KARENA...MU!! Ibu MERTUA

KARENA...MU!! Ibu MERTUA
KERIBUTAN DI WARUNG


__ADS_3

Bab 66.


POV SANTI


Kemudian, kumasuk ke dalam warung menuju kamarnya untuk memanggil Farell.


"Farell, kesini nak, ada yang mau ketemu denganmu!"


"Siapa bu? Dek Bulan?" tanyanya dan dia langsung berdiri dari atas karpet.


"Bukan sayang, bapakmu!"


"Hah Bapak? Emang bapak sudah keluar dari penjara bu?" tanya Farell.


"Sudah, yuk, kita temui bapakmu." Aku menggandengnya ke luar dan duduk di seberang kursinya. Farell tak mau bersalaman dengan bapaknya.


"Joko, bagaimana kabarnya?" tanya Basuki.


"Baik pak." Dia diam kembali sambil menundukkan kepalanya.


"Sini duduk samping bapak."


"Gak mau! Bapak sudah menyakiti hati ibu!" Jawabnya.


"Ya, kan tetap kamu anak bapak! Kamu harus hormat sama bapak!" Jawab Basuki yang kesal dengan jawaban Farell.


"Kalau tidak mau ya tidak mau!" Katanya dan dia langsung berdiri dan berlari ke dalam.


"Farell!" Panggilku tapi dia tetap berlari ke dalam kamarnya.


"Jangan dipaksa dulu mas, nanti juga mau, karena dulu dia sering nanyain kamu. Cuma kan kamu asik dengan istrimu yang kaya itu!" ucapku sinis.


"Hahahaha, kamu kenapa jadi kesel sama Dona?" tanyanya.


"Ya kesellah, dia itu Pelakor! Kamu juga ganjen dan mesum, jadi pas lah, amit-amit saya punya suami kayak kamu!" ucapku judes.


"Hahahaha, jangan cari masalah lagilah. Masalah kita saja belum selesai!" ucapnya dengan agak kasar.


"Apanya yang belum selesai? Masalah rumah?" tanyaku.


"Iya, masalah rumah!"


"Aku sudah tidak tinggal dirumah itu! Tapi kamu kalau mau ambil terserah! Bukan hakku lagi!" Balasku dengan ketus.


"Oh, jadi kamu sudah tak tinggal dirumah itu?" tanya Basuki.


"Sudah sejak kamu di penjara, saya sudah buat rumah sendiri di tanah bapak!"


"Ya, terus kamu masih hubungan sama Zahra dan Farhan??" tanyanya selidik.


"Yajelas, dia itu adikku semua kok! Emang kenapa harus nggak boleh berhubungan??Aneh!!" balasku.


"Yaaku masih kesal saja dengan mereka! Karena mereka aku dipenjara setahunlebih!" jawabnya dengan ketus.


Aku mendengus kesal. "Kamu kesal dengan mereka? Aneh! Wong kamu masuk penjara karena ulahmu sendiri! Kamu itu suruhan Dona, dan Dona juga sudah bicara di sidang waktu itu, kenapa kamu masih kesal!??" tanyaku menantang.


"Karena aku belum apa-apa sudah dituduh!! Tau!!!" ucapnya dengan nada keras. Otomatis pengunjung yang makan semua melihat ke arah mejaku.


"Kamu, kalau mau buat ribut disini silahkan pergi dan jangan datang lagi ke sini! Saya muak melihat kekasaranmu yang tidak beralasan!" ucapku kesal.


"Baik, saya pergi! Jangan harap kalian hidup tenang!" ucapnya mengancam.


"Saya tidak takut dengan ancamanmu! Atau kamu akan saya habiskan disini!! Kalau berani jangan sama perempuan, pengecut!!" Farhan yang datang dan mendengar ancaman BasukiĀ  langsung menantang Basuki.

__ADS_1


"Hahahaha, kamu sok-sokan melawan saya! Kamu bisa apa. Hah!!" ucapnya dan dia berjalan ke arah Farhan. Aku berdiri di depan Farhan dan menghalanginya.


"Jangan berantem!" teriakku. Semua orang melihat ke arah kami.


"Hahaha, kenapa lo takut!" teriak Basuki.


"Awas San! Saya bisa hajar ini orang belagu dan sombong!" Farhan mendorongku ke kanan dan tendangan Basuki melayang ke perut Farhan.


"Ciaat!" Basuki menendang Farhan dan terkena perutnya. Farhan mundur tiga langkah.


"Hahahaha, cuma segitu kekuatanmu selama dipenjara?" ledek Farhan yang sudah bersiap-siap.


"Maju lo!" ucap Basuki geram.


"Sini maju, gue hadapi lo! Elo jual gue beli!" tantang Farhan.


Aku yang melihat langsung takut dan menyingkir ke pinggir.


"Ciaatt..!" Basuki melayangkan pukulan dan tendangan beberapa kali cuma bisa ditangkis oleh Farhan dan Farhan balik menyerang dengan pukulan beruntun dan terakhir tendangan ke perut Basuki.


Basuki tersungkur dan dia mencoba berdiri tapi sama Farhan kembali di pukul!


