sayang.
"Mas, main..!" ajak Rudi dan menarik tangan Farell ke dalam kamar Bulan yang sedang main di kamarnya. Karena Aryo sedang tidur, maka mereka bertiga pindah main di teras dengan menggelar karpet. Rudi senang sekali bisa bertemu dengan farell.
Kemudian Rudi jalan ke Dona yang sedang bicara dengan Zahra dan Santi.
"Ma, mas main ke lumah!"
"Kenapa sayang? Mas Farell main ke rumah kita?" tanya Dona. Rudi menganggukan kepalanya.
"Iya, boleh?" tanyanya.
"Tuh tanya sama mama Santi." Dona menunjuk ke arah Santi. Rudi langsung berjalan ke Santi dan berdiri di depan Santi.
"Apa sayang?"
"Boleh kok, tanya sana sendiri sama mas Farellnya. Mau nggak ke rumah Rudi? Cium dulu dong mama!" Ucap Santi.
"Muaaahh..Muaaahhh...Muaaahhh.." Rudi mencium kening dan kedua pipi Santi.
"Terima kasih sayang..!" ucap Santi.
"Iya mama." Kemudian Rudi keluar dan menanyakan langsung ke Farell. Farell menengok ke Santi.
"Boleh, bu?" tanya Farell dari teras.
"Boleh," balas Santi.
"Boleh dek!" Jawab Farell dan Rudi mencium Farell juga. Farell tertawa melihat Rudi yang antusias mau mencium dirinya.
Dua minggu berselang, Dona dan Yahya sedang ada di rumah Farhan sore hari. Mereka ingin membicarakan mengenai pernikahan mereka yang hanya 3 minggu lagi. Sore itu semua masih berkumpul dan saling memberikan ide mengenai resepsi pernikahan mereka.
"Selamat sore." Ada suara dari teras. Orang itu memakai topi dan berjengot lebat.Mereka Orang itu kurus dan masih memakai baju warna orange.
Farhan yang tersadari dengan kehadiran orang itu berdiri dan menyuruh semua berpindah tempat.
"Cepat kalian pindah!" ucap Farhan.
Orang itudiam diluar ambang pintu depan dan memandang dengan tatapan kosong. Farhan yangmulaimenyadari bahwa orang yang dihadapannya adalah Basuki. Dia masih memakaibaju tahanan.
"Adaapa kamu mau kesini Basuki??"
__ADS_1
"Basuki?"
"Basuki? Zahra heran.
"MasBasuki kenapa kamu ke sini? Kamu melarikan diri mas?" tanya Dona yang masih takut dan berdiri disamping Yahya. Mereka semua berpindah ke ruang makan.
"Yasaya Basuki. Dia melepas topinya. Tampak Basuki dengan tatapan kosong. Diakurus sekali seperti hanya tulang saja. Borgolnya sudah lepas karena tak nampakdia memakai borgol.
Dia masih berdiri di teras.
"Aku kesini hanya untuk meminta maaf kepada kalian. Farhan, Zahra, Ibu. Aku minta maaf..."Dia menangis dan jatuh bersimpuh diatas lantai. Terlihat dia sangat sedih dengan keadaannya.
"Mas Basuki, kami sudah memaafkanmu!" Ucap Zahra sambil menangis.
Tak sadar semua yang ada disana berlinang air mata.
"Aku banyak salah dengan kalian, tapi kalian mau memaafkanku. Semoga kalian menjadi orang yang beruntung. Aku mau pamit...Aku akan pergi jauh, aku lega telah meminta maaf kepada kalian...! Huuuuuuu....huuuu...." Basuki tambah keras menangisnya.
"Ya Basuki. Saya juga memaafkanmu. Kita manusia tempatnya salah dan khilaf. Sekarang kamu kembalilah ke tempatmu. Nanti masa tahananmu akan semakin panjang kalau kamu melarikan diri....!" ucap Farhan denga nada lembut.
"Mas Basuki, pulanglah ke penjara lagi! Kamu nanti masa tahananmu akan menjadi lebih panjang. Kami semua sudah memaafkanmu, Basuki. Kami juga meminta maaf kalau kami ada salah!" Ibu menambahkan.
"Aku juga Basuki, aku minta maaf kalau aku punya salah sama kamu!" ucap Farhan.
"Terima kasih kalian sudah memaafkanku. Aku akan pulang lagi!" Dia berdiri dan memandang agak lama.
"JANGAN BERGERAK!!" Terdengar suara polisi yang sedang mengarahkan pistolnya kepada Basuki.
"PAK Jangan tembak dia!" Teriak Farhan.
"Cepatberjalan ke arah kami! Dan berlutut disana!!" Perintah seorang Polisi.
Basuki berdiri dan berjalan ke arah polisi tapi tiba-tiba dia berlari menerjang polisi tadi yang mengarahkan pistolnya.
DOR
DOR
"Aaaaaarrrgggghh...." Teriak Basuki dari luar. Dia jatuh dan tergeletak di depan pintu pagar rumah Farhan. Farhan berlari keluar, Polisi sudah menjaganya.
"Jangan mendekat pak!Tersangka sudah meninggal.”
"Papaaa....!" Teriak Rudi dan untung saja ditangkap oleh Farhan di luar dan menggendongnya masuk ke dalam.
Dona tampak menangis, Zahra pun menangis. Farhan memberikan Rudi ke pengasuhnya dan keluar kembali.
"Jangan ada yang keluar, sebaiknya pintu ditutup!" Ucap Farhan memberikan instruksi kepada semuanya.
......
......
BERSAMBUNG
__ADS_1