"Abis kau!!" Farhan memukul dua kali rahang Basuki dan dia kembali tergeletak.


"Sudah Farhan!!" ucapku dan menarik tangannya. Aku dan Farhan menyingkir ke dekat parkir motor.


Beberapa orang yang melihat langsung melerainya. Datang keamanan dari ruko itu langsung menarik tubuh Basuki dan membawanya ke pos keamanan. Farhan dan aku langsung ikut ke Pos keamanan.


Basuki langsung di suruh duduk di kursi panjang dengan muka yang banyak darah dari bibir dan matanya sembab karena terkena pukulan Farhan.


Kami duduk berjauhan. Basuki duduk dengan sambil memegang bibirnya yang luka.


"Ini kenapa Bu Santi? Dia ini siapa?" tanya Kepala keamanan.


"Oh begitu? Kenapa mereka bisa berkelahi??"


"Karena orang itu memang mencari masalah dengan keluarga kami!" Jawab Santi menunjuk ke arah Basuki.


"Hm, jadi bagaimana urusannya ini?" tanyanya.


"Saya akan melaporkan dia ke kantor polisi, ayo Han kita ke rumah sakit dulu visum kamu terus ke kantor polisi untuk menjebloskannya ke dalam penjara lagi! Brengsek, bisa nya cuma menang di mulut!" Ucap Santi.


"Heh Santi! Jangan kau laporkan lagi ke polisi!" ucap basuki dengan nada memohon.


"Hah? Jangan? Saya tetap akan melaporkan kamu ke polisi karena mencari keributan di warungku! Ayo Han kita pergi!"


"Ayo!" Kami berdua ke kantor polisi yang tak jauh dari situ untuk melaporkan kejadian tadi. Kami pulang dan Polisi langsung bergerak menangkap Basuki.


Farhan, aku antarkan dengan motorku ke rumahnya. Sesampai di rumah kami langsung menuju ke dalam.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Zahra keluar dari kamar dan langsung kaget.


"Pa, kenapa kamu???" tanya Zahra kuatir melihat Farhan di antar oleh Santi.


"Maaf Zahra, tadi mas Basuki dan Farhan berkelahi di depan warung sotoku. Dia membela keluarga karena Basuki sudah marah-marah dan mengancam keluarga kita akan tidak tenang!"


"Wah, masa sih? Kamu sakit dimana mas?" tanya Zahra sambil melihat ke perut dan pinggang Farhan.


"Perut saja sayang, palingan ini sama tangan sakit hehehe, abis mukulin Basuki tadi!"

__ADS_1


"Kamu tidak kena pukul?" tanya Zahra.


"Tidak dong, kan sudah mau ajarkan bagaimana cara berkelahi yang aman!" sahut Farhan.


"Ish, bukan sedih malah ketawa! Hehehe," Jawab Zahra mencubit lengan Farhan.


"Aww...ini malahan sakit dicubit kamu! Hahaha."


"Becanda saja bisanya! Sebentar aku ambilkan air hangat dulu ya, buat kompres perutnya."


Kemudian Zahra dan Santi ke dapur. Ibu keluar dari kamar.


"Farhan, kamu kenapa? Berantem sama Basuki? Memang Basuki sudah keluar dari penjara?" tanya Ibu.


"Iya bu, tadi saya berantem dengannya. Tapi dia sudah kita laporkan kok ke Polisi tadi!" Jawab Farhan.


"Ya sudah, kamu ada yang luka tidak?" tanya Ibu.


"Tidak bu, palingan tadi kena tendang di perut, tapi udah tidak sakit kok!"


"Ya sudah. Bulan tidur?" Ibu langsung ke dalam kamar untuk melihat Bulan yangsedang tidur.


"Iya kayaknya bu," jawab Farhan.


Ibu duduk lagi di sofa.


Kemudian Santi dan Zahra kembali ke ruang tamu membawa baskom isi air agak panas dan handuk kecil. Mereka duduk di sofa.


"Pa, mana yang bekas ditendang tadi?"


"Ini sayang." Farhan membuka bajunya dan tampak bekas tendangan mengecap di perutnya.


"Kok nggak sakit Pa? Ini ada bekas jiplakan kaki nya juga. Pasti keras!"


"Ah biasa aja Ma, tadi sempet nahan makanya ada jiplakannya." Zahra mengompres dengan air panas dan handuk.


"Auuu..." Farhan mengaduh.


"Tuh kan pasti sakit."


"Iya jangan keras-keras ma."


"Sialan bener tuh si Basuki! Emang kurang ajar!" kata Ibu.


"Ya, dia itu ancamku katanya kita nggak bakalan tenang hidupnya!" timpal Zahra.


"Ya sudah jangan dipikirkan lagi!" ucap Farhan.


"Sebentar Ma, papa mau telpon dulu Yanti!" Ucap Farhan.


"Ya telpon saja mas!"


Farhan mengambil HPnya yang ada di atas meja.


Deringnya berbunyi dan sengaja dispeakerkan.


"Halo Yanti?" Sapa Farhan.


.....


.....


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